Feminimisme

Kesetaraan gender menjadi topik sentral dalam Kategori ini,dimana penjelasan tentang feminimisme itu sendiri dengan merujuk pada beberapa ahli yang sangat bisa diandalkan dan ojektifitasnya luar biasa

TKI On Sale dan Pelecehan TKI Langgeng Selama Indonesia Bermental Calo

Ketua Komisi IX DPR RI, Ribka Tjiptaning di Jakarta, Selasa, (30/10) menegaskan, beredarnya iklan “TKI On Sale” hanya merupakan satu bagian dari sederet pelecehan dan kekerasan verbal maupun non verbal yang dialami TKI karena pemerintah masih bermental calo. “Tapi perlu kita ingat, bahwa pelecehan, kekerasan, dan lain-lain, baik selebaran atau secara verbal maupun non verbal yang dialami TKI kita, adalah sebuah akibat. Lalu pertanyaannya, apakah akar penyebabnya? Mari kita ajak Pemerintah untuk Intropeksi diri sebagai penyelenggara Negara,” kata Ribka.

 Menurutnya, selama pemerintah Indonesia masih bermental calo, masalah TKI akan terus ada akibat pemerintah tidak berniat membuka lapangan pekerjaaan di dalam negeri, sementara potensi membuka lapangan pekerjaan sangat terbuka luas. “Pemerintah lebih cenderung menjadi calo-calo untuk merayu investor, ketimbang memikirkan pembangunan industri berbasis tenaga kerja,” ungkapnya.

 Menurutnya, penderitaan buruh migran Indonesia di negara tetangga, sebenarnya tidak beda dengan yang dialami oleh buruh dalam negeri. Jaminan kesejahteraan dan hak-hak normatif buruh banyak yang terabaikan. Pemerintah lebih pro pengusaha dengan alasan menjaga iklim investasi, sehingga mengorbankan buruh.

 “Jika kita ingin TKI kita dihormati harkat martabatnya di negara-negara lain, maka pemerintah harus lebih dahulu mengangkat harkat martabat buruh dalam negeri. Agar negara-negara lain pun tidak semena-mena memperlakukan TKI kita,” paparnya.

 Ribka menilai, iklan “TKI On Sale” berjudul “Indonesian maids now on SALE!!!” pada selebaran berwarna putih yang beredar di jalan-jalan negara Malaysia, bahwa pembantu Indonesia dijual atau “diobral”. Di sisi kiri tulisan tampak ada tulisan diskon 40 % rakyat Indonesia akan langsung tersinggung.

 “Jika kita membaca isi selebaran tersebut, maka kita akan langsung merasa tersinggung, merasa TKW yang sebagai warga negara kita dilecehkan dan direndahkan martabat kemanusiaannya. Sebagai rasa solidaritas sebangsa, tanggapan itu menjadi suatu hal yang lumrah,” pungkasnya.

 Direktur Migran Care Anis Hidayah menegaskan, beredarnya iklan “TKI on Sale” merupakan rentetan panjang pelecehan yang kerap dialami Indonesia dari Malaysia, akibat rendahnya daya tawar terhadap negeri jiran itu.

 “Yang harus dipersoalkan ‘TKI on Sale’ ini melecehkan, TKI kita dianggap seperti barang dagangan. Ini karena daya tawar kita lemah, sehingga kita kerap dilecehkan,” tegas Anis.

 Menanggapi hal tersebut, Stap Khusus Menteri Tenga Kerja dan Transmigrasi, Dita Indah Sari menegaskan, di bidang TKI, pemerintah Indonesia terus berupaya menegakkan martabat bangsa, di antaranya dengan melakukan moratorium dan membuat kesepakatan (MoU) dengan Malaysia.

 “Kita minta pemerintah Malaysia untuk hormati dan melaksanakan MoU. Untuk kembalikan citra dan daya tawar, makanya ada MoU dengan Malaysia,” tandas Dita.

 Atas tanggapan itu, Anis berpendapat, MoU tidak mempunyai kekuatan hukum karenya hanya berupa kesepakatan. Selain itu, MoU di bidang TKI yang telah disepakati pemerintah Indonesia dengan Malaysia dinilai gagal. Pasalnya, meski ada moratoirum dan MoU, tetap saja Malaysia merekrut 14 ribu TKI.

 “MoU itu satu upaya, kalau ada kekurangan, kita akan perbaiki bersama-sama. Kita akan kawal terus keseriusan Malaysia,” jawab Dita. Pemerintah Malaysia menilai iklan “TKI on Sale” ilegal, karena tidak ada tanda cap resmi dari badan berwenang, sebagaimana lazimnya iklan resmi di negeri jiran tersebut.

 “Hasil dari sejumlah pertemuan antara pihak Indonesia dan Malaysia, klarifikasi tersebut adalah, pihak Malaysia menyatakan sangat menyesal dengan adanya iklan tersebut, dan menganggapnya ilegal serta melanggar hukum,” kata Staf Khusus Menakertrans Dita Indah Sari, di Jakarta, Selasa (30/10).

 Selain itu, Malaysia jug menegaskan bahwa tidak ada agensi dengan nama seperti tertera dalam iklan tersebut di Agensi Pekerjaan Swasta (APS) resmi, sehingga agen ini jelas liar alias bodong. “Pihak Malaysia berjanji akan mengusut kasus ini hingga tuntas, dan memberi sanksi atau hukuman sepantasnya kepada yang terlibat,” pungkas Dita.

 Sebagaimana diberitakan, kasus ini bermula saat Direktur Migrant Care Anis Hidayah menemukan iklan dari sebuah agen penyalur tenaga kerja asal Indonesia di Malaysia, yang isinya bernada negatif. Di iklan tersebut tertulis, tenaga kerja asal Indonesia sedang ‘diskon’, yakni “TKI on Sale”

 Iklan yang tersebar di wilayah Chow Kit, Kuala Lumpur, Malaysia itu, menawarkan jasa pembantu dari Indonesia dengan harga miring alias murah. Isi lengkap iklan tersebut, “Indonesian maids now on Sale. Fast and Easy application. Now your housework and cooking come easy. You can rest and relax. Deposit only RM 3,500 price RM 7,500 nett.”

 Menurut Anis, iklan tersebut menganggap sudah terjadi praktik human trafficking atau perdagangan manusia. Bila terus dibiarkan, dia khawatir akan membuat nasib TKI semakin buruk.

 Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Poempida Hidayatulloh Djatiutomo di Jakarta, Senin, (29/10) menegaskan, pemerintah Indonesia harus mempertanyakan pihak penyebar iklan “TKI On Sale” dan mempertanyakan keseriusan pemerintah Malaysia mengurusi TKI. Pasalnya, iklan tersebut melecehkan dan mengarah pada perbudakan modern. “Ini benar-benar pelecehan dan sudah mengarah kepada perbudakan modern dan melanggar HAK Asasi Manusia (HAM),” tegas Poempida.

 Menurutnya, hal tersebut tak pantas dilakukan Malaysia yang merupakan anggota ASEAN yang menjunjung tinggi HAM, sehingga pemerintah Indonesia harus segera bertindak. Pasalnya, jika dibiarkan, itu akan menambah daftar panjang kegagalan pemerintah Indonesia dalam melindungi WNI sebagai mana amanat konstitusi.

 Atas iklan tersebut, Poempida mengaku akan melayangkan surat ke KBRI dan Kedutaan Malaysia di Indonesia, meminta agar negeri jiran itu segera menindak tegas dan menyelesaikan masalah ini. “Ini tidak bisa diterima. Benar-benar melecehkan bangsa Indonesia. Berlawanan dengan penegakan HAM. Moratorium pengiriman TKI, Pulangkan para TKI, dan beri sanksi politik kepada Malaysia!” tegasnya.

Iklan penawaran Penata Laksana Rumah Tangga  (PLRT) itu ditemukan Direktur Migrant Care, Anis Hidayah dari sebuah agen penyalur tenaga kerja asal Indonesia di Malaysia yang isinya bernada negatif. Di iklan tersebut tertulis, tenaga kerja asal Indonesia sedang ‘diskon’, yakni “TKI On Sale” (IRIB Indonesia/Gatra)

Advertisements
Categories: Feminimisme, Hubungan Internasional | Leave a comment

Russia Today: Prostitusi Menjadi Home Industry di Amerika Serikat

Sebagian warga Amerika Serikat memilih jalan prostitusi dalam menyelamatkan diri dari kesulitan ekonomi karena politik-politik ekonomi Presiden Barack Obama tidak dapat diandalkan.

Fars News (4/3) mengutip laporan Russia Today menyebutkan, pasar prostitusi termasuk di antara segelintir sektor yang tetap menjanjikan keuntungan besar meski perekonomian di Amerika Serikat carut marut. Masalah ini membuat sebagian warga Amerika yang tidak sabar menanti janji pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja, memilih jalur prostitusi demi uang dan agar tetap dapat makan.

Sumber pemberitaan Rusia itu menyinggung keterangan seorang ibu di Amerika Serikat yang berpendapat bahwa prostitusi merupakan satu-satunya jalan baginya setelah ia di PHK. Dia hanya satu dari banyak kaum perempuan di Amerika Serikat yang memilih jalan gelap itu.

Berdasarkan laporan itu, akibat krisis ekonomi, saat ini prostitusi tengah berubah menjadi industri gross income bagi kaum perempuan Amerika Serikat. Seorang wiraswasta perempuan yang kini beralih profesi menjadi PSK (pekerja seks komersial) menyatakan bahwa kaum perempuan dapat mengubah bisnis ini menjadi industri perubahan. Dia bahkan menilai prostitusi sebagai sebuah terobosan menghadapi kondisi saat ini.

Berbeda dengan profesi dan pekerjaan lain, prostitusi di Amerika Serikat tidak memerlukan surat ijin.

Categories: Feminimisme, Hubungan Internasional, Sosial - Budaya | Leave a comment

Uni Eropa: Pelarangan Burka Semata untuk Keamanan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Uni Eropa beralasan pelarangan burkah di beberapa negara Eropa bukan untuk mendeskritkan Islam. Pelarangan tersebut lebih ditujukan pada lasan keamanan konstitusi. Pernyataan itu disampaikan oleh Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, HE Julian Wilson, dalam seminar bertajuk ‘Islam in a Globalising World’ di Jakarta, Rabu (30/6).

Wilson mengatakan, kondisi di Eropa sama sekali berbeda dengan di Indonesia. Di Brussels, Belgia yang menjadi Ibu Kota Uni Eropa, keamanan para diplomat harus diperhatikan betul-betul. “Bisa saja ada perempuan yang berpura-pura memakai burkah masuk ke bank dan kemudian melakukan perampokan,” tukasnya.

Salah seorang doktor dari Departemen Pembelajaran Islam Eropa di Universitas Warsawa, Polandia, Agata S Nalborczyk menegaskan aturan tersebut tidak hanya melarang pemakaian burkah. “Tapi juga melarang pemakaian segala penutup muka muka,” ujar Nalborczyk. Dia tidak melihat adanya pelanggaran HAM dalam kasus tersebut.

Secara khusus dia juga menjelaskan situasi negara-negara yang melarang pemakaian burkah. Bagi Prancis, UU tersebut bukanlah aturan baru. Aturan tersebut adalah pembaharuan aturan yang sudah ada sejak awal abad ke 20.

Selain itu, regulasi di negara tersebut juga tidak membolehkan pemakaian simbol-simbol keagamaan di tempat tertentu. “Di sekolah-sekolah di Prancis, muridnya tidak boleh memakai simbol-simbol keagamaan. Apakah itu salib, jilbab, ataupun yang lainnya,” paparnya.

Untuk di Belgia, dia melihat hal itu terjadi karena adanya isu politik yang berkembang. “Terdapat beberapa pihak yang bertikai secara politik,” tuturnya. Nalborczyk memandang hal itu langkah yang diambil Pemerintah Belgia untuk menyatukan pihak-pihak yang bertikai.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Penelitian; Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan Kementerian Agama, Atho Mudzhar, mengatakan pelarangan burkah tidak menjadi hambatan hubungan antara Eropa dan negara-negara Islam. “Menutup muka itu kan khilafiyah, sebuah pilihan, bisa dilakukan dan bisa tidak,” ujarnya.

Categories: Feminimisme, Hubungan Internasional, Sosial - Budaya | Leave a comment

Larang Burka, Amnesti Internasional Kritik Prancis

Debat Burka di parlemen Prancis terus berkepanjangan. Menteri Hukum Prancis, ‎Michelle Alliot-Marie’s terus berupaya agar Burka dilarang di negaranya.

Menurut ‎dia, penggunaan burka telah melukai nilai-nilai masyarakat Prancis yang sekuler. ‎Dia pun berharap agar larangan untuk mengenakan burka itu jadikan undang-‎undang.

Amnesti Internasional pun sudah mengingatkan Prancis untuk menolak rancangan ‎undang-undang tersebut. Hal senada juga dikemukakan oleh kelompok anti-rasis, ‎MRAP. Kelompok ini menganggap bahwa undang-undang pelarangan burka ‎sangat tidak berguna dan mengundang bahaya.

Namun Marie’s tetap ngotot dengan pelarangan itu. Saking ngototnya untuk ‎memperjuangan aturan pelarangan burka, Marie’s sampai-sampai mendata ‎Muslimat di Prancis yang mengenakan burka. Kata dia, saat ini di Prancis terdapat ‎‎1.900 Muslimat yang mengenakan busana penutup wajah itu. Dengan jumlah yang ‎dinilai tidak signifikan, dia lantas menganggap bahwa pelarangan burka semestinya ‎bisa lebih mudah untuk dijalankan.

Lebih jauh dia pun menyatakan bahwa pelarangan burka ini tidak ada kaitannya ‎dengan agama. Padahal jelas-jelas mereka yang mengenakan burka itu ‎menjadikan agama sebagai alasan utamanya. Selain itu, dia juga menjual isu ‎kesetaraan gender dan perlindungan terhadap kaum wanita sebagai alasan untuk ‎melarang burka.

‎”Ini adalah persoalan soal harga diri, kesetaraan, dan transparansi,” kata dia dalam ‎pidatonya di parlemen Prancis. Jika disahkan, aturan itu tidak akan dinamai ‎undang-undang pelarangan burka, tapi undang-undang pelarangan menutup wajah ‎di depan publik. Mereka yang melanggar aturan tersebut dikenai denda sebesar ‎‎185 dolar AS atau sekitar Rp 1,6 juta.

Terang saja, perdebatan ini menjadikan para aktivis masjid di Prancis kian risau. Said Aalla, ketua persatuan masjid di Strasbourg, mempertanyakan upaya ‎penegakan aturan itu. Dia khawatir, pelarang burka, kemudian menjadikan alat ‎untuk menstigma Islam sebagai agama yang melanggar aturan dan harus dijauhi. ‎‎(IRIB/Republika/PH)‎‎ ‎ ‎ ‎ ‎

Categories: Feminimisme, Hubungan Internasional | Leave a comment

Wanita (literatur yang belum teratur)

Dalam kehidupan yang fana ini dunia begitu menggoda dan sering kita terbuai dengan rayuannya,bahkan setiap doa yang kita panjatkan tidak luput dari keperluan dan urusan dunia agar diberi kemudahan dalam menggapai semua itu.

Sungguh dunia membuat indera kita merasakan akan keindahan dari materi-materi yang sebenarnya tidak ada (fana).

sebagai contoh dalam menyikapi suatu realitas dalam sudut pandang terhadap kaum hawa banyak dari kaum adam menilai, memandang, dan mengambil langkah yang berbeda pula.

wanita dalam pandangan lelaki bisa menjadi indah sebagai sosok yang mengalirkan energi gairah dalam menapaki kehidupan, tak sedikit yang menilai bentuk fisik sebagai pemuas nafsu ragawi; apa nilai yang sebenarnya  dari sebuah kreasi Yang Maha Besar yang disebut wanita ini, banyak persepsi tentang kaum hawa dimata para lelaki; apa begitu pula sebaliknya pandangan para wanita terhadap lelaki?hanya para wanita yang bisa menilai hal ini dan tentu saja dengan sudut pandang yang berbeda pula diantara mereka.

mata sebagai indera buah kreasi Yang Maha Sempurna sebagai visualisasi langsung agar manusia dapat menikmati keindahan ciptaan-Nya yang lain, setuju atau tidak ungkapan dari mata jatuh ke hati sebagai contoh betapa besar peran mata dalam memilah dalam penilaian suatu objek yang dilihat dan itu terjadi pada kasus lelaki memandang wanita.

Apa yang sebenarnya dilihat lelaki yang ada pada wanita? dan apa yang ada  pada wanita yang membuat lelaki tertarik untuk melihat?

ada yang  mengatakan :

wanita sebagai manifestasi Tuhan, wanita racun dunia, wanita adalah candu, makhluk lembut dan banyak lagi deskripsi tentang wanita apa benar semua itu atau salah-satunya atau bahkan masih kurang atau malah berlebihan?

kehadiran wanita dalam kehidupan lelaki bak senjata yang bisa menghancur leburkan musuh dan bisa pula sebagai senjata yang menyerang balik.

tulisan ini hanya sebagai ungkapan dari ketidaktahuan penulis akan peran wanita dalam kehidupan lelaki karena akan kita peroleh jawaban apabila kita telah menjalin dan hidup berdampingan dengan wanita.

persepsi dan deskripsi tentang wanita bukanlah sebagai jawaban mutlak kita mengetahui wanita.

Categories: Feminimisme | Tags: , , , | Leave a comment

Wanita Dalam Pandangan Sayyidina Ali kw (Ayatullah Ali Khamenei)

Meski perempuan pada dasarnya memiliki fisik yang lemah dan lembut, namun ia memiliki perasaan dan naluri yang kuat, yang diciptakan oleh Allah swt guna mengemban tugas pendidikan dan pengajaran masyarakat untuk menghantarkan umat manusia kepada kesempurnaan. Allah swt menciptakan perempuan, yang merupakan manifestasi keindahan Ilahi, yang juga tempat kaum lelaki memperoleh ketenangan dan ketentraman, dalam rangka menghiasi rumah dan keluarga dengan pancaran kasih sayang dan kelemah lembutannya. Imam Ali as berkata, “Perempuan adalah bagaikan sekuntum bunga yang menebar keharuman.”
Berdasarkan pernyataan Imam Ali as ini, perempuan seperti bunga yang harus dijaga dan dipelihara agar tetap segar dan dan bugar, sehingga lembaga keluarga akan terhias oleh keindahannya dan tersirami oleh kesegarannya. Oleh karena nilai dan posisi perempuan yang diberikan oleh Islam, maka banyak sekali perintah yang menekankan, pemuliaan, penghormatan dan kecintaan kepada perempuan. Agama Islam memberikan penghormatan kepada perempuan dari posisinya sebagai perempuan. Dalam masalah ini, Imam Ali as menukil dari Rasul Allah saaw, mengatakan, “Seseorang tidak akan menghormati kaum perempuan, kecuali jika orang tersebut berjiwa besar dan mulia. Dan seseorang tidak akan merendahkan kaum perempuan, kecuali jika orang itu berjiwa rendah dan hina.” Berkenaan dengan ibu, yang tak lain adalah perempuan, beliau berkata, “Betapa pun seorang anak berbakti kepada ibunya, ia tidak akan mampu menebus satu hari saja dari masa kehamilannya.”
Di tengah masyarakat Arab sebelum Islam, kaum lelaki sama sekali tidak menghargai kaum perempuan. Jika istri dari seorang suami melahirkan anak perempuan, maka sang suami akan menguburnya hidu-hidup. Akan tetapi, setelah munculnya Islam dan dengan perjuangan Rasul Allah saaw, terjadi perubahan besar berkenaan dengan posisi kaum perempuan, dan muncullah pandangan baru di tengah masyarakat, yang sangat menghormati dan memuliakan perempuan. Rasul Allah saaw sendiri selalu memberikan contoh nyata dengan perbuatan beliau, baik terhadap istri-istri beliau, terutama Sayidah Khadijah alaihassalam, terlebih lagi terhadap putri beliau Sayidah Fatimah alaihassalam.
Semua orang tahu bahwa Rasul Allah saaw sangat mencintai dan menghormati putri beliau ini. Setiap kali beliau tengah duduk di dalam rumah beliau, lalu Sayidah Fatimah datang, beliau berdiri, menyambut kedatangan sang putri, memeluk dan menciumnya, lalu beliau mempersilahkan Fatimah as untuk duduk di tempat duduk beliau, sementara beliau sendiri berpindah ke tempat duduk lain. Yang demikian ini juga dilakukan oleh Sayidah Fatimah as terhadap Ayahanda beliau. Pada dasarnya, penghormatan kepada kedudukan perempuan dapat disaksikan dengan jelas di dalam perilaku dan ucapan Ahlul Bait Rasul saaw. Imam ali as berkata, “Anak perempuan adalah kebaikan sedangkan anak lelaki merupakan nikmat. Kebaikan mendatangkan pahala, sedangkan nikmat mendatangkan hisab.” Maksudnya ialah bahwa seseorang yang mendapat nikmat akan dihisab dan dimintai pertanggung jawaban tentang nikmatnya itu. Di tempat lain, Imam Ali as berkata, “Seorang yang memiliki anak perempuan, maka pertolongan, berkah dan ampunan Allah akan meliputinya.”
Salah satu masalah yang menjadi perhatian para pembesar Islam ialah menghindarkan kaum perempuan dari berbagai ancaman dan gangguan jiwa dan jasmani. Di masa kita saat ini, ketidakperdulian terhadap masalah ini membuat sejumlahbesar perempuan menjadi korban dekadensi moral dan penyimpangan seksual. Anthony Geadenz, seorang pakar sosiologi Barat, mengatakan bahwa pelecehan seksual terhadap perempuan adalah sebuah fenomena yang lumrah di Barat. Menurutnya, perilaku pelecehan terhadap perempuan, sudah sedemikianparahnya di dunia Barat, membuat kaum perempuan, terutama mereka yang bekerja di luar rumah, tidak lagi memiliki ketenangan hidup.
Berkenaan dengan aksi kekerasan terhadap kaum perempuan di AS, Yohan Readley, wartawan perempuan Inggris, mengatakan, “Setiap hari, sejumlah perempuan menjadi korban aksi kekerasan suami mereka, atau teman-teman mereka, dan tidak sedikit yang berakhir dengan kematian. Jumlah korban ini mengalami peningkatan setelah peristiwa 11 September. Di tengah masyarakat seperti AS, mungkin akan dianggap aneh, akan tetapi realitas mengatakan bahwa kaum perempuan selalu menjadi sasaran kekerasan, diseret kepada kerusakan moral, dan dipaksa untuk disalahgunakan dengan berbagai cara.
Imam Ali as menyinggung beberapa hal dalam rangka melindungi perempuan dari berbagai gangguan jasmani dan ruhani. Dalam pandangan beliau, perempuan dapat ikut aktif di tangah masyarakatnya, di dalam aktifitas ekonomi, politik dan sosial, dengan tetap mempertahankan kemuliaan dan kesuciannya, dan mencegah pelanggaran kaum lelaki terhadapnya. Imam Ali as menasehatkan kepada kaum perempuan, jika mereka hadir di tengah masyarakat dan lembaga-lembaga umum, hendaklah mereka tetap menjaga pakaian dan penampilannya sesuai dengan ajaran Islam. Dengan demikian, maka dalam pergaulannya di tengah masyarakat luas, ia akan mendapat perlakuan yang baik dan terjaga dari hal-hal yang tak diinginkan.
Sifat pemalu dan kebersihan diri, meski baik dan perlu bagi setiap orang, akan tetapi ia lebih sesuai dan lebih tepat bagi perempuan. Untuk itu kita lihat bahwa Imam Ali as dalam salah satu khutbahnya dalam kitab Nahjul Balaghah mengatakan, “Pahala bagi seorang pejuang yang gugur syahid di atas jalan Allah tidak lebih besar daripada pahala seorang yang menjaga kebersihan dirinya dari dosa-dosa, padahal ia memiliki kemampuan untuk melakukan dosa-dosa tersebut. Seorang manusia yang bersih, adalah seorang malaikat dari malaikat-malaikat Allah swt.”
Dewasa ini, banyak sekali kaum perempuan, di berbagai belahan bumi, menghormati dan memuliakan kedudukan mulia manusia. Nadia, adalah seorang gadis sulung dari sebuah keluarga campuran Inggris – Asia, yang tengah belajar di fakultas kedokteran. Dia memilih busana muslimah sebagai pakaian sehari-harinya dan mengatakan, “Sebagai seorang perempuan, saya sangat menjaga perasaan malu dan kebersihan diri. Mengenakan hijab, membuat saya merasa terjaga dari berbagai ancaman yang saya hadapi di tengah masyarakat.” Dengan mantap dan tegas, Nadia mengatakan, “Saya merasa sangat bangga bahwa model kehidupan saya ialah Fatimah Az-Zahra alaihiassalam.”
Imam Ali as memandang tiga sifat: kewibawaan, kehati-hatian dan kecermatan, sebagai ciri-ciri penting perempuan muslimah. Dari ucapan beliau dapat disimpulkan bahwa dalam pergaulan di tengah masyarakat, seorang perempuan harus menjaga kewibawaan dan ketegasannya. Hal ini untuk menghindari kejahatan lelaki-lelaki yang berpenyakit di dalam hatinya. Demikian pula Imam Ali as menegaskan bahwa perempuan harus selalu bersikap hati-hati dan cerdas, sehingga akan menghindarkannya dari ketamakan dan penyalahgunaan kaum lelaki, dan agar masyarakat tidak memandangnya sebagai barang komoditi yang dapat dipermainkan sekehendak mereka.
Ciri-ciri lain seorang perempuan muslimah ialah perhitungan dan sikap cermat serta teliti, sebagaimana disebutkan oleh Imam Ali as. Sikap seperti ini akan membuat seorang perempuan selalu cermat dan berhati-hati dalam membelanjakan uang dan kekayaan suaminya, serta menjaga kehormatan sang suami dalam masalah ini. Dengan demikian, jika seorang perempuan memiliki tiga sifat mulia tersebut, maka ia akan dapat berpartisipasi dalam pergaulan sosial, dengan partisipasi yang konstruktif, bahu-membahu dengan kaum lelaki.

Categories: Feminimisme | Leave a comment

KARENA WANITA INGIN DIMENGERTI (CURAHAN HATI )

Lelaki

wanita diciptakan berbeda dengan mu, bukan dengan pikiran, namun lebih kepada hatinya, Tidakkah kau tahu apa yang sebenarnya ada jauh dalam hatinya. Saat dia tersenyum, bahkan tertawa terbahak-bahak, mungkin saja di dalam hati nya menangis, hingga tak tertahankan lagi, sehingga sulit untuk mengeluarkan air mata, bahkan meluapkan perasaannya kepadamu.

Saat ia memuji lelaki lain di hadapan mu, bukan karena ingin merendahkan mu, namun itu adalah salah satu cara baginya untuk menyampaikan ketidak puasannya kepadamu atas apa yang kamu lakukan.

Saat dia tetap tersenyum ketika wanita lain ada di dekat mu, itu sesungguh nya adalah cara baginya untuk menutupi kecemburuannya di hadapan mu.

Saat dia sibuk sendiri, mungkin saja sebenarnya adalah caranya untuk mengingatkan mu, bahwa dia juga butuh perhatian walaupun dengan hanya pertanyaan-pertanyaan kecil yang bagimu tidak penting.

Saat matanya terlihat kosong, sebenarnya ia sedang berfikir, jalan apa yang harus di tempuh untuk menghadapi mu, dia sedang mencoba menimbang-nimbang untuk mengambil keputusan yang sulit.

Saat dia berkata tidak apa-apa dan baik-baik saja, sebenarnya jauh di dalam otak nya berfikir tentang kejadian-kejadian yang sulit ia ungkapkan, sulit ia bicarakan, bahkan takut untuk menyampaikannya, itu karena takut akan kemarahan dan perubahan dalam dirimu.

Saat ia memutuskan untuk pergi meninggalkan mu, sebenarnya itu adalah cara menguji dirimu, dan harapan untuk kamu mengejarnya bahkan menggenggam nya tanpa harus meminta.

Saat ia bekata memaafkan mu, itu bukan hatinya yang berbicara, karena dia terlalu takut ditinggalkan, namun sesungguhnya, hatinya tetap berkata, bukan tak mau memaafkan, tapi takut engkau mengulang kesalahan mu.

Saat ia berkata iya dan membiarkan mu bersama dengan teman-teman mu, sesungguh nya kekhawatiran yang teramat sangat sedang melanda dirinya, dan membuat ia berimajinasi bahwa dia akan menjadi seorang yang mengalami kekalahan.

Namun jika saat kau kembali adalah saat yang tepat, mungkin imajinasinya seketika akan buyar dan ia akan memelukmu dan berkata dalam hati, “kau memang orang yang sangat aq cintai” Saat dia ingin sendiri, diam dalam kesunyian, bukan karena ingin menjauhi mu, namun sesungguh nya ia sedang berfikir, apakah lebih bijaksana untuk tetap menyimpan kebohongan mu dan berpura-pura tidak mengetahui apa pun, ataukah harus menyalahkan mu Saat ia berkata akan selalu ada untuk mu, sesungguh nya hatinya bertanya-tanya, apakah engkau akan begitu juga terhadap dirinya Saat dia menolak tawaran darimu, itu karena dia ingin bahwa engkau memberikan tawaran baru yang tak pernah ada dalam masa lalu mu Saat engkau berkata bahwa dia adalah satu-satunya dan yang terakhir untukmu, sebenarnya ia sedang berfikir jauh ke dalam masa lalumu, dan bertanya “mungkin kah engkau mengatakan hal yang sama pada wanita-wanita mu yang lalu” Dan saat ia mulai menuliskan apa yang ada dalam pikirannya ke dalam sebuah tulisan, mungkin saja karena dia terlalu takut untuk membagi perasaan sedihnya kepada orang lain.

Bukan karena takut di salahkan atau mencari pembelaan, namun ia masih tetap memkirkan mu.

Dia terlalu takut karena tak ingin orang lain mengetahui keburukan mu Lelaki,, Saat-saat terberat dalam hidup seorang wanita adalah saat ia di bohongi dan di dustai, Dan Saat terindah baginya adalah ketika ia tidak dibandingkan Bukan yang lebih penting, lebih di pilih, di sayangi atau di cintai, Namun saat ia menjadi istimewa dan menjadi satu-satunya, sehingga kata “lebih” baginya bukan kata yang tepat, melainkan kata”Ter…” atau yang berarti “Paling” Mungkin kejujuran dan kenyataan itu merupakan derita kepahitan dari seorang wanita, namun kata-kata terbuka dari mulut mu dapat membuat ia lebih menghargai kamu sebagai lelaki Lelaki,,, Jika saat ini masih ada yang engkau sembunyikan, bahkan engkau tutup-tutupi dari wanita mu, Katakan lah, Carilah waktu dimana dia benar-benar dalam posisi netral, Karena lebih baik ia mendengar segalanya langsung dari mulut mu, dari pada harus melihat dan mengetahui segala kebohongan mu di kemudian hari Lelaki,,, Karena kesulitan yang teramat sangat itu lah yang terkadang membuatnya mengambil keputusan dalam waktu yang singkat, bahkan meninggalkan mu, Terlambat adalah kata yang akhirnya akan engkau sesali dan terus ada dalam pikiran mu, Cobalah jujur dan katakan apa yang selama ini engkau tutupi dan rahasiakan…

Categories: Feminimisme | Tags: , , | 2 Comments

Wanita dalam Perspektif Fathimah az-Zahra as

Ummu Abiha

Fathimah az-Zahra as telah sampai kepada tingkat ubudiyyah yang tinggi di mana manusia paling ‘abid (penghamba) selainnya hanyalah Rasulullah saww dan Imam Ali as. Ketika malam tiba, beliau selalu sibuk dan asyik memuja Allah swt di mihrabnya hingga fajar menjelang, sampai-sampai kakinya bengkak. Beliau pulalah yang beruntung dengan penyucian yang diberikan Allah seperti yang terekam di dalam ayat Thathhir. Imam Ali as sendiri, sang suami, ketika ditanya Rasulullah saww tentang az-Zahra, menggambarkannya sebagai penolong paling baik dalam ketaatan kepada Allah SWT. Imam Khomeini ra berkata: “Seandainya Fathimah as itu laki-laki, maka dia akan menjadi Nabi dan seandainya dia laki-laki, dia akan berada di posisi Rasulullah saww”.

————————————————— Continue reading

Categories: Feminimisme | Tags: | Leave a comment

APAKAH WANITA ITU JAHAT DALAM SEGALANYA?

Dr. Yusuf Al-Qardhawi

PERTANYAAN

Dalam buku Nahjul Balaghah (Perkataan,surat dan Khutbah)  Amirul-Mukminin Ali bin
Abi Thalib r.a terdapat suatu keterangan:

“Wanita itu jahat dalam segalanya. Dan yang paling
jahat dari dirinya ialah kita tidak dapat terlepas
dari padanya.”

Apakah arti yang sebenarnya (maksud) dari kalimat tersebut?
Apakah hal itu sesuai dengan pandaigan Islam terhadap
wanita? Saya mohon penjelasannya. Terima kasih.

JAWAB

Ada dua hal yang nyata kebenarannya, tetapi harus dijelaskan
lebih dahulu, yaitu:

Pertama, yang menjadi pegangan atau dasar dari
masalah-masalah agama ialah firman Allah swt. dan sabda Nabi
saw, selain dari dua ini, setiap orang kata-katanya boleh
diambil dan ditinggalkan. Maka, Al-Qur’an dan As-Sunnah,
kedua-duanya adalah sumber yang kuat dan benar.

Kedua, sebagaimana telah diketahui oleh para analis dan
cendekiawan Muslim, bahwa semua tulisan yang ada pada buku
tersebut di atas (Nahjul Balaghah), baik yang berupa
dalil-dalil atau alasan-alasan yang dikemukakan, tidak
semuanya tepat. Diantara hal-hal yang ada pada buku itu
ialah tidak menggambarkan masa maupun pikiran serta cara di
zaman Ali r.a.

Oleh sebab itu, tidak dapat dijadikan dalil dan tidak dapat
dianggap benar, karena semua kata-kata dalam buku itu tidak
ditulis oleh Al-Imam Ali r.a.

Didalam penetapan ilmu agama, setiap ucapan atau kata-kata
dari seseorang, tidak dapat dibenarkan, kecuali disertai
dalil yang shahih dan bersambung, yang bersih dari
kekurangan atau aib dan kelemahan kalimatnya.

Maka, kata-kata itu tidak dapat disebut sebagai ucapan Ali
r.a. karena tidak bersambung dan tidak mempunyai sanad yang
shahih. Sekalipun kata-kata tersebut mempunyai sanad yang
shahih, bersambung, riwayatnya adil dan benar, maka wajib
ditolak, karena hal itu bertentangan dengan dalil-dalil dan
hukum Islam. Alasan ini terpakai di dalam segala hal
(kata-kata) atau fatwa, walaupun sanadnya seterang matahari.

Mustahil bagi Al-Imam Ali r.a. mengatakan hal itu, dimana
beliau sering membaca ayat-ayat Al-Qur’an, di antaranya
adalah:

“Wahai sekalian manusia! Bertakwalah kepada
Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang,
yang kemudian darinya Allah lantas menciptakan
istrinya, dari keduanya Allah mengembangbiakkan
laki-laki dan wanita yang banyak …” (Q.s.
An-Nisa’: 1)

“Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya
(dengan firman-Nya): ‘Bahwa sesungguhnya Aku tiada
mensia-siakan amal orang-orang yang beramal di
antara kamu, baik laki-laki maupun wanita,
(karena) sebagian darimu adalah keturunan dari
sebagian yang lain …” (Q.s. Ali Imran: 195).

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan Allah ialah
Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu
sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram
kepadanya, dan Allah menjadikannya diantara kamu
rasa kasih dan sayang …” (Q.s. Ar-Ruum: 21).

Masih banyak lagi di antara ayat-ayat suci Al-Qur’an yang
mengangkat dan memuji derajat kaum wanita, disamping kaum
laki-laki. Sebagaimana Nabi saw. bersabda:

“Termasuk tiga sumber kebahagiaan bagi laki-laki
ialah wanita salehat, kediaman yang baik dan
kendaraan yang baik pula.” (H.r. Ahmad dengan
sanad yang shahih).

“Di dunia ini mengandung kenikmatan, dan
sebaik-baik kenikmatan itu adalah wanita yang
salehat.” (H.r. Imam Muslim, Nasa’i dan Ibnu
Majah).

“Barangsiapa yang dikaruniai oleh Allah wanita
yang salehat, maka dia telah dibantu dalam
sebagian agamanya; maka bertakwalah pula kepada
Allah dalam sisanya yang sebagian.”

Banyak lagi hadis-hadis dari Nabi saw. yang memuji wanita;
maka mustahil bahwa Ali r.a. berkata sebagaimana di atas.

Sifat wanita itu berbeda dengan sifat laki-laki dari segi
fitrah; kedua-duanya dapat menerima kebaikan, kejahatan,
hidayat. kesesatan dan sebagainya.

Firman Allah swt. dalam Al-Qur’an,

“Jiwa dan penyempurnaannya (ciptaannya); maka
Allah mengilhamkan pada jiwa itu (jalan) kefasikan
dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang
yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya
merugilah orang yang mengotorinya.” (Q.s.
Asy-Syams: 7-10)

Mengenai fitnah yang ada pada wanita disamping fitnah yang
ada pada harta dan anak-anak, dimana hal itu telah
diterangkan di dalam Al-Qur’an dan dianjurkan supaya mereka
waspada dan menjaga diri dari fitnah tersebut.

Dalam sabda Rasulullah saxv. diterangkan mengenai fitnahnya
kaum wanita, yaitu sebagai berikut,

“Setelah aku tiada, tidak ada fitnah yang paling
besar gangguannya bagi laki-laki daripada
fitnahnya wanita.” (H.r. Bukhari).

Arti dari hadis di atas menunjukkan bahwa wanita itu bukan
jahat, tetapi mempunyai pengaruh yang besar bagi manusia,
yang dikhawatirkan lupa pada kewajibannya, lupa kepada Allah
dan terhadap agama.

Selain masalah wanita, Al-Qur’an juga mengingatkan manusia
mengenai fitnah yang disebabkan dari harta dan anak-anak.

Allah swt. berfirman dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya harta-harta dan anak-anakmu adalah
fitnah (cobaan bagimu); dan pada sisi Allah-lah
pahala yang besar.” (Q.s. At-Taghaabun: 15)

“Hai orang-orang yang beriman!Janganlah
harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikanmu
mengingat kepada Allah. Barangsiapa yang berbuat
demikian’ maka mereka termasuk orang-orang yang
merugi.” (Q.s. Al-Munaafiquun: 9).

Selain dari itu (wanita, anak-anak dan harta yang dapat
mendatangkan fitnah), harta juga sebagai sesuatu yang baik.

Firman Allah swt.:

“Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari
jenismu sendiri dan menjadikan bagimu dan
istri-istrimu itu, anak-anak dan cucu; dan
memberimu rezeki dari harta yang baik-baik …”
(Q.s. An-Nahl: 72)

Oleh karena itu, dianjurkannya untuk waspada dari fitnah
kaum wanita, fitnah harta dan anak-anak, hal itu bukan
berarti kesemuanya bersifat jahat, tetapi demi mencegah
timbulnya fitnah yang dapat melalaikan kewajiban-kewajiban
yang telah diperintahkan oleh Allah swt.

Allah swt. tidak mungkin menciptakan suatu kejahatan,
kemudian dijadikannya sebagai suatu kebutuhan dan keharusan
bagi setiap makhluk-Nya.

Makna yang tersirat dari suatu kejahatan itu adalah suatu
bagian yang amat sensitif, realitanya menjadi lazim bagi
kebaikan secara mutlak. Segala bentuk kebaikan dan kejahatan
itu berada di tangan (kekuasaan) Allah swt.

Oleh sebab itu, Allah memberikan bimbingan bagi kaum
laki-laki untuk menjaga dirinya dari bahaya dan fitnah yang
dapat disebabkan dan mudah dipengaruhi oleh hal-hal
tersebut.

Diwajibkanjuga bagi kaum wanita, agar waspada dan
berhati-hati dalam menghadapi tipu muslihat yang diupayakan
oleh musuh-musuh Islam untuk menjadikan kaum wanita sebagai
sarana perusak budi pekerti, akhlak yang luhur dan bernilai
suci.

Wajib bagi para wanita Muslimat kembali pada kodratnya
sebagai wanita yang saleh, wanita hakiki, istri salehat, dan
sebagai ibu teladan bagi rumah tangga, agama dan negara.

Categories: Feminimisme | Leave a comment

Wanita Muslim, Wanita Kristiani, Sama-Sama Wanita (Layak Baca)

Wanita Muslim, Wanita Kristiani, Sama-Sama Wanita

Wawancara dengan Joanna Francis (Penulis, Jurnalis USA) mengenai dunia Islam dan wanita Muslim. Seseorang yang menginspirasi wanita lintas dunia dan lintas agama… Oleh: Mahvish Akhtar, Muslim Media News Service

(MMNS) Ceritakan pada saya sedikit tentang diri Anda… Latar belakang Anda?

Saya seorang wanita Katolik Amerika yang tumbuh sebagian besar waktunya bersama ibu tunggal saya beserta tiga kakak lelaki. Saya mengikuti sekolah Katolik tapi lulus dari sebuah universitas negeri Bagaimana Anda bisa begitu terlibat dengan masalah Muslim? Saya menjadi tertarik tentang persoalan Muslim setelah 11 September 2001, seperti kebanyakan orang Amerika, karena saya ingin tahu mengapa mereka sangat membenci Amerika hingga ingin membunuh kami dengan cara mengerikan dan kejam. Apa yang saya temukan, di antara sekian banyak hal, bahwa umat Muslim punya keluhan yang masuk akal dalam melawan negara saya karena kebijakan berat sebelah kami terhadap “Israel” dalam melawan bangsa Palestina. Saya tidak pernah mengerti persoalan sebenarnya tentang masalah “Israel”/Palestina, karena media kami dikontrol oleh Zionis. Saya sadar bahwa kami rakyat Amerika telah dimanipulasi untuk membenci Muslim sehingga kami harus melawan musuh “Israel” di Timur Tengah. Tapi, dalam penelitian saya tentang kejadian 9/11, saya menyimpulkan bahwa 9/11 adalah pekerjaan jahat (orang dalam), dilakukan oleh orang-orang yang loyal terhadap “Israel” di dalam pemerintahan kami; yang sangat mungkin dibantu oleh agen Mossad “Israel”. Warga Amerika sebenarnya juga korban dari Zionis sama seperti warga Palestina; hanya saja warga Palestina tahu dengan jelas siapa musuh mereka, sedangkan kebanyakan warga Amerika telah dibodohi dengan percaya bahwa Muslim adalah musuh kami.

Bagaimana Anda merasa wanita dapat berkontribusi dalam membantu situasi di dunia?

Wanita bisa berkontribusi terhadap situasi di dunia ini dengan berbagai cara. Pertama dan cara yang paling nyata adalah dengan membesarkan anak-anak yang meyakini kebenaran dan keadilan bagi semua (orang), dan dengan menanamkan pada anak-anak kita rasa hormat terhadap hak asasi seluruh manusia di dunia ini. Selagi saya percaya bahwa peran terbesar wanita adalah keibuan, saya juga percaya bahwa wanita bisa aktif di dunia profesi jika itu yang mereka pilih. Saya percaya wanita punya hak untuk pendidikan dan karenanya tidak ada wanita yang boleh menerima kekerasan fisik atau psikologis. Tapi saya pikir banyak wanita memilih untuk berkarier di luar rumah karena alasan yang keliru, mungkin agar merasa lebih modern atau pintar, dan sayangnya, anak-anak mereka dilupakan. Ini memang keseimbangan yang sulit, tapi saya yakin bahwa membesarkan generasi pelanjut untuk menegakkan perdamaian dan keadilan merupakan kontribusi wanita yang paling mulia bagi dunia.Motherhood is a great blessing. Terlalu banyak wanita yang lupa akan hal ini.

Bagaimana Anda bisa tahu banyak tentang Islam dan wanita Muslim?

Seperti yang saya katakan di awal, saya memulai riset dunia Islam setelah 9/11 dan saya menemukan bahwa banyak dari kita telah didoktrin untuk percaya tentang Muslim yang keliru. Saya juga menyempatkan untuk bicara dengan Muslim Amerika tentang pandangan mereka terhadap politik dan opini mereka tentang mengenakan hijab, misalnya, dan saya kaget bahwa kebanyakan wanita Muslim yang saya ajak bicara sebenarnya menikmati mengenakan hijab dan merasakannya sebagai sebuah kehormatan dan tanda harga diri. Saya mulai mengagumi kesederhanaan dan rasa harga diri mereka. Saya sadar bahwa budaya manapun di mana wanitanya sopan dan tradisionil direncakan oleh Zionis agar menjadi liberal. Bukan untuk kebaikan wanita itu, sebagaimana yang mereka katakan. Tapi, untuk merusak mereka dan akhirnya menghancurkan kultur dan masyarakat mereka…

Apa Anda merasa bahwa wanita Muslim memainkan peran penting dalam masyarakat kita…?

Saya yakin di kebanyakan masyarakat, meskipun masyarakat yang dilabeli patriarkal, sesungguhnya wanitalah pemimpin keluarga. Mereka memiliki pengaruh terbesar terhadap anak-anak, dan walaupun lelaki mungkin secara formal sebagai kepala keluarga, wanita yang selalu tahu bagaimana mengarahkan segala hal dengan cara yang terbaik bagi seluruh keluarga. Sebagaimana ibu saya pernah mengatakan sewaktu saya kecil: wanita pintar akan membiarkan lelaki berpikir bahwa ia (he) adalah kepala keluarga! Saya yakin wanita Muslim juga sama. Mereka adalah hati dan jiwa bagi keluarganya.

Bagaimana Anda mendefinisikan modernisme vs. penindasan (oppression) berkenaan dengan wanita?

Modernisme dan oppression adalah dua hal yang bertentangan. Jika modernisme yang Anda maksud adalah apa yang ada di Barat, maka saya menolak modernisme. Feminisme yang dipraktikkan di Barat sejak 1960-an adalah hal yang paling merusak bagi wanita. Para feminis berpura-pura menginginkan kebebasan wanita dari peran mereka sebagai istri dan ibu lalu membiarkan mereka bebas untuk bekerja, mempunyai rumah sendiri dan bebas secara seksual. Tapi sebenarnya hal seperti itu tidak membawa kebahagian bagi wanita. Seorang wanita hanya benar-benar terpenuhi dalam perannya sebagai istri dan ibu. Dia juga bisa meraih karier yang sukses, tapi tanyalah beberapa wanita karier yang tidak memiliki anaknya sendiri, dan akan dikatakan kepada Anda bahwa ia akan menjual seluruh keberhasilan profesinya hanya untuk mendapatkan seorang anak. Penindasan sangat berlawanan, di mana wanita tidak punya hak. Keseimbangan yang sehat merupakan yang terbaik bagi wanita dan masyarakat secara umum. Banyak orang saat ini melihat Barat, yakni Amerika Serikat, sebagai tempat modern danbebas dan banyak umat Islam mendorong wanita Muslim untuk menyesuaikan cara seperti mereka…

apa yang ingin Anda katakan pada orang-orang seperti itu?

Saya akan sangat menganjurkan wanita Muslim untuk melanjutkan mengenakan hijab (jilbab). Mereka bisa menjadi modern dalam pengertian mereka menghadiri universitas dan memiliki karier, tapi ada saat di mana mereka tergoda untuk menghilangkan kesopanannya, (setan) yang jahat akan mulai mengalahkan mereka. Pertamanya memang terlihat tidak terlalu salah. “Hanya” berpakaian sedikit lebih terbuka dan lebih mirip wanita di Barat. Kemudian mereka akan menggodamu terus-menerus dengan ide melepaskan moral seksual kalian, lalu datanglah aborsi dan ganti-ganti pasangan. Semua ini membawa kesengsaraan bagi wanita. Wanita merasa lebih aman dan bahagia ketika mereka berpakaian sederhana dan menjaga seksualitas mereka hanya untuk suami mereka.

Apa hal pertama yang ingin Anda ubah atau perbaiki tentang wanita Amerika?

Hal pertama yang ingin saya perbaiki tentang wanita Amerika sebenarnya adalah apa yang saya jelaskan di atas. Saya melihat foto tua wanita di masa nenek saya dan saya bisa melihat mereka mengenakan pakaian panjang, pakaian yang indah. Mereka tidak mengenakan kerudung, tapi jelas mereka tidak mengenakan rok pendek atau menunjukkan kaki mereka dalam berbagai cara. Lalu saya melihat gambar tahun 1960-an dan melihat wanita mulai mengenakan rok pendek dan lebih banyak pakaian terbuka dan saat itulah tingkat perceraian meningkat (sekarang 50% di AS), aborsi meningkat, dan menjadi mustahil bagi wanita untuk mendapatkan cinta lelaki tanpa seks. Nasihat saya untuk wantia Amerika adalah untuk berpakaian sederhana (sopan) dan tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Jika seorang lelaki tidak mencintai, cukuplah menunggu, berarti dia tidak patut untuknya. Modesty, modesty, modesty!

Apa persamaan yang Anda temukan antara wanita Muslim dan wanita Kristiani?

Persamaan antara wanita Muslim dan wanita Kristiani adalah bahwa mereka semua wanita, karenanya kami punya emosi yang sama, dengan kekuatan yang dalam untuk mencintai, dan juga kekuatan yang dalam untuk disakiti. Inilah sebabnya dibutuhkan bagi wanita untuk melindungi diri mereka sendiri secara emosional dengan menjadi sederhana dan rendah hati. Hal ini memberikan pesan kepada para lelaki bahwa mereka bukanlah mainan seksual dan memperkuat dalam diri kami ide bahwa kami layak dihormati dan dihargai berdasarkan siapa kami dan bukan bagaimana kami dilihat. Kedua agama kita sangat tradisionil dalam hal moral seksual dan peran wanita dan pria, tapi sejak Barat merusaknya, sulit untuk menemukan wanita Kristiani yang menyadari bahwa menjadi tidak sopan (immodest) sebenarnya bukanlah Kristiani (un-Christian). Saya pikir kerudung sangatlah indah dan innocent dan saya mengagumi wanta Muslim yang mengenakannya dengan kebanggaan dan harga diri.

Apakah Anda mengira hal itu akan berubah suatu saat nanti bagi wanita? Akankah kita bisa benar-benar keluar dari tekanan pria sepenuhnya?

Seperti yang saya katakan sebelumnya, adalah hal penting untuk menemukan keseimbangan antara modernisme dan penindasan. Keduanya berlawanan, dan ironisnya, modernisme hanyalah bentuk lain dari penindasan terhadap wanita. Bukannya wanita ditindas oleh pria dengan tidak diizinkan keluar rumah, misalnya, modernisme justru menindas wanita dengan membuat kami sendirian, kekerasan seksual tanpa anak-anak. Kita bisa menemukan keseimbangan yang tepat, tapi hal itu membutuhkan wanita yang tepat sederhana dengan berjuang untuk hak-hak seperti pendidikan dan kebebasan dari kekerasan rumah tangga. Jangan pergi terlalu jauh dan mendengar feminis Barat, kebanyakan dari mereka bukanlah Kristiani. Mereka pembohong.

Siapa pengaruh terbesar dalam hidup Anda?

Bunda Teresa dari Calcutta adalah pengaruh terbesar bagi saya. Sebenarnya dia mengenakan kerudung sebagai seorang biarawati Katolik! Tapi (sesungguhnya) cinta besar dia terhadap kemanusiaan dan khususnya rakyat miskin yang sangat mempengaruhi saya. Saya sempat berencana untuk menjadi biarawati seperti dia tapi saya berpikir bahwa Tuhan memanggil saya untuk melakukannya. Mungkin Tuhan memanggil saya untuk menasihati wanita lain agar tidak melakukan kesalahan seperti yang dilakukan wanita Barat. Saya tahu dari pengalaman bahwa kebebasan seksual yang dijanjikan para pembohong itu lebih buruk dari bentuk perbudakan. Bunda Teresa akan setuju

Categories: Feminimisme | Tags: , , , | Leave a comment

Blog at WordPress.com.