Kisah-Cerita

Top Ittipat,Milyuner Muda (Thailand)

Jalan hidup seseorang bisa begitu berliku adanya namun selalu saja tetap ada ujungnya. Kesuksesan adalah impian semua orang. Berlikunya jalan akan sampai pada kesuksesan asalkan dijalani dengan kesungguhan hati dan kerja keras.

Begitulah kisah yang terjadi dalam hidup seorang pemuda bernama Top Ittipat dalam menjalani usaha bisnisnya dan menghantarkan Tao Kae Noi, produk cemilan rumput lautnya pada dunia. Di usianya yang ke 26 tahun ini, Top telah menjadi seorang milyuner muda.

Pria kelahiran Thailand ini sesungguhnya hanyalah seorang biasa saja. Pada mulanya tak ada yang begitu spesial dari dirinya. Bahkan pemuda ini cenderung cuek dan tidak terlalu memikirkan masa depan.

 

Seperti kebanyakan pemuda seumurannya, Top pernah alami kecanduan game online saat dia berumur 16 tahun dan membuatnya telantarkan sekolahnya. Bukan satu hal yang baik tentu saja tapi perkenalan dunia bisnis justru dimulai dari sini.

 

Top mendapatkan uang dari menjual item senjata-senjata miliknya di game online. Dengan bisnisnya ini dia bahkan meraih penghasilan mencapai 1 juta Baht dan dapat membeli sebuah mobil seharga 600 Baht (sekitar 200 juta rupiah).

Para pembelinya adalah sesama pecinta game online dan ada juga yang berasal dari luar negaranya. Namun karena ini bisnis ilegal maka sudah pasti tak akan dapat bertahan lama. Rekening game onlinenya di blok karena diketahui melakukan transaksi jual beli.

 

Disaat yang bersamaan bisnis orang tuanya mengalami kebangkrutan dan disaat yang bersamaan pula karena kemalasannya di sekolah selama ini Top tidak berhasil masuk kuliah perguruan tinggi negeri dan harus masuk Universitas Swasta.

 

Dengan sisa uang yang dimilikinya Top beralih usaha ke bisnis DVD Player tapi Top ditipu mentah-mentah sebab semua DVD Playernya ternyata barang palsu dan uangnya tidak dapat kembali. Top juga berusaha mencari pinjaman uang ke bank untuk memulai usaha baru. Namun, pihak bank tak begitu saja menyetujuinya.

 

Di titik inilah Top mulai menyadari kesalahannya karena telah melalaikan sekolah dan pelajaran. Di titik yang sama ini jugalah, Top mulai bersentuhan dengan kerasnya dunia bisnis.

 

Hutang yang melilit usaha orang tuanya yang mencapai 40 juta Baht semakin memperburuk keadaan. Terlebih lagi rumah mereka disita pihak Bank. Ditengah himpitan ini Top tetap berkeras.

 

Setelah akhirnya dapatkan pinjaman dari bank, segala hal dia coba lakukan, Top mencoba berjualan kacang (chesnut) bersama dengan pamannya.

 

Diawali dengan mencari cara bagaimana strategi berjualan yang baik supaya bisa laris kepada para penjual kacang lainnya yang telah sukses sampai lakukan beberapa eksperimen untuk mendapatkan resep terbaik bagi produk kacangnya sehingga memiliki cita rasa yang khas dan unik.

 

Lalu akhirnya Top membuka kedai di mall dan belajar tentang menemukan tempat yang stategis. Sebab lokasi menjadi salah satu faktor menentukan dalam keberhasilan penjualan suatu produk.

 

Namun berwiraswata memanglah tidak mudah. Saat Top mulai melakukan ekspansi bisnis chesnutnya secara besar-besaran, timbul suatu masalah lain dimana mesin pembuat kacang goreng yang Top pergunakan menimbulkan asap dan mengotori atap Mall sehingga harus tutup dan pihak Mall juga membatalkan kontrak kedainya. Dititik ini Top hampir putus asa.

 

Orang tuanya pun memutuskan untuk pergi ke China. Top tetap berkeras untuk bertahan di Thailand dan melanjutkan usahanya. Dari bisnis jual kacang, Top beralih haluan untuk berbisnis rumput laut goreng. Makanan cemilan yang kekasihnya berikan.

 

Inspirasi memang bisa datang dari mana saja, sekalipun akhir kisah cintanya tak memberikan kenangan yang manis sebab kekasihnya pun akhirnya meninggalkan Top dikarenakan Top lebih konsentrasi mengurus bisnis dan usahanya.

Top pun memulai usaha kerasnya dengan mencari bahan rumput laut lalu belajar rahasia menggoreng rumput lautnya. Biaya yang dikeluarkan untuk pembelajaran ini mencapai lebih dari 100 ribu Baht.

 

Belum lagi Top juga harus mempelajari cara untuk mempertahankan rumput lautnya agar tidak basi jika disimpan untuk beberapa hari lamanya. Dalam tekanan yang begitu hebat Top berusaha mencari tahu tentang strategi penjualan dan inspirasi pun datang kembali untuk menjual produknya di mini market 7-Eleven.

 

Lagi-lagi tidak semudah membalik telapak tangan. 7-Eleven ternyata memiliki standard yang tinggi yang harus dipenuhi supaya produk Top bisa masuk pasaran. Berbagai upaya Top lakukan tapi semua mengalami kebuntuan.

 

Keputusasaan melanda dirinya. Top hampir-hampir memutuskan untuk berangkat ke China tapi sebelum itu terjadi Top melakukan usaha terakhirnya demi memenuhi syarat dari pihak 7-Eleven dan upaya terakhirnya kali ini tidak sia-sia.

 

Kesulitan yang ada mulai dari inovasi untuk kemasan produknya sampai Top juga diharuskan memiliki pabrik untuk memproduksi dalam jumlah besar. Dengan susah payah semuanya dapat terpenuhi.

 

Untunglah juga ada kantor kecil milik keluarganya yang masih tersisa, yang akhirnya Top ubah menjadi sebuah pabrik kecil. Dengan begini Top berhasil memenuhi syarat ketentuan serta quota yang ditetapkan. 2 tahun kemudian Top berhasil membayar hutang keluarganya dan berhasil mengambil kembali rumah keluarganya.

Perjuangan Top, segala kegagalan, getir dan pahit serta rasa duka dalam membangun sebuah bisnis kini mengantar Top pada sebuah kesuksesan.

 

Sekarang ini di Thailand siapa yang tak mengenal akan Tao Kae Noi produk cemilan rumput laut terlaris di Thailand bahkan telah masuk juga ke berbagai Negara tetangga termasuk Indonesia.

 

Dengan penghasilan 800 juta Baht per tahun dan mempekerjakan 2.000 staf maka Top Ittipat yang bernama lengkap Top Aitthipat Kulapongvanich ini telah berhasil mencatatkan dirinya sebagai “A young billionaire from Thailand“.

Top ittipat membayar kesuksesannya dengan berkorban jiwa, raga, waktu, kesenangan jadi gamer, termasuk berkorban cinta terhadap kekasihnya.

 

Seperti kata ibu si Top, “Sesuatu itu akan datang kepadamu namun sesuatu yang lain akan menjauh darimu.” Kesuksesan bisnis tidak semudah membalik telapak tangan. Sabar, bersyukur, terus berjuang pantang menyerah, dan berdoa adalah Top secret (rahasia si Top).

 

 

Berikut sinopsis ringkas nya:

 

Saat usia 16, Dia adalah pencandu game online.

 

Saat usia 17, Ia putus sekolah untuk menjadi penjaja kacang.

 

Saat usia 18, Keluarganya bangkrut & meninggalkan hutang 40 juta Baht (sekitar 12 milyar rupiah)

 

Saat usia 19, Dia menciptakan cemilan rumput laut ‘Tao Kae Noi’ yg dijual di 3.000 cabang 7-Eleven di Thailand.

 

Kini, di usia 26, Ia adalah produsen cemilan rumput laut terlaris di Thailand, berpenghasilan 800 juta Baht (sekitar 235 milyar rupiah) per tahun & mempekerjakan 2.000 staf.

 

Namanya Top Ittipat, dan ini adalah kisah nyata hidupnya yang luar biasa.

“Apapun yang terjadi jangan pernah menyerah, kalau menyerah habislah sudah.”

 

Advertisements
Categories: Kisah-Cerita, TOKOH | Leave a comment

Liz Murray, dari Jalanan sampai Kuliah di Harvard

Ini adalah kisah nyata dari seorang yang mempunyai komitmen dalam hidup,yang telah menginspirasi banyak orang dalam menghadapi kehidupan.

 

Cerita ini datangnya dari Elizabeth (Liz) Murray.

Liz Murray dahulu hanyalah seorang wanita muda yang hidup di jalanan kota New York, kota megapolitan di Amerika Serikat yang terkenal dengan tingkat kriminalitasnya yang tinggi.

 

 

Namun siapa sangka, ternyata ia bisa lulus dari Harvard University, tampil di Oprah Winfrey Show, dan kisahnya menjadi sebuah film televisi yang memenangkan penghargaan.

 

Bedanya, Liz menjadi tuna wisma karena memiliki orang tua yang kecanduan obat-obatan, sementara Frank karena dirinya sendiri yang kecanduan minuman keras. Keduanya menggunakan kisah luar biasa mereka untuk menginspirasi orang lain.

Liz Murray sendiri saat ini memang menjadi seorang pembicara motivasi, tapi siapa sangka kalau dahulunya ia sering mencuri buku-buku pengembangan diri seperti milik Tony Robbins dan Stephen Covey?

Ya, itu memang benar-benar terjadi, sampai akhirnya Liz bisa bertemu langsung dengan Stephen Covey.

Wanita yang lahir tahun 1980 ini kehilangan ibunya di tahun 1996 karena HIV/AIDS. Setelah itu, ia pun tak memiliki tempat tinggal lagi, dan ayahnya pindah ke tempat penampungan tuna wisma.

Kejadian tersebut justru membuat Liz semakin ingin mengubah hidupnya. Meski tak memiliki tempat tinggal dan hidup di jalanan kota New York, Liz tetap berniat untuk bersekolah di SMA dan sekaligus menghidupi adiknya.

Liz bahkan bisa menyelesaikan SMA hanya dalam waktu dua tahun, dan mendapat beasiswa dari The New York Times untuk melanjutkan kuliah di Harvard University, sebuah universitas terkemuka tempat orang-orang sukses pernah belajar, seperti Bill Gates (Microsoft) dan Conan O’brien (pembawa acara dan komedian).

Namun, pada tahun 2003, Liz memutuskan untuk keluar dari Harvard dan pindah ke Columbia University agar bisa lebih dekat dengan ayahnya. Ketika ayahnya meninggal karena HIV/AIDS, Liz pun kembali ke Harvard di tahun 2008, dan kerja kerasnya berbuah manis ketika di tahun 2009 ia berhasil meraih gelar dalam bidang psikologi.

Apakah yang membuatnya bisa mengalahkan semua kesulitan yang ia temui?

Komitmen.

Liz mengatakan dalam sebuah wawancara di Success Magazine bahwa:

“Sebelum saya mengalami perubahan ini, saya selalu memiliki ilusi yang saya sebut jika-begini-maka-begitu. Jika saya menemukan tempat yang tenang, maka saya akan belajar. Jika saya punya uang, maka saya akan sekolah. Kita hanya melakukan itu jika tak memiliki komitmen nyata untuk tujuan kita. Kita mengatakan, “Saya berkomitmen…kecuali.’ Ada perbedaan besar antara hal tersebut dan komitmen mutlak. Komitmen mutlak berarti Anda akan bekerja di sebuah lorong.”

 

Ya. Ketika masih sekolah, Liz memang belajar di lorong tempat tinggal temannya di Bronx. Ia menyebar buku-bukunya di sana, dan mulai belajar dalam keheningan.

 

Kisahnya yang begitu inspiratif akhirnya menarik media untuk mempublikasikannya, termasuk ratu talk show dunia, Oprah Winfrey. Film televisi berdasar kisah nyatanya pun telah dibuat di tahun 2003 dengan judul “Homeless to Harvard”, yang berhasil mendapat nominasi Emmy Awards, serta sebuah penghargaan dari American Cinema Editors.

 

“..ketika perubahan terjadi pada diri saya, saya bisa membuat perubahan pada hidup.” – Liz Murray

Categories: Kisah-Cerita, TOKOH | Leave a comment

Kisah Sukses Sandiaga Uno

Sandiaga Salahudin Uno memulai usahanya setelah sempat menjadi seorang pengangguran ketika perusahaan yang mempekerjakannya bangkrut. Bersama rekannya, Sandi Uno mendirikan sebuah perusahaan di bidang keuangan, PT Saratoga Advisor. Usaha tersebut terbukti sukses dan telah mengambil alih beberapa perusahaan lain . Pada tahun 2009, Sandi Uno tercatat sebagai orang terkaya urutan ke-29 di Indonesia menurut majalah Forbes. Tahun 2011, Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di Indonesia. Sandiaga Uno menduduki peringkat ke-37 dengan total kekayaan US$ 660 juta. (Wikipedia)

Banyak kejadian yang tidak terduga bisa menimpa sewaktu-waktu dalam kehidupan kita. Hal ini yang dialami pengusaha muda, Sandiaga Salahudin Uno. Siapa sangka, sepak terjangnya sebagai seorang pengusaha bermula dari “kecelakaan”.

Sandi awalnya dia adalah seorang pegawai biasa. Bahkan, dia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), imbas krisis pada tahun 1997-1998. Namun, pria berkacamata ini mencoba bangkit dari keterpurukannya.

“Niat jadi pengusaha itu sebenarnya by accident, karena saya di PHK. Jadi mengalir saja, mencari solusi menjadi survival dan jadilah pengusaha,” ungkapnya ketika berbincang dengan okezone beberapa waktu lalu.

Di tengah keterpurukannya, Pria yang lahir di Pekanbaru, Riau, 28 Juni 1969 ini mencoba mengubahmind set-nya, untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri. Hal tersebut tentu sangatlah sulit. Jika sebelumnya Sandi, begitu dia biasa dipanggil, hanyalah pegawai yang menerima gaji, dia harus merubah haluan menjadi pengusaha yang harus menghasilkan uang bukan hanya untuk diri sendiri, namun juga harus memberikan gaji untuk orang lain.

Tentu tidak mudah untuk menjadi seorang pengusaha. Bapak tiga anak ini pun mengalami berbagai kesulitan. Kesulitan utama adalah memulai usaha dengan modal minim, kantor yang sangat kecil dan jumlah karyawan yang seadanya. Lalu dia harus bersusah payah mencari klien mulai dari nol.

“Cara menyingkirkan kendala-kendala tersebut adalah terus optimis dan pantang menyerah serta selalu mensyukuri sekecil apapun keberhasilan atau prestasi yang kami capai,” tuturnya.

Perlahan namun pasti, pria yang mendapat gelar Bachelor of Business Administration dari Wichita State University pada 1990 dan memperoleh gelar Masters of Business Administration dari George Washington University Masters of Business Administration dari George Washington University pada 1992 ini dapat merintis perusahaannya. Sandi merupakan salah satu pendiri Saratoga Capital, sebuah perusahaan investasi yang didirikan bersama Edwin Soeryadjaya pada tahun 1998. Saratoga Capital merupakan perusahaan yang berkonsentrasi dalam bidang sumber daya alam dan infrastuktur.

Tidak Perlu Modal Besar

Banyak orang yang berpendapat bahwa untuk menjadi seorang pengusaha haruslah mempunyai modal yang banyak. Namun menurut Sandi modal bukan merupakan hal yang penting dalam merintis usaha. Mantan Manajer untuk Tim Nasional Bola Basket Putri Indonesia pada SEA Games 2005 di Manila, Filipina, ini menuturkan, bahwa yang terpenting adalah sebuah ide. Dari ide kemudian akan terlahir berbagai inovasi dan terobosan yang tentunya bisa berguna bagi nusa, bangsa dan agama.

“Modal besar? Yang paling penting ide. Ide kita itu kalau misalnya bisa dikemas dengan baik, uang ngejar kita kok. Saya memulai usaha juga tidak pakai modal yang banyak-banyak,” kata Sandi.

Selain itu, Sandi pun berpesan pentingnya sebuah jaringan atau networking atau bergaul. Hal tersebut, menurutnya, merupakan hal yang simpel, namun besar imbasnya pada perkembangan usaha kedepannya. Walaupun darah pengusaha tidak mengalir dalam dirinya, namun sekali lagi berkat jaringan yang berasal dari Ibunda tercinta, maka terbuka lebarlah kesempatan Sandi untuk mengepakan sayapnya sebagai pengusaha lebih lebar lagi.

“Berkat jaringan sang ibu, saya mendapat banyak peluang usaha. Meski begitu saya tak pernah merasa jika kesepakatan bisnis yang saya peroleh karena faktor relasi kedua orang tua. Relasi hanya bisa membukakan pintu. Untuk selanjutnya, saya harus berjuang meyakinkan mereka,” tutur Sandi. 

“Bergaul dan bertemanlah sebanyak-banyaknya dari situ kita bisa mendapatkan banyak informasi dan peluang usaha yang cocok , jika perlu bergabung dalam suatu organisasi yang berhubungan dengan bidang usaha kita. Dengan begitu akses usaha kita untuk berkembang akan semakin terbuka lebar,” dia mengimbuhkan.

Sandi pun berpesan, untuk menjadi seorang pengusaha jangan menjadi orang yang ingin cepat kaya. Dia pun membocorkan rahasia untuk menjadi pengusaha sukses seperti dirinya. “Kerja keras, kerja tuntas dan kerja ikhlas,” bebernya.

Mental kuat pun harus dimiliki oleh seorang pengusaha sejati. Seorang pengusaha harus mempunyai mental berani. Berani yang dimaksud yakni berani bermimpi, berani gagal, berani mengambil risiko, berani sukses. Selain itu, fokus serta memiliki visi hidup yang jelas, menjalani hidup akan menjadi apa, berpenghasilan berapa, memilik apa, dan optimis. Selain itu faktor yang sangat penting adalah trust atau kepercayaan. Karena tanpa kepercayaan orang-orang juga tentu tidak akan mau bermitra.

“Kerja keras, kerja tuntas dan kerja ikhlas, di mana pun kita berada itu sangat relevan. Jadi kalau kita punya semangat seperti itu, menjadi pengusaha itu akan menjadi sangat simpel. Kalau kita punya visi ke depan untuk menciptakan nilai tambah, bukan ingin cepet kaya. Kalau ingin cepat kaya akhirnya kita selalu dihadapkan pada situasi yang sangat sulit,” papar sandi.

Berkat semangatnya itu, kini ini dia menjabat sebagai CEO Saratoga Capital dan juga pimpinan di beberapa perusahaan, antara lain PT Adaro Energy Tbk yang merupakan salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia,  dan PT Tower Bersama Infrastruktur Group Tbk, perusahaan penyedia menara telekomunikasi. Sandi juga merupaka salah satu pendiri PT Recapital Advisors, sebuah perusahaan pengelola aset yang didirikan pada 1997 bersama teman sekolahnya, Rosan Roeslani.

Namun baru-baru ini, Pria yang hobi berolahraga basket ini mulai merambah dunia dirgantara dengan membeli saham PT Mandala Airlines yang hampir saja bangkrut. Dengan melihat potensi masyarakat Indonesia yang cenderung sering bepergian atau travelling, dirinya mecoba menghidupkan kembali salah satu maskapai kebanggan Indonesia tersebut.

“Saya melihatnya, pertama Mandala itu merupakan aset bangsa di mana pada saat itu dimiliki oleh kawan saya dan waktu itu dia sedang susah, ya saya juga pernah susah. Jadi pasti kalau susah itu kalau ada yang bantu kita, itu appreciate banget. Lalu yang kedua, masyarakat Indonesia kelas menengah tengah tumbuh dan ini yang menjadi tantangan buat kita, bagaimana kita bisa menghadirkan penerbangan kepada para pelanggan kita. Nah, ini yang mungkin mendorong kita, merambah ke dunia dirgantara,” ungkap Pria yang menyandang gelar sebagai ‘Indonesian Entrepreneur of The Year’ dari Enterprise Asia.

Selain menjadi pengusaha di sela-sela kesibukannya masih sempat berlari maraton ini juga menjadi sebagai anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) dan bendahara Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Selain itu, dirinya juga merupakan pendiri Asosiasi Kewirausahaan Sosial Indonesia (AKSI). Dirinya pun pernah menjabat sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2005-2008. Sejak 2004 sampai September 2010 dia aktif di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), terakhir sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi.

Ingin Menularkan Virus Kewirausahaan

Sudah banyak sekali sektor usaha yang digeluti oleh Sandi. Lantas, apa lagi yang akan dilakukannya ke depan? Bisnis apa lagi yang akan digeluti? Sandi menjawab diplomatis, sejauh ini dirinya akan menjalani yang sudah ada terlebih dahulu, dimana khususnya akan mengembangkan bisnis dirgantara yang baru saja dirintisnya.

Namun, suami dari Nur Asia ini ingin menyebarkan virus kewirausahaan kepada seluruh masyarakat Indonesia. “Saya ingin banyak membantu kegiatan sosial. Banyak sekali potensi bangsa ini yang belum disentuh dan saya ingin mendorong hal itu agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Hal itu bisa dilakukan kalau kita bisa menyelesesaikan permasalahan-permasalahan sosial kita. Misalnya anak jalanan ini salah satu permasalahn sosial kita. Kita harus bereskan,” ujarnya.

Dia berpandapat masih minimnya entepreneur pada saat ini adalah faktor lingkungan seperti budaya, keluarga dan pendidikan mempunyai peran yang signifikan dalam pembentukan jiwa kewirausahaan, karenanya perlu upaya serius dari pemerintah, pengusaha dan semua pihak untuk merubah sistem dan kurikulum pendidikan yang selama ini berorientasi hanya pada gelar. Saat inilah saatnya dilakukan perombakan sehingga hasil pendidikan berorientasi pada pola pikir yang melahirkan pengusaha-pengusaha baru. Sebagai pengusaha muda dan intelektual, sekarang  Sandi ingin  melakukan transfer ilmu dan sharing pengalaman melalu berbagai cara untuk membangun basis pendidikan jiwa wirausaha di masyarakat utamanya di kalangan generasi muda.

Menurutnya, kampanye kewirausahaan sangat diperlukan untuk mengikis sikap mental yang selama ini masih mendominasi kalangan pemuda untuk bekerja dan bukan berwirausaha. Dan yang juga tidak kalah pentingnya adalah memberikan kurikulum wirausaha di kampus juga merupakan hal yang sangat perlu untuk membenahi output perguruan tinggi dengan memberikan orientasi kepada calon sarjana untuk menjadi pencipta lapangan kerja dan bukan pencari. Akan lebih baik jika kurikulum tersebut dimulai dari sekolah menengah.

Sandi juga memandang bahwa mengintensifkan training atau pelatihan juga penting.  Untuk meningkatkan minat menjadi sebuah keyakinan diperlukan training. Training ini diperlukan untuk memberikan penguatan mental dan ketrampilan-ketrampilan dasar untuk memulai dan menjalankan usaha serta wawasan yang luas mengenai aspek-aspek wirausaha. Beberapa ilmu manajemen usaha dasar dapat diberikan untuk menepis.

Sandi pun berpesan sebagai pengusaha haruslah mampu dan cerdas melihat peluang bisnis yang ada. selain itu, salah satu strategi terpenting dalam meraih sukses adalah mencari tahu dan mempelajari apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang telah berhasil meraih sukses. Teruslah mencari tahu dan belajar dari pengalaman mereka, sampai anda mampu meraih kesuksesan seperti mereka.

“Saya mempelajari bahwa sukses itu mencakup berbagai macam hal, dengan hanya mendalami satu prinsip sukses atau hanya memfokuskan pada satu bagian dalam hidup, tidak akan membawa kita menuju puncak kesuksesan. Namun apabila kita terus selalu mencoba untuk belajar dari kesalahan dan kegagalan kita (trial and error), maka saya optimistis hal tersebutlah yang akan menghantarkan kita pada puncak kesuksesan,” ucapnya.

“Kita harus mampu memanfaatkan peluang dari kendala yang ada karena di balik setiap masalah pasti ada peluang. Saya terlahir menjadi pengusaha ketika diberhentikan menjadi karyawan pada krisis moneter tahun 97-98 silam. Selain itu semangat untuk mau belajar dari kesalahan, pantang menyerah, dan tidak menginginkan semuanya dengan instant, dapat membawa saya sampai seperti saat ini,”  tutupnya.

 

Categories: Kisah-Cerita, TOKOH | Leave a comment

Akhirnya Kuucapkan Dua Kalimat Syahadah Dalam Kesendirian Bersama Allah di Pesawat

Nama saya Christina Morra dan dilahirkan dalam sebuah keluarga Kristen. Saya mempunyai tiga saudara lelaki dan tiga saudara perempuan. Kami berhenti menghadiri gereja pada ketika usia saya 6 tahun. Kami percaya bahwa lebih baik membaca Injil di rumah karena kami tidak dapat menemukan gereja dengan doktrin  bisa kami patuhi, makanya lebih baik kami di rumah saja. Saya yakin bahwa sikap agamis keluargalah yang menyebabkan saya memeluk Islam. Saya percaya bahwa perjalanan menuju Islam bermula ketika saya baru lahir. Salah satu perkara yang saya pelajari dalam Islam ialah konsep fitrah. Artinya setiap anak yang lahir dalam keadaan suci, bebas dari sebarang dosa. Oleh karenanya, kita bisa memanggil anak atau bayi tersebut Muslim.

Hanya ibu bapaknya lah yang mengajarnya untuk menjadi seorang yahudi atau Kristen. Saya begitu tertarik sekali dengan kepercayaan Islam ini karena saya menyetujuinya sepenuh hati. Fakta menyebutkan bahwa Muslim berusaha untuk kembali dalam keadaan suci dan menjadi orang terbaik bisa menjadi benar pada pandangan saya. Dalam Judaisme dan Kristiani, dipercayai bahwa manusia lahir dalam agama mereka sendiri dan mereka menyakini bahwa mereka adalah orang yang terpilih. Masyarakat Kristen termasuk keluarga saya sendiri percaya satu-satunya jalan untuk masuk surga ialah dengan menerima inti konsep Kristen, bahwa dengan mempercayai bahwa Nabi Isa adalah Anak Tuhan dan meninggal untuk menebus dosa-dosa manusia. Ibu bapa saya mendkotrin masalah ini kepada kami bahwa hanya dengan cara ini sajalah kita masuk surga, sementara orang lain akan ke neraka.

Saya tidak dapat menerima perkara ini. Ada kejanggalan bagi sifat Tuhan dan hubungan Nya dengan manusia serta kriteria untuk masuk surga. Saya punya teman muslim. Saya tidak dapat menerima kenyataan bagaimana mereka akan tetap masuk neraka, sekalipun mereka percaya dengan Tuhan dan yakin bahwa menjadi orang baik harus disertai dengan melakukan kebaikan.

Saya masih ingat bahwa jika Kristen itu benar, saya lebih rela masuk neraka bersama dengan rekan-rekan muslim saya. Belum lagi bagaimana dengan nasib teman-teman saya dan begitu juta dengan orang lain serta seluruh manusia. Saya tidak dapat menerima diskriminasi dan merasa diri lebih superior dari yang lain dan memandang rendah mereka.

Saya mulai mengenal Islam dari beberapa orang rekan muslim saya di internet. Tidak semua teman saya muslim, tetapi Alhamdulillah saya punya beberapa orang teman muslim yang baik. Sebelumnya memang saya tidak mengetahui apa-apa. Hanya saya teringat seorang muslim yang bekerja dengan ayah saya. Waktu itu saya belajar mengucapkan “Assalamu Alaikum”. Saya tertarik dengan orang ini yang kelihatan lembut dan damai serta berpakaian serba putih. Perlahan-lahan saya baru bahwa memberi salam kepada anak-anak merupakan satu perbuatan baik.

Saya pernah menulis satu artikel berkaitan dengan kecenderungan dan minat saya untuk belajar tentang berbagai budaya dan kemanusiaan. Ketika itu saya belajar di sekolah tinggi. Artikel itu mendapat perhatian dari guru pembimbing kami. Guru bahasa Inggris saya turut memuji artikel tersebut. Ketika masa berlalu, hubungan saya dengan umat Islam juga semakin meningkat. Saya menjadi lebih tertarik untuk belajar mengenai Islam.

Ketika di Universitas, saya mengambil mata kuliah agama, sayangnya materi yang disampaikan tidak banyak memberikan informasi tentang Islam. Saya merasa yang harus dipelajari adalah Islam. Oleh karena itu, saya mengambil mata kuliah Islam klasik. Saya juga turut belajar bahasa Persia karena begitu minat untuk mempelajari bahasa. Asik dengan minat yang saya geluti membuat saya memutuskan tidak melanjutkan kuliah bidang arsitektur. Teman baik saya, Ehsan, seorang yang saya temui online dan kami sama-sama belajar al-Quran. Saya banyak sekali menanyakan persoalan berkaitan Islam kepadanya. Dia datang dari Iran untuk menemui saya di Amerika. Kami bertemu di Texas. Saya juga bertemu dengan ramai warga Iran di sana.

Kemudian saya kembali ke Universitas, pada saat ini lah saya memasuki kelas Klasik Islam. Saya tetap melanjutkan pembahasan saya tentang Islam bersama Ehsan. Saya benar-benar puas hati dengan pembelajaran Islam saya. Karena saya mengambil studi bahasa. Bahasa Arab merupakan satu hal yang amat penting buat saya.

Saya juga mendapati bahwa dalam Islam, tidak seperti Kristen, kita haruslah berusaha untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik demi Allah. Melakukan perbuatan yang diredai oleh-Nya. Walaupun secara alami kita bukanlah manusia sempurna dan tidak bisa menjamin diri sendiri untuk bisa masuk surga. Lalu mengapa harus menghukumi orang lain? Agama yang saya anut adalah sebuah agama dimana sebagai manusia biasa, kita diberi kesempatan untuk meminta maaf dan bertaubat. Seorang pelacur bisa masuk surga karena memberi air pada seekor anjing, sebuah perbuatan yang kelihatan amat mudah tetapi diridhai Allah.

Kesimpulannya, Islam memberi jawaban atas segala persoalan yang menjadi tandatanya bagi saya selama ini. Dahulu saya pernah terpikir memiliki agama yang sempurna. Saya percaya bahwa manusia harus memiliki agama, bahwa Tuhan berhubungan dengan mereka dan tidak meninggalkan mereka. Saya menemui konsep tersebut dalam Islam, makanya saya bisa memberikan kepercayaan saya pada agama ini dan segala yang saya temukan adalah benar dan sempurna.

Tidak lama kemudian, saya pergi ke Texas dan Ehsan memberi dukungan untuk saya menyebutkan kalimat syahadah. Dia mengajar saya cara menunaikan shalat, sebelumnya saya sudah melihat dia menunaikan shalat. Shalat adalah sebuah manifestasi yang indah. Dua perkara yang menyebabkan saya menahan diri; bagaimanapun saya masih berpendapat saya harus belajar lebih banyak lagi. Islam adalah sebuah agama yang luas dan saya ingin sekali memeluk agama Islam pada hari yang istimewa.

Ketika saya melakukan penerbangan dari Texas pulang ke Tennessee, pesawat yang saya naiki mengalami gangguan sebelum memulai penerbangan. Saya terpikir akan kematian yang bisa datang tiba-tiba. Jika saya mati mengadap Tuhan, saya belum juga menjadi seorang muslimah. Saya tidak ingin perkara tersebut berlaku. Maka sayapun memikirkan kalimah bahasa Arab cara menyebut syahadah dan Tuhan sebagai saksinya.

Kemudian, saya menyebut kembali kalimat syahadah di hadapan Ehsan sebagai saksi. Ia bertepatan pada hari lahir Nabi Muhammad Saw . Dahulu saya merasa bingung dengan masa depan saya, apa yang akan saya lakukan, apa akan jadi dengan diri saya. Ketika mengenang kembali hal tersebut, saya tahu bahwa sebenarnya saya belum menemui jalan yang membawa saya kepada Islam. Insya Allah Allah akan membimbing saya dan membuka jalan untuk saya mempelajari Islam sekarang dan disepanjang kehidupan saya, sehingga saya dapat pula mengembangkannya.

Alhamdulillah Islam sebenarnya adalah indah, jauh dari rasisme dan kebencian. Islam merupakan bimbingan sempurna yang dapat memenuhi keperluan individu dan masyarakat. Saya benar-benar percaya bahwa seseorang itu memerlukan Islam untuk menjadikan dunia ini tempat yang lebih baik dan membentuk sebuah tempat yang lebih kokoh. Islam bukan untuk diperdebatkan dan mencari perhatian. Sejatinya, mengamalkan Islam dengan benar merupakan cara terbaik untuk semua manusia di alam sejagat ini. Alhamdulillah, saya bertemu orang-orang sedemikian dan insya Allah saya akan berusaha untuk menjadi orang seperti itu demi Allah. (IRIB Indonesia/Revertmuslim)

Categories: Kisah-Cerita | Leave a comment

Khadijah: Kehidupan Masa Lalu Saya dengan Masa Kini Amat Berbeda

Saya berusia 21 tahun, berasal dari Birmingham UK, saya memeluk Islam pada tanggal 14 Mei 2010 di sebuah masjid lokal.

Saya mula jatuh hati dengan Islam ketika duduk di bangku sekolah menengah. Ketika itu saya ikut kelas pendidikan agama (walaupun ayah saya melarang untuk mengikuti kelas tersebut). Ayah saya seorang atheis. Sementara pada saat yang sama, guru kami beragama Kristen yang berusaha keras mengkristenkan kami.

Saya masih ingat, beberapa kali saya berdebat dengan guru itu karena ada beberapa hal dalam Kristen yang tidak masuk akal dan seolah-olah dalam beberapa surah di Injil tidak punya tujuan. Saya merasakan bahwa ia bukanlah agama Tuhan yang benar. Saya menyakini bahwa wujud Tuhan yang Esa. Timbul persoalan dibenak hati bagaimana, dimana dan kenapa, sebegitu banyak pertanyaan yang tidak terjawab.

Islam dengan segera memberikan pengaruh dalam diri saya. Segala-galanya, agama indah ini punya alasannya sendiri. Islam tidak seperti apa yang digambarkan oleh surat kabar. Islam adalah berkaitan dengan kedamaian, tentang cinta, tentang kehidupan yang diuji, sebuah ujian untuk mencapai surga. Selepas menyadari hal ini barulah saya tahu bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar. Saya telah menemui jalan dalam kehidupan.

Saya mulai mencari buku-buku Islam di perpustakaan. Selama berjam-jam saya duduk di hadapan komputer melayari internet, mencari apa saja yang bisa saya pelajari berkaitan Islam. Mula-mula saya mencari dasar Islam, kemudian saya berpindah pada kedudukan wanita dalam Islam. Saya mulai memahami bahwa wanita dalam Islam menutup tubuh dan rambut mereka bukan karena ‘penindasan’ tetapi hal itu dilakukan demi memelihara kesucian mereka. Mereka tidak sekadar dipandang sebagai alat/sarana sex semata. Mereka dihormati, dan kecantikkan mereka adalah khusus untuk mereka saja. Ini merupakan suatu yang indah, dalam pandangan saya.

Saya tahu bahwa tak mungkin saya pulang ke rumah dan menyuarakan bahwa saya ingin masuk Islam. Lebih dari itu saya merasa takut dan tidak siap. Saya melanjutkan penelitian saya dan menyimpan segala pandangan tersebut sendiri.

Sayangnya, saya mulai keluar dari landasan jalan yang benar. Saya mula ke klub-klub malam, minum arak dan memakai nartkotika selama seminggu. Saya malah sempat menjadi model dan penari. Saya percaya bahawa dunia materi inilah yang membuat saya gembira. Saya melanjutkan jalan menyimpang ini sehingga saya berusia 19 tahun, sehingga akhirnya saya bertemu suami saya. Ia seorang muslim, warga Pakistan.

Ia yang membantu saya. Ia memberi jawaban segala pertanyaan saya tentang Islam. Mencari buku yang benar untuk dibaca dan mewujudkan kembali rasa kerinduan saya pada Tuhan. Saya meninggalkan dunia permodelan dan tarian, dan tidak lagi ke kelab malam. Saya sadar apa yang saya inginkan ialah kedamaian. Setiap hari saya merasakan sesuatu yang mengusik fikiran saya, untuk mengubah diri, memeluk Islam dan menyerah kepada Allah Swt. Saya tidak dapat menahan lagi, saya tidak bisa menolaknya lagi. Lantas saya menelepon masjid terdekat. Pada tanggal 14 Mei 2010 saya memeluk agama Islam …Alhamdulillah.

Tidak pernah saya merasa segembira ini dalam hidup. Saya menoleh ke belakang ketika memakai narkotika, minum arak, kononnya di situlah terletaknya kegembiraan/kebahagiaan. Cara hidup itu jauh sekali dari kebenaran. Kebahagiaan sebenarnya bermula pada hari saya menjadi seorang muslim. Shalat, belajar mengenai Islam, memakai kerudung dan melakukan apa saja yang diridhai Tuhan adalah perkara-perkara yang membuat saya gembira.

Saya memilih nama Khadijah sebagai seorang muslimah. Nama Khadijah diambil dari nama isteri Nabi Muhammad Saw dan merupakan wanita pertama yang memeluk agama Islam. Khadijah adalah seorang muslimah yang bertakwa dan saya merasa bangga karena memilih nama istimewa tersebut.

Saya mempelajari shalat selepas sebulan menjadi muslimah. Setelah dua bulan, saya memakai kerudung. Ia merupakan ujian terbesar ketika ada saja orang-orang yang melemparkan kata-kata menghina di jalan, atau memandang hina pada saya. Sekalipun demikian, saya lebih rela mereka memandang saya berhijab dari memandang pada kecantikan tubuh saya. Selepas enam bulan saya menggunakan hijab, saya merasakan hidup saya sudah sempurna. Saya merasa lebih dekat pada Allah. Saya benar-benar mencintai jilbab saya. Ketika orang melihat saya, mereka tahu bahwa saya seorang muslim dan Insya Allah saya akan menyebarkan risalah Islam.

Ibu saya adalah orang pertama yang mengetahui tentang keislaman saya. Ia bertanya kepada saya apakah sudah bersedia meninggalkan banyak hal demi menjadi seorang muslimah? Saya mengatakan bahwa segala benda tersebut tidak lagi bernilai bagi saya. Menjadi seorang muslimah merupakan pilihan utama saya. Adik perempuan saya juga mempunyai reaksi dan menanyakan hal yang sama.

Pada akhirnya saya memberitahu keadaan saya ini kepada ayah saya. Ia seorang atheis, maka berhadapan dengan ayah membuat saya merasa masalah tidak akan selesai. Ayah meminta waktu agak lama sebelum menerima pilihan saya ini. Walaupun saya tidak tahu sejauh mana dia menerimanya, tetapi karena saya anaknya maka dia bertoleransi dengan pilihan saya. Saya kini seorang muslimah dan keluarga saya menerima saya.

Pada mulanya, keluarga saya enggan berjalan dengan saya di publik saat saya memakai kerudung tetapi kemudian mereka menyadari bahwa jika ini berlanjut mereka sudah tentu tidak akan dapat keluar dengan saya. Setiap kali ayah saya menegur bahwa ada orang yang memandang saya, saya katakan kepadanya, “Tidak mengapa mereka memandang saya dengan hijab saya dari pada mereka memberi pandangan kotor.”

Ibu dan adik saya memasak makanan saya terpisah dari mereka, demi menjaga makanan saya. Malah mereka turut membelikan makanan halal untuk saya jika saya makan malam diluar.

Anggota keluarga yang lain tidak bercakap banyak mengenai diri saya. Mungkin ada yang tidak senang tetapi saya tidak akan menghukum mereka atas pilihan yang saya sendiri buat. Saya hanya berharap mereka dapat melihat betapa bahagianya saya dan tidak menghukumi saya. Hanya Allah lah yang bisa menghukumi kita.

Sebagian dari sahabat saya tidak lagi mau bercakap dengan saya. Saya bersyukur kepada Allah karena telah mengungkapkan siapa kawan sebenarnya dan siapa yang tidak. Saya kini memiliki saudara seagama yang membimbing dan membantu saya.

Saya mengikuti kelas setiap hari Ahad yang disebut sebagai ‘Jalan Keselamatan’. Saya akan duduk dan belajar tentang Islam.

Kehidupan saya telah berubah. Namun saya masih orang yang sama, suka ketawa, menyayangi dan lain-lain.

Jika anda ingin memeluk agama Islam, anda harus yakin bahwa Islam adalah agama yang sebenarnya. Keluarga anda akan mendukung anda Insya Allah Saat mereka melihat bahwa anda masih orang yang sama, hanya anda lebih baik, dengan pandangan yang berbeda.

Memang ada masa-masa ujian saat anda ingin melakukan perubahan pada diri anda. Ujian ini merupakan ujian dari Allah dan ujian inilah yang akan membawa anda ke surga. Di perjalanan yang akan datang anda merasakan makanan yang tidak pernah anda jamah selama ini. Kita akan merasakan kebahagiaan yang tidak pernah kita rasakan dan ditempat yang tak pernah kita bayangkan. Inilah yang harus kita usahakan.

Tidak dapat saya bayangkan kehidupan saya lalu, saya merasa malu dengan perilaku saya sendiri; menari dan menjadi model. Kini saya berhijab dan memeluk cara hidup Islami. Kehidupan masa lalu saya dengan masa kini amat berbeda. Alangkah indahnya jika saya memeluk agama Islam lebih awal. Tetapi itulah kehendak Allah Swt.(IRIB Indonesia/revertmuslims.com)

Categories: Kisah-Cerita | Leave a comment

Orang Serakah Justru Tidak Mendapat Sesuatu

Seorang lelaki pemburu dengan memegang busur dan panah sedang berjalan lunglai. Ia letih dan air keringat mengucur deras dari wajah dan tubuhnya. Lelaki itu berhenti sejenak, ia meletakkan busur dan panahnya, dan membersihkan mukanya. Ia memandang sekitar. Tidak ada hewan yang dapat diburu, bahkan tidak satu burung pun yang terbang.

Lelaki itu bergumam sendiri dan berkata: “Hari ini tidak baik, kemana larinya hewan-hewan buruan itu?”

Lelaki pemburu itu pun memutuskan untuk pulang ke rumah. Tiba-tiba dia mendengar sesuatu di sela-sela semak-semak. Dia segera menyiapkan busur dan panahnya serta bersembunyi di balik pohon. Lelaki itu mendengar dengan seksama. Ia mendengar langkah kaki hewan yang semakin dekat. Tidak lama kemudian seekor rusa besar dan indah muncul dari balik semak tidak jauh dari tempat persembunyian lelaki itu.

Rusa tersebut tampak senang di dunianya sendiri dan tidak menyadari kehadiran lelaki itu. Rusa itu tersenyum dan berjalan melenggang dengan tenang tanpa menyadari bahaya yang mengancamnya.

Lelaki pemburu itu dalam hati berkata: “Wah… hewan yang bagus sekali, aku tidak boleh membiarkannya lari dari tanganku.”

Dengan sangat berhati-hati lelaki pemburu itu mengambil busur dan meletakkan panah untuk ditembakkan. Suara sekecil apapun akan membuat rusa itu lari. Dia membidik mangsanya dan melepaskan anak panah itu dengan kekuatan penuh. Panah langsung menusuk ke jantung rusa tersebut dan rusa itu jatuh seketika. Kemudian lelaki itu mendekati mangsanya dan memanggulnya menuju rumah.

Dengan raut wajah berseri-seri, pemburu itu berjalan dengan cepat dan tidak lagi merasa letih. Dalam perjalanan, ia kembali mendengar suara jejak kaki di balik semak-semak. Ia berhenti dan dalam hati berkata: “Mungkin ada rusa lain dan lebih baik aku tidak berisik.”

Pada awalnya lelaki itu berpikiran bahwa dirinya tidak membutuhkan mangsa baru. Akan tetapi dia segera berubah pikiran dan dalam hati ia berkata, “Aku kan sudah mendapat mangsa ini dan yang satunya lagi aku akan menjualnya untuk membeli barang-barang keperluanku.”

Setelah itu pemburu itu meletakkan buruannya dan kembali menyiapkan busur dan anak panahnya. Namun tiba-tiba yang muncul dari balik semak-semak itu bukan rusa melainkan banteng besar. Banteng itu melihat sang pemburu yang sudah siap untuk melepaskan anak panahnya, berlari kea rah sang pemburu. Di sisi lain, si pemburu itu juga kaget bukan main dan dengan tergesa-gesa melepaskan anak panahnya. Panah itu menancap di leher banteng namun tidak merobohkannya.

Banteng itu tetap berlari kencang dan sang pemburu pun menghindar. Dengan panah yang tertancap di lehernya, banteng itu membalikkan badannya mengincar sang pemburu. Bedanya kali ini, banteng tersebut nampak sangat marah. Pemburu itu memasang anak panah berikutnya dengan harapan kali ini dia dapat merobohkan banteng ganas itu. Tapi dia tidak menyadari bahwa banteng itu berlari lebih cepat dari sebelumnya dan menabrak dirinya. Setelah beberapa saat, baik banteng maupun sang pemburu, jatuh lemas, keduanya kehilangan banyak darah. Sedemikian parah luka keduanya sampai-sampai keduanya mati di samping jasad rusa.

Orang bijak berkata, “Orang yang serakah justru tidak akan mendapatkan apa-apa.” (IRIB Indonesia)

Categories: Kisah-Cerita | Leave a comment

Menyorot Seminar Internasional Doktrin Mahdawiyat ‎

Hari kelahiran Sang Juruselamat, Imam Mahdi as adalah peristiwa yang penuh ‎kebahagiaan dan suka cita bagi umat Islam. Setiap 15 Syaban tiba, masyarakat ‎muslim Syiah di seluruh dunia merayakan hari penuh berkah itu dengan ‎memanjatkan doa, meminta kepada Allah Swt untuk menyegerakan kedatangan ‎Sang Juruselamat yang selalu dinanti-nantikan kehadirannya itu. ‎

Peringatan hari kelahiran Imam Mahdi as juga menjadi momentum emas untuk ‎menelaah kembali dimensi keadilan yang diperjuangkan Imam Mahdi di masa ‎kehadirannya kelak. Karena itu, baru-baru ini di Tehran digelar sebuah seminar ‎internasional yang membedah secara khusus doktrin mahdiwiyat atau mesianisme ‎dalam pandangan Islam. Seminar dua hari ini diselenggarakan oleh Forum Dunia ‎Ahlul Bait pada tanggal 24-25 Juli lalu di Tehran dan dihadiri para ulama dan ‎cendikiawan muslim dari mancanegara. ‎

Keyakinan terhadap kedatangan Sang Juruselamat di akhir zaman merupakan ‎kepercayaan yang juga diyakini oleh sebagian besar agama dan aliran ‎kepercayaan. Kerangka keyakinan ini tergambar lebih jelas dan sempurna dalam ‎doktrin mesianisme yang diajarkan Islam. Banyak hadis dan riwayat yang ‎mengungkapkan bagaimana sebenarnya ciri-ciri Imam Mahdi dan beragam tanda-‎tanda peristiwa yang bakal terjadi menjelang kedatangan Sang Juruselamat itu. ‎Selain itu banyak pula hadis yang menceritakan bagaimana kondisi umat di masa ‎Imam Mahdi nanti dan masa-masa sesudahnya. ‎

Tema tersebut juga turut dibahas dalam Seminar Internasional Doktrin Mahdiwiyat ‎di Tehran. Sebagaimana diketahui, seluruh mazhab-mazhab di dalam Islam, baik ‎Sunni maupun Syiah meyakini kemunculan Imam Mahdi di akhir zaman. Karena itu ‎dalam simpulan akhir seminar dinyatakan, “Kini di tengah beragam macam ‎perbedaan aktifitas keagamaan di tengah masyarakat, tak ada satupun keraguan ‎bahwa seluruh ahli agama meyakini prinsip kedatangan Sang Juruselamat Samawi ‎dan kehadiran seorang manusia sempurna dalam memajukan kehidupan umat dan ‎meleraikan pelbagai perbedaan yang ada”. ‎

Hanya saja, kendati mesianisme merupakan doktrin yang diyakini oleh hampir ‎seluruh agama di dunia, namun doktrin tersebut rentan terhadap penyimpangan ‎dan penyesatan. Bahkan kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk ‎meraih kepentingan tertentu. ‎

Hujjatol Islam Akhtari, Sekjen Forum Dunia Ahlul Bait dalam keterangan persnya di ‎sela-sela penyelenggaraan Seminar Doktrin Mahdawiyat menyatakan, “Mentari ‎mahdawiyat dan penantian terhadap Sang Juruselamat, terus bersinar meliputi ‎seluruh alam semesta. Karena itu banyak bermunculan para pendusta yang ‎memanfaatkan pemikiran luhur ini untuk memenuhi ambisi durjananya”. Guna ‎menghadapi kosnpirasi dan upaya penyesatan semacam itu, ia mengajak seluruh ‎masyarakat untuk selalu waspada dan meminta para ulama dan cendikiawan ‎menyebarkan doktrin mahdawiyat yang sebenarnya. ‎

Selama ini penyimpangan terhadap isu mesianisme banyak terjadi di kalangan ‎masyarakat Barat. Penyimpangan itu menjadi lebih berbahaya lagi dampaknya ‎ketika dimanfaatkan oleh media-media Barat melalui pembuatan film, permainan ‎komputer, internet, dan perangkat media lainnya. Menteri Kebudayaan dan ‎Bimbingan Islam Iran, Mohammad Hosseini dalam sambutannya di Seminar ‎Doktrin Mahdawiyat menuturkan, “Semenjak tahun 1995 hingga 2005, dari 32 film ‎terlaris di dunia, 19 di antaranya berkaitan dengan isu akhir zaman”. ‎

Lebih jauh ia menguraikan, “Bila disimpulkan, aktifitas seni Barat meyakini bahwa ‎masa depan penuh dengan ketakutan dan sangat mengerikan. Sementara umat ‎manusia pun terancam musnah. Namun pada akhirnya mereka lantas ‎menggambarkan kemunculan Sang Juruselamat dari Barat. Lewat film-film ‎semacam itu mereka berusaha meyakinkan bahwa Barat adalah satu-satunya ‎rujukan akhir dan tempat berlindung bagi seluruh penghuni dunia. Harapan yang ‎semestinya mereka berikan, justru menjadi keputusasaan dan pesimisme”.‎

Gambaran akhir zaman yang tergambar dalam film-film Hollywood selama ini ‎sebenarnya berakar dari doktrin eskatologi kalangan ekstrimis Kristen yang ‎menggambarkan masa depan manusia yang penuh dengan kegelapan. Terjadinya ‎perang akhir zaman atau armageddon di Palestina dan musnahnya seluruh umat ‎manusia kecuali hanya sebagian kecil dari kelompok nasrani merupakan bagian ‎dari doktrin eskatologi ekstrimis Kristen. Dalam pemikiran tersebut, Nabi Isa as ‎dipandang sebagai sang juruselamat sementara Imam Mahdi as dianggap sebagai ‎pemimpin anti-kristus. Sementara dalam pandangan Islam, Imam Mahdi adalah ‎Sang Juruselamat seluruh umat manusia dari ketidakadilan dan kezaliman. ‎Sedangkan Nabi Isa as adalah mitra dan pembantu Imam Mahdi as dalam ‎menjalankan misinya. ‎

Menyangkut masalah ini, Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran, ‎Muhammad Hosseini menuturkan, “Dalam hadis dinyatakan bahwa Imam Mahdi as ‎membawa bendera Nabi Muhammad saw dan tongkat Nabi Musa as. Sementara di ‎jarinya tersemat cincin Nabi Sulaiman as. Semua itu menunjukkan kesepahaman ‎dan persatuan dalam Islam.” Dengan kata lain, perjuangan Imam Mahdi ialah ‎merealisasikan seluruh cita-cita para nabi dalam membentuk pemerintahan Ilahi ‎dan penegak kebenaran.‎

Di sisi lain, pemikiran Mahdawiyat di Islam memberikan gambaran masa depan ‎yang cerah dan gemilang. Ketua Parlemen Islam Iran, Dr. Ali Larijani dalam ‎sambutannya di seminar mahdawiyat menandaskan, “Pemikiran mahdawiyat ‎merupakan suatu titik puncak. Berdasarkan pemikiran itu, tak seorang pun manusia ‎mukmin ataupun masyarakat diperbolehkan untuk putus asa dan pesimis. Karena ‎itu, gerakan alam semesta bersifat progresif dan menuju kemajuan. Pemikiran ‎mendalam yang terkandung dalam batin mahdawiyat merupakan pelita pedoman ‎bagi umat manusia”. ‎

Sementara itu, Ayatollah Mohyeddin Haeri Shirazi, salah seorang guru besar ‎Hauzah Ilmiah dalam sambutannya menuturkan, “Penantian terhadap Imam Mahdi ‎as memerlukan kesabaran dan optimisme.” Tentu saja kendati para penanti ‎kehadiran Imam Mahdi as meyakini akan adanya masa depan yang cerah, namun ‎mereka juga tidak mengingkari bahwa untuk mencapai masa depan yang penuh ‎dengan kegemilangan itu, mereka harus melewati beragama tantangan dan kondisi ‎sulit. Meningkatnya ketidakadilan, kezaliman, kebodohan, dan kesesatan serta ‎permusuhan terhadap para penanti Imam Mahdi as merupakan sebagian dari ‎tanda-tanda menjelang munculnya Imam Mahdi as. ‎

Hojjatul Islam Faramarze Sohrabi, anggota dewan ilmiah Pusat Studi Mahdiwayat ‎mendedahkan tiga faktor yang bisa menyelamatkan umat manusia dari beragam ‎tantangan yang muncul menjelang kedatangan Imam Mahdi as. Ketiga faktor itu ‎adalah makrifat, budaya doa bagi kemunculan Imam Mahdi as, dan budaya ‎penantian mahdawiyat. Dalam urainnya mengenai tiga faktor tadi, Faramarze ‎Sohrabi mengutip sebuah riwayat dari Imam Hasan Askari as yang berbunyi, “Demi ‎Allah, ketika masa ghaibnya Imam Mahdi as berlangsung, semua orang akan ‎terancam bahaya, kecuali mereka yang memiliki pengetahuan dan makrifat akan ‎kehadiran Imam Mahdi as dan mereka yang dianugerahi Allah Swt kesempatan ‎untuk berdoa supaya disegerakannya kehadiran Imam Mahdi as”. ‎

Sembari menyebutkan riwayat lainnya Faramarze Sohrabi menjelaskan bahwa ‎barang siapa yang menyerahkan masa hidupnya untuk menanti kedatangan Imam ‎Mahdi as sama halnya dengan seseorang yang hidup di dalam tenda Imam Mahdi ‎as di sepanjang umurnya. Tentu saja penantian yang dimaksud adalah kesiapan ‎purna untuk menerima kedatangan Imam Mahdi as dan berjuang bersama beliau. ‎

Sejatinya, doktrin mesianisme yang diajarkan Islam merupakan penafian terhadap ‎pemikiran Barat yang meyakini bahwa kebahagiaan manusia hanya terjadi jika ‎agama disingkirkan. Padahal, munculnya beragam peperangan dan kehancuran ‎pada dasarnya berakar dari pemikiran materialisme Barat yang mengingkari nilai-‎nilai spiritual dan moral. Namun doktrin mahdawiyat kembali menyadarkan kepada ‎umat manusia bahwa kebahagiaan sejati hanya bisa diwujudkan lewat keadilan. ‎Dan hal itu hanya bisa terealisasi ketika nilai-nilai spiritual dan moral dijunjung ‎tinggi. (IRIB/LV/SL)‎

Categories: AGAMA, Kisah-Cerita, Sosial - Budaya | Leave a comment

Karima Burns: Aku Telah Muslim Sejak Membuka Al-Quran

Mahasiswi dari Universitas Iowa ini memeluk agama Iskan saat dia mulai membaca al-Quran karena ingin memenuhi tugasan yang diberikan padanya.

Marilah kita ikuti kisah selanjutnya;

Aku duduk di dalam Masjid Alhambra di Granada, Spanyol sambil merenung pada tulisan-tulisan yang tertera di tepi dinding. Ini merupakan bahasa terindah yang pernah kulihat. “Apakah bahasa ini?” tanyaku. Mereka menjawab, “Bahasa Arab”.

Hari berikutnya, saat pembantu turis bertanya bahasa apakah yang diinginkan sebagai buku tur, aku menjawab, “Bahasa Arab”.

“Bahasa Arab?” katanya, terkejut. “Adakah anda bisa berbicara dalam bahasa arab?”
“Tidak,” aku menjawab, “Bisakah anda memberikan buku panduan itu dalam bahasa Inggris juga?”

Perjalanan selesai dan tasku dipenuhi dengan buku-buku turis sekaitan dengan tempat yang aku kunjungi di Spanyol dalam bahasa Arab. Sedemikian banyaknya, sehingga tasku penuh. Akhirnya, aku terpaksa memberikan pakaianku pada orang lain agar buku-buku tersebut bisa kumasukkan ke dalam tas. Aku begitu menyayangi buku-buku tersebut seolah-olah dicetak dari bahan emas.

Aku berjanji membuka buku-buku tersebut setiap malam dan melihat huruf-huruf yang tertera di dalamnya. Aku membayangkan seolah-olah aku bisa menulis huruf-huruf indah tersebut dan berfikir bahwa sudah pasti ada yang bernilai untuk mengetahui tentang budaya pemilik bahasa tersebut. Aku berjanji pada satu saat nanti aku akan belajar bahasa ini bila tiba musim gugur nanti dimana aku mulai masuk ke universitas.

Dua bulan sebelum itu, aku meninggalkan familiku di Iowa untuk melakukan perjalanan ke Eropa sendirian. Saat itu aku baru berusia 16 tahun. Rencananya aku akan kuliah di Universitas Northwestern pada musim gugur. Aku mengambil keputusan untuk melihat dunia terlebih dahulu sebelum melanjutkan studiku. Begitulah yang aku jelaskan pada famili dan sahabat-sahabatku. Sebenarnya aku sedang mencari jawaban. Aku meninggalkan gereja beberapa bulan sebelum itu dan tidak tahu arah yang harus aku tuju. Sebenarnya aku merasa tidak selesai dengan apa yang telah kupelajari, tetapi aku tidak punya pilihan lain.

Tempat kelahiranku, di Midwest, tidak ada ruang untuk menjadi bingung, baik anda merupakan bagian dari gereja atau tidak. Oleh itu aku tidak punya pandangan tentang hal lain. Ketika aku memulai perjalananku, aku berharap bakal mendapatkan sesuatu yang baru.

Di dalam gereja, kami tidak dibenarkan untuk menyembah Tuhan, kami hanya berdoa kepada Nabi Isa dan berharap Nabi Isa akan menyampaikan kiriman tersebut pada Tuhan. Aku merasakan ada sesuatu yang janggal. Tapi tidak memberitahu siapapun. Yang kulakukan adalah berdoa kepada Tuhan secara rahasia. Aku percaya secara jujur bahwa hanya Tuhan yang Esa yang patutku sembah. Tetapi sebenarnya aku merasa bersalah karena bukan ini yang diajarkan kepadaku.

Dengan patuh aku pergi ke gereja setiap hari Minggu dan belajar dengan serius berkaitan kejujuran, kebaikan dan kasih sayang. Apa yang membingungkan aku ialah aku melihat orang-orang gereja ini melakukan sesuatu yang berbeda sepanjang minggu. Adakah kebaikan hanya pada hari Ahad? Apakah selain hari Minggu tidak ada aturan dan undang-undang?

Akhirnya aku memutuskan untuk mencari panduan…tetapi tidak menemui apa-apa. Terdapat Ten Commandments sebagai garis panduan yang menyebut tentang pembunuhan, pencurian dan kebohongan, tetapi selain itu aku tidak menemui garis panduan yang lain. Apa yang aku ketahui ialah; mungkin menjadi satu kesalahan jika memakai rok pendek untuk pergi ke gereja.

Satu hari, aku pergi ke rumah seorang guru dan melihat rak-rak buku yang dipenuhi dengan Injil. Aku bertanya apakah buku-buku tersebut. Guruku menjawab: “Itulah adalah Injil dalam berbagai versi.” Nampaknya perkara tersebut tidak langsung menganggu fikirannya. Tetapi aku tidak dapat menerimanya. Sebagian darinya memang berbeda sekali dan sebagian babnya hilang dari versi Injil yang saya miliki. Aku benar-benar bingung.

Aku masuk ke Universitas dengan rasa kecewa karena tidak menemukan sedikit jawaban yang aku inginkan di Eropa, kecuali cintaku pada bahasa yang baru aku ketahui. Yaitu, bahasa Arab. Sebenarnya aku telah mendapat jawaban yang aku cari di dinding-dinding Alhambra. Tetapi, semua ini membutuhkan dua tahun untuk dapat menyadari semuanya.

Apa yang aku lakukan pertama kali aku sampai ke Universitas ialah mendaftar untuk mengikuti kelas bahasa Arab. Hanya terdapat tiga orang pelajar dalam kelas ini. Aku mulai memusatkan perhatianku untuk belajar bahasa Arab sedemikian rupa, sehingga guruku menjadi heran. Aku melakukan tugasan yang diberi dengan menggunakan pena kaligrafi dan aku pergi ke kawasan tempat tinggal orang-orang Arab di Chicago hanya untuk mencari botol Coca Cola dalam bahasa Arab.

Aku meminta padanya untuk meminjamkan aku buku-buku bahasa Arab hanya sekadar untuk melihat tulisannya. Tahun kedua aku di Universitas, aku mengambil keputusan untuk mengambil kuliah bidang Studi Timur Tengah. Maka, aku mendaftarkan diri untuk masuk kelas berhubung dengan kawasan tersebut. Dalam satu kelas, kami mempelajari al-Quran.

Satu malam, aku membuka al-Quran untuk membuat tugas dan aku tidak dapat memberhentikan diriku untuk terus membacanya. Seolah-olah aku sedang membaca sebuah novel yang terbaik. Aku berfikir sendirian, “Alangkah bagusnya. Inilah yang aku percayai selama ini. Ini menjawab segala pertanyaanku selama ini.

Semuanya masuk akal.”

Aku sungguh tertegun bahwa ada buku seperti ini. Semua yang aku percayai dan cari ada dalam buku ini. Keesokkan harinya aku ke kelas untuk bertanya siapakah penulis buku itu. Di dalam salinan yang diberikan padaku, terdapat nama. Jadi aku pikir dialah penulis buku tersebut, seperti Gospel tulisan St. Luke dan agama-agama lain yang telah ku pelajari.

Professorku memberitahu bahwa itu bukanlah penulis tetapi penerjemahnya. Menurut umat Islam buku itu tidak ditulis oleh siapapun. Al-Quran adalah kata-kata atau firman Allah yang tidak pernah berubah. Aku menjadi sungguh terpesona. Keterpesonaanku tidak dikarenakan studiku berkaitan dengan bahasa Arab, tetapi aku mulai berminat untuk belajar mengenai Islam dan pergi ke Timur Tengah.

Akhirnya, aku ke Mesir untuk menyambung pelajaran ku. Tempat favoritku untuk pergi ke Kairo, di mana masjid-masjidnya senantiasa memberi aku rasa ketenangan dan kedamaian. Aku merasakan ketika berada di dalamnya, aku benar-benar merasakan keindahan, kekuasaan dan keagungan Allah. Dan aku memang menikmati saat melihat kaligrafi indah yang tertera di dinding-dindingnya.

Satu hari seorang sahabat bertanya kepadaku, “Mengapa aku tidak memeluk agama Islam jika aku benar-benar menyukainya?” “Aku memang seorang muslim.” Jawaban itu sendiri mengejutkan diriku. Tetapi kemudian aku dapati bahwa hal ini memang rasional dan logis. Islam adalah agama yang masuk akal. Ia memberi aku ilham. Aku mengetahui bahwa Islam adalah agama yang benar. Kemudian muncul pertanyaan di benakku, kepada siapa aku harus masuk Islam? Sahabatku mengatakan aku harus melakukannya secara resmi. Aku harus ke masjid dan mengucapkan syahadatain di hadapan dua orang saksi.

Aku pun melakukannya. Sebenarnya, aku telah menjadi muslim ketika aku membuka al-Quran. Saat aku membukanya, aku merasakan bahwa aku telah menemukan keluargaku yang hilang selama ini. (IRIB/Islamfortoday/NA/SL)

Categories: AGAMA, Kisah-Cerita | 3 Comments

Lintas Sejarah 19 Juni

Ali Syariati Gugur

Dr. Ali Syariati

Tanggal 19 Juni tahun 1977, Doktor Ali Syariati, seorang cendekiawan Iran kontemporer, gugur di London akibat dibunuh oleh agen rahasia rezim Shah Pahlevi. Ali Syariati dilahirkan pada tahun 1933 di Sabzewar, timur laut Iran.

Pada saat menuntut ilmu di bidang sastra Persia, Ali Syariati aktif dalam kegiatan politik menentang rezim Shah. Ia kemudian melanjutkan studi ke Universitas Sorbonne Perancis hingga meraih gelar doktor di bidang sejarah agama-agama.

Setelah kembali ke Iran, Doktor Ali Syariati aktif memberikan ceramah-ceramah kepada kaum muda Iran yang membahas masalah keadilan, perlawanan terhadap kezaliman, dan masalah-masalah agama yang dikaitkan dengan situasi sosial zaman itu. Pidato-pidato Ali Syariati banyak memberikan pencerahan kepada para pemuda Iran dan dia menjadi salah satu penggerak revolusi Islam di Iran.

Pidato-pidato Syariati disampaikan di Husainiah Irsyad, sebuah gedung pertemuan yang menjadi pusat penyebaran pemikiran perjuangan Islam. Di gedung tersebut, cendikiawan-cendekiawan besar lainnya, seperti Murthada Mutahhari dan Syahid Bahunar juga aktif memberikan ceramah-ceramahnya. Dalam usianya yang pendek, Ali Syariati meninggalkan lebih dari 200 karya penulisan, di antaranya berjudul Islam dan Manusia, Sejarah Peradaban, dan Haji.

Maxmillian Tewas

Tanggal 19 Juni tahun 1867, Maxmillian, keturunan Austria yang menjadi raja di Meksiko, tewas dibunuh para pejuang kebebasan negara itu. Meksiko merdeka pada tahun 1821, namun negara itu masih terus dilanda kekacauan politik. Setelah Benito Juarez pada tahun 1855 menjadi presiden, ia melakukan kebijakan liberal dan sekularisasi gereja.

Akibatnya, kekuasaan gereja yang merupakan perpanjangan tangan imperialisme negara-negara Eropa menjadi berkurang dan hal ini menimbulkan kemarahan negara-negara Eropa, terutama Perancis. Pada tahun 1866, Perancis melantik kerajaan boneka di Meksiko dengan Maxmillian sebagai raja. Namun perjuangan kemerdekaan yang dilancarkan Benito Juarez mencapai hasil dengan dibunuhnya Maxmilian dan Benito Juarez kembali diangkat sebagai presiden.

Dewan Pelaksana Nasionalisasi Minyak Iran Dibentuk

Tanggal 19 Juni 1951, menyusul disahkannya UU Nasionalisasi minyak Iran, dibentuklah Dewan Pelaksana Nasionalisasi Minyak Iran yang terdiri dari para ahli di bidang perminyakan. Setelah dibentuknya dewan ini, Iran melepaskan diri dari segala urusan dengan perusahaan minyak Inggris yang sebelumnya menguasai perminyakan Iran.

Pemutusan hubungan ini diikuti dengan keluarnya 450 tenaga kerja asing dari Iran dan sebagai balasan, Inggris melancarkan ancaman militer serta berbagai upaya politik untuk menggagalkan upaya nasionalisasi minyak Iran tersebut. Hari pembentukan Dewan Pelaksana Nasionalisasi Minyak Iran hingga kini diperingati rakyat Iran sebagai “hari pemutusan hubungan dengan perusahaan minyak Inggris.”

Abu Muhammad Qasim Bin Ali Bashry Wafat

Tanggal 6 Rajab 516, Hijriah, Abu Muhammad Qasim Bin Ali Bashry, yang terkenal dengan nama Ibnu Hariry, seorang sastrawan dan penulis Iran yang bermukim di Bagdad, meninggal dunia.

Dia adalah penulis buku berjudul “Maqaamaat” yang merupakan buku bahasa yang hampir tidak ada bandingannya.

Categories: Hubungan Internasional, Kisah-Cerita, SEJARAH | Leave a comment

Perjalanan Menuju Kebenaran

Saya dilahirkan di Arkansas dalam sebuah keluarga Kristen, yang juga lahir di Arkansas. Jika saya menoleh ke belakang, semua keluarga saya datang dari wilayah Utara Amerika Serikat. Saya dibesarkan dalam sebuah keluarga ladang, dimana setiap pagi saat bangun dari tidur, adalah memerah susu lembu, memberi makan ayam-ayam dan sebagainya. Bapa saya adalah seorang Baptist, yang merupakan satu bagian dari Kristen, seperti Katolik, Metodis dan sebagainya.

Semua ini adalah agama Kristen, tetapi dengan pelbagai doktrin. Mungkin dapat saya jelaskan seperti perbedaan antara Syiah dan Sunni. Saya tinggal di sebuah kota yang secara totalnya dipenuhi dengan warga kulit putih dan beragama kristen. Makanya saya tidak pernah terdedah dengan budaya atau agama lain. Saya sering diajar bahwa semua makhluk adalah sama di sisi Tuhan, dan tidak ada bedanya warna kulit, budaya atau amalan keagamaan. Kemudiannya saya mendapati bahwa ini merupakan satu perkara yang mudah untuk diajari selagi mereka mempunyai pikiran tertutup dan orang lain tidak menakluk dunia mereka.

Pertama kalinya saya menemui seorang muslim ialah ketika saya berada dalam sebuah kolej di Universitas Arkansas. Itulah pertama kalinya saya memandang wanita-wanita dengan pakaian mereka yang berbeda dan lelaki mereka yang memakai anduk yang dibalut di kepala serta memakai pakaian tidur. Tetapi buat pertama kalinya saya berpeluang untuk mengenali seorang muslimah yang membuat saya merasa mudah untuk bertanya, disinilah bermulanya sebuah dahaga dalam hati dan ruhani yang tidak pernah merasa puas. Alhamdulillah!!!

Saya tidak akan pernah melupainya, dia datang dari Palestina dan saya akan duduk berjam-jam untuk mendengar cerita berkaitan negara dan budayanya, tetapi apa yang begitu merangsang saya adalah agamanya- Islam. Wanita ini mempunyai ketenangan dalam jiwanya. Saya tidak pernah menemui orang lain sepertinya. Saya bisa mengingati semua cerita-ceritanya berkaitan Allah swt dan para Nabi. Walaupun saya tidak pernah menyuarakan perkara ini kepada sesiapa, saya senantiasa bertanya apakah itu konsep trinitas dalam Kristian dan mengapa kami terpaksa menyembah Nabi Isa as dan bukan terus kepada Allah swt, dan mengapa terlalu banyak ditekankan kepada ‘Jesus’ dan bukan kepada Tuhan.

Rekan saya melakukan segala upaya untuk membuat saya percaya bahwa Islam merupakan satu-satunya agama yang akan membuat saya masuk syurga, dan ia bukan sekadar hanya sebuah agama, tetapi ia adalah sebuah cara hidup yang lengkap. Enam bulan kemudian rekan saya menamatkan pelajarannya dan kembali ke Palestina. Dia terbunuh dua minggu selepas itu. Saya merasa sangat kecewa seolah-olah sebagian dari diri saya mati bersamanya. Kami tahu bahwa saat dia kembali ke Palestina maka peluang untuk bertemu kembali dalam hidup ini adalah suatu yang mustahil, tetapi dia mengatakan bahwa apa yang penting sekali bagi dirinya ialah dia akan menemui saya di Akhirat dalam syurga.

Pada masa ini saya menemui ramai orang dari Timur Tengah. Mereka amat membantu saya dalam menangani kehilangan rekan baik saya. Di sinilah juga saya mula jatuh cinta dengan bahasa Arab. Ia sangat indah sekali.
Saya akan mendengar kaset Quran mereka selama berjam-jam, walaupun saya tidak punya sebarang ide apa yang diperkatakan. Sehingga sekarang ini, saya begitu suka bila ada seseorang yang membaca Quran untuk saya, dan saya masih tidak faham dengan apa yang diperkatakan, pun demikian ia tetap menyentuh jiwa dan raga saya. Saya tidak punya waktu untuk belajar bahasa Arab di Kolej, tetapi saya berusaha keras sekarang untuk bisa bertutur dan membaca dalam bahasa Arab, Insya’Allah. Dan bagi mereka yang pernah mendengar saya bertutur atau menulis dalam bahasa Arab dalam latin, mereka bisa memberitahu anda bahwa perjalanan saya masih jauh. Dan saya mengucapkan terima kasih karena kesabaran dan pengajaran mereka.

Selepas saya meninggalkan tempat belajar dan kembali ke dalam komunitas saya, saya tidak lagi berpeluang untuk bersama dengan muslim. Tetapi cinta dan keinginan saya kepada bahasa Arab tidak luntur. Di mana perkara ini akan menambahkan kemaharan ibubapa dan kawan-kawan saya. Inilah yang membuat saya bingung, karena saya sering diajar bahwa kita semua sama di sisi Tuhan. Mungkin ada beberapa pengecualian dalam konsep ini bagi kawan-kawan dan keluarga saya.

Pada musim semi tahun 1995, Allah swt telah mengaruniakan saya seseorang. Orang ini adalah teladan terbaik sebagai seorang muslim dan sekali lagi saya mula bertanya kepadanya. Malah saya telah dibawa ke masjid untuk pertama kali dalam hidup. Itulah satu kenangan yang tidak akan luput dari ingatan saya.

Selama 8 bulan saya belajar segala-galanya berkaitan Islam dari dia dengan menggunakan kaset dan dimana saja dia menemui saya. Pada tanggal 15 Februari tahun 1996 saya akhirnya memeluk agama Islam. Alhamdulillah!!!

Kami bertunangan, tetapi putus karena keluarganya tidak mengizinkan kami untuk berkahwin karena ibubapanya tidak suka dengan orang Amerika. Walaupun kami tidak lagi bertunang, Saya tetap menghormatinya. Dan saya tidak akan meninggalkan Islam.

Sejak Februari 15, kehidupan saya banyak berubah. Dan ketika saya bertunang dengan seorang warga arab atau asing, ibu bapa saya amat terkejut, mereka jarang sekali bercakap dengan saya. Saya malah kehilangan sebagian besar dari kawan Amerika saya. Dan saat saya memeluk agama Islam, ibu bapa saya berusaha untuk memasukkan saya ke hospital sakit jiwa, dan ketika itu menemui jalan buntu, mereka meninggalkan saya. Mereka menelpon saya, hanya untuk memberi tahu semoga saya dilemparkan ke dalam neraka….begitu dengan orang-orang yang dulunya menyebut saya sebagai kawan. Mereka juga memiliki keinginan demikian. Ini benar-benar melukai saya, walaupun saya mempunyai perbedaan yang banyak dengan keluarga, tetapi saya masih tetap mencintai mereka.

Alhamdulillah wa Subhanallah, keimanan saya kuat. Kali terakhir saya bercakap dengan famili saya ialah dua hari selepas terjadinya pengeboman di Saudi Arabia. Paman dan sepupu saya mati dalam kejadian ini…sekali lagi famili menelpon saya dan memberitahu akan berita tersebut serta memastikan saya bahwa anggota keluarga yang mati terbunuh itu mencintai saya. TETAPI darah mereka berlumuran di kepala saya dan juga semua teman teroris saya. Berhari-hari saya menangis, tetapi sekali lagi, keimanan saya kukuh berdiri dan saya meneruskan hidup ini.

Empat hari selepas terjadinya pengeboman itu, saya pulang ke rumah. Seseorang telah menembak jendela-jendela rumah saya dan menyembur cat kata-kata PENCINTA TERORIS di kenderaan saya. Polisi tidak membantu apapun. Pada malam yang sama saat melakukan chatting dalam “Muslim Chat” saya terdengar bunyi tembakan. Mereka kembali dan menembak jendela yang tersisa dan membunuh haiwan peliharaan saya yang berada di luar rumah.

Polisi memberitahu bahwa jiwa saya tidak memberikan identifikasi berkaitan orang-orang ini serta kenderaan yang mereka guna, jadi mustahil untuk pihak polisi mencari orang yang melakukannya. Saya merayu mereka melakukan pemeriksaan ke atas kenderaan saya, saya ingin pergi ke motel karena saya fikir itu lebih selamat. Saya diberitahu, itu tidak mungkin saya lakukan. Mereka bimbang jika teman-teman teroris saya akan meletakkan bom di salah satu motel bagi memerangkap mereka. Saya jatuh bertekuk di tanah dan menangis meminta bantuan dan bimbingan dari Allah swt.

Suatu malam saya telah diserang di sebuah tempat parking mobil oleh seseorang yang tidak dikenali. Dia telah memukul, menikam dan mematahkan tangan serta beberapa tulang rusuk. Orang ini telah ditangkap dan sedang menanti hukuman, tetapi saat ini dia hanya melakukan kerja-kerja amal untuk kota ini. Pekan lalu saat saya mengutip pakaian dari tempat cuci pakaian, saya telah diberitahu semua barang saya hilang termasuklah hijab, jilbab, abaya dan khimar. Begitu mudah mereka menghilangkannya.

Kota tempat saya tinggal ini sangatlah kecil dan tidak ada seorang muslim yang tinggal berdekatan. Masjid yang paling dekat ialah 120 mil. Walaupun saya sendirian dan saya tidak punya sebarang teman muslim untuk saya temui atau belajar, Alhamdulillah, Allah senantiasa di sisi!!

Sedikit pengetahuan yang saya punyai mengenai Islam saya dapati dari membaca dari apa yang dapat saya gapai di internet, dan juga melalui teman-teman sejati dan keluarga di internet. Saya tidak akan berputus asa…tetapi saya ingin sekali mengucapkan terima kasih terutamanya kepada sahabat Palestina untuk cinta, dukungan, persahabatan dan doa mereka selama beberapa minggu belakangan. Anda tahu siapa anda. Semoga anda di rahmati Tuhan. Kepada semua teman-teman di internet, saya cinta kepada anda dan terima kasih.

Saya tidak menulis kisah ini untuk meraih simpati dari anda. Tetapi saya meminta anda berdoa terus untuk saya, dan barang siapa saja yang membaca artikel ini. Ketidak adilan dan prasangka yang kami hadapi di Amerika dan dunia harus diakhiri. Ia harus dihadapi dan ditangani, saya tahu saya tidak keseorangan dalam perjuangan ini. Ini adalah masanya pihak media mempublikasikan dan menunjukkan sisi BENAR Islam.
Akhir sekali, untuk rekan yang pertama kali berkongsi pengetahuan Islam dengan saya…saya tahu anda tersenyum memandang saya dari syurga dan segala puji bagi Allah swt. Insya’Allah saya akan bertemu dengan anda sekali lagi.

AMIRAH. muslimconverts.com

Categories: AGAMA, Kisah-Cerita | Tags: | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.