TOKOH

Menjadi inspirasi banyak orang dan mungkin salah satu tokoh yang mempengaruhi hidup anda

Top Ittipat,Milyuner Muda (Thailand)

Jalan hidup seseorang bisa begitu berliku adanya namun selalu saja tetap ada ujungnya. Kesuksesan adalah impian semua orang. Berlikunya jalan akan sampai pada kesuksesan asalkan dijalani dengan kesungguhan hati dan kerja keras.

Begitulah kisah yang terjadi dalam hidup seorang pemuda bernama Top Ittipat dalam menjalani usaha bisnisnya dan menghantarkan Tao Kae Noi, produk cemilan rumput lautnya pada dunia. Di usianya yang ke 26 tahun ini, Top telah menjadi seorang milyuner muda.

Pria kelahiran Thailand ini sesungguhnya hanyalah seorang biasa saja. Pada mulanya tak ada yang begitu spesial dari dirinya. Bahkan pemuda ini cenderung cuek dan tidak terlalu memikirkan masa depan.

 

Seperti kebanyakan pemuda seumurannya, Top pernah alami kecanduan game online saat dia berumur 16 tahun dan membuatnya telantarkan sekolahnya. Bukan satu hal yang baik tentu saja tapi perkenalan dunia bisnis justru dimulai dari sini.

 

Top mendapatkan uang dari menjual item senjata-senjata miliknya di game online. Dengan bisnisnya ini dia bahkan meraih penghasilan mencapai 1 juta Baht dan dapat membeli sebuah mobil seharga 600 Baht (sekitar 200 juta rupiah).

Para pembelinya adalah sesama pecinta game online dan ada juga yang berasal dari luar negaranya. Namun karena ini bisnis ilegal maka sudah pasti tak akan dapat bertahan lama. Rekening game onlinenya di blok karena diketahui melakukan transaksi jual beli.

 

Disaat yang bersamaan bisnis orang tuanya mengalami kebangkrutan dan disaat yang bersamaan pula karena kemalasannya di sekolah selama ini Top tidak berhasil masuk kuliah perguruan tinggi negeri dan harus masuk Universitas Swasta.

 

Dengan sisa uang yang dimilikinya Top beralih usaha ke bisnis DVD Player tapi Top ditipu mentah-mentah sebab semua DVD Playernya ternyata barang palsu dan uangnya tidak dapat kembali. Top juga berusaha mencari pinjaman uang ke bank untuk memulai usaha baru. Namun, pihak bank tak begitu saja menyetujuinya.

 

Di titik inilah Top mulai menyadari kesalahannya karena telah melalaikan sekolah dan pelajaran. Di titik yang sama ini jugalah, Top mulai bersentuhan dengan kerasnya dunia bisnis.

 

Hutang yang melilit usaha orang tuanya yang mencapai 40 juta Baht semakin memperburuk keadaan. Terlebih lagi rumah mereka disita pihak Bank. Ditengah himpitan ini Top tetap berkeras.

 

Setelah akhirnya dapatkan pinjaman dari bank, segala hal dia coba lakukan, Top mencoba berjualan kacang (chesnut) bersama dengan pamannya.

 

Diawali dengan mencari cara bagaimana strategi berjualan yang baik supaya bisa laris kepada para penjual kacang lainnya yang telah sukses sampai lakukan beberapa eksperimen untuk mendapatkan resep terbaik bagi produk kacangnya sehingga memiliki cita rasa yang khas dan unik.

 

Lalu akhirnya Top membuka kedai di mall dan belajar tentang menemukan tempat yang stategis. Sebab lokasi menjadi salah satu faktor menentukan dalam keberhasilan penjualan suatu produk.

 

Namun berwiraswata memanglah tidak mudah. Saat Top mulai melakukan ekspansi bisnis chesnutnya secara besar-besaran, timbul suatu masalah lain dimana mesin pembuat kacang goreng yang Top pergunakan menimbulkan asap dan mengotori atap Mall sehingga harus tutup dan pihak Mall juga membatalkan kontrak kedainya. Dititik ini Top hampir putus asa.

 

Orang tuanya pun memutuskan untuk pergi ke China. Top tetap berkeras untuk bertahan di Thailand dan melanjutkan usahanya. Dari bisnis jual kacang, Top beralih haluan untuk berbisnis rumput laut goreng. Makanan cemilan yang kekasihnya berikan.

 

Inspirasi memang bisa datang dari mana saja, sekalipun akhir kisah cintanya tak memberikan kenangan yang manis sebab kekasihnya pun akhirnya meninggalkan Top dikarenakan Top lebih konsentrasi mengurus bisnis dan usahanya.

Top pun memulai usaha kerasnya dengan mencari bahan rumput laut lalu belajar rahasia menggoreng rumput lautnya. Biaya yang dikeluarkan untuk pembelajaran ini mencapai lebih dari 100 ribu Baht.

 

Belum lagi Top juga harus mempelajari cara untuk mempertahankan rumput lautnya agar tidak basi jika disimpan untuk beberapa hari lamanya. Dalam tekanan yang begitu hebat Top berusaha mencari tahu tentang strategi penjualan dan inspirasi pun datang kembali untuk menjual produknya di mini market 7-Eleven.

 

Lagi-lagi tidak semudah membalik telapak tangan. 7-Eleven ternyata memiliki standard yang tinggi yang harus dipenuhi supaya produk Top bisa masuk pasaran. Berbagai upaya Top lakukan tapi semua mengalami kebuntuan.

 

Keputusasaan melanda dirinya. Top hampir-hampir memutuskan untuk berangkat ke China tapi sebelum itu terjadi Top melakukan usaha terakhirnya demi memenuhi syarat dari pihak 7-Eleven dan upaya terakhirnya kali ini tidak sia-sia.

 

Kesulitan yang ada mulai dari inovasi untuk kemasan produknya sampai Top juga diharuskan memiliki pabrik untuk memproduksi dalam jumlah besar. Dengan susah payah semuanya dapat terpenuhi.

 

Untunglah juga ada kantor kecil milik keluarganya yang masih tersisa, yang akhirnya Top ubah menjadi sebuah pabrik kecil. Dengan begini Top berhasil memenuhi syarat ketentuan serta quota yang ditetapkan. 2 tahun kemudian Top berhasil membayar hutang keluarganya dan berhasil mengambil kembali rumah keluarganya.

Perjuangan Top, segala kegagalan, getir dan pahit serta rasa duka dalam membangun sebuah bisnis kini mengantar Top pada sebuah kesuksesan.

 

Sekarang ini di Thailand siapa yang tak mengenal akan Tao Kae Noi produk cemilan rumput laut terlaris di Thailand bahkan telah masuk juga ke berbagai Negara tetangga termasuk Indonesia.

 

Dengan penghasilan 800 juta Baht per tahun dan mempekerjakan 2.000 staf maka Top Ittipat yang bernama lengkap Top Aitthipat Kulapongvanich ini telah berhasil mencatatkan dirinya sebagai “A young billionaire from Thailand“.

Top ittipat membayar kesuksesannya dengan berkorban jiwa, raga, waktu, kesenangan jadi gamer, termasuk berkorban cinta terhadap kekasihnya.

 

Seperti kata ibu si Top, “Sesuatu itu akan datang kepadamu namun sesuatu yang lain akan menjauh darimu.” Kesuksesan bisnis tidak semudah membalik telapak tangan. Sabar, bersyukur, terus berjuang pantang menyerah, dan berdoa adalah Top secret (rahasia si Top).

 

 

Berikut sinopsis ringkas nya:

 

Saat usia 16, Dia adalah pencandu game online.

 

Saat usia 17, Ia putus sekolah untuk menjadi penjaja kacang.

 

Saat usia 18, Keluarganya bangkrut & meninggalkan hutang 40 juta Baht (sekitar 12 milyar rupiah)

 

Saat usia 19, Dia menciptakan cemilan rumput laut ‘Tao Kae Noi’ yg dijual di 3.000 cabang 7-Eleven di Thailand.

 

Kini, di usia 26, Ia adalah produsen cemilan rumput laut terlaris di Thailand, berpenghasilan 800 juta Baht (sekitar 235 milyar rupiah) per tahun & mempekerjakan 2.000 staf.

 

Namanya Top Ittipat, dan ini adalah kisah nyata hidupnya yang luar biasa.

“Apapun yang terjadi jangan pernah menyerah, kalau menyerah habislah sudah.”

 

Advertisements
Categories: Kisah-Cerita, TOKOH | Leave a comment

Liz Murray, dari Jalanan sampai Kuliah di Harvard

Ini adalah kisah nyata dari seorang yang mempunyai komitmen dalam hidup,yang telah menginspirasi banyak orang dalam menghadapi kehidupan.

 

Cerita ini datangnya dari Elizabeth (Liz) Murray.

Liz Murray dahulu hanyalah seorang wanita muda yang hidup di jalanan kota New York, kota megapolitan di Amerika Serikat yang terkenal dengan tingkat kriminalitasnya yang tinggi.

 

 

Namun siapa sangka, ternyata ia bisa lulus dari Harvard University, tampil di Oprah Winfrey Show, dan kisahnya menjadi sebuah film televisi yang memenangkan penghargaan.

 

Bedanya, Liz menjadi tuna wisma karena memiliki orang tua yang kecanduan obat-obatan, sementara Frank karena dirinya sendiri yang kecanduan minuman keras. Keduanya menggunakan kisah luar biasa mereka untuk menginspirasi orang lain.

Liz Murray sendiri saat ini memang menjadi seorang pembicara motivasi, tapi siapa sangka kalau dahulunya ia sering mencuri buku-buku pengembangan diri seperti milik Tony Robbins dan Stephen Covey?

Ya, itu memang benar-benar terjadi, sampai akhirnya Liz bisa bertemu langsung dengan Stephen Covey.

Wanita yang lahir tahun 1980 ini kehilangan ibunya di tahun 1996 karena HIV/AIDS. Setelah itu, ia pun tak memiliki tempat tinggal lagi, dan ayahnya pindah ke tempat penampungan tuna wisma.

Kejadian tersebut justru membuat Liz semakin ingin mengubah hidupnya. Meski tak memiliki tempat tinggal dan hidup di jalanan kota New York, Liz tetap berniat untuk bersekolah di SMA dan sekaligus menghidupi adiknya.

Liz bahkan bisa menyelesaikan SMA hanya dalam waktu dua tahun, dan mendapat beasiswa dari The New York Times untuk melanjutkan kuliah di Harvard University, sebuah universitas terkemuka tempat orang-orang sukses pernah belajar, seperti Bill Gates (Microsoft) dan Conan O’brien (pembawa acara dan komedian).

Namun, pada tahun 2003, Liz memutuskan untuk keluar dari Harvard dan pindah ke Columbia University agar bisa lebih dekat dengan ayahnya. Ketika ayahnya meninggal karena HIV/AIDS, Liz pun kembali ke Harvard di tahun 2008, dan kerja kerasnya berbuah manis ketika di tahun 2009 ia berhasil meraih gelar dalam bidang psikologi.

Apakah yang membuatnya bisa mengalahkan semua kesulitan yang ia temui?

Komitmen.

Liz mengatakan dalam sebuah wawancara di Success Magazine bahwa:

“Sebelum saya mengalami perubahan ini, saya selalu memiliki ilusi yang saya sebut jika-begini-maka-begitu. Jika saya menemukan tempat yang tenang, maka saya akan belajar. Jika saya punya uang, maka saya akan sekolah. Kita hanya melakukan itu jika tak memiliki komitmen nyata untuk tujuan kita. Kita mengatakan, “Saya berkomitmen…kecuali.’ Ada perbedaan besar antara hal tersebut dan komitmen mutlak. Komitmen mutlak berarti Anda akan bekerja di sebuah lorong.”

 

Ya. Ketika masih sekolah, Liz memang belajar di lorong tempat tinggal temannya di Bronx. Ia menyebar buku-bukunya di sana, dan mulai belajar dalam keheningan.

 

Kisahnya yang begitu inspiratif akhirnya menarik media untuk mempublikasikannya, termasuk ratu talk show dunia, Oprah Winfrey. Film televisi berdasar kisah nyatanya pun telah dibuat di tahun 2003 dengan judul “Homeless to Harvard”, yang berhasil mendapat nominasi Emmy Awards, serta sebuah penghargaan dari American Cinema Editors.

 

“..ketika perubahan terjadi pada diri saya, saya bisa membuat perubahan pada hidup.” – Liz Murray

Categories: Kisah-Cerita, TOKOH | Leave a comment

Kisah Sukses Sandiaga Uno

Sandiaga Salahudin Uno memulai usahanya setelah sempat menjadi seorang pengangguran ketika perusahaan yang mempekerjakannya bangkrut. Bersama rekannya, Sandi Uno mendirikan sebuah perusahaan di bidang keuangan, PT Saratoga Advisor. Usaha tersebut terbukti sukses dan telah mengambil alih beberapa perusahaan lain . Pada tahun 2009, Sandi Uno tercatat sebagai orang terkaya urutan ke-29 di Indonesia menurut majalah Forbes. Tahun 2011, Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di Indonesia. Sandiaga Uno menduduki peringkat ke-37 dengan total kekayaan US$ 660 juta. (Wikipedia)

Banyak kejadian yang tidak terduga bisa menimpa sewaktu-waktu dalam kehidupan kita. Hal ini yang dialami pengusaha muda, Sandiaga Salahudin Uno. Siapa sangka, sepak terjangnya sebagai seorang pengusaha bermula dari “kecelakaan”.

Sandi awalnya dia adalah seorang pegawai biasa. Bahkan, dia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), imbas krisis pada tahun 1997-1998. Namun, pria berkacamata ini mencoba bangkit dari keterpurukannya.

“Niat jadi pengusaha itu sebenarnya by accident, karena saya di PHK. Jadi mengalir saja, mencari solusi menjadi survival dan jadilah pengusaha,” ungkapnya ketika berbincang dengan okezone beberapa waktu lalu.

Di tengah keterpurukannya, Pria yang lahir di Pekanbaru, Riau, 28 Juni 1969 ini mencoba mengubahmind set-nya, untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri. Hal tersebut tentu sangatlah sulit. Jika sebelumnya Sandi, begitu dia biasa dipanggil, hanyalah pegawai yang menerima gaji, dia harus merubah haluan menjadi pengusaha yang harus menghasilkan uang bukan hanya untuk diri sendiri, namun juga harus memberikan gaji untuk orang lain.

Tentu tidak mudah untuk menjadi seorang pengusaha. Bapak tiga anak ini pun mengalami berbagai kesulitan. Kesulitan utama adalah memulai usaha dengan modal minim, kantor yang sangat kecil dan jumlah karyawan yang seadanya. Lalu dia harus bersusah payah mencari klien mulai dari nol.

“Cara menyingkirkan kendala-kendala tersebut adalah terus optimis dan pantang menyerah serta selalu mensyukuri sekecil apapun keberhasilan atau prestasi yang kami capai,” tuturnya.

Perlahan namun pasti, pria yang mendapat gelar Bachelor of Business Administration dari Wichita State University pada 1990 dan memperoleh gelar Masters of Business Administration dari George Washington University Masters of Business Administration dari George Washington University pada 1992 ini dapat merintis perusahaannya. Sandi merupakan salah satu pendiri Saratoga Capital, sebuah perusahaan investasi yang didirikan bersama Edwin Soeryadjaya pada tahun 1998. Saratoga Capital merupakan perusahaan yang berkonsentrasi dalam bidang sumber daya alam dan infrastuktur.

Tidak Perlu Modal Besar

Banyak orang yang berpendapat bahwa untuk menjadi seorang pengusaha haruslah mempunyai modal yang banyak. Namun menurut Sandi modal bukan merupakan hal yang penting dalam merintis usaha. Mantan Manajer untuk Tim Nasional Bola Basket Putri Indonesia pada SEA Games 2005 di Manila, Filipina, ini menuturkan, bahwa yang terpenting adalah sebuah ide. Dari ide kemudian akan terlahir berbagai inovasi dan terobosan yang tentunya bisa berguna bagi nusa, bangsa dan agama.

“Modal besar? Yang paling penting ide. Ide kita itu kalau misalnya bisa dikemas dengan baik, uang ngejar kita kok. Saya memulai usaha juga tidak pakai modal yang banyak-banyak,” kata Sandi.

Selain itu, Sandi pun berpesan pentingnya sebuah jaringan atau networking atau bergaul. Hal tersebut, menurutnya, merupakan hal yang simpel, namun besar imbasnya pada perkembangan usaha kedepannya. Walaupun darah pengusaha tidak mengalir dalam dirinya, namun sekali lagi berkat jaringan yang berasal dari Ibunda tercinta, maka terbuka lebarlah kesempatan Sandi untuk mengepakan sayapnya sebagai pengusaha lebih lebar lagi.

“Berkat jaringan sang ibu, saya mendapat banyak peluang usaha. Meski begitu saya tak pernah merasa jika kesepakatan bisnis yang saya peroleh karena faktor relasi kedua orang tua. Relasi hanya bisa membukakan pintu. Untuk selanjutnya, saya harus berjuang meyakinkan mereka,” tutur Sandi. 

“Bergaul dan bertemanlah sebanyak-banyaknya dari situ kita bisa mendapatkan banyak informasi dan peluang usaha yang cocok , jika perlu bergabung dalam suatu organisasi yang berhubungan dengan bidang usaha kita. Dengan begitu akses usaha kita untuk berkembang akan semakin terbuka lebar,” dia mengimbuhkan.

Sandi pun berpesan, untuk menjadi seorang pengusaha jangan menjadi orang yang ingin cepat kaya. Dia pun membocorkan rahasia untuk menjadi pengusaha sukses seperti dirinya. “Kerja keras, kerja tuntas dan kerja ikhlas,” bebernya.

Mental kuat pun harus dimiliki oleh seorang pengusaha sejati. Seorang pengusaha harus mempunyai mental berani. Berani yang dimaksud yakni berani bermimpi, berani gagal, berani mengambil risiko, berani sukses. Selain itu, fokus serta memiliki visi hidup yang jelas, menjalani hidup akan menjadi apa, berpenghasilan berapa, memilik apa, dan optimis. Selain itu faktor yang sangat penting adalah trust atau kepercayaan. Karena tanpa kepercayaan orang-orang juga tentu tidak akan mau bermitra.

“Kerja keras, kerja tuntas dan kerja ikhlas, di mana pun kita berada itu sangat relevan. Jadi kalau kita punya semangat seperti itu, menjadi pengusaha itu akan menjadi sangat simpel. Kalau kita punya visi ke depan untuk menciptakan nilai tambah, bukan ingin cepet kaya. Kalau ingin cepat kaya akhirnya kita selalu dihadapkan pada situasi yang sangat sulit,” papar sandi.

Berkat semangatnya itu, kini ini dia menjabat sebagai CEO Saratoga Capital dan juga pimpinan di beberapa perusahaan, antara lain PT Adaro Energy Tbk yang merupakan salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia,  dan PT Tower Bersama Infrastruktur Group Tbk, perusahaan penyedia menara telekomunikasi. Sandi juga merupaka salah satu pendiri PT Recapital Advisors, sebuah perusahaan pengelola aset yang didirikan pada 1997 bersama teman sekolahnya, Rosan Roeslani.

Namun baru-baru ini, Pria yang hobi berolahraga basket ini mulai merambah dunia dirgantara dengan membeli saham PT Mandala Airlines yang hampir saja bangkrut. Dengan melihat potensi masyarakat Indonesia yang cenderung sering bepergian atau travelling, dirinya mecoba menghidupkan kembali salah satu maskapai kebanggan Indonesia tersebut.

“Saya melihatnya, pertama Mandala itu merupakan aset bangsa di mana pada saat itu dimiliki oleh kawan saya dan waktu itu dia sedang susah, ya saya juga pernah susah. Jadi pasti kalau susah itu kalau ada yang bantu kita, itu appreciate banget. Lalu yang kedua, masyarakat Indonesia kelas menengah tengah tumbuh dan ini yang menjadi tantangan buat kita, bagaimana kita bisa menghadirkan penerbangan kepada para pelanggan kita. Nah, ini yang mungkin mendorong kita, merambah ke dunia dirgantara,” ungkap Pria yang menyandang gelar sebagai ‘Indonesian Entrepreneur of The Year’ dari Enterprise Asia.

Selain menjadi pengusaha di sela-sela kesibukannya masih sempat berlari maraton ini juga menjadi sebagai anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) dan bendahara Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Selain itu, dirinya juga merupakan pendiri Asosiasi Kewirausahaan Sosial Indonesia (AKSI). Dirinya pun pernah menjabat sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2005-2008. Sejak 2004 sampai September 2010 dia aktif di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), terakhir sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi.

Ingin Menularkan Virus Kewirausahaan

Sudah banyak sekali sektor usaha yang digeluti oleh Sandi. Lantas, apa lagi yang akan dilakukannya ke depan? Bisnis apa lagi yang akan digeluti? Sandi menjawab diplomatis, sejauh ini dirinya akan menjalani yang sudah ada terlebih dahulu, dimana khususnya akan mengembangkan bisnis dirgantara yang baru saja dirintisnya.

Namun, suami dari Nur Asia ini ingin menyebarkan virus kewirausahaan kepada seluruh masyarakat Indonesia. “Saya ingin banyak membantu kegiatan sosial. Banyak sekali potensi bangsa ini yang belum disentuh dan saya ingin mendorong hal itu agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Hal itu bisa dilakukan kalau kita bisa menyelesesaikan permasalahan-permasalahan sosial kita. Misalnya anak jalanan ini salah satu permasalahn sosial kita. Kita harus bereskan,” ujarnya.

Dia berpandapat masih minimnya entepreneur pada saat ini adalah faktor lingkungan seperti budaya, keluarga dan pendidikan mempunyai peran yang signifikan dalam pembentukan jiwa kewirausahaan, karenanya perlu upaya serius dari pemerintah, pengusaha dan semua pihak untuk merubah sistem dan kurikulum pendidikan yang selama ini berorientasi hanya pada gelar. Saat inilah saatnya dilakukan perombakan sehingga hasil pendidikan berorientasi pada pola pikir yang melahirkan pengusaha-pengusaha baru. Sebagai pengusaha muda dan intelektual, sekarang  Sandi ingin  melakukan transfer ilmu dan sharing pengalaman melalu berbagai cara untuk membangun basis pendidikan jiwa wirausaha di masyarakat utamanya di kalangan generasi muda.

Menurutnya, kampanye kewirausahaan sangat diperlukan untuk mengikis sikap mental yang selama ini masih mendominasi kalangan pemuda untuk bekerja dan bukan berwirausaha. Dan yang juga tidak kalah pentingnya adalah memberikan kurikulum wirausaha di kampus juga merupakan hal yang sangat perlu untuk membenahi output perguruan tinggi dengan memberikan orientasi kepada calon sarjana untuk menjadi pencipta lapangan kerja dan bukan pencari. Akan lebih baik jika kurikulum tersebut dimulai dari sekolah menengah.

Sandi juga memandang bahwa mengintensifkan training atau pelatihan juga penting.  Untuk meningkatkan minat menjadi sebuah keyakinan diperlukan training. Training ini diperlukan untuk memberikan penguatan mental dan ketrampilan-ketrampilan dasar untuk memulai dan menjalankan usaha serta wawasan yang luas mengenai aspek-aspek wirausaha. Beberapa ilmu manajemen usaha dasar dapat diberikan untuk menepis.

Sandi pun berpesan sebagai pengusaha haruslah mampu dan cerdas melihat peluang bisnis yang ada. selain itu, salah satu strategi terpenting dalam meraih sukses adalah mencari tahu dan mempelajari apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang telah berhasil meraih sukses. Teruslah mencari tahu dan belajar dari pengalaman mereka, sampai anda mampu meraih kesuksesan seperti mereka.

“Saya mempelajari bahwa sukses itu mencakup berbagai macam hal, dengan hanya mendalami satu prinsip sukses atau hanya memfokuskan pada satu bagian dalam hidup, tidak akan membawa kita menuju puncak kesuksesan. Namun apabila kita terus selalu mencoba untuk belajar dari kesalahan dan kegagalan kita (trial and error), maka saya optimistis hal tersebutlah yang akan menghantarkan kita pada puncak kesuksesan,” ucapnya.

“Kita harus mampu memanfaatkan peluang dari kendala yang ada karena di balik setiap masalah pasti ada peluang. Saya terlahir menjadi pengusaha ketika diberhentikan menjadi karyawan pada krisis moneter tahun 97-98 silam. Selain itu semangat untuk mau belajar dari kesalahan, pantang menyerah, dan tidak menginginkan semuanya dengan instant, dapat membawa saya sampai seperti saat ini,”  tutupnya.

 

Categories: Kisah-Cerita, TOKOH | Leave a comment

Kisah Sukses Bob Sadino

Bob Sadino (Lampung, 9 Maret 1933), atau akrab dipanggil om Bob, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya. Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan.

 

Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.

 

Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.

 

Pekerjaan pertama yang dilakoninya setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika ia mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Gajinya ketika itu hanya Rp.100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya.

 

Suatu hari, temannya menyarankan Bob memelihara ayam untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob tertarik. Ketika beternak ayam itulah muncul inspirasi berwirausaha. Bob memperhatikan kehidupan ayam-ayam ternaknya. Ia mendapat ilham, ayam saja bisa berjuang untuk hidup, tentu manusia pun juga bisa.

 

Sebagai peternak ayam, Bob dan istrinya, setiap hari menjual beberapa kilogram telor. Dalam tempo satu setengah tahun, ia dan istrinya memiliki banyak langganan, terutama orang asing, karena mereka fasih berbahasa Inggris. Bob dan istrinya tinggal di kawasan Kemang, Jakarta, di mana terdapat banyak menetap orang asing.

 

Tidak jarang pasangan tersebut dimaki pelanggan, babu orang asing sekalipun. Namun mereka mengaca pada diri sendiri, memperbaiki pelayanan. Perubahan drastis pun terjadi pada diri Bob, dari pribadi feodal menjadi pelayan. Setelah itu, lama kelamaan Bob yang berambut perak, menjadi pemilik tunggal super market (pasar swalayan) Kem Chicks. Ia selalu tampil sederhana dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek.

 

Bisnis pasar swalayan Bob berkembang pesat, merambah ke agribisnis, khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Karena itu ia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah.

 

Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Ia dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang.

 

Di saat melakukan sesuatu pikiran seseorang berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, yang ada pada diri seseorang adalah pengembangan dari apa yang telah ia lakukan. Kelemahan banyak orang, terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah. “Yang paling penting tindakan,” kata Bob.

 

Keberhasilan Bob tidak terlepas dari ketidaktahuannya sehingga ia langsung terjun ke lapangan. Setelah jatuh bangun, Bob trampil dan menguasai bidangnya. Proses keberhasilan Bob berbeda dengan kelaziman, mestinya dimulai dari ilmu, kemudian praktik, lalu menjadi trampil dan profesional.

Menurut Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu, berpikir dan bertindak serba canggih, arogan, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain.

 

Sedangkan Bob selalu luwes terhadap pelanggan, mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan. Dengan sikap seperti itu Bob meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan diri sendiri. Karena itu ia selalu berusaha melayani pelanggan sebaik-baiknya.

 

Bob menempatkan perusahaannya seperti sebuah keluarga. Semua anggota keluarga Kem Chicks harus saling menghargai, tidak ada yang utama, semuanya punya fungsi dan kekuatan.

 

Anak Guru

 

Kembali ke tanah air tahun 1967, setelah bertahun-tahun di Eropa dengan pekerjaan terakhir sebagai karyawan Djakarta Lloyd di Amsterdam dan Hamburg, Bob, anak bungsu dari lima bersaudara, hanya punya satu tekad, bekerja mandiri. Ayahnya, Sadino, pria Solo yang jadi guru kepala di SMP dan SMA Tanjungkarang, meninggal dunia ketika Bob berusia 19.

 

Modal yang ia bawa dari Eropa, dua sedan Mercedes buatan tahun 1960-an. Satu ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Ketika itu, kawasan Kemang sepi, masih terhampar sawah dan kebun. Sedangkan mobil satunya lagi ditaksikan, Bob sendiri sopirnya.

 

Suatu kali, mobil itu disewakan. Ternyata, bukan uang yang kembali, tetapi berita kecelakaan yang menghancurkan mobilnya. ”Hati saya ikut hancur,” kata Bob. Kehilangan sumber penghasilan, Bob lantas bekerja jadi kuli bangunan. Padahal, kalau ia mau, istrinya, Soelami Soejoed, yang berpengalaman sebagai sekretaris di luar negeri, bisa menyelamatkan keadaan. Tetapi, Bob bersikeras, ”Sayalah kepala keluarga. Saya yang harus mencari nafkah.”

 

Untuk menenangkan pikiran, Bob menerima pemberian 50 ekor ayam ras dari kenalannya, Sri Mulyono Herlambang. Dari sini Bob menanjak: Ia berhasil menjadi pemilik tunggal Kem Chicks dan pengusaha perladangan sayur sistem hidroponik. Lalu ada Kem Food, pabrik pengolahan daging di Pulogadung, dan sebuah ”warung” shaslik di Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta. Catatan awal 1985 menunjukkan, rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40 sampai 50 ton daging segar, 60 sampai 70 ton daging olahan, dan 100 ton sayuran segar.

 

”Saya hidup dari fantasi,” kata Bob menggambarkan keberhasilan usahanya. Ayah dua anak ini lalu memberi contoh satu hasil fantasinya, bisa menjual kangkung Rp 1.000 per kilogram. ”Di mana pun tidak ada orang jual kangkung dengan harga segitu,” kata Bob.

 

Om Bob, panggilan akrab bagi anak buahnya, tidak mau bergerak di luar bisnis makanan. Baginya, bidang yang ditekuninya sekarang tidak ada habis-habisnya. Karena itu ia tak ingin berkhayal yang macam-macam.

 

Haji yang berpenampilan nyentrik ini, penggemar berat musik klasik dan jazz. Saat-saat yang paling indah baginya, ketika shalat bersama istri dan dua anaknya.

Categories: TOKOH | Leave a comment

KISAH SUKSES ELANG GUMILANG

Saya sangat tertarik dengan kisah sukses Elang Gumilang tekadnya sangat kuat dan tekun dalam membangun wirausaha nya,dia bahkan mengawali bisnisnya dari bidang yang terkecil,sehingga tulus tekadnya membuahkan hasil,sebagai seorang wirausaha termuda itu bukanlah sekedar isapan jempol belaka karena karya dan karir nya sangat didedikasikan untuk masyarakat dalam pembangunan perumahan murah bagi kalangan bawah dia mendapatkan banyak perhatian dan pujian sehingga ia memperoleh penghargaan yang besar atas karirnya.

 

Berikut profilnya semoga itu semua membuat para mahasiswa dan mahasiswi menyadari muda itu bisa berbakat dan muda itu bisa digunakan untuk berkarya.

 

Elang Gumilang 24 tahun, mahasiswa sekaligus direktur utama sebuah pengembangan perumahan. Elang pernah muncul sebagai juara ketiga Marketing Games Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia di Universitas Trisakti. Ia juga juara pertama kompetisi Ekonomi SMA Se-Jabodetabek 2003 di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan Juara pertama Economic Contest di Institut Pertanian Bogor, tahun yang sama. Pada tahun 2006, di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, dia mengubah akta perusahaan yang hampir tutup menjadi Elang Group. Bermodal awal Rp. 300 juta, kini nilai proyek Elang Group terbang menembus Rp. 17 miliar. “ Saya tergerak menyediakan rumah murah karena banyak orang kecil kesulitan membelinya,” ujar Elang.

 

Elang membuat situs http://www.elanggumilang.com untuk menjaring mitra baru.

“saya menyeleksi wirausaha mandiri 2007, saya sependapat dengan juri, Elang anak muda berintuisi bisnis baik. Perhitungan dan cara berpikir bisnisnya jelas serta berani mengambil kesempatan. Elang punya potensi menjadi wirausaha sukses, masih perlu waktu dan ketekunan. Wajib menjaga kepercayaan dan perlu berdisiplin mengelola usaha. Dalam kmpetisi ketat, pengusaha harus berfokus dan pandai mengelola ambisi.”

 

– Agus Martowardojo, Direktur Utama Bank Mandiri

“kondisi bangunan sesuai dengan harga. Listrik ada. Tapi belum ada fasilitas air ledeng. Air diambil dari sumur dengan mesin pompa air pemberian Elang Group. Kekurangan perumahan ini hanyalah tak ada tempat bermain untuk anak-anak.’- Dewi Fatimah, 35 tahun, pembeli Blok F Nomor 5, Bukit Warna Sari Endah, Cilebut.

Elang meraih penghargaan diantaranya;

• Wirausaha Muda Mandiri terbaik Indonesia 2007

• Lelaki Sejati Pengobar Inspirasi 2008

• Man Of The Year 2008 dari TV One

• Indonesia Top Young entrepreneur 2008 dari Warta Ekonomi

 

Elang Gumilang Sukses di Usia 24 Tahun

Adalah Elang Gumilang (25) , wirausaha muda yang berada di balik pembangunan perumahan amat sederhana bertipe 22/60,mungil tapi fungsional tempat untuk pulang dan bernaung bagi mereka yang bisa terbilang miskin.Tangan dinginya menelurkan apa yang selama ini sangat jarang dilakukan pengembang kawakan – bermodal besar atau kecil – untuk membuat perumahan khusus orang miskin.

 

Selama ini bisnis properti sepertinya hanya untuk ditujukan bagi kaum berpunya , demikian Elang berpikir. Mereka yang papa dan membutuhkan tempar bernaung justru hanya punya mimpi untuk memiliki rumah sendiri. “Ada 75 juta penduduk negeri ini yang membutuhkan rumah. Ini peluang bisnis , tapi kita sekalian ibadah membantu orang juga, ” katanya.

 

TARGET 2000 RUMAH

Berayahkan seorang kontraktor , buat elang bukan hal mustahil mencoba segala jenis usaha. Ditambah sejumlah pertimbangan mendalam, awal 2005-tatkala ia masih menjadi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB) – ia mulai membeli sepetak tanah dan membangun rumah pertamanya. Modal diperoleh dari patungan bersama teman-temannya semasa SMA maupun kuliah. Rumah sederhana berukuran 22 meter persegi dengan luas tanah 60 meter persegi ini langsung pindah tangan ketika selesai dibangun. Terbukti, orang haus akan rumah murah seharga 23-37 juta rupiah itu.

Saat itu, jumlah pekerja Elang baru sekitar tujuh orang untuk mengurusi administrasi hingga pemasaran. Namun lambat laun , bisnisnya ini berakar, menggeliat, dan bertumbuh. Dari satu unit , bertambah menjadi tiga unit . Bertambah terus , sampai sudah sekitar lebih dari 200-an rumah dibangunnya. Target yang direncanakannya tak tanggung-tanggung. Perusahaan Semesta Guna Grup miliknya, ingin membangun 2.000 unit rumah sederhana. Dalam waktu setahun , investasi yang ditanamkan naik berlipat. Nilai jual objek pajak (NJOP) tanah yang tadinya hanya Rp 50 ribu misalnya, melejit hingga lima kali lipat dalam dua semester.

Omzet per tahunnya pasti bikin pengusaha mana pun berdecak kagum – mengingat awal mula sepak terjangnya – karena tak kurang dari Rp 20 miliar per tahun dapat ia bukukan.Belum lagi dari kontrak pre periodik terbarunya menambah Rp 80 miliar hingga Rp 100 miliar ke bisnisnya.

Elang Gumilang, mahasiswa sederhana dari IPB – kampusnya petani- anak H. Enceh dan Hj.Priani, kini mempekerjakan ratusan karyawan pada setiap proyeknya. Sekitar 30 tenaga administrasi dan 100 pekerja di setiap proyek siap membantunya. Elang-lajang kelahiran Bogor , 6 April 1985 telah mengepakkan sayap bisnis sejauh yang ia bisa, dan terbang setinggi yang dapat ia capai.

 

‘Otot dan Otak Bisnis

Elang terlahir dari keluarga yang lumayan berada, namun bergaya hidup bersahaja. Pendidikan moral dari orangtuanya tertanam baik.

 

Ajaran itu terus berurat akar dalam dirinya. Sebagai pelajar sekolah, ia termasuk siswa gemilang. Jiwa wirausaha Elang mulai terasah saat ia duduk di bangku kelas 3 SMU. Ia mempunyai target setelah lulus SMA harus mendapatkan uang Rp 10 juta untuk modal kuliah. Tanpa sepengetahuan orangtua, ia berjualan donat keliling ke sekolah-sekolah dasar di Bogor. Namun, akhirnya orangtuanya tahu juga. Elang disuruh berhenti berjualan karena UAN (Ujian Akhir Nasional) telah menjelang.

 

Dilarang berjualan donat , pemenang lomba bahasa sunda tahun 2000 se Bogor ini tertangtang mencari uang dengan cara lain. Pada 2003 , ketika fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB mengadakan lomba Java Economic Competition se Jawa, Elang mengikutinya dan berhasil memenanginya . Begitu pula saat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia menyelenggarakan kompetisi Ekonomi, Elang sukses menjadi juara ketiga. Hadiah uang yang diperolehnya, ia kumpulkan untuk modal kuliah.

 

Setelah lulus SMU , Elang melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi IPB tanpa tes. Saat itulah, bermodalkan uang sejuta rupiah, ia kembali berniat untuk memiliki sebuah usaha.

 

Awalnya, uang itu ia belanjakan sepatu, yang lantas dijual di Asrama Mahasiswa IPB. Hanya perlu waktu sebulan , ia sudah bisa mengantongi uang Rp 3 jutaan. Sayang, setelah berjalan beberapa tahun, supplier yang digunakannya menurunkan kualitas sepatu. Bisnis sepatu pun sirna. Ia melihat, lampu-lampu redup di kampus IPB sebagai peluang bisnis pengadaan lampu. Elang mencoba menerapkan strategi bisnis tanpa modal. Ia mengisahkan hikayat seorang pemuda miskin di Amerika Latin. Setiap hari si pemuda melambaikan tangan pada seorang pengusaha tembakau kaya raya dari Amerika yang sedang bertandang. Pada awalnya, lambaian tangan itu tidak dipedulikan. Namun, karena selalu berulang, pengusaha tembakau itu penasaran dan menanyakan maksud sang pemuda. Jawab si miskin adalah ” Saya punya tembakau berkualitas bagus . Bapak tidak usah membayar dulu, yang penting saya dapat PO dulu dari Bapak”. Setelah mendengar jawaban tersebut ,si pengusaha kaya lalu mebuatkan tanda tangan dan stempel kepada pemuda tersebut. Dengan modal itu, sang pemuda mengumpulkan hasil tembakau di kampungnya untuk dijual ke Amerika lewat si pengusaha kaya raya itu. Maka , jadilah pemuda itu orang kaya raya tanpa modal.

 

Strategi inilah yang ditiru Elang. Bermodal surat dari kampus, ia melobi perusahaan lampi Philips pusat untuk menyetok lampu di kampusnya. “Alhamdulillah proposal saya gol, dan setiap penjualan saya mendapat keuntungan Rp 15 juta,” Ucapnya bangga. Namun, karena bisnis lampu ini musiman dan perputaran uangnya lambat, terpikir oleh Elang untuk mencari bisnis yang lain. Setelah melihat celah di bisnis minyak goreng, Elang menekuni jualan minyak goreng ke warung-warung . Tapi karena bisnis minyak ini 80 % menggunakan otot, sehingga mengganggu kuliah, ia memutuskan untuk berhenti berjualan.

 

Menyimak perjalanannya, Elang mengaku bahwa bisnis demi bisnis yang dilakukannya lebih banyak menggunakan otot dari pada otak. Ia lalu berkonsultasi ke beberapa pengusaha dan dosennya untuk memperoleh wawasan lain. Enlightment lalu ditemukannya. Bisnis tidak harus selalu memakai otot, dan banyak peluang bisnis yang tidak menggunakan otot.

 

Setelah mendapat berbagai masukan, ia merintis bisnis Lembaga Bahasa Inggris di kampusnya. Karena lembaga kursus itu ditangani secara profesional dengan tenaga pengajar dari lulusan luar negeri, pihak Fakultas Ekonomi mempercayakan lembaganya itu menjadi mitra. Karena dalam bisnis ini ia tidak terlibat langsung, ia manfaatkan waktu luangnya untuk bekerja sebagai marketer perumahan.

 

UNTUK ORANG LAIN

Sebenarnya , tanpa beralih ke bisnis properti, untuk dirinya sendiri, Elang tidak bisa dibilang kurang mapan. Pemuda antirokok ini sudah mempunyai rumah dan mobil sendiri. Namun dibalik keberhasilannya itu, Elang merasa ada sesuatu yang kurang . “Kenapa kondisi saya begini, padahal saya di IPB hanya tinggal satu setengah tahun lagi. Semuanya saya sudah punya, apalagi yang saya cari di dunia ini ?” ia berdialog dengan nuraninya.

Ilham dari atas diperolehnya. Bisnis propertilah yang ditunjukkan Tuhan kepadanya. Namun,bisnis properti yang ditujukan untuk orang miskin lebih karena hatinya ikut tersentuh.”Banyak orang di Indonesia terutama yang tinggal di kota belum punya rumah, padahal mereka sudah berumur 60 tahun. Biasanya kendala mereka karena DP yang kemahalan, cicilan yang kemahalan, jadi sampai sekarang mereka belum berani untuk memiliki rumah.”unkapnya pada sebuah kesempatan.

Karena modalnya pas-pasan, untuk media promosinya sendiri Elang hanya mengiklankan di koran lokal . Karena harganya yang relatif murah , pada tahap awal pembangunan langsung terjual habis. Meski harganya murah, tapi fasilitas pendukung di dalamnya sangat komplet, seperti klinik 24 jam,angkot 24 jam,rumah ibadah,sekolah,lapangan olahraga, dan juga dekat dengan pasar. Karena rumah itu diperuntukkan bagi kalangan ekonomi bawah, kebanyakan profesi konsumennya adalah buruh pabrik, staff tata usaha (TU) IPB, bahkan ada juga para pemulung.

 

Sukses yang sudah ditangan tidak membuat Elang lupa diri. Justru, ia semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Salah satu wujud rasa syukur atas nikmatnya itu, dalam setiap proyek ia selalu menyisihkan 10 persen untuk kegiatan amal.”Uang yang 10 persen itu saya masukkan BMT (Baitul Mal Wa Tanwil/tabungan) pribadi, dan saya alokasikan untuk membantu orang-orang miskin dan orang-orang yang kurang modal,”Bebernya. Bagi Elang, materi yang saat ini ia miliki mengandung hak orang miskin yang wajib dibagi. Selain menyisihkan 10 persen dari hasil proyeknya, Elang juga memberikan sedekah mingguan, bulanan, dan bahkan tahunan kepada fakir miskin. Pendirianya;sedekah tidak perlu banyak tapi yang paling penting adalah kontinuitas dari sedekah tersebut.

 

Masih banyak sebenarnya yang ingin Elang lakukan . Diantaranya, ia bercita-cita ingin mendirikan perusahaan yang dapat mempekerjakan 100 ribu orang. Elang Gumilang, masih akan terus mengepakkan sayapnya.*****

 

Tulisan inspiratif ini diambil dari buku “Wirausaha Muda MANDIRI” ketika anak sekolah berbisnis oleh Prof Rhenald Kasali,Ph.D.

Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama

Categories: TOKOH | Leave a comment

Haul Ustadz Husein Al-Habsyi di Bangil Dipadati Ribuan Tamu

Haul atau peringatan tahunan wafat Ustadz Husein Al-Habsyi yang digelar hari ini (Ahad, 1/8), dihadiri lebih dari 2.500 tamu. Ketua Panitia Haul Ustadz Husein Al-Habsyi, Sirajudin, ketika dihubungi IRIB menjelaskan, “Para tamu yang menghadiri Haul Ust Husein Al-Habsyi di Bangil, datang dari berbagai penjuru nusantara, termasuk dari luar Jawa.”

Acara tahunan itu berlangsung sesuai jadwal dari pukul 08.30 hingga 12.15 WIB. Selain diisi pembacaan tahlil, acara haul itu juga dimeriahkan dengan pidato para pembicara. Cendekiawan muda, Musa Kazim Al-Habsyi, yang juga putra Ustadz Husein Al-Habsyi dalam pidatonya menjelaskan empat poin yang patut ditauladani dari figur ayahnya. Keempat poin itu adalah penekanan pada kesadaran ummat Islam, persatuan, pengenalan terhadap para musuh dan percaya akan kemenangan. Ketika menjelaskan poin percaya akan kemenangan, Musa Al-Habsyi mengatakan, “Poin terakhir itulah yang membuat Ust Husein Al-Habsyi tidak pernah lelah dan selalu optimis akan perjuangannya.”

Dalam sambutan lainnya, Ust Mohammad BSA, ulama dan orator yang juga pernah berguru dengan Ust Husein Al-Habsyi, mengatakan, “Ust Husein Al-Habsyi adalah figur istimewa.” Ust Mohammad BSA ketika berbicara tentang pengalamannya saat berguru kepada Ustadz Husein Al-Habsyi, mengatakan, “Ada beberapa poin penting yang melekat pada figur beliau. Beliau selalu menaruh perhatian luar biasa pada anak-anak muda dan selalu menekankan penghormatan pada waktu. “

Terkait poin penghormatan pada waktu, Ust Mohammad BSA menjelaskan pengalamannya bersama Ust Husein Al-Habsyi. Ia mengatakan, “Pada suatu waktu, Ust Husein tidak dapat mengajar pada waktunya, karena ada urusan mendadak di luar daerah. Akan tetapi Ust tetap berusaha mengajak saya yang saat itu adalah murid beliau, untuk belajar di atas mobil.” Lebih lanjut Ust Mohammad BSA menjelaskan, “Poin lain yang seringkali ditekankan Ust Husein Al-Habsyi adalah menuntut ilmu agama di samping ilmu-ilmu lainnya.”

Dalam acara itu, kyai kondang asal Kraksan, Mostofa Badruduja yang juga alumnus Yayasan Pesantren Islam (YAPI), ikut memeriahkan acara haul itu. Selain itu, santri YAPI, Said Novel, juga menampilkan orasi bahasa Arabnya di hadapan para tamu. Dalam acara itu juga ada pementasan puisi yang disampaikan oleh Zaid Alaydrus, salah satu staf pengajar YAPI.

Ustadz Husein Al-Habsyi lahir di Surabaya pada tanggal, 21 April 1921 M. Pada usia yang masih belia beliau sudah harus berjuang sendiri setelah orang tuanya wafat. Pada tahun 1971 beliau mendirikan Pondok Pesantren di kota Bondowoso Jatim. Setelah itu, beliau hijrah ke Bangil dan mendirikan Yayasan Pesantren Islam (YAPI ) di kota itu . Karena bertambahnya murid yang cukup banyak dan tuntutan saat itu, beliau akhimya membuka Pesantren-Putra di Kenep-Beji, Pesantren-Putri dan TK di Kota Bangil.

Setelah berpuluh tahun mengabdikan diri demi Islam dalam dunia pendidikan dan dakwah, Ustadz Husein Al-Habsyi memenuhi panggilan Ilahi pada hari Jum’at, 2 Sya’ban 1414/ 14 Januari 1994 di rumahnya Jl. Lumba-lumba Bangil. Beliau dimakamkan pada hari Sabtu 3 Sya’ban 1414/15 Januari 1994 di belakang Masjid Tsaqalain yang terletak di komplek Pesantren Putra “Al-Ma’hadul Islami” YAPI, Desa Kenep Beji Pasuruan. (IRIB, AR/AHF)

Categories: AGAMA, SEJARAH, Sosial - Budaya, TOKOH | Leave a comment

Abul Fadl Abbas Sang Ksatria Padang Karbala

Hari ke empat bulan Sya’ban adalah hari kelahiran ksatria Padang Karbala yang dengan gagah berani menentang kezaliman dan gugur syahid di padang yang gersang demi membela imamnya serta Islam. Ksatria tersebut adalah Abbas putra Ali bin Abi Talib as, sang Singa Allah. Putra khalifah umat Islam ini lahir pada tanggal empat Sya’ban tahun 26 Hijriah.

Hari ke empat bulan Sya’ban tahun 26 Hijriah, kota Madinah seakan-akan mendapat pancaran cahaya ilahi dengan kelahiran Abbas putra Ali bin Abi Talib as. Bayi yang baru lahir ini dikemudian hari akan tercatat dalam sejarah berkat keberanian dan pengorbanannya yang tinggi bagi kejayaan Islam serta nilai-nilai kemanusiaan. Bukan hanya umat Islam yang bangga dengan Abbas bin Ali bin Abi Talib, orang-orang kafir pun merasa bangga terhadap putra Ali yang satu ini.

Ketika berita kelahiran Abbas disampaikan kepada Ali bin Abi Talib, beliau bergegas pulang ke rumah dan dengan hangat memeluk sang bayi. Wajah bayi yang baru melihat dunia ini mendapat hujanan ciuman dari sang ayah. Dengan khidmat Imam Ali mengumandangkan azan di telinga kanan anaknya dan iqomah di telinga kirinya. Kemudian Imam Ali memberikan infak kepada mereka yang membutuhkan demi keberkahan anaknya.

Sang ayah menyaksikan cahaya ilahi dalam wajah anaknya khususnya sifat ksatria dan gagah berani dengan jelas terpancar dari tubuh bayi tersebut. Oleh karena itulah Imam Ali memberikan nama bayi ini Abbas yang artinya singa. Di kemudian hari bayi ini cemerlang hidupnya dan tidak pernah menyerah pada kezaliman khususnya di saat kezaliman memenuhi kehidupan manusia.

Imam Ali dengan teliti mendidik dan membesarkan Abbas dengan membekalinya keimanan dan nilai-nilai kemanusiaan. Imam Ali memperlakukan Abbas serupa dengan anak-anaknya yang lain dan beliau tidak pilih kasih dalam mendidik anaknya. Di saat anak-anaknya mengalami kesulitan, dengan kasih sayang yang tinggi beliau mengarahkan dan membantunya. Ilmu dan hikmah beliau curahkan dan ajarkan dengan seksama kepada anak-anaknya tanpa pandang bulu. Oleh karena itulah, Abbas kemudian tumbuh menjadi pemuda yang berani, bertakwa, berilmu tinggi dan pemurah. Kelebihan sang ayah menjelma dalam diri Abbas.

Abbas bin Abi Talib yang akrab dipanggil Abul Fadl ini tumbuh besar di bawah asuhan sang ayah Ali bin Abi Talib yang terkenal dengan ketinggian ilmu, takwa dan keberaniannya. Abul Fadl juga mendapat kesempatan untuk menimba ilmu dan nilai-nilai kemanusiaan dari dua penghulu pemuda surga, Imam Hasan dan Husein, cucu Rasulullah Saw dan sekaligus saudara seayahnya. Kedekatan Abul Fadl dengan cucu Rasulullah khususnya Imam Husein membuat dirinya banyak dipengaruhi oleh sifat-sifat mulia Abu Abdillah, Husein bin Ali bin Abi Talib.

Imam Husein yang melihat dengan jelas sifat-sifat mulia yang dimiliki Abul Fadl membuat beliau sangat menyayangi saudaranya ini. Kedekatannya dengan cucu Rasulullah membuat Abul Fadl mencapai tingkat kesempurnaan relijius dan menjadikannya manusia saleh. Upaya tak kenal lelah Abul Fadl membela sesamanya dan pengorbanannya demi mensukseskan cita-citanya telah membuat umat manusia tercengang dan namanya bersinar terang sepanjang sejarah.

Selain memiliki sifat-sifat mulia, Abul Fadl juga dianugerahi Allah Swt dengan paras yang cakap. Selain parasnya yang tampan, Abul Fadl juga memiliki fisik yang gagah dan kokoh. Ditubuhnya terlihat dengan jelas sifat berani dan ksatria. Para sejarawan menyebut Abul Fadl sebagai sosok yang cakap wajahnya dan menarik. Sejak masih anak-anak, ia diberi julukan Bulannya Bani Hasyim (Qomar Bani Hasyim) karena wajahnya yang tampan.

Imam Sajjad Ali Zaenal Abidin bin Husein as terkait Abul Fadl berkata, “Semoga Allah Swt merahmati pamanku, Abbas bin Ali yang berhasil lulus dalam ujian soal pengorbanan dan perbuatan mulia. Ia mengorbankan dirinya demi membela saudaranya Husein bin Ali sehingga kedua tanganya terpotong. Abbas bin Ali memiliki kedudukan khusus di sisi Allah Swt yang membuat seluruh syuhada di hari kiamat iri kepadanya.”

Imam Sadiq, Jakfar bin Muhammad al Baqir as senantiasa memuji Abul Fadl dan sangat menghormatinya. Beliau mengatakan, “Pamanku Abbas bin Ali memiliki pandangan yang tajam dan iman yang tebal. Ia senantiasa berada di samping Abu Abdillah Husein bin Ali dan berjuang bersamanya. Abul Fadl berhasil lulus dalam ujian dan meneguk cawan syahadah.” Terkait kedudukan Abbas bin Ali, Imam Sadiq as berkata,” Segala puji bagi Allah Swt dan para malaikat-Nya. Salam sejahtera bagi para nabi dan orang-orang saleh. Salam bagi seluruh syuhada dan orang-orang yang jujur. Salam sejahtera bagi Abbas bin Ali putra Ali bin Abi Talib.”

Dalam sejarah terdapat pribadi-pribadi teladan karena melakukan satu tindakan penting. Abul Fadl adalah manifestasi nyata dari pribadi tersebut. Al-Quran banyak membahas soal persaudaraan dan keimanan. Dalam pandangan al-Quran solusi paling efisien untuk membentuk masyarakat teladan adalah persaudaraan yang dilandasi keimanan. Hal ini membuat seluruh umat Islam bersatu dan bersama-sama bekerja demi tujuan yang satu. Dari Rasulullah Saw diriwayatkan bahwa sesama mukmin adalah bersaudara, kedudukan mereka setara seperti kekuatan yang satu dalam menghadapi musuh.

Menurut al-Quran, persaudaraan yang dilandasi keimanan dan pertalian yang disematkan Allah dalam lubuk setiap orang beriman. Oleh karena itu, hak-hak penting yang harus dijalankan dalam persaudaraan ini adalah saling membantu dalam menyelesaikan berbagai masalah dan kesulitan. Rasulullah menyebut saudara seiman seperti anggota badan, dimana jika salah satu anggotanya sakit maka anggota badan lainnya juga merasa kesakitan. Jika salah satu anggota badan terserang demam maka seluruh anggota badan juga terserang demam.

Telaah singkat terhadap kehidupan Abul Fadl akan menyadarkan kita bahwa ia adalah manifestasi nyata persaudaraan. Sejak masa kanak-kanak Abul Fadl dengan sebaik-baiknya melaksanakan hak dan kewajiban persaudaraan yang tercantum dalam al-Quran dan riwayat. Dalam sejarah disebutkan bahwa pada suatu hari Imam Ali as melihat Abul Fadl membawa kendi berisi air dan air tersebut membasahi tubuhnya.

Ketika melihat kondisi Abul Fadl, Imam Ali bertanya, kamu membawa air ini untuk siapa? Abul Fadl kecil menjawab, air ini saya bawa untuk saudaraku, Imam Husein. Imam Ali as sejenak diam dan kemudian menangis serta berkata, “Kamu akan melakukan hal ini terhadap anakku nanti di Padang Karbala, padahal kamu sendiri dalam kondisi kehausan dan gugur dengan bibir yang kering.” Imam Husein as senantiasa menghormati saudaranya yang satu ini. Di malam hari ke sepuluh bulan Muharram, di saat pasukan musuh berbaris dan mengepung Imam Husein beserta pengikutnya, beliau berkata kepada Abul Fadl, “Wahai saudaraku! Naiklah kudamu dan pergilah kepada umat yang zalim ini dan bertanyalah kepada mereka apa yang mereka inginkan dari kita.”

Di hari Asyura, Abul Fadl dengan berani mendobrak barisan musuh dan menuju sungai Furat untuk mengambil air bagi saudaranya Imam Husein yang tengah kehausan, namun di saat kembali dari sungai pahlawan Bani Hasyim ini dikepung rapat oleh musuh. Dengan gagah berani Abul Fadl menghadapi serbuan musuh seorang diri, namun karena jumlah musuh yang banyak akhirnya ia kehilangan kedua tangannya dan terjatuh dari kuda. Saat itulah Imam Husein berkata, “Kini aku telah kehilangan sandaran dan harapanku telah pupus.”

Secara global menurut Islam dan ajaran Ahlul Bait, pengorbanan memiliki kedudukan yang istimewa. Imam Ali as dalam berbagai sabdanya menyebut pengorbanan sebagai keutamaan yang tinggi dalam akhlak. Dalam sabdanya yang lain beliau menyebut pengorbanan sebagai ibadah tertinggi dan tujuan final seluruh ajaran akhlak mulia adalah pengorbanan dan mendahulukan orang lain daripada diri sendiri.

Dalam penggalan suratnya yang ditujukan kepada Harits Hamadani, Imam Ali berkata, “Ketahuilah bahwa sebaik-baiknya orang mukmin adalah mereka yang berani mengorbankan diri, keluarga dan hartanya.” Abul Fadl adalah contoh nyata dari sabda Imam Ali ini. Ia adalah sebaik-baiknya orang mukmin yang mengorbankan dirinya di jalan agama sehingga mencapai derajat kesempurnaan dan mereguk cawan syahadah.

Categories: AGAMA, SEJARAH, TOKOH | Leave a comment

Menggali Pelajaran dari Madrasah Imam Sajjad as

Imam Sajjad, putra Imam Husein as lahir di kota Madinah pada tahun 36 H. Masa-masa penting perjalanan hidup beliau dimulai semenjak masa keimamahannya pasca gugurnya Imam Husein as di padang Karbala. Saat peristiwa pembantaian keluarga Nabi saw di padang Karbala terjadi, Imam Sajjad tidak diperkenankan maju ke medan laga lantaran menderita sakit berat. Namun hal itu justru menyimpan hikmah besar sehingga beliau dapat bertahan hidup dan memimpin umat di masa-masa krisis pasca kesyahidan Imam Husein as.

Masa kepemimpinan Imam Sajjad berlangsung selama 34 tahun. Salah satu tugas besar yang diemban beliau adalah menyebarkan misi agung kebangkitan Asyura. Di samping itu, dakwah Islam yang dilakukannya juga meliputi banyak hal. Selain menyebarkan akidah Islam yang benar, Imam Sajjad juga mendidik para juru dakwah yang saleh dan bijak.

Tidak hanya itu saja, Imam Sajjad juga berjuang di ranah politik dalam menentang kezaliman dan membongkar kemunafikan pemerintahan Bani Umayyah. Untuk membentuk masyarakat islami, Imam Ali Zainal Abidin begitu giat mengupayakan diterapkannya gaya hidup yang bersandarkan pada moralitas al-Quran. Sebab sebagian besar persoalan yang terjadi di zamannya kala itu berakar dari kebobrokan moral para penguasa dan elemen penting masyarakat.

Salah satu strategi Imam Sajjad as adalah mentransfer pengetahuan agama lewat budaya doa dan munajat. Beliau as telah memaparkan sebagian besar maksud dan kehendaknya lewat bait-bait doa dan munajat yang menggugah hati. Kumpulan doa-doa beliau disatukan dalam kitab “Shahifah Sajjadiyah” yang merupakan harta karun pengetahuan dan hakikat agama. Kitab tersebut adalah kumpulan samudera pengetahuan Islam di bidang tauhid, akhlak, dan pendidikan yang telah mengundang perhatian banyak ulama.

Doa adalah media penghubung antara makhluk dengan penciptanya dan agama Islam sangat menganjurkan umatnya berdoa. Selain memiliki pengaruh spiritual luar biasa bagi manusia, doa juga dapat memberi pengaruh kepada seluruh dimensi keberadaan manusia mulai dari perilaku personal hingga sosial dan politik. Kontak dengan Allah Swt akan menjaga manusia dari gangguan dan kerusakan jiwa.

Imam Sajjad dikenal sebagai sosok yang sangat pengasih dan dermawan. Rumahnya selalu menjadi rujukan dan tempat pengaduan para fakir miskin untuk meminta bantuan. Suatu ketika, beliau melihat sekelompok orang penderita lepra yang dikucilkan oleh orang-orang di sekitarnya. Imam Sajjad pun lantas membawa mereka ke rumahnya dan menyambutnya dengan penuh kasih sayang.

Imam Sajjad as juga terkendal dengan sikapnya yang sangat tawadhu dan rendah hati. Meski ia adalah tokoh keluarga Nabi saw yang terpandang, namun ia tak segan-segan hidup seperti layaknya pembantu. Suatu hari ia pernah menjadi menyamar menjadi orang biasa supaya bisa menjadi pembantu bagi rombongan jamaah haji. Rombongan haji tersebut datang dari daerah terpelosok sehingga tak mengenal siapa sebenarnya Imam Sajjad as. Selama perjalanan menuju Mekkah, Imam as bekerja melayani dan membantu para jamaah haji. Hingga kemudian rombongan itu berjumpa dengan musyafir lain di tengah jalan. Musyafir itu lantas bertanya, “Apakah kalian tidak mengenal siapa lelaki itu? Mengapa kalian pekerjakan sosok mulia seperti beliau sebagai pelayan?” Mereka menjawab, “Kami tidak mengenal siapa dia. Kami hanya tahu bahwa ia adalah pemuda yang sangat baik dan berwibawa”. Musyafir tadi lantas memperkenalkan bahwa pemuda mulia itu adalah Imam Sajjad, salah seorang cicit Rasulullah saw.

Mendengar keterangan itu, seluruh rombongan haji pun menjadi menyesal dan meminta maaf kepada Imam as. Beliau pun lantas menjelaskan bahwa dirinya sengaja bergabung dengan rombongan haji yang tak dikenalnya itu untuk memperoleh kesempatan melayani para jamaah haji tanpa harus diketahui siapa sebenarnya beliau.

Kemuliaan akhlak dan perilaku Imam yang demikian bijak itu membuat siapapun mengagumi beliau. Sejarawan muslim terkenal, Ibnu Syahri Asyub, menuturkan, “Suatu ketika Imam Sajjad as menghadiri acara pertemuan yang digelar Khalifah Umayyah, Umar bin Abdul Aziz. Saat Imam as meninggalkan pertemuan itu, Umar bin Abdul Aziz bertanya kepada orang-orang di sekitarnya dan berkata: ‘Siapakah orang yang paling mulia di sisi kalian? Semuanya berkata, ‘Anda wahai khalifah!’. Namun ia balik menjawab, “Bukan sama sekali. Orang yang paling mulia adalah sosok yang baru saja meninggalkan pertemuan kita. Semua kalbu dibuat terpesona kepadanya, hingga siapapun ingin menjadi seperti dia”.

Jiwa manusia sebagaimana raganya juga membutuhkan makanan. Untuk mencapai jenjang spiritual yang luhur, ruh memerlukan makanan berupa ilmu, iman, dan makrifat. Salah satu kebutuhan ruh manusia adalah berdoa dan menjalin hubungan permanen dengan Sang Pencipta. Imam Sajjad as dalam sebuah doa yang indah menyebut zikir dan mengingat Allah Swt sebagai penyebab ketenangan dan kebugaran jiwa. Imam as menyeru kepada Tuhan dengan berkata: “Wahai Tuhanku, hati dan relungku hidup dengan mengingat-Mu dan api kegelisahan hanya akan padam dengan bermunajat kepada-Mu.”

Tentunya, hati yang menjadi persinggahan kasih sayang Tuhan, memiliki kemurnian dan cahaya tersendiri, dan pemiliknya akan terjaga dari kerusakan jiwa dan mental. Pada bagian lain doanya, Imam Sajjad as berkata: “Wahai Tuhanku, sampaikanlah shalawat dan salam kepada junjungan-Mu Nabi Muhammad Saw dan keluarganya dan jadikanlah keselamatan hati kami dalam mengingat keagungan-Mu.” Dalam seluruh munajat dan doa Imam Sajjad as, pengharapan kepada Tuhan merupakan poin dominan yang patut direnungkan dan dicermati.

Pada dasarnya, Imam as mentransfer ajaran irfan ini secara tersirat dan halus.
Allah Swt tidak akan pernah meninggalkan orang-orang yang menyerahkan hatinya kepada-Nya dan hidup sesuai dengan keridhaan-Nya. Dalam penggalan doanya, Imam Sajjad as berkata: “Wahai Tuhanku, aku menyerumu sebelum menyeru selain-Mu, aku tidak menemukan selain-Mu dalam mengabulkan kebutuhanku, Dalam doaku, aku tidak akan menyertakan selain-Mu. Seruanku hanya kepada-Mu.”

Ketika umat di zamannya terperosok dalam kegelapan moral dan kebejatan para penguasa zalim, Imam Sajjad berusaha memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk menyadarkan jiwa-jiwa yang terlelap. Beliau senantiasa mengecam dan mengutuk para pendukung penguasa zalim. Suatu hari Imam bertemu dengan seorang ulama terkenal di masa itu, lantas kepada sang ulama, Imam berkata, “Aku menyaksikan bagaimana engkau menempatkan dirimu sebagai sumbu roda penggiling gandum para penzalim sehingga mereka bisa berlaku zalim terhadap masyarakat dengan berpangku padamu”.

Dalam lantunan doa-doanya, Imam Sajjad as juga menyelipkan pesan-pesan anti-kezaliman. Beliau dalam salah satu doanya menuturkan, “Ilahi ampunilah aku yang hanya bisa menyaksikan seorang yang teraniaya di depan mataku tanpa kuasa aku menolongnya. Maafkanlah aku lantaran tak mampu menebus hak orang mukmin yang mestinya aku tunaikan”.

Mari kita menyimak beberapa kata-kata bijak dari Imam Sajjad as. Beliau berkata, “Salah satu ciri dari ma’rifat dan tanda kesempurnaan agama seseorang adalah menghindari ucapan yang sia-sia, sedikit berdebat, dan selalu bersikap sabar dan santun”.

Beliau juga menuturkan, “Berpikir adalah cermin yang memperlihatkan kepada manusia kebaikan dan keburukan dirinya”.

Categories: AGAMA, SEJARAH, TOKOH | Leave a comment

Ayatullah Fadlullah, Ulama Mujahid

Di detik-detik akhir hayatnya, orang tua yang menghabiskan usianya dalam perjuangan melawan rezim Zionis Israel berkata, “Selama rezim Zionis belum hancur, saya tidak akan pernah tenang.” Sambil berbaring menahan sakit, ia berkata kepada perawat rumah sakit, “Apakah waktu shalat Subuh telah tiba?” Perawat menjawab, “Belum.” Dia mengulang pertanyaannya hingga tiga kali dan tidak terdengar lagi suaranya, karena Allah Swt telah memanggil beliau.

Ayatullah Hussein Fadlullah akhirnya wafat di usia 75 tahun. Dunia Islam kehilangan seorang ulama penyeru persatuan dan penebar pencerahan.

Allamah Fadlullah lahir di Najaf Irak pada tahun 1935. Ayahnya, seorang marji syiah kelahiran Lebanon.

Fadlullah muda melanjutkan studinya di Najaf Irak. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, sejak usia sembilan tahun ia mulai mempelajari ilmu agama. Sebagian besar ilmunya dipelajari dari sang ayah yang alim itu.

Beliau juga dengan tekun belajar menimba ilmu dari para ulama terkemuka di Irak. Studi ilmu agama tidak menghalangi aktivitas politik dan sosial Fadlullah.

Sejak muda, Fadlullah menyaksikan kondisi buruk dunia Arab dan umat Islam dunia. Dengan tekad baja, ia mulai mendidik generasi muda serta menyuarakan kebangkitan Islam. Bersama syahid Ayatullah Muhammad Baqir Shadr, Fadlullah mendirikan Partai Dakwah Islam.

Pada tahun 1966, Allamah Fadlullah bertolak menuju tempat kelahiran ayahnya atas undangan sebuah lembaga Islam di negara ini. Menyaksikan kondisi buruk umat islam terutama muslim syiah Lebanon, beliau memutuskan untuk menetap di negara ini selamanya.

Bersama Imam Moussa Sadr, pemimpin Syiah Lebanon, Fadlullah terjun di dunia politik dan sosial. Ayatullah Fadlullah mendirikan hauzah ilmiah, Al Maahad al-Syari al-Islami di Beirut dan mendidik para ruhani muda.

Dari lembaga ini lahirlah para tokoh terkemuka muqawama Islam Lebanon. Ayatullah Fadlullah juga mendirikan sekolah Islam, al-Murthada di kota Sur, l Lebanon selatan.

Selain itu ulama terkemuka ini mendirikan sekolah Islam untuk perempuan di Beirut. Tidak hanya mendirikan sekolah Islam, Allamah Fadlullah juga mendirikan lembaga amal untuk membantu orang-orang yatim yang menjadi korban perang dalam negeri dan serangan Rezim Zionis Israel.

Revolusi Islam Iran yang dipimpin Imam Khomeini mempengaruhi umat Islam dunia, begitu juga pemikiran Sayyid Fadlullah.

Beliau senantiasa memuji dan menempatkan Revolusi Islam Iran sebagai simbol kebangkitan umat Islam dunia. dalam sebuah makalah yang ditulisnya, Fadlullah menulis, “Imam Khomeini memimpin dan memenangkan revolusi hingga mendirikan pemerintahan pertama di dunia Islam yang dipimpin wali faqih sang pejuang.” Allamah Fadlullah menekankan suluk politik Imam Khomeini yang berjuang dengan landasan tidak memisahkan politik dan agama. Beliau juga menegaskan misi besar perjuangan Imam Khomeini mengenai urgensi kebangkitan dan persatuan Islam serta perjuangan melawan hegemoni global, terutama Amerika Serikat. Selain itu penekanan Imam Khomeini terkait muqawama menghadapi rezim Zionis dan perjuangan membebaskan Palestina semakin meningkatkan tekad kuat Allamah Fadlullah melawan rezim Zionis.

Sheikh Abdul Karim Ubaid, wakil Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah Lebanon menyatakan, Allamah Fadlullah senantiasa mengapresiasi kebijakan Republik Islam Iran mengenai perjuangan melawan hegemoni global di tingkat regional dan internasional. Bagi beliau muqawama bukan hanya di Lebanon, tapi juga didirikan di kawasan.

Dalam sebuah pertemuan beberapa bulan lalu antara Allamah Fadlullah dengan delegasi dari Iran, beliau menyebut Iran sebagai pusat produksi pemikiran dan budaya. Dukungan Ayatullah Fadlullah terhadap cita-cita Islam dan spirit anti hegemoni dan anti Zionis Revolusi Islam Iran, terutama dukungan Tehran terhadap muqawama Islam menghadapi Zionis menyebabkan ulama mujahid ini senantiasa menjadi kemarahan negara-negara Barat dan rezim Tel Aviv. Bahkan beliau sempat diteror empat kali.

Pengaruh Allamah Fadlullah terhadap para pejuang muqawama Islam Lebanon terpatri kuat di sanubari mereka. Dengan demikian media massa Barat menyebut Fadlullah sebagai pemimpin spiritual Hizbullah. Meski tidak ada jalinan hubungan institusional antara Allamah Fadlullah dan Hizbullah, namun keduanya memiliki kesamaan visi melawan penjajah dan anti Zionis yang lahir dari mata air pemikiran Islam.

Mengenai hubungan kuat antara keduanya, Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrullah, setelah wafatnya Ayatullah Fadlullah mengatakan, “Kami kehilangan seorang ayah yang welas asih, membimbing dengan bijak dan benteng yang kokoh.”

Allamah Fadlullah selama hidupnya mendukung perjuangan bangsa Palestina melawan rezim Zionis Israel. Di akhir wawancaranya dengan televisi Aljazeera mengatakan, “Kebohongan Israel adalah mengaku diberi tanah oleh Allah hingga hari kiamat dan kaum Yahudi mengira tanah suci itu hanya khusus miliknya. Namun kami meyakini tidak demikian, rezim Zionis mencaplok Palestina dan menjarah tanah mereka. Setiap hari mereka membantai anak-anak dan para wanita. “

Pandangan anti Zionis Fadlullah menyebabkan rezim Tel Aviv kebakaran jenggot dan mengibarkan permusuhan besar terhadap beliau. Akibat pandangan anti zionis Allamah Fadlullah, rezim agresor Israel tidak dapat menerima pujian yang dikemukakan atas wafatnya ulama syiah terkemuka ini.

Faktanya, Duta Besar Inggris di lebanon dalam catatannya, menulis, “Ayatullah Fadlullah adalah sosok yang terhormat dan seorang politisi besar. Siapapun yang menemui Ayatollah Fadlullah, akan menikmati pertemuan tersebut. Saya termasuk orang yang menikmati pertemuan dengan Ayatullah Fadlullah. Untuk itu, saya benar-benar kehilangan atas wafatnya beliau.”

Departemen Luar Negeri Inggris setelah mempelajari catatan tersebut, menilainya sebagai hal yang tidak pantas dan harus dihapus dari situs resmi pemerintah tersebut. Deplu Inggris juga menyatakan bahwa pernyataan Dubes itu mewakili pribadi, bukan pemerintah.

Sebelumnya, Jubir Rezim Zionis Israel mengkritik pujian Dubes Inggris itu, dan menyebut Allamah Fadlullah sebagai tokoh yang tidak layak dipuji. Menurut laporan yang ada, pemerintah Inggris ditekan Israel supaya mencopot jabatan Duta Besar Inggris untuk Lebanon itu yang dijabatnya dari tahun 2006. Belum hilang kekagetan publik dunia atas sikap arogan rezim Zionis mengenai statamen pribadi Dubes Inggris untuk Lebanon, baru-baru ini Octavia Nasr, redaktur senior CNN urusan Timur Tengah yang telah berkiprah sejak tahun 1990, secara sepihak diberhentikan gara-gara memuji almarhum Ayatullah Fadlullah.

Nasr di jejaring sosial Twitter menulis, “Fadlullah adalah tokoh senior Hizbullah Lebanon yang patut dihormati. Saya pun terpengaruh atas meninggalnya beliau.”

Tidak lama setelah pencopotan jabatannya, Nasr di blognya menulis, “Komentar pendek saya disikapi keras. Inilah sebuah pelajaran baik, mengapa saya tidak boleh berpendapat mengenai masalah sensitif dan kontroversial di Timur Tengah.”

Selain itu, hanya beberapa jam setelah Ayatullah Fadlullah wafat, televisi BBC berusaha mati-matian menggiring publik dunia dengan berita bohong mengenai friksi antara Allamah Fadlullah dengan Iran dan Hizbullah.

BBC berusaha mengesankan adanya perselisihan ini di benak umat Islam, padahal Allamah Fadlullah senantiasa mendukung Iran dan menyebut negara ini sebagai kekuatan penghalau hegemoni Barat dan rezim Zionis.

Marji syiah Lebanon ini menyebut Hizbullah sebagai anaknya sendiri. Mengenai Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Allamah Fadlullah mengatakan, “Ayatullah Khamenei adalah marji yang mengenai dengan baik kompleksitas masalah sosial dan model yang baik bagi ulama Islam dan pejuang muslim. Sebaliknya, Rahbar, Ayatullah Khamenei menyebut marji syiah Lebanon ini sebagai anggota Dewan Ahlul Bait Sedunia. Dalam pesan mengenai wafatnya Allamah Fadlullah, Rahbar mengatakan, “Ulama besar dan mujahid ini adalah tokoh yang berpengaruh bagi perkembangan ilmu dan politik. Selama bertahun-tahun Lebanon mendapat berkah dari kehadiran beliau.”

Ayatullah Khamenei memuji dukungan Allamah Fadlullah terhadap muqawama Islam Lebanon dan Revolusi Islam Iran. Di detik-detik akhir kehidupannya, Allamah Fadlullah memiliki harapan besar melepaskan Lebanon dari belenggu rezim Zionis.

Dalam berbagai karyanya, marji Syiah Lebanon ini senantiasa menegaskan kebangkitan Islam demi kemajuan dunia Islam serta menekankan untuk menghindari friksi mazhab sebagai pemicu kehancuran Islam. Salah satu harapan terbesar dunia Islam adalah pembebasan rakyat Palestina dari cengkeraman rezim Zionis.

Namun sebagaimana ditegaskan berulang kali oleh Rahbar, kini, tanda-tanda kehancuran hegemoni global terutama Amerika Serikat dan rezim Zionis semakin nampak di depan mata.

(IRIB/PH/SL)

Categories: TOKOH | Leave a comment

Imam Musa Kadzim, Bintang Kesempurnaan

Perbedaan mendasar antara penyeru ajaran langit dengan yang lainnya terletak pada kesempurnaan eksistensi dan kemanusiaan mereka. Karakteristik ini tercatat dengan tinta emas dalam lembaran sejarah. Kehidupan meraka menjadi teladan bagi para pencari hakikat.

Ahlul Bait Rasulullah adalah cahaya yang menerangi kegelapan dan perahu penyelamat bagi umat manusia di samudera kehidupan. Cahaya petunjuk mereka senantiasa menerangi hati orang-orang yang merindukan kebenaran. Salah seorang dari manusia suci ini adalah Imam Musa Kadzim as. Beliau meneguk cawan syahadah pada 25 Rajab 183 H. Dunia Islam berduka mengiringi kepergian manusia mulia ini.

Kesabaran senantiasa terpancar dari seluruh Ahlul Bait Rasulullah. Namun sifat ini begitu menonjol dan menjadi karakteristik khusus Imam Musa Kadzim as. Beliau menjalani kehidupannya yang dipenuhi penderitaan dengan kesabaran. Ketika orang lain berbuat buruk kepadanya, beliau membalas dengan kebaikan karena Allah. Karena itu beliau dinamai Kadzim yang bermakna orang yang menahan amarah.

Imam Musa Kadzim as diperlakukan sewenang-wenang oleh pemerintah zalim Khalifah Abbasiah, hingga beliau terpaksa meninggalkan Madinah dan menetap di Baghdad, pusat pemerintahan Dinasti Abbasiah. Kezaliman terhadap Imam Musa Kadzim mencapai puncaknya pada masa Khalifah Harun al-Rasyid.

Para pemimpin Dinasti Abbasiah tenggelam dalam kebobrokan moral, kerusakan, korupsi dan penumpukan harta. Meskipun demikian, pemerintahan zalim ini terlihat sebagai pembela agama dari luar. Padahal, sepak terjang khalifah Abbasiah dan antek-anteknya tidak menjaga nilai-nilai Islam, bahkan menginjak-injaknya. Dengan kelicikannya, Harun menyebut diri sebagai penerus Rasulullah. Dengan cara-cara culas dan dibarengi tekanan, sebagian kelompok Islam menerima pemerintahan Harun yang zalim. Dalam situasi dan kondisi demikian, Imam Musa Kadzim berupaya mengungkap wajah asli para pemimpin Dinasti Abbasiah terutama Harun al-Rasyid dengan argumentasi dan bukti yang kuat.

Harun al-Rasyid adalah raja yang zalim dan kebijakannya senantiasa menekan umat Islam. Ia menguasai pemerintahan Islam yang terbentang luas dan menyebut dirinya sebagai pemimpin yang berdaulat. Padahal, dilubuk hati yang terdalam masyarakat hanya mengakui Imam Musa Kadzim sebagai pemimpinnya. Beliau lebih melekat di hati umat Islam, karena kemuliaan akhlaknya, keindahan tutur katanya dan ketinggian statusnya sebagai keturunan Rasulullah.

Pengaruh Imam Kadzim semakin luas, bahkan para pejabat kerajaan Abbasiah sendiri diam-diam mendukung dan menemui Imam Kadzim untuk menunaikan kewajiban syar’inya kepada beliau. Imam Musa pun membagikan dana pemberian tersebut kepada orang-orang yang membutuhkan.

Sebagai pemimpin dan pembimbing sejati umat Islam, Imam Musa Kadzim menjelaskan ajaran Islam kepada masyarakat. Beliau menolak segala bentuk kerjasama dengan pemerintahan zalim, namun memberikan izin kepada pengikutnya untuk bekerja pada pemerintahan Abbasiah. Sebagai contoh, Ali bin Yaqtin atas persetujuan Imam Kadzim menjadi menteri dalam pemerintahan Harun. Dengan cara demikian, kepentingan Ahlul Bait Rasulullah tetap terjaga, serta jiwa dan harta mereka pun selamat. Terkait hal ini, Imam Musa Kadzim mengkritik ulama yang menjual pengetahuannya untuk melayani kepentingan rezim Abbasiah. Karena keberadaan ulama di samping pemimpin zalim bermakna pengakuan terhadap legitimasi pemerintahan lalim tersebut.

Imam Musa Kadzim juga mengungkapkan, ahli agama akan selamat selama ia tidak menjual dirinya ditukar dengan dunia. Kemudian seseorang bertanya, “Bagaimana seorang ahli fikih menjual agamanya?” Imam menjawab: “Ketika mereka mengikuti pemimpin zalim, sejak itu agama telah terlepas dari dirinya.”

Setelah ayahnya Imam Shadiq as, Imam Kadzim adalah orang yang paling mulia dan paling berilmu dari seluruh manusia di zaman itu. Mengenai putranya, Imam Shadiq as mengatakan, “Anakku, Musa Kadzim memiliki kecerdasan hingga apa saja yang ditanyakan mengenai isi Quran, maka ia akan menjawabnya. Ia adalah pusat pengetahuan dan hikmah.”

Imam Musa Kadzim mendidik murid-murid terkemuka di zamannya. Mereka memiliki pengetahuan yang mumpuni di berbagai bidang tertentu. Karena itu tidak mengherankan bila murid-murid Imam Musa mampu menghadapi berbagai gelombang pemikiran yang berkembang ketika itu. Salah seorang murid terkemuka Imam Musa Kadzim adalah Hisyam bin Hakam. Dengan kemampuan ilmu dan logika yang mumpuni, ia hadir di berbagai pertemuan dan debat ilmiah. Tidak ada seorang pun yang mampu mengalahkannya. Imam Musa kepada Hisyam mengatakan, “Wahai Hisyam, berpikir dan diam merupakan tanda orang yang berilmu dan kendaraan orang yang berilmu adalah tawadhu.”

Meski Imam Musa Kadzim menjalani sebagian hidupnya di dalam penjara, namun beliau senantiasa memperhatikan kehidupan masyarakat. Masyarakat ketika itu, terutama rakyat kecil mendapatkan uluran tangan kebaikan Imam Kadzim. Terkait hal ini, sejarawan mengemukakan, beliau selalu membawa kantong dan memberikan bantuan kepada orang yang memohon bantuan padanya.”

Bantuan ini selain menunjukkan kemulian akhlak Imam Musa juga memperlihatkan bahwa beliau memiliki banyak pengikut yang memberikan hadiah padanya untuk dibagikan pada orang yang membutuhkan. Mereka adalah para pendukung setia beliau yang memiliki keimanan kepada Ahlul Bait Rasulullah yang terhunjam di sanubari mereka. Walaupun demikian, mereka terpaksa menyembunyikan keimanannya karena situasi dan kondisi tidak memungkinkan.

Pencerahan dan perlawanan terhadap kezaliman membut sebagian kehidupan Imam Musa dijalani di penjara. Poin yang menjadi perhatian pada masa penahanan di penjara adalah, khalifah Harun terpaksa memindah sel penjara Imam Musa, karena sikap mulia beliau juga mempengaruhi para kepala penjara dan mereka terpesona oleh keluhuran akhlaknya. Kepala penjara yang terakhir bertemu dengan Imam Kadzim adalah seorang tahanan kasar dan keras hati bernama Sindi bin Shahik.

Akhirnya, melalui sebuah konspirasi, khalifah Harun al-Rasyid meracun Imam Kadzim hingga akhirnya beliau syahid pada usia 55 tahun.

Imam Musa Kadzim berkata,

“Sesungguhnya kewajibanmu yang terbesar atas saudaramu adalah bahwa jangan sampai engkau menghalangi dan menutupi apa saja yang menguntungkan kehidupan dunia dan akhirat bagi saudara mu..”

Ditempat lain, beliau berkata:

“Siapa yang menginginkan menjadi orang yang paling kuat, maka ia harus bertawakal kepada Allah Swt.”

Categories: AGAMA, SEJARAH, TOKOH | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.