Farsi (4)

Hari ini kita kembali menemui Mohammad dan Ramin. Tapi hari sudah malam. Dan Mohammad ingin segera tidur, karena besok ia punya banyak kegiatan. Oleh sebab itu, ia meminta Ramin untuk membangunkannya lebih awal.

لطفا
(Lotfan)
mohon, maaf, tolong

فردا
(Farda)
besok

زود
(zud)
Segera

بیدار کن!
(Bidar kon)
Bangunkan!

من دارم
(Man daram)
saya punya

کار
(Kar)
pekerjaan

خیلی
(Kheyli)
sangat

تو نداری
(Tu nadari)
kamu tidak punya

درسته؟
(Dorosteh)
Benarkah?

آره
(Are)
iya

من ندارم
(Man nadaram)
saya tidak punya

کلاس
(Kelas)
kelas

چه کار داری؟
(Che kar dari)
kamu punya kerjaan apa?

چند
(Chand)
beberapa

نامه
(Nameh)
surat

چند نامه
(Chand nameh)
Beberapa surat

من می نویسم
(Man minevisam)
saya menulis

من پست می کنم
(Man post mikonam)
saya poskan, saya kirim

من فکر می کنم
(Man fekr mikonam)
saya pikir

پدرم
(Pedaram)
ayahku

برای من
(Baraye man)
untukku

تو پست می کنی
(Tu post mikoni)
kamu poskan, kamu kirim

بده
(Bedeh)
lihatlah

به من
(Be man)
kepada saya

نامه ات
(Nameh-at)
suratmu

برایت
(Barayat)
untukmu

چه کار می کنی؟
(Che kar mikoni)
apa yang akan kamu lakukan?

دوستم
(Dustam)
temanku

هفته
(Hafteh)
pekan

ما مطالعه می کنیم
(Ma motale’eh mikonim)
kita/kami belajar

ما آماده می کنیم
(Ma amadeh mikonim)
kita/kami persiapkan

خودمون
(Khodemun)
diri kami/kita

امتحان
(Emtehan)
ujian

چند ساعت
(Chand sa’at)
berapa jam?

شما شروع می کنید
(Shoma shorue mi-konid)
kamu memulai

از… تا…
(Az…ta…)
dari… sampai…

از ساعته هشت
(Az sa’ate hasht)
dari jam delapan

تا ساعت دو
(Ta sa’ate do)
dari jam dua

صبح
(Sobh)
pagi

بعد از ظهر
(Ba’daz zohr)
setelah dzuhur (dari siang hingga petang)

شش ساعت
(Shish sa’at)
enam jam

خیلی زیاده
(Kheyli ziyadeh)
sangat banyak

نیم ساعت
(Nim sa’at)
setengah jam

ما استراحت
(Ma esterahat mikonim)
kita/kami istirahat

ما می خوریم
(Ma mikhorim)
kita/kami makan

ناهار
(Nahar)
makan siang

باشه
(Basheh)
baiklah

Selanjutnya mari kita simak percakapan Mohammad dan Ramin.

محمد: رامین لطفا فردا من رو زود بیدار کن. فردا خیلی کار دارم.
(Mohammad: Ramin lotfan farda man ro zud bidar kon. Farda kheyli kar daram)
Mohammad: Ramin, tolong besok bangunkan aku lebih awal. Besok aku punya pekerjaan sangat banyak.

رامین: تو که فردا کلاس نداری.
(Ramin: to ke farda kelas nadari)
Ramin: Bukankah kamu besok tidak punya kelas?

محمد: آره. کلاس ندارم.
(Mohammad: are. Kelas nadaram)
Mohammad: Iya. Aku tidak punya kelas.

رامین: پس، چه کار داری؟
(Ramin: pas, che kar dari)
Ramin: Kalau begitu, Kamu punya pekerjaan apa?

محمد: فردا چند نامه می نویسم و پست می کنم. یک نامه به پدرم فکس می کنم.
(Mohammad: farda chand name mi-nevisam va post mi-konam. Yek name be pedaram faks mi-konam)
Mohammad: Besok aku menulis beberapa surat dan aku poskan. Aku juga akan menfaxkan sebuah surat ke ayahku.

رامین: برای من هم یک نامه پست می کنی؟
(Ramin: baraye man ham yek name mikoni)
Ramin: Kamu poskan suratku juga ya?

محمد: آره. نامه ات رو به من بده. برایت پست می کنم. تو فردا چه کار می کنی؟
(Mohammad: are. Nameh-at ro be man bede. Barayet post mikonam. To farda che kar mi-koni)
Mohammad: Iya. Berikan suratmu padaku. Aku akan poskan untukmu. Kamu
besok ada pekerjaan apa?

رامین: من و دوستم این هفته مطالعه می کنیم. ما خودمون رو برای امتحان آماده می کنیم.
(Ramin: man va dustam in dustam in hafte motalee mi-konam. Ma khodemun ro baraye emtehan amade mikonim)
Ramin: Aku dan temanku, pekan ini akan belajar. Kami akan persiapkan diri kami untuk menghadapi ujian.

محمد: چند ساعت مطالعه می کنید؟
(Mohammad: chand saat motalee mi-konid)
Mohammad: Berapa jam kalian akan belajar?

رامین: از هشت صبح تا ساعت دو بعد از ظهر.
(Ramin: az hasht-e sobh ta saat-e do-e baed az zohr)
Ramin: dari delapan pagi sampai jam 2 setelah dzuhur

محمد: شش ساعت مطالعه می کنید؟ خیلی زیاده!
(Mohammad: shesh saat motalee mi-konid? Kheyli ziyade)
Mohammad: Kalian belajar 6 jam? Sangat banyak.

رامین: البته نیم ساعت هم استراحت می کنیم. ساعت دو ناهار می خوریم.
(Ramin: albate nim saat ham esterahat mo-konim. Saat-e do nahar mikhorim)
Ramin: Tentu saja, kami juga istirahat setengah jam. Jam 2 kami makan siang

محمد: پس لطفا من رو ساعت هفت بیدار کن!
(Mohammad: pas lotfan man ro saat-e haft bidar kon)
Mohammad: Kalau begitu bangunkan aku jam 7 pagi.

رامین: باشه.
(Ramin: bashe)
Ramin: baiklah

Hari ini, Mohammad hendak pergi ke rumah temannya. Rumah temannya itu berada di dekat bundaran Azadi. Bundaran Azadi merupakan taman yang luas dan besar di barat Tehran. Di tengahnya berdiri sebuah monumen yang begitu indah. Monumen ini menjadi salah sati icon kota Tehran. Selain monumen Azadi, kota Tehran juga punya icon lainnya, yaitu menara Milad, salah satu menara tertinggi dunia.

Kini Mohammad tengah berada di jalan Vali-e Asr. Di sana ia bertanya pada salah seorang pejalan, bagaimana caranya menuju ke budaran Azadi. Ia menyarankan kepada Mohammad untuk naik bus.

ببخشید
(Bebakhsid)
maaf, permisi

میدون
(Meydun)
bundaran, lapangan

آزادی
(Azadi)
Azadi

کجاست؟
(Kojast)
di mana?

اتوبوس
(Otubus)
bus

تاکسی
(Taksi)
taksi

با اتوبوس
(Ba otubus)
dengan bus

شما می رید
(Shoma mirid)
kamu pergi

فرقی نمی کند
(Farqi nemikonad)
Tidak berbeda, sama saja

من فکر می کنم
(Man fekr mikonam)
saya pikir

راحت
(Rahat)
nyaman

راحتتر
(Rahat-tar)
lebih nyaman,

ایستگاه
(Istgah)
halte

نزدیک
(Nazdik)
dekat

کمی
(Kami)
sedikit, agak

جلوتر
(Jelotar)
lebih ke depan

بانک
(Bank)

bank

بلیط
(Belit)
karcis, tiket

بلیط فروشی
(Belit Forushi)
loket penjualan tiket

کنار
(Kenar)
dekat

متشکرم
(Motshakkeram)
terima kasih

شما پیاده می شید
(Shoma piyadeh mishid)
kamu turun

من پیاده می شم
(Man piyadeh misham)
saya turun

بعد از
(Ba’daz)
setelah

دو ایستگاه
(Do istgah)
dua halte

پیاده شین
(Piyadeh shin)
turunlah

من می گم
(Man migam)
saya bilang, saya berkata

به شما
(Be shoma)
kepada kamu

خواهش می کنم
(Khahesh mikonam)
sama-sama, kembali

Selanjutnya, mari kita simak percapakan berikut ini.

محمد: ببخشید آقا. میدون آزادی کجاست؟
(Mohammad: bebakhshid agha. Meydun-e Azadi kojast)
Mohammad: Maaf, Pak! Bundaran Azadi di mana?

رهگذر: میدون آزادی؟… با اتوبوس می رید یا با تاکسی؟
(Rahgozar: meydun-e Azadi?… ba otubus mi-rid ya ba taksi)
Pejalan: Bundaran Azadi? …Kamu mau pergi dengan bus atau taksi?

محمد: فرقی نمی کنه.
(Mohammad: farqi nemi-kone)
Mohammad: sama saja

رهگذر: فکر می کنم با اتوبوس راحتتره. ایستگاه اتوبوس میدون آزادی نزدیکه.
(Rahgozar: fekr mi-konam ba otubus rahattare. Istgah otubus-e meydun-e Azadi nazdike)
Pejalan: Saya pikir, naik bus lebih nyaman. Halte bus dekat dengan Bundaran Azadi

محمد: ایستگاه کجاست؟
(Mohammad: istgah kojast)
Mohammad: halte di mana?

رهگذر: کمی جلوتر. نزدیک بانک.
(Rahgozar: kami jolotar. Nazdik-e bank)
Pejalan: agak ke depan, di dekat bank.

محمد: ببخشید بلیط فروشی کجاست؟
(Mohammad: bebakhshid belit-forushi kojast)
Mohammad: Maaf, loket jualan tiket di mana ya?

رهگذر: بلیط فروشی هم کنار ایستگاهه.
(Rahgozar: belit-forushi ham kenar-e istgahe)
Pejalan: loket jualan tiket juga di samping halte

محمد: متشکرم.
(Mohammad: motshakkeram)
Mohammad: terima kasih

Mohammad berjalan lagi ke arah halte bus dan loket penjual tiket. Setelah beberapa menit menunggu, bus jurusan ke Bundaran Azadi tiba. Ia dan para penumpang lainnya pun menaiki bus. Kebetulan, bus yang dinaiki Mohammad tidak begitu sesak dengan penumpang. Tapi, ia tidak tahu harus di halte mana ia turun. Ia pun bertanya kepada penumpang lain di dekatnya.

محمد: ببخشید آقا. میدون آزادی نزدیکه؟
(Mohammad: bebakhshid agha. Meydun-e Azadi nazdike)
Mohammad: Maaf Pak. Apa Bundaran Azadi sudah dekat?

مسافر: بله. شما میدون آزادی پیاده می شید؟
(Mosafer: bale. shoma meydun Azadi piyade mishid)
Penumpang: Iya. Kamu mau turun di Bundaran Azadi?

محمد: بله. من میدون آزادی پیاده می شم.
(Mohammad: bale. man meydun-e Azadi piyade mi-sham)
Mohammad: Iya. Saya mau turun di Bundaran Azadi.

مسافر: شما بعد از دو ایستگاه پیاده شین.
(Mosafer: shoma ba’d az do istgah piyade shin)
Penumpang: Turunlah setelah dua halte.

محمد: بعد از دو ایستگاه؟
(Mohammad: ba’d az do istgah)
Mohammad: Setelah dua halte?

مسافر: بله من به شما می گم میدون آزادی کجاست.
(Mosafer: bale man be shoma mi-gam meydun-e Azadi kojast)
Penumpang: Iya. Saya bilang di mana letak Bundaran Azadi.

محمد: متشکرم.
(Mohammad: motshakkeram)
Mohammad: Terima kasih

مسافر: خواهش می کنم.
(Mosafer: khakhesh mikonam)
Penumpang: Sama-sama

Ketika bus telah sampai di halte Bundaran Azadi, si penumpang berkata kepada Mohammad supaya turun. Mohammad pun mengucapkan terima kasih dan selamat jalan kepadanya.

Bundaran Azadi begitu luas. Mohammad pun melihat pemandangan di sekeliling bundaran. Dalam benaknya ia berpikir, betapa besarnya kota Tehran. Setelah bertanya ke sana ke mari. Ia pun akhirnya sampai di rumah temannya.

Kebetulan hari ini Ramin tengah sakit. Ia pun lantas pergi ke dokter. Sayangnya, di dekat praktek dokter tidak ada apotek terdekat. Karena itu, siang harinya Mohammad pergi ke apotek dan menukar resep Ramin. Tapi, ia juga merasa kepalanya agak pusing.

روزتون بخیر
(Rozetun bekheir)
Selamat Siang

نسخه
(Noskheh)
resep

شما دارید
(Shoma darid)
kamu punya

بفرمایید
(Befarmaeed)
silakan

دوستمه
(Dustameh)
temanku

لطفا
(Lotfan)
mohon, tolong

بدید
(Bedid)
berikan

پذیرش
(Paziresh)
resepsionis, bagian penerimaan

چشم
(Chashm)
baiklah

دیروز
(Diruz)
kemarin

از دیروز
(Az diruz)
sejak kemarin

سر درد
(Sar dard)
sakit kepala

من دارم
(Man daram)
saya punya

من میدم
(Man midam)
saya beri

آسپرین
(Asperin)
aspirin

روزی
(Ruzi)
sehari

سه
(Se)
tiga

قرص
(Qors)
tablet

بخورید
(Bokhorid)
makanlah, minumlah

ممنون
(Mamnun)
terima kasih

خمیر دندون
(Khamir dandun)
pasta gigi

مسواک
(Mesvak)
sikat gigi

من می خوام
(Man mikham)
saya ingin

چه خمیر دندونی؟
(Che khamir danduni)
pasti gigi apa?

شما می خواید اینجا
(Shoma mikhaid inja)
kamu ingin di sini

مسواک
(Mesvak)
sikat gigi

ویترین
(Vitrin)
etalase

کوچیک
(Kuchik)
kecil

خمیر دندون کوچیک
(Khamir dandun-e kuchik)
pasta gigi kecil

چه رنگی؟
(Che rangi)
warna apa?

مسواک چه رنگی؟
(Mesvak-e che rangi)
sikat gigi warna apa?

فرقی نمی کنه
(Farqi nemikoneh)
apa saja

آبی
(Abi)
biru

مسواک آبی
(Mesvak-e abi)
sikat gigi biru

آماده
(Amadeh)
siap

دارو
(Daru)
obat

داروی شما
(Daru-ye shoma)
obat kamu

چهار هزار
(Chahar hezar)
empat ribu

تومن
(Toman)
toman (1 toman= 10 Riyal)

چهار هزار تومن می شه
(Chahar hezar toman mishe)
jadi empat ribu toman

پول
(Pul)
uang

صندوق
(Sanduq)
kasir

متشکرم
(Motshakkeram)
terima kasih

Nah saudara, kini kita pergi bersama Mohammad ke apotek dan mari kita simak percakapannya dengan dokter apotek!

محمد: سلام خانم دکتر، روزتون بخیر.
(Mohammad: salam khanum doktor, ruzetun bekheir)
Mohammad: Salam bu dokter, selamat siang!

خانم دکتر: بفرمایید. نسخه دارید؟
(Khanum doktor: befarmaeed. Noskhe darid)
Dokter: Salam, silakan. Kamu punya resep?

محمد: بله. بفرمایید. این نسخه دوستمه.
(Mohammad: bale. befarmaeed. In noskhe dustame)
Mohammad: Iya. Silakan! Ini resep teman saya

خانم دکتر: لطفا نسخه رو به پذیرش بدید.
(Khanum doktor: lotfan noskhe ro be paziresh bedid)
Dokter: Mohon berikan resepnya kepada resepsionis

محمد: چشم. ببخشید خانم دکتر من هم از دیروز سر درد دارم.
(Mohammad: chashm. Bebakhshid khanum doktor man ham az diruz sar dard daram)
Mohammad: Baiklah. Maaf bu dokter, sejak kemarin saya juga sakit kepala.

خانم دکتر: یک بسته آسپرین به شما می دم. روزی سه قرص بخورید.
(Khanum doktor: yek baste asperin be shoma mi-dam. Ruzi se qors bokhorid)
Dokter: Saya akan beri anda satu strip aspirin. Sehari minumlah tiga tablet.

محمد: ممنون. یک خمیر دندون و مسواک هم می خوام.
(Mohammad: mamnun. Yek khamir dandun va mesvak ham mikham)
Mohammad: Terima kasih. Saya juga ingin sebuah pasta gigi dan sikat gigi

خانم دکتر: چه خمیر دندونی می خواید؟ بفرمایید اینجا. خمیر دندون و مسواک ها در این ویترین است.
(khanum doktor: che khamir danduni mi-khaid? Befarmaeed inja. Khamir dandun va mesvak dar in vitrin ast)
Dokter: Pasta gigi apa yang kamu inginkan? Silakan ke sini. Pasta gigi dan sikat gigi berada di etalase ini.

محمد: لطفا این خمیر دندون کوچیک رو بدید و این مسواک رو.
(Mohammad:lotfan in khamir dandun kuchik ro bedid va in mesvak ro)
Mohammad: Mohon berikan pasta gigi ini dan sikat gigi ini

خانم دکتر: مسواک چه رنگی می خواید؟
(Khanum doktor: mesvak-e che ranggi mi-khaid)
Dokter: sikat gigi warna apa yang kamu inginkan?

محمد: فرقی نمی کنه. لطفا یک مسواک آبی بدید.
(Mohammad: farqi nemikone. Lotfan yek mesvak abi bedid)
Mohammad: Apa saja. Tolong, berikan sikat gigi warna biru.

خانم دکتر: بفرمایید. داروی شما آماده است. داروها با مسواک و خمیر دندون و آسپرین چهار هزار تومن می شه. لطفا پول رو به صندوق بدید.
(Khanum doktor: befarmaeed. Daru-ye shoma amade ast. Daru-ha va khamir-dandun va asperin chahar hezar toman mishe)
Dokter: Silakan! Obat Anda sudah siap. Obat dengan sikat gigi, pasta gigi, dan aspirin semunya jadi 4 ribu toman. Tolong berikan uangnya ke kasir.

محمد: متشکرم.
(Mohammad: motshakkeram)
Mohammad: Terima kasih

Mohammad pun membayar uangnya ke kasir. Di dekat kasir, terdapat beragam iklan krim, shampo, dan perlengkapan kesehatan. Mohammad pun mengambil salah satu brosur yang tersedia di sana. Petugas kasir memanggil nama Mohammad dan menyerahkan obat serta nota pembelian ke dia. Mohammad pun mengucapkan terima kasih dan selamat jalan kepada bu dokter. Di tengah jalan saat mengendarai taksi, ia mempelajari brosur yang diperolehnya dari apotek. Saat membacanya, ia pun terkejut dengan begitu beragamnya produksi barang kebutuhan kesehatan di Iran. Ia sebelumnya tidak mengetahui jika Iran ternyata begitu maju dan banyak memproduksi beragam jenis barang kebutuhan kesehatan dan kecantikan yang sangat berkualitas.

Kali ini kita akan berjalan-jalan ke Tehran. Tehran merupakan salah satu kota terbesar dunia. Karena itu, wajar jika jalanan di ibu kota Iran ini begitu padat. Di Iran juga banyak terdapat pabrik yang memproduksi pelbagai jenis kenderaan roda empat dan dua. Hasil produksi otomotif Iran juga banyak diekspor ke pelbagai negara. Tentu saja, produk otomotif Iran juga banyak diminati oleh konsumen lokal.

Saat ini, Tehran memiliki jaringan sistem kereta api bawah tanah dan bis kota serta jenis kendaraan umum lainnya yang sangat luas. Namun banyak keluarga Iran yang lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadinya. Karena itu tingkat kepadatan jalan di Tehran sangat tinggi. Kebetulan, sekarang ini taksi yang ditumpangi Mohammad tengah terjebak kemacetan. Tak jauh di depan sana, ada mobil ambulan. Dan mobil-mobil lainnya tidak bisa berjalan. Kemungkinan tengah terjadi kecelakaan. Nah saudara bagaimana selanjutnya? Mari kita simak percakapan Mohammad berikut ini. Namun sebelum itu, kita pelajari dulu beberapa kosakata penting.

چه شده؟
(Che shodeh)
ada apa? apa yang terjadi?

آمبولانس
(Ambulans)
ambulan

آنجا
(Anja)
di sana

اینجا
(Inja)
di sini

من فکر می کنم
(Man fekr mikonam)
saya pikir, saya kira

دو
(Do)
dua

ماشین
(Mashin)
mobil

با هم
(Baham)
saling, bersama

آنها تصادف کردند
(Anha tasadof kardand)
mereka tabrakan

چه قدر
(Che qadr)
betapa

شلوغ
(Sholugh)
ramai

چه قدر شلوغ است!
(Che qadr sholugh ast)
Betapa ramainya!

چرا
(Chera)
kenapa

مردم
(Mardom)
masyarakat

آنها ایستادند
(Anha Istadand)
Mereka berdiri

همیشه
(Hamisheh)
selalu

همین طور
(Hamintur)
begitula

جناب پلیس
(Jenab-e polis)
bapak polisi

آقای پلیس
(Agha-ye Polis)
bapak polisi

ببخشید
(Bebakshid)
maaf

راه
(Rah)
jalan

بسته
(Basteh)
tutup

باز
(Baz)
buka

نه خیر
(Nah kheir)
tidak

بعد از
(Ba’d az)
setelah

چند
(Chand)
beberapa

دقیقه
(Daqiqe)
menit

راه باز می شود
(Rah baz mishavad)
jalan akan dibuka

تصادف
(Tasadof)
kecelakaan

موتور سیکلت
(Motor siklet)
sepeda motor

خودرو
(Khodrou)
mobil

سمند
(Samand)
samand (merek mobil lokal Iran)

مثل اینکه
(Mesle inkeh)
sepertinya

حال
(Hal)
sekarang

موتور سیکلت
(Motor savar)
pengendara motor

خوب
(Khub)
baik

آمبولانس
(Ambulans)
ambulan

بیمارستان
(Bimarestan)
rumah sakit

آنها می برند
(Anha mibarand)
mereka membawanya

علت
(Ellat)
penyebab

چه بود؟
(Che bud)
Ada apa, apa yang telah terjadi?

با سرعت
(Ba sor’at)
dengan kecepatan tinggi

چراغ قرمز
(Cheragh-e qermez)
lampu merah

او عبور کرد
(ou obur kard)
dia melewati

او تصادف کرد
(ou tasadof kard)
dia menbrak

موتور سوار
(Motor savar)
pengendara motor

محتاط
(Mohtat)
berhati-hati

به طرف چپ
(Be taraf-e chap)

ke arah kiri

بپیچید
(Bepichid)
pelik, rumit

خیابان رازی
(Kheyaban-e Razi)
jalan Razi

بروید
(Beravid)
pergilah

مقصد
(Maqsad)
tujuan

بهار
(
Bahar)
bahar (nama jalan), musim semi

به طرف راست
(Be taraf-e rast)
ke arah kanan

از آنجا
(Az anja)
dari sana

Sekarang, mari kita menyusuri jalan Vali-e Asr di Tehran dan menyimak percakapan antara Mohammad dengan sopir taksi dan polisi.

محمد: چه شده؟ یک آمبولانس آنجاست.
(Mohammad: che shode? Yek ambulans anjast)
Mohammad: Ada apa? Ada sebuah ambulan di sana

راننده: فکر می کنم دو ماشین با هم تصادف کردند.
(Ranande; fekr mi-konam do mashin ba ham tasadof kardand)
Sopir: Saya kira ada dua mobil yang saling tabrakan

محمد: چه قدر شلوغ است. چرا مردم همه آنجا ایستادند؟
(Mohammad: che qadr sholugh ast. Chera mardom hame anja istadand)
Mohammad: Ramai sekali. Kenapa semua orang berdiri di sana?

راننده: همیشه همینطور است. ببخشید جناب پلیس راه بسته است؟
(Ranande: hamishe hamintor ast. Bebakhshid jenab polis rah baste ast)
Sopir: Selalunya juga begitu. Maaf Pak Polisi, jalannya ditutup ya?

پلیس: نه خیر. بعد از چند دقیقه راه باز می شود.
(Polis: na kheir. Ba’d az chand dadiqe rah baz mi-shavad)
Polisi: Tidak. Setelah beberapa menit, jalan akan dibuka

محمد: آقای پلیس چه شده؟
(Mohammad: agha-ye polis che shode)
Mohammad: Pak Polisi, ada apa?

پلیس: تصادف. یک موتور سیکلت و یک خودروی سمند.
(Polis: tasadof. Yek motor-siklet va yek khodro-ye samand)
Polisi: Tabrakan. Sebuah motor dengan sebuah mobil Samand

راننده: مثل اینکه حال موتور سوار خوب نیست.
(Ranande: mesl-e inke hal motor-savar khub nist)
Sopir: Sepertinya, kondisi pengendara motor tidak bagus.

محمد: آره، او را با آمبولانس به بیمارستان می برند. علت تصادف چه بود؟
(Mohammad: are, ou ra ba ambulans be bimarestan mi-barand. Elat-e tasadof che bud)
Mohammad: Iya. Ambulan membawanya ke rumah sakit. Penyebab tabrakannya apa ya?

پلیس: موتور سیکلت با سرعت از چراغ قرمز عبور کرد و با سمند تصادف کرد.
(Polis: motor sikletba sor’at az cheragh-e qermez obur va ba samand tasadof kard)
Polisi: Motor menembus lampu merah dengan kecepatan tinggi lantas menabrak mobil Samand.

راننده: موتور سوارها محتاط نیستند.
(Ranade: motor savar-ha mohtat nistand)
Sopir: Para pengendara motor memang tidak hati-hati

پلیس: به طرف چپ بپیچید و از خیابان رازی بروید.
(Polis: be taraf-e chap bepichid va az khiyaban-e Razi beravid)
Polisi: Beloklah ke arah kiri dan pergilah melewati jalan Razi.

راننده: اما مقصد ما خیابان بهار است.
(
Ranande: ama maqsad ma khiyaban-e Bahar ast)
Sopir: Tapi tujuan kami ke jalan Bahar

پلیس: از خیابان رازی به طرف راست بپیچید و از آنجا به خیابان بهار بروید.
(Polis: az khiyaban-e Razi be taraf-e rast bepichid va az anja be khiyaban-e Bahar beravid)
Polisi: Dari jalan Razi, beloklah ke arah kanan dan dari sana pergilah ke jalan Bahar.

Sopir taksi mengarahkan mobilnya berbelok ke kiri dan pergi melewati jalan Razi. Di sepanjang jalan, ia begitu kesal dengan sikap para pengendara motor yang tidak menaati peraturan lalu lintas. Namun, jalan Razi saat itu masih lenggang sehingga mereka pun bisa cepat sampai ke tujuan.

Kali ini kita mempunyai seorang tamu baru. Dia adalah Mariam, kakak perempuan Ramin. Mariam adalah seorang perawat dan berniat ke Tehran untuk bekerja. Saat ini dia berada di dalam bus. Bus berangkat dari Shiraz pukul 7 pagi dan tiba di Tehran pukul 9 malam. Rencananya, Ramin akan pergi ke terminal bus untuk menjemput Mariam. Ramin sudah beberapa kali mencoba menelpon kakaknya dan memberitahunya supaya menunggu di ruang tunggu. Namun ia gagal menelponnya.

Nah saudara sebelum kita beralih ke sesi percakapan. Terlebih dahulu kita pelajari beberapa kosa kata baru.

الو
(Alo)
halo

حالت چه طور است؟
(Halet chetor ast)
bagaimana kabarmu?

تو چه طوری؟
(To chetori)
bagaimana Kamu?

دقیق
(Daqiq)
tepat

من نمی دونم
(Man nemidunam)
saya tidak tahu

یک ساعت دیگر
(Yek sa’at-e digar)
satu jam lagi

من می رسم
(Man miresam)
saya sampai

صدا
(Seda)
suara

صدایت
(Sedayat)
suaramu

من نمی شنوم
(Man nemishenavam)
saya tidak mendengar

من می گویم
(Man miguyam)
saya bilang

صدای مرا
(Seda-e mara)
suaraku

تو می شنوی
(Tu mishnavi)
kamu mendengar

من فهمیدم
(Man fahmidam)
saya paham

الان
(Al’an)
sekarang

ترمینال
(Terminal)
terminal

من می آیم
(Man mi-ayam)
saya datang

منتظر باش
(Montazer bash)
tunggulah

منتظرم باش
(Montazeram bash)
tunggulah aku

من منتظرمی مانم
(Man montazer mimanam)
saya akan tunggu

اما
(Amma)
tapi

رستوران
(Restoran)
restoran

قطع شد
(Qat’ shod)
terputus

دوباره
(Dobareh)
lagi, ulang

تلفن قطع شد
(Telefon qat’ shod)
telepon terputus

خواهر
(Khahar)
saudari

خواهرت
(Khaharat)
saudarimu

او می آید
(ou mi-ayad)
Ia datang

او می رسد
(ou miresad)
Ia sampai

دانشجو
(Daneshju)
mahasiswa

پرستار
(Parastar)
perawat

برای
(Baraye)
untuk

کار
(Kar)
pekerjaan

او می ماند
(ou mimanad)
aku tinggal

شش
(Shesh)
enam

شش ماه
(Shesh mah)
enam bulan

حتما
(Hatman)
sungguh, pasti

گوشی
(Gushi)
telepon

بردار
(Bardar)
angkatlah

خودش
(Khodesh)
dirinya

آره
(Are)
iya

Ramin beberapa kali menelpon nomor hp kakaknya dan akhirnya berhasil juga. Mariam pun mengangkat teleponnya. Nah saudara mari kita simak percakapan telepon Ramin dan kakaknya, Mariam.

رامین: الو سلام مریم.
(Ramin: alo salam Maryam)
Ramin: Halo, Salam, Mariam

مریم: سلام رامین. حالت چه طور است؟
(Maryam: Salam Ramin. Halet che tor ast)
Mariam: Salam, Ramin. Bagaimana kabarmu?

رامین: خوبم. تو چه طوری؟ الان کجایی؟
(Ramin: khubam. To che tori? Al-an kojaee)
Ramin: Aku baik. Kamu Bagaimana? Sekarang di mana?

مریم: درست نمی دانم کجا هستم. ولی فکر می کنم یک ساعت دیگر به تهران می رسم.
(Maryam: dorost nemi-danam koja hastam. Vali fekr mi-konam yek saat-e digar be Tehran mi-resam)
Mariam: Aku tidak tahu di mana tepatnya sekarang. Tapi aku pikir sejam lagi aku akan sampai di Tehran.

رامین: الو مریم… الو… صدایت را خوب نمی شنوم.
(Ramin: alo Maryam… alo… sedayat ra khub nemi-shenavam)
Ramin: Halo Mariam…halo… aku tidak bisa mendengar suaramu dengan baik

مریم: می گویم بک ساعت دیگر به تهران می رسم. رامین صدای مرا می شنوی؟
(Maryam: mi-guyam yek saat-e digar be Tehran mi-resam. Ramin seda-ye mara mi-shenavi)
Mariam: Aku bilang sejam lagi aku akan sampai di Tehran. Ramin, kamu mendengar suaraku?

رامین: آره. فهمیدم. یک ساعت دیگر در تهران هستی. پس من الان به ترمینال می آیم. منتظرم باش.
(Ramin: are. Fahmidam. Yek saat-e digar dar Tehran hasti. Pas man al-an be terminal mi-ayam. Montazeram bash)
Ramin: Iya. Aku paham. Sejam lagi kamu akan sampai di Tehran. Kalau begitu, sekarang saya akan datang ke terminal. Tunggulah aku.

مریم: باشد. منتظر می مانم. اما کجا؟
(Maryam: bashad. Montazer mi-manam. Ama koja)
Mariam: Baiklah. Aku akan tunggu. Tapi di mana?

رامین: در رستوران… اه، قطع شد.
(Ramin: dar restoran… eh, qat’ shod)
Ramin: Di restoran. ….Yah…putus.

Ramin saat ini juga tengah berbicara dengan Mohammad. Selengkapnya mari kita simak bersama percakapan mereka berdua.

رامین: اه دوباره تلفن قطع شد.
(Ramin: eh dobare qat’ shod)
Ramin: Yah…teleponnya putus lagi.

محمد: خواهرت به تهران می آید؟
(Mohammad: khaharet be Tehran miayad)
Mohammad: Saudara perempuan kamu akan sampai di Tehran?

رامین: آره. او یک ساعت دیگر به تهران می رسد.
(Ramin: are. Ou yek saat-e digar be Tehren mi-resad)
Ramin: Iya, sejam lagi dia akan sampai di Tehran.

محمد: خواهرت دانشجو است؟
(Mohammad: khaharet daneshju ast)
Mohammad: Saudara perempuan kamu mahasiswa?

رامین: نه. او پرستار است. برای کار به تهران می آید و شش ماه در تهران می ماند.
(Ramin: na. ou parastar ast. Baraye kar be Tehran mi-ayad va shesh mah dar Tehran mi-manad)
Ramin: Bukan. Dia perawat. Dia datang ke Tehran untuk bekerja dan akan tinggal di Tehran selama enam bulan.

محمد: حتما خواهرت است. گوشی را بردار.
(Mohammad: hatman khaharet ast. Gushi ra bardar)
Mohammad: pasti saudara perempuan kamu. Angkatlah teleponnnya,

رامین: آره. حتما خودش است. الو. سلام مریم.
(Ramin: are. Hatman khodesh ast. Alo. Salam Maryam)
Ramin: Iya. Pasti dia. Halo. Salam, Mariam.

Iya. Mariam kembali menelpon Ramin. Ia dan Ramin sepakat untuk bertemu di restoran terminal. Ramin segera mengganti bajunya dan pergi ke terminal bus. Seperti biasanya, jalan kota Tehran begitu padat. Sementara terminal bus yang terletak di selatan Tehran, begitu jauh dari tempat tinggal Ramin. Tapi moga saja Ramin bisa sampai di terminal tepat waktu.

Hari ini kita tengah berjalan-jalan di kota Tehran. Seperti yang kita ketahui bersama, sejak beberapa hari lalu, Mariam, saudara perempuan Ramin tinggal di Tehran. Kali ini Mariam pergi ke Bundaran Enqelab. Di sana ia menunggu saudaranya. Setelah beberapa menit, Ramin dan temannya, Mohammad sampai juga di Bundaran Enqelab. Ini merupakan pertemuan pertama kali Mohammad dengan Mariam.

Saudara pendengar, sebelum kita simak percakapan mereka bertiga, terlebih dahulu kita pelajari beberapa kosa kata baru:

آنجا
(Anja)
di sana

خواهرم
(Khaharam)
saudara perempuanku

از آشنایی تان خوشوقتم
(Az ashnaeetan khosvaqtam)
senang sekali bisa berkenalan dengan kamu

حالتان
(Haletan)
keadaanmu

ممنون
(Mamnun)
terima kasih

تو آمدی
(Tu amadi)
kamu datang

کی
(Key)
kapan

تو منتظر ماندی
(Tu montazer mandi)
kamu sudah menunggu

پنج
(Panj)
lima

دقیقه
(Daqiqeh)
menit

قبل
(Qabl)
sebelum

من رسیدم
(Man residam)
saya sampai

تو خوردی
(Tu khordi)
kamu sudah makan

ناهار
(Nahar)
makan siang

من نخوردم
(Man nakhordam)
saya belum makan

شما چه طور
(Shoma chetor)
kamu bagaimana

شما خوردید
(Shoma khordid)
kalian sudah makan

ما نخوردیم
(Ma nakhordim)
kami belum makan

الان
(Al’an)
sekarang

رستوران
(Restoran)
restoran

ما می رویم
(Ma miravim)
kita pergi

هم
(Ham)
juga

بیا
(Biya)
ikut, datang

دور
(Dur)
jauh

تاکسی
(Taksi)
taksi

می رویم
(Miravim)
kita pergi

پیاده
(Piyadeh)
jalan kaki

ما می رویم
(Ma mirawim)
kita pergi

غذا
(Ghaza)
makanan

پاکت
(Pakat)
bungkusan, kantong

چیست؟
(Chist)
apa?

هدیه
(Hadiyeh)
hadiah

من خریدم
(Man kharidam)
saya beli

من می فرستم
(Man miferestam)
saya kirim

اداره
(Edareh)
kantor

پست
(Post)
pos

Sekarang, mari kita bersama-sama pergi ke Bundaran Enqelab dan menyimak percakapan antara Mariam dengan Ramin dan Mohammad.

رامین:اه… خواهرم آنجاست… سلام مریم خوبی؟
(Ramin; eh… khaharam anjast… salam Maryam khubi)
Ramin: Eh…saudara perempuanku di sana. Salam Mariam. Kamu baik kan?

مریم: سلام.
(Maryam: Salam)
Mariam: Salam

محمد: سلام مریم خانم. من محمد هستم.
(Mohammad: Salam Maryam khanum. Man Mohammad hastam)
Mohammad: Salam, kak Mariam. Saya Mohammad.

مریم: سلام از آشناییتان خوشوقتم. حالتان خوب است؟
(Maryam: Salam az ashnaeetan khoshvaqtam. Haletan khub ast)
Mariam: Salam, senang sekali bisa berkenalan dengan kamu. Bagaimana kabarmu?

محمد: ممنون من هم از آشنایی تان خوشوقتم.
(Mohammad: mamnun man ham az ashnaeetan khoshvaqtam)
Mohammad: Terima kasih. Saya juga senang bisa berkenalan dengan kamu.

رامین: کی آمدی؟ خیلی منتظر ماندی؟
(Ramin: key amadi? Kheili montazer mandi)
Ramin: Kapan kamu datang. Sudan lama kamu menunggu?

مریم: نه پنج دقیقه قبل رسیدم.
(Maryam: na panj daqiqe qabl residam)
Mariam: Tidak. Aku sampai lima menit lalu.

رامین: ناهار خوردی؟
(Ramin: nahar khordi)
Ramin: Kamu sudah makan siang?

مریم: نه نخوردم. شما چه طور؟ ناهار خوردید؟
(Maryam: na nakhordam. Shoma che tor? Nahar khordid)
Mariam: Belum. Aku belum makan. Kalian bagaimana? Kalian sudah makan siang?

رامین: نه. ما نخوردیم. الان به رستوران می رویم. تو هم بیا.
(Ramin: na. ma nakhordim. Al’al be restoran miravim. To ham ba ma bia)
Ramin: Belum. Kami juga belum makan siang. Sekarang kita pergi ke restoran. Kamu juga harus ikut.

مریم: رستوران خیلی دور است؟ با تاکسی می رویم؟
(Maryam: restoran kheili dur ast? Ba taksi miravim)
Mariam: Restorannya sangan jauh ‘kan? Kita pergi naik taksi?

رامین: نه. خیلی دور نیست. پیاده می رویم. غذای این رستوران بد نیست.
(Ramin; na. kheili dur nist. Piyade mi-ravim. Ghaza-ye in restoran bad nist)
Ramin: Tidak. Tidak terlalu jauh. Kita jalan kaki. Makanan di restoran ini lumayan.

رامین: راستی این پاکت چیست؟
(
Ramin: rasti in pakat chist)
Ramin: Sebenarnya, ini bungkusan apa?

مریم: یک هدیه است. برای دوستم خریدم. آن را به شیراز می فرستم.
(Maryam: yek hadiyeh ast. Baraye dustam kharidam. An ra be Shiraz mi-ferestam)
Mariam: Sebuah hadiah. Aku membelinya untuk temanku. Aku akan mengirimnya ke Shiraz.

رامین: پس بعد از ناهار با هم به اداره پست می رویم.
(Ramin: pas ba’d az nahar ba ham be edare post mi-ravim)
Ramin: Kalau begitu setelah makan siang kita pergi bersama-sama ke kantor pos.

Mariam, Ramin, dan Mohammad berjalan menuju retoran sambil berbincang-bincang. Restoran tidak terlalu ramai. Setelah tak lama menunggu. Makanan yang dinanti pun datang. Mariam begitu suka dengan makanan yang disajikan di restoran itu. Mohammad bercerita, banyak mahasiswa yang datang ke restoran tersebut. selain makanannya enak, harganya juga murah. Setelah makan siang. Ramin dan Mariam pergi ke kantor pos. Sementara Muhammad pergi ke tempat lain.

Sekarang ini, sudah tengah malam. Mohammad dan temannya tengah naik taksi menuju asrama kampus. Jalanan pun sudah tampak tak terlalu ramai. Namun ketika sampai di persimpangan jalan, suasana berubah total dan terlihat begitu ramai. Tampak juga iring-iringan kendaraan yang melaju dengan kencang sambil membunyikan klaksonnya dengan sangat keras dan berulang-ulang. Lantas, sebenarnya apa yang sedang terjadi?

Iringan-iringan mobil tadi merupakan arak-arakan rombongan pengantin. Di Iran tradisinya memang demikian. Setelah para tamu undangan pernikahan menghadiri acara resepsi di gedung pernikahan, mereka ramai-ramai mengendarai mobilnya masing-masing dan mengiring mobil pasangan pengantin hingga ke rumahnya. Mereka mengungkapkan rasa suka citanya itu dengan membunyikan klakson mobilnya secara berulang-ulang, mematikan dan menyalakan lampu mobilnya secara bergantian. Mohammad begitu heran melihat arak-arakan pengantin semacam itu. Ia pun mencoba membicarakan hal itu dengan temannya, Said.

Sebelum kita menyimak percakapan Mohammad dan Said. Seperti biasanya, kita pelajari dahulu kosa-kota penting dalam pelajaran kali ini.

اینجا
(Inja)
di sini

آنجا
(Anja)
di sana

چه خبر است؟
(Che khabar ast)
Ada apa?

شلوغ است
(Sholugh ast)
begitu ramai.

ماشین
(Mashin)
mobil

ماشین ها
(Mashin-ha)
mobil-mobil

ساعت
(Saat)
jam

دوازده
(Davazdah)
dua belas

شب
(Shab)
malam

بوق می زنند
(Buq mizanand)
membunyikan klakson

کاروان
(Karvan)
rombongan

عروسی
(Arusi)
pernikahan

یعنی چه؟
(Ya’ni che?)
maksudnya

ببین
(Bebin)
lihatlah

مهمان
(Mehman)
tamu

مهمان ها
(Mehman-ha)
Tamu-tamu

عروسی
(Arusi)
pernikahan

تالار
(Talar)
gedung

هتل
(Hotel)
hotel

خوب…
(Khub…)
baik

بعد از
(Ba’daz)
setelah

عروس
(Arus)
Mempelai perempuan

داماد
(Damad)
mempelai lelaki

به همراه
(Be hamrah)
bersama

خانه
(Khaneh)
rumah

جدید
(Jadid)
baru

جدیدشان
(Jadideshan)
barunya

آنها می روند
(Anha miravand)
mereka pergi

خوشحالی
(Khoshhali)
kebahagiaan, keceriaan

نشان
(Neshan)
petunjuk

نشان می دهند
(Neshan midahand)
menunjukkan

ببین
(Bebin)
lihatlah

ماشین عروس
(Mashin arus)
mobil penganten

آنجا
(Anja)
di sana

من میبینم
(Man mibinam)
saya melihat

قشنگ
(Qashang)
indah

پر از
(Por az)
penuh

گل
(Gol)
bunga

ازدواج
(Ezdevaj)
pernikahan

مراسم
(Marasem)
acara

مختلف
(Mokhtalef)
beragam

معمولا
(Ma’mulan)
biasanya

باغ
(Bagh)
kebun

بعضی ها
(Ba’zi-ha)
sebagian

ساده
(Sadeh)
sederhana

آنها می گیرند
(Anha migirand)
mereka mengambil

جشن
(Jashn)
pesta

جشن ساده
(Jashn-e sadeh)
pesta sederhana

موافق
(Movafeq)
setuju

موافقم
(Movafeqam)
saya setuju

همین طور
(Hamintur)
begitulah

Sekarang mari kita simak secara seksama percakapan Mohammad dan Said.

محمد:اینجا چه خبر است؟ خیلی شلوغ است. چرا ماشینها ساعت دوازده شب بوق می زنند؟
(Mohammad: inja che khabar ast? Kheyli sholugh ast. Chera mashinha saat-e davazdahe shab bugh mizanand)
Mohammad: Di sini ada apa? Sangat ramai. Kenapa masih saja mobil-mobil membunyikan klaksonnya padahal sudah jam 12 malam.

سعید: این یک کاروان عروسی است.
(Saeed: in yek karvan-e arusi ast)
Said: Ini adalah sebuah rombongan pengantin

محمد: کاروان عروسی یعنی چه؟
(Mohammad: karvan-e arusi ya’ni che)
Mohammad: Rombongan pengantin itu apa?

سعید: بعد از پایان مراسم در تالار، مهمانها، به همراه عروس و داماد، به خانه ی جدیدشان می روند.
(Saeed: ba’d az payan-e marasem dar talar, mehman-ha, be hamrah-e arus va damad, be khane-ye jadideshan mi-ravand)
Said: Setelah acara resepsi pernikahan selesai. Para tamu pergi bersama-sama mempelai lelaki dan perempuan mengantarkan mereka ke rumah barunya.

محمد: چه خوب. پس آنها به این شکل خوشحالی خود را نشان می دهند؟
(Mohammad: che khub. Pas be in shekl khoshhali khod ra neshan mi-dahand)
Mohammad: Bagus sekali. Jadi dengan cara ini mereka ungkapkan kegembiraan mereka?

سعید: بله. ببین ماشین عروس آنجا در بین ماشین ها است.
(Saeed: bale. bebin mashin-e arus anja dar mashin-ha ast)
Said: Iya. Lihatlah mobil pengantin berada di tengah mobil-mobil itu.

محمد: آره می بینم. خیلی قشنگ است. پر از گل است.
(Mohammad: are mi-binam. Kheyli qashang ast. Por az gol ast)
Mohammad: Iya, aku melihatnya. Indah sekali, penuh dengan bunga.

سعید: ازدواج در ایران مراسم مختلفی دارد. این یک نمونه از آنها است.
(Saeed: ezdevaj dar Iran marasem-e mokhtalefi darad. In yek nemune az anha ast)
Said: Pernikahan di Iran punya banyak tradisi acara. Ini merupakan salah satu contohnya.

محمد: از جوانهای ایرانی شنیدم که مراسم عروسی خیلی پر هزینه است.
(Mohammad: az javan-haye irani shenidam ke marasem-e arusi keyli por hazineh ast)
Mohammad: Aku dengar dari anak-anak muda Iran, acara pernikahan sangat banyak makan biaya.

سعید: بله، معمولا مهمانی در تالار یا باغ یا هتل است. البته بعضی ها یک مهمانی ساده می گیرند.
(Saeed: bale, ma’mulan mehmani dar talar ya bagh ya hotel ast albate ba’zi-ha yek mehmanisade mi-girand)
Said: Iya. Biasanya mereka mengadakan resepsi di kebun atau hotel. Tapi sebagian ada juga yang menggelar resepsi sangat sederhana.

محمد: این خوب است. من با جشن ساده ازدواج موافقم.
(Mohammad: in khub ast. Man ba jashn-e sade ezdevaj movafeqam)
Mohammad: Ini yang bagus. Saya setuju dengan pesta pernikahan yang sederhana

سعید: من هم همین طور.
(Saeed: man ham hamin tor)
Said: Aku juga begitu

Lantas, bagaimanakah tradisi pernikahan di negara Anda? Apakah pandangan generasi muda di negara Anda terhadap masalah pernikahan?

Mariam, saudara perempuan Ramin, bekerja di sebuah rumah sakit di jalan Hafez. Hari ini, Ramin dan Mariam berencana pergi ke rumah bibinya. Beberapa hari ini, Ramin memang begitu sibuk. Sehingga Mariam pun berpikir mungkin saja Ramin bakal lupa dengan rencana hari ini. Karena itu, Mariam lantas menelpon Ramin. Tapi sayanganya Ramin tidak di tempat. Mariam pun menitip pesan kepada Mohammad, supaya mengingatkan Ramin tentang rencana hari ini. Nah saudara, mari kita simak percakapan telepon Mariam dan Mohammad. Namun sebelum itu, kita pelajari dulu beberapa kosakata baru!

الو بفرمایید
(Alo befarmaeed)
halo, silakan!

سلام
(Salam)
salam

درست است؟
(Dorost ast)
apa benar?

ببخشید
(Bebakhshid)
maaf

رامین هست؟
(Ramin hast)
Raminnya ada?

الان
(Al’an)
sekarang

من فکر می کنم
(Man fekr mikonam)
saya pikir, saya kira

دانشگاه
(Daneshgah)
universitas, kampus

شما می دانید
(Shoma midanid)
kamu tahu

او برمی گردد
(Ou barmigardad)
dia kembali

دقیق
(Daqiq)
tepat, persis

من نمی دانم
(Man nemidanam)
saya tidak tahu

اما
(Ama)
tapi

ساعت دو
(Saat do)
jam dua

پیغام
(Peygham)
pesan

شما می دهید
(Shoma midahid)
kamu beri, kamu kasih

بله
(Bale)
iya

لطفا
(Lotfan)
mohon,tolong

بگویید
(Begueed)
katakan, bilang

من منتظر هستم
(Man montazer hastam)
saya tunggu

من منتظرش هستم
(Man montazeresh hastam)
saya menunggunya

خیابان
(Khiyaban)
jalan

حافظ
(Hafez)
Hafez (Nama tokoh pujangga dan mistikus besar Iran)

او
(Ou)
dia

می داد
(Midad)
memberi

شما منتظرش هستید
(Shoma montazaresh hastid)
kamu menunggunya

روبروی
(Ruberu-e)
di depan

بیمارستان
(Bimarestan)
rumah sakit

یادداشت
(Yad-dasht)
catatan

یادداشت می کنم
(Yad-dasht mikonam)
aku catat, aku tulis

سلام برسانید
(Salam beresanid)
sampaikan salam

متشکرم
(Motshkakkeram)
(aku) terima kasih

Saudara pendengar, pecinta bahasa persia. Kini mari kita simak percakapan antara Mariam dan Mohammad.

محمد: الو بفرمایید.
(Mohammad: Alo befarmaeed)
Mohammad: Hallo, silakan!

مریم: الو سلام. من مریم هستم.
(Maryam: Alo salam. Man maryam hastam)
Mariam: Hallo, saya Mariam

محمد: سلام مریم خانم. حالتان چه طور است؟
(Mohammad: salam Maryam khanum. Haletan chetor ast)
Mohammad: Salam mbak Mariam. Kamu apa kabar?

مریم: متشکرم. شما محمد آقا هستید؟ درست است؟
(Maryam: motshakkeram. Shoma Mohammad agha hastid? Dorost ast)
Mariam: Terima kasih. Kamu Mohammad? Apa benar?

محمد: بله بله. من محمد هستم.
(Mohammad: bale bale. man Mohammad hastam)
Mohammad: Iya, iya. Aku Mohammad.

مریم: ببخشید رامین هست؟
(Maryam: bebakhshid Ramin hast)
Mariam: Maaf, Raminnya ada?

محمد: نه. الان رامین اینجا نیست. فکر می کنم در دانشگاه است؟
(Mohammad: na al’an Ramin nist. Fekr mikonam dar daneshgah ast)
Mohammad: Tidak. Sekarang Ramin tidak ada di sini. Saya kira dia ada di kampus.

مریم: می دانید کی بر می گردد؟
(Maryam: midanid key barmigardad)
Mariam: Kamu tahu, kapan dia kembali?

محمد: دقیق نمی دانم. اما فکر می کنم ساعت دو بر می گردد.
(Mohammad: daqiq nemidanam. Ama fekr mikonam saat-e do barmigardad)
Mohammad: Aku tidak tahu persis. Tapi aku kira dia kembali jam 2

مریم: شما پیغام من را به رامین می دهید؟
(Maryam: shoma peygham-e man ra be Ramin midahid)
Mariam: Kamu bisa memberi pesan ke Ramin?

محمد: بله. حتما بفرمایید.
(Mohammad: bale. hatman befarmaeed)
Mohammad: Iya, pasti. Silakan!

مریم: لطفا به رامین بگویید من ساعت پنج منتظرش هستم. در خیابان حافظ.
(Maryam: lotfan be Ramin begueed man saat-e panj montazeresh hastam. Dar khiyaban-e Hafez)
Mariam: Tolong katakan ke Ramin, jam 5 aku menunggunya di jalan Hafez.

محمد: او می داند شما کجای خیابان حافظ منتظرش هستید؟
(Mohammad: ou midanad shoma koja-e khiyaban-e Hafez montazeresh hastid)
Mohammad: Apakah dia tahu kamu di jalan Hafez sebelah mana?

مریم: بله. روبروی بیمارستان.
(Maryam: bale. ruberu-e bimarestan)
Mariam: Iya. Di depan rumah sakit.

محمد: من الان یادداشت می کنم. ساعت پنج خیابان حافظ. روبروی بیمارستان.
(Mohammad: man al’an yad-dasht mikonam. Saat-e panj khiyaban-e hafez. Ruberu-e bimarestan)
Mohammad: Saya catat sekarang. Jam 5, jalan Hafez. Di depan rumah sakit.

مریم: خیلی ممنون. خداحافظ. سلام برسانید.
(Maryam: kheili mamnun. Khodahafez. Salam beresanid)
Mariam: Terima kasih. Sampai jumpa lagi. Sampaikan salamku.

محمد: متشکرم. خداحافظ.
(Mohammad: motshakkeram. Khodahafez)
Mohammad: Terima kasih. Sampai ketemu lagi.

Hari ini kita akan bersama-sama pergi bertamu. Ali, salah seorang teman Mohammad, mengundangnya makan siang. Kebetulan sekarang ini hari Jumat, dan istri Ali tengah pergi ke luar kota. Dia pergi ke Mashad, ke rumah ibunya. Karena itu, Ali mesti memasak sendiri. Untungnya, ia memiliki hobi memasak dan sangat mahir dalam membuat masakan.

حالت چه طور است؟
(Halat chetor ast)
kamu apa kabar?

تو چه طوری؟
(To chetori)
bagaimana kabarmu?

بفرمایید
(Befarmaeed)
silakan

خوش آمدی
(Khosh amadi)
selamat datang

بو
(Bu)
bau, aroma

غذا
(Ghaza)
makanan

غذاها
(Ghaza-ha)
makanan-makanan

بو می آید
(Bu miayad)
tercium bau…

همسرت
(Hamsarat)
istrimu

نرگس
(Narges)
nama orang, bunga narcissus

الان
(Al’an)
sekarang

مشهد
(Mashad)
nama kota di timur laut Iran

مادرش
(Madaresh)
ibunya

تو خودت
(Tu khudet)
diri kamu sendiri

تو پختی
(Tu pokhti)
kamu memasak

بوی خوب
(Buye khub)
bau enak

بو دارد
(Bu darad)
beraroma

آره
(Are)
iya

آشپز
(Ashpaz)
masakan, masak-memasak

پلو
(Polo)
nasi

جوجه
(Jujeh)
anak ayam

کباب
(Kabab)
kebab, jenis masakan yang dipanggang.

من پختم
(Man pokhtam)
saya memasak

کباب ها
(Kabab-ha)
kebab-kebab

خوشمزه
(Khoshmazeh)
sedap, lezat

واقعا
(Vaqean)
Benarkah?

مردم
(Mardom)
orang-orang, masyarakat

دنیا
(Donya)
dunia

همه ی مردم دنیا
(Hame-ye mardome donya)
seluruh masyarakat dunia

آنها می دانند
(Anha midanand)
mereka mengetahui

چای
(Chay)
teh

آمده
(Amadeh)
siap

باشد
(Bashad)
baiklah

خودم
(Khodam)
saya sendiri

من چای می ریزم
(Man chay mirizam)
saya menuangkan teh

کمک
(Komak)
bantuan, membantu

تو می خواهی
(Tu mikhahi)
kamu ingin

بخور
(Bokhor)
makanlah

من می پزم
(Man mipazam)
saya memasak

نوش جان
(Nushe-jan)
selamat menikmati

چگونه؟
(Cheguneh)
bagaimana?

درست
(Dorost)
membuat

درست کردی
(Dorost kardi)
kamu membuat

جوجه
(Jujeh)
anak ayam

نمک
(Namak)
garam

فلفل
(Felfel)
cabai

زعفران
(Za’feran)
seffron

آبلیمو
(Ablimu)
air jeruk limon

پیاز
(Piyaz)
bawang bombay

من مخلوط کردم
(Man makhlut kardam)
saya mencampur

بعد از
(Ba’daz)
setelah

او آماده است
(Uo amadeh ast)
dia sudah siap

اسان است
(Asan ast)
mudah

Mohammad kini tiba di depan rumah Ali. Sebelumnya ia juga pernah ke rumahnya. Ia pun mengetuk pintu dan memasuki rumah.

علی: سلام حالت چه طور است؟ بفرمایید.
(Ali: salam halet chetor ast? Befarmaeed)
Ali: Salam, kamu apa kabar? Silakan

محمد: سلام. خیلی ممنون. تو چه طوری؟
(Mohammad: salam. Kheili mamnun. To che tori)
Mohammad: Salam, terima kasih. Kamu bagaimana?

علی: خوبم. خوش آمدی.
(Ali: khubam. Khosh amadi)
Ali: Aku baik-baik saja. Selamat datang!

محمد: بوی غذا می آید. همسرت در خانه است؟
(Mohammad: bu-ye ghaza miayad. Hamsaret dar khane ast)
Mohammad: Ada bau makanan nih. Istrimu di rumah?

علی: نه. نرگس الان در مشهد است. خانه ی مادرش.
(Ali: na. Nages al’an dar Mashhad ast. Khane-ye madaresh)
Ali: Tidak, Nargis sedang di Mashad sekarang. Ke rumah ibunya.

محمد: تو خودت غذا پختی؟ بوی خوبی دارد.
(Mohammad: to khodet ghaza pokhti? Bu-ye khubi darad)
Mohammad: Kamu masak makanan sendiri? Aromanya enak.

علی: آره. من آشپز خوبی هستم. پلو با جوجه کباب پختم.
(Ali: are. Man ashpaze khubi hastam. Polo ba juje kabab pokhtam)
Ali: Iya. Aku memang pemasak yang handal. Aku memasak nasi dengan Jujeh Kabab.

محمد: به به. جوجه کباب. کبابهای ایرانی خیلی خوشمزه است.
(Mohammad: bah bah. Juju kabab. Kabab-haye. Kabab-haye Irani kheili khoshmaze ast)
Mohammad: Hm…Jujeh kabab. Kebab-kebab Iran memang sangat lezat.

علی: واقعا؟ همه ی مردم دنیا می دانند غذاهای ایرانی خوشمزه است. چای آماده است.
(Ali: vaqean? Hameye mardom-e donya midanand ghaza-haye Irani khoshmaze ast. Chai amade ast)
Ali: Benarkah? Semua orang di dunia tahu, masakan Iran lezat. Tehnya sudah siap.

محمد: باشد. خودم چای می ریزم. کمک می خواهی؟
(Mohammad: bashad. Khodam chai mirizam. Komak mikhahi)
Mohammad: Baiklah. Aku sendiri yang menuang tehnya. Mau dibantu?

علی: نه. تو چای بخور. من خودم غذا می پزم.
(Ali: na. to chai bokhor. Man khodam ghaza mirizam)
Ali: Tidak. Minumlah tehnya. Saya sendiri yang memasak makanannya.

Setelah minum teh, Mohammad pergi ke dapur, membantu Ali. Ia pun menggelar sofreh atau taplak makan. Sofreh adalah selembar kain atau plastik lebar yang digunakan sebagai alas tempat makan secara lesehan. Mohammad dan Ali pun meletakkan makanan di atas sofreh. Mereka pun lantas makin sambil duduk lesehan di dekat sofreh. Tentu saja, selain cara makan lesehan dengan sofreh. Sebagian masyarakat Iran juga menggunakan meja dan kursi untuk menyantap makanan. Namun, cara makan lesehan dengan seluruh anggota keluarga dirasa jauh lebih nikmat bagi masyarakat Iran. Selanjutnya mari kita ikuti kembali percakapan Ali dan Mohammad berikut ini:

محمد: واقعا خوشمزه است. تو آشپز خوبی هستی.
(Mohammad: vaqean khoshmaze ast. To ashpaz-e khubi hasti)
Mohammad: Benar-benar enak. Kamu memang pemasak yang hebat.

علی: نوش جان.
(Ali: nush-e jan)
Ali: Silakan menikmati.

محمد: چگونه جوجه کباب را درست کردی؟
(Mohammad: chegune juje kabab ra dorost kardi)
Mohammad: Bagaimana cara kamu membuat jujeh kabab?

علی: جوجه و نمک و فلفل و آبلیمو و پیاز و زعفران را مخلوط می کنم. بعد از سه چهار ساعت جوجه برای کباب آماده است.
(Ali: jujeh va namak va felfel va ablimu va piyaz va za’feran ra makhlut mikonam. Ba’daz se chahar saat jujeh baraye kabab amade ast)
Ali: Ayam, garam, cabai, air limon, bawang bombay, dan seffron semuanya dicampur. Setelah tiga sampai empat jam, ayam siap dipanggang.

محمد: آسان است. من هم جمعه جوجه کباب می پزم.
(Mohammad: asan ast. Man ham jome jujeh kabab mipazam)
Mohammad: mudah. Jumat ini aku juga akan memasak jujeh kabab.

Kini, masa ujian sudah makin dekat. Kebetulan jadwal ujian di kampus diumumkan hari ini. Mohammad pun memutuskan untuk segera pergi ke kampus melihat jadwal ujian. Karena itu, ia menelpon agen perjalanan Baharan dan mencari Pak Bayani untuk menyewa taksi. Namun, Pak Bayani tidak berada di tempat. Nah saudara, sebelum kita simak percakapan telopon Mohammad dengan sekretaris agen taksi Baharan. Kita pelajari dulu beberapa kosa kata penting dalam pertemuan kali ini.

آژانس
(Azhans)
agen

مسافرتی
(Mosaferati)
perjalanan, travel

بهاران
(Baharan)
nama agen travel

تشریف دارند
(Tashrif darand)
Apa ada? (untuk menanyakan keberadaan seseorang dalam bentuk penghormatan)

ایشان
(Ishan)
beliau (bentuk penghormatan)

ایشان نیستند
(Ishan nistand)
beliau tidak ada

شما می دانید
(Shoma midanid)
anda tahu

او بر می گردد
(Uo bar migardad)
dia kembali

من مطمئن نیستم
(Man motmaen nistam)
saya tidak yakin

شاید
(Shayad)
mungkin

بعد از ظهر
(Ba’daz zohr)
setelah dzuhur, antara siang sampai petang.

چه ساعتی؟
(Che saati)
jam berapa?

هیچ اطلاعی
(Hich etelai)
Tidak ada kabar

هیچ اطلاعی ندارم
(Hic etelai nadaram)
saya tidak tahu

شما
(Shoma)
anda? (dalam percakapan telepon biasa digunakan untuk menanyakan nama lawan bicara)

پیغام
(Peygham)
pesan

شما دارید
(Shoma darid)
anda punya

مهم نیست
(Mohem nist)
tidak penting

دوباره
(Dubareh)
lagi, ulang

من تلفن می کنم
(Man telefon mikonam)
saya telpon

دوست
(Dust)
teman

الان
(Al’an)
sekarang

اینجا
(Inja)
di sini

چند لحظه
(Chand lahzeh)
sebentar (harap menuggu)

ایشان صحبت می کنند
(Ishan sohbat mikonand)
Dia berbicara

با تلقن
(Ba telefon)
dengan telepon

منتظر بمانید
(Montazer bemanid)
tunggulah

من منتظر می مانم
(Man montazer mimanam)
saya tunggu

خیلی ممنون
(Kheyli mamnun)
terima kasih

خواهش می کنم
(Khahesh mikonam)
sama-sama (jawaban terima kasih).

Muhammad menelpon agen perjalanan. Namun nomor telpon yang dituju masih sibuk. Setelah berulang kali mencoba menelpon, akhirnya ia pun berhasil menghubungi operator agen perjalanan dan berbicara dengan sekretarisnya.

خانم منشی: آژانس مسافرتی بهاران. بفرمایید.
(Khanum-e monshi: azhasn-e mosaferati-e Baharan. Befarmaeed)
Sekretaris: Agen Travel Baharan, silakan!

محمد: الو سلام. ببخشید آقای بیانی تشریف دارند؟
(Mohammad: alo salam. Bebakhshid aghaye Bayani tashrif darand)
Mohammad: Halo, salam. Maaf, Pak Bayaninya ada?

خانم منشی: سلام. نه خیر. ایشان الان در آژانس نیستند.
(Khanum-e monshi: salam. Na kheyr. Ishan al’an dar azhans nistand)
Sekretaris: Salam. Tidak. Beliau sekarang tidak berada di agen.

محمد: می دانید کی بر می گردد؟
(Mohammad: midanid key barmigardad)
Mohammad: Anda tahu kapan beliau kembali?

خانم منشی: مطمئن نیستم. شاید بعد از ظهر.
(Khanum-e monshi: motmaen nistam. Shayad ba’d az zohr)
Sekretaris: Saya tidak yakin. Mungkin setelah dzuhur.

محمد: چه ساعتی؟
(Mohammad: che saati)
Mohammad: Jam berapa?

خانم منشی: هیچ اطلاعی ندارم.ببخشید شما؟
(Khanum-e monshi: hich ettelai nadaram bebakhshid shoma)
Sekretaris: Saya tidak tahu. Maaf Anda siapa ya?

محمد: من محمد دوست آقای بیانی هستم.
(Mohammad: man Mohammad dust-e aghaye Bayani hastam)
Mohammad: Saya Mohammad. Teman Pak Bayani

خانم منشی: برای ایشان پیغامی دارید؟
(Khanum-e monshi: baraye ishan peyghami darid)
Sekretaris: Anda punya pesan untuk dia?

محمد: نه. مهم نیست. من بعد از ظهر دوباره تلفن می کنم. خداحافظ.
(Mohammad: na. mohem nist. Man ba’d az zohr dobare telefon mikonam. Khodahafez)
Mohammad: Tidak. Tidak penting. Setelah dzuhur saya akan telpon kembali. Sampai ketemu lagi.

خانم منشی: خداحافظ.
(Khanum-e monshi: khodahafez)
Sekretaris: Sampai ketemu juga.

Sore harinya, Mohammad kembali menelpon agen perjalanan Baharan. Moga saja kali ini, ia bisa berbicara langsung dengan Pak Bayani.

خانم منشی: آژانس مسافرتی بهاران. بفرمایید.
(Khanum-e monshi: azhans-e mosaferati-e Baharan. Befarmaeed)
Sekretaris: Agen Perjalanan Baharan. Silakan.

محمد: الو. سلام. آقای بیانی تشریف دارند؟ من محمد، دوست ایشان هستم.
(Mohammad: alo. Salam. Aghaye Bayani tashrif darand? Man Mohammad, dust-e ishan hastam)
Mohammad: Halo, salam. Pak Bayaninya ada? Saya Mohammad. Teman beliau.

خانم منشی: بله. ایشان الان اینجا هستند. چند لحظه…
(Khanum-e monshi: bale. ishan al’an inja hastand. Chand lahze)
Sekretaris: Iya. Beliau sekarang ada di sini. Tunggu sebentar…

محمد: خیلی ممنون.
(Mohammad: kheyli mamnun)
Mohammad: Terima kasih

خانم منشی: الو. آقای محمد- ایشان الان با تلفن صحبت می کنند. لطفا منتظر بمانید.
(Khanum-e monshi: alo. Aghaye Mohammad- ishan al’an ba telefon sohbat mikonand. Lotfan montazer bemanid)
Sekretaris: Halo. Pak Mohammad. Beliau sekarang sedang menelpon. Mohon, Anda tunggu sebentar.

محمد: باشد منتظر می مانم. خیلی ممنون خانم.
(Mohammad: bashad mimanam. Kheyli mamnun khanum)
Mohammad: Baiklah. Saya tunggu. Terima kasih.

خانم منشی: خواهش می کنم.
(Khanum-e monshi: khahesh mikonam)
Sekretaris: Sama-sama

Setelah dua-tiga menit menunggu, Pak Bayani pun segera berbicara dengan Mohammad. Setelah mengucapkan salam dan menanyakan kabar masing-masing, Muhammad memberitahukan jadwal ujiannya kepada Pak Bayani dan meminta beliau supaya bisa mengantarkannya ke kampus sesuai dengan jadwal yang ada. Pak Bayani juga menawarkan kepada Mohammad untuk berkeliling Iran dengan agen perjalanan Baharan. Sayangnya, Mohammad saat ini tengah ujian. Namun ia berjanji, mungkin setelah ujian nanti dia akan berlibur kembali keliling Iran.

Hari ini, kita akan menemani Mohammad pergi ke Bank Melli Iran. Ia berniat membuka rekening tabungan. Kebetulan, beberapa hari terakhir ini dia memerlukan uang dan ayah Mohammad berencana mengirim uang lewat Bank Melli.

Mohammad bertanya kepada temannya mengenai dokumen dan syarat-syarat yang diperlukan untuk membuka rekening baru. Sesuai dengan informasi yang ia peroleh dari temannya, Mohammad pun pergi ke bank dengan membawa 2 buah pas foto dan salinan paspornya. Sesampainya di bank, Mohammad pergi ke loket dan menemui pegawai bank.

Nah saudara, sebelum kita simak lebih lanjut percakapan Mohammad dengan pegawai bank, kita pelajari dulu beberapa kosakata penting berikut:

. خسته نباشید
(Khasteh nabashid)
permisi, maaf, (ungkapan bahasa Persia untuk membuka percakapan. Secara
harfiah berarti semoga Anda tidak letih).

بفرمایید
(Befarmaeed)
silakan

باز
(Baz)
buka

باز کنم
(Baz konam)
saya membuka

حساب
(Hesab)
rekening

پس انداز
(Pas andaz)
tabungan

حساب پس انداز
(Hesab pas andaz)
rekening tabungan

من آمدم
(Man amadam)
saya datang

شما می خواهید
(Shoma mikhahid)
kamu ingin

من می خواهم
(Man mikhaham)
saya ingin

ارز
(Arz)
valuta asing

حساب ارزی
(Hesab-e arzi)
rekening valuta asing

شما می فرستید
(Shoma miferestid)

Anda mengirim

پول
(Pul)
uang

خارج
(Kharej)
luar negeri

خارج از ایران
(Kharej az iran)
dari luar Iran

او می فرستید
(Uo miferestad)
dia mengirim

پدرم
(Pedaram)
ayah saya

ممکن است؟
(Momken ast)
mungkinkah?Apa bisa?

البته
(Albateh)
tentu saja

لطفا
(Lotfan)
mohon, tolong

فرم
(Form)
formulir

پر کنید
(Por konid)
isilah

شما می دانید
(Shoma midanid)
Kamu tahu

اینجا
(Inja)
di sini

امضا کنید
(Emza konid)
tanda tanganilah

پایین
(Payeen)
di bawah

کپی
(Kopi)
copy, salinan

گذرنامه
(Gozarnameh)
paspor

گذرنامه تان
(Gozarnameh-tan)
paspormu

بدهید
(Bedahid)
berikanlah

من ندارم
(Man nadaram)
saya tidak punya

روبرو
(Ruberu)
di depan

بانک
(Bank)
bank

فروشگاه
(Forushgah)
toko

کپی بگیرید
(Kopy begirid)
foto kopilah

بسیار
(Besiyar khub)
Baiklah, bagus sekali

عکس
(Aks)
foto

لازم
(Lazem ast)
perlu

من دارم
(Man daram)
saya punya

دوتا
(Do-ta)
dua buah

متشکرم
(Motshakeram)
terima kasih

Anda sudah mempelajari bukan kosa kata baru kita kali ini? Selanjutnya mari kita ikuti percakapan Mohammad dan pegawai bank.

محمد: سلام خانم. خسته نباشید.
(Mohammad: salam khanum. Khasteh nabashid)
Mohammad: Salam, mbak. Permisi

خانم: سلام بفرمایید.
(Khanum: salam befarmaeed)
Pegawai: Salam, silakan

محمد: می خواهم حساب باز کنم.
(Mohammad: mikhaham hesab baz konam)
Mohammad: Saya ingin membuka rekening

خانم: حساب پس انداز می خواهید؟
(Khanum: hesab pas andaz mikhahid)
Pegawai: Anda ingin rekening tabungan?

محمد: بله. من یک حساب پس انداز می خواهم. حساب ارزی.
(Mohammad: bale. man yek hesab-e pas andaz mikhaham. Hesab-e arzi)
Mohammad: Iya, saya ingin rekening tabungan. Rekening valuta asing.

خانم: شما پول به خارج از ایران می فرستید؟
(
Khanum: shoma pul be kharej az Iran miferestid)
Pegawai: Anda mengirim uang ke luar Iran?

محمد: نه. پدرم از خارج از ایران می فرستد. ممکن است؟
(Mohammad: na. pedaram az kharej az Iran miferestad. Momken ast)
Mohammad: Tidak. Ayah saya mengirim uang dari luar negeri untuk saya. Apa bisa?

خانم: بله. البته. لطفا این فرم را پر کنید. فارسی می دانید؟
(Khanum: bale. albate. Lotfan in form ra por konid. Farsi midanid)
Pegawai: Tentu saja, mohon Anda isi formulir ini. Anda bisa bahasa Persia bukan?

محمد: بله. بفرمایید خانم.
(Mohammad: bale. befarmaeed khanum)
Mohammad: Iya. Silakan mbak!

خانم: متشکرم. اینجا را امضا کنید. این پایین. یک کپی از گذرنامه تان هم به من بدهید.
(Khanum: motshakeram. Inja ra emza konid. In paeen. Yek kopi az gozarname- tan ham be man bedahid)
Pegawai: Terima kasih. Tanda tangani di sini. Di bawah ini. Berikan juga pada saya satu lembar salinan foto kopi paspor Anda.

محمد: گذرنامه ام اینجاست. اما کپی ندارم.
(Mohammad: gozarname-am injast.ama kopi nadaram)
Mohammad: Paspor saya ada di sini. Tapi saya tidak punya salinan foto kopinya.

خانم: روبروی بانک یک فروشگاه است. از آنجا بگیرید.
(Khanum: ruberuye bank yek furushgah ast. Az anja begirid)
Pegawai: Di depan bank ada toko. Foto kopilah di sana.

Mohammad pergi ke luar bank dan menyeberang jalan. Di depan bank terdapat toko buku yang menyediakan foto kopi. Mohammad pun menfotokopi paspornya dan segera kembali ke bank. Ia pun menyerahkan salinan foto kopi paspornya ke loket pegawai bank dan berkata:

محمد: بفرمایید خانم. این کپی گذرنامه ام.
(Mohammad: befarmaeed khanum. In kopi-e gozarname-am)
Mohammad: Silakan mbak. Ini foto kopi paspornya.

خانم: دو عکس هم لازم است.
(Khanum: do aks ham lazem ast)
Pegawai: dua buah foto juga diperlukan.

محمد: عکس دارم. بفرمایید این دو تا عکس.
(Mohammad: aks daram. Befarmaeed in do ta aks)
Mohammad: Saya punya foto. Silakan ini dua buah fotonya.

خانم: متشکرم.
(Khanum: motshakeram)
Pegawai: Terimakasih.

Pegawai bank mengisi beberapa formulir dan memasukkan data yang diperlukan ke komputer. Setelah beberapa menit, Mohammad memperoleh buku rekening tabungannya. Ia pun mengucapkan terima kasih dan segera meninggalkan bank. Kebetulan saat ini dia harus segera pergi ke kampus, karena masih ada kuliah.

Anda masih ingat dengan Mohammad bukan? Kebetulan dia diundang datang ke rumah temannya, Nasir. Nasir tinggal di lantas paling atas sebuah apartemen di utara kota Tehran. Saat ini di Iran sedang musim panas. Nasir pun membuka jendela kamarnya dan semilir angin sejuk memasuki ruangan. Mohammad berdiri di dekat jendela menyaksikan indahnya pemandangan kota Tehran. Deretan pegunungan di utara kota Tehran benar-benar membuatnya terpesona. Di antara deretan pegunungan itu, ia melihat puncak gunung yang masih diselimuti salju. Mohammad lantas bertanya kepada Nasir mengenai gunung indah yang dilihatnya itu. Sebelum kita simak bersama percakapan mereka berdua, ada baiknya bila kita pelajari dulu beberapa kosa kata penting berikut ini.

شما
(Shomal)
utara

تهران
(Tehran)

کوه
(Kuh)
gunung

کوه ها
(Kuh-ha)
gunung-gunung, pegunungan

زیبا
(Ziba)
indah

زیبایی
(Zibai)
keindahan

هست
(Hast)
ada

البرز
(Alborz)
Alborz (nama pegunungan di Iran)

می گویند
(Miguyand)
disebut, mereka berkata

الان
(Al’an)
sekarang

تابستان
(Tabestan)
musim panas

پراز
(Por az)
penuh

برف
(Barf)
salju

کدام
(Kodam)
yang mana

ببین
(Bebin)
lihatlah

آنجا
(Anja)
di sana

من دیدم
(Man didam)
saya melihat

اسم
(Esm)
nama

دماوند
(Damavand)
Damavand (nama gunung tertinggi di Iran)

بلند
(Boland)
tinggi

بلندترین
(Boland-tarin)
tertinggi

خیلی
(Kheyli)
sangat

دور
(Dur)
jauh

نیست
(Nist)
tidak, tidak ada

سرد
(Sard)
dingin

زیبا
(Ziba)
indah

کاش
(Kash)
seandainya

یک روز
(Yek ruz)
suatu hari

برویم
(Beravim)
kita pergi

فکر خوبی
(Fekr-e khubi)
ide/pikiran yang bagus

برنامه ریزی می کنیم
(Barnamah rizi mikonim)
kita susun rencana

حتما
(Hatman)
pasti

Selanjutnya kita simak secara seksama percakapan Mohammad dan Nasir.

محمد: در شمال تهران چه کوه های زیبایی است!
(Mohammad: dar shomal-e Tehran che kuh-haye zibai ast)
Mohammad: Betapa indahnya gunung-gunung di utara Tehran!

ناصر: بله. به این کوه ها البرز می گویند.
(Naser: bale. be in kuh-ha Alborz miguyand)
Nasir: Iya. Gunung-gunung itu disebut pegunungan Alborz

محمد: الان تابستان است. اما آن کوه پر از برف است.
(Mohammad: al’an tabestan ast. Ama an kuh por az barf ast)
Mohammad: Sekarang musim panas. Tapi gunung itu masih dipenuhi salju.

ناصر: کدام کوه؟
(Naser: kodam kuh)
Nasir: Gunung yang mana?

محمد: آن کوه، ببین آنجا.
(Mohammad: an kuh, bebin anja)
Mohammad: Gunung itu…Lihatlah di sana!

ناصر: بله. دیدم. اسم آن کوه دماوند است.
(Naser: bale. didam. Esm-e an kuh damavand ast)
Nasir: Iya. Aku melihatnya. Gunung itu namanya Damavand.

محمد: دماوند؟
(Mohammad: Damavand)
Mohammad: Damavand?

ناصر: بله آن کوه دماوند است. بلندترین کوه ایران.
(Naser: bale an kuh Damavand ast. Bolandtarin kuhe Iran)
Nasir: Iya. Itu gunung Damavand. Gunung tertinggi Iran

محمد: پس دماوند از ثهران خیلی دور نیست.
(Mohammad: pas Damavand az Tehran kheyli dur nist)
Mohammad: Kalau begitu, Damavand tidak terlalu jauh dari Tehran.

ناصر: نه دور نیست. اما آنجا خیلی سرد است.
(Naser: na dur nist. Ama anja kheyli sard ast)
Nasir: Tidak terlalu jauh. Tapi di sana sangat dingin

محمد: خیلی زیباست. یک روز با هم به کوه دماوند برویم.
(Mohammad: kheyli zibast. Yek ruz ba ham be kuhe Damavand beravim)
Mohammad: Sangat Indah. Suatu hari kita pergi bersama ke gunung Damavand

ناصر: فکر خوبی است. برای یک روز برنامه ریزی می کنیم.
(Naser: fekr-e khubi ast. Baraye yek ruz barname rizi mikonim)
Nasir: Ide yang bagus. Kita akan susun rencana suatu hari nanti.

محمد: حتما!.
(Mohammad: hatman)
Mohammad: Pasti!

Setelah berbicara panjang lebar, Mohammad dan Nasir kini tengah menikmati suguhan teh hangat dan camilan kue. Sambil menikmati sajian ringan yang ada, Nasir melanjutkan kembali pembicaraannya tentang gunung Damavand dan pegunungan di utara Tehran. Nasir bercerita bahwa di utara Iran terdapat rangkaian gunung yang disebut pegunungan Alborz. Pegunungan ini memiliki banyak gunung yang tinggi dan Damavand adalah puncak yang tertinggi. Gunung ini memiliki tinggi lebih dari 5600 meter dan terbilang sebagai salah satu gunung terindah di dunia. Damavand sendiri sebenarnya merupakan gunung api yang tidak aktif.

Mendengar cerita Nasir soal pegunungan Alborz, Mohammad pun kian tertarik dan tak sabar lagi untuk segera pergi ke gunung Damavand. Ia juga sangat bahagia bisa beajar di Iran, sebuah negeri yang besar dan indah, yang menyimpan keindahan alam sangat mempesona.

Mungkin juga Anda masih ingat, pada pelajaran lalu Mohammad dan Nasir sepakat untuk pergi ke Gunung Damavand. Tentu saja, Damavand merupakan gunung yang sangat tinggi. Karena itu, mereka memutuskan hanya pergi ke lereng gunung tertinggi di Iran itu, di sebuat tempat yang menjadi persinggahan para pendaki gunung sebelum menuju ke puncak. Di sana hawa udara begitu segar dan agak dingin. Mohammad dan Nasir pun mengenakan jaket.

Jumat, jam 9 pagi mereka tiba di kaki gunung Damavand. Di sana mereka bertemu dengan seorang kakek tua yang tengah menghangatkan seteko teh di atas api unggun. Mohammad lantas pergi mendekati api unggun, sehingga udara dingin di sana pun menjadi terasa hangat oleh bara apinya. Sambil menghangatkan diri, ia pun bercengkerama dengan sang kakek membicarakan beragam hal. Sebelum kita simak lebih jauh perbincangan mereka berdua. Terlebih dulu mari kita pelajari beberapa kosakata penting.

پدر
(Pedar)
ayah

بفرمایید
(Befarmaeed)
silakan

چای
(Chay)
teh

متشکرم
(Motshakkeram)
terima kasih

اینجا
(Inja)
di sini

آنجا
(Anja)
di sana

شما زندگی می کنید
(Shoma zendegi mi konid)
Anda hidup, Anda tinggal

خانه من
(Khane-ye man)
rumah saya

بالا
(Bala)
di atas

بسیار
(Besiyar)
sangat

خیلی
(Kheyli)
sangat

قشنگ
(Qashang)
indah

تمیز
(Tamiz)
bersih

تابستان
(Tabestan)
musim panas

زمستان
(Zemestan)
musim dingin

سرد
(Sard)
dingin

تو می دانی
(To midani)
kamu tahu

زیبا
(Ziba)
indah, cantik

زیباترین
(Ziba-tarin)
terindah

دنیا
(Donya)
dunia

داستان
(Dastan)
dongeng cerita

داستان ها
(Dastan-ha)
dongeng-dongeng, cerita-cerita

چه جالب
(Che jaleb)
Betapa menariknya, menarik sekali

مادر
(Madar)
ibu

مادرها
(Madar-ha)
ibu-ibu

بچه
(Bacheh)
anak

بچه ها
(Bache-ha)
anak-anak

آنها داستان می گویند
(Anha dastan miguyand)
mereka bercerita, menceritakan

چه داستانی؟
(Che dastani)
Cerita apa?

در مورد
(Dar mored-e)
tentang, mengenai

هست
(Hast)
ada

البته
(Albatteh)
tentu saja

شعر
(She’r)
puisi

خوشمزه
(Khoshmazzeh)
lezat

خواهش می کنم
(Khahesh mikonam)
sama-sama

Kini mari kita simak seksama, percakapan Mohammad dan kakek.

محمد: سلام پدر.
(Mohammad: salam pedar)
Mohammad: Salam, kek!

پیرمرد: سلام. بفرمایید چای.
(Piremard: salam. Befarmaeed chay)
Kakek: Salam. Silakan, teh.

محمد: متشکرم. شما اینجا زندگی می کنید؟
(Mohammad: motshakkeram. Shoma inja zendegi mikonid)
Mohammad: Terima kasih. Anda tinggal di sini?

پیرمرد: بله. خانه ی من آن بالاست. آنجا.
(Piremard: bale. Khaneye man an balast. Anja)
Kakek: Iya. Rumah saya di atas sana. Di sana.

محمد: اینجا بسیار قشنگ است. هوا هم خیلی تمیز است.
(Mohammad: inja besiyar qashang ast. Hava ham kheyli tamiz ast)
Mohammad: Di sini, sangat indah. Udaranya sangat bersih.

پیرمرد: بله. اینجا در تابستان خیلی قشنگ است. اما در زمستان خیلی سرد است.
(Piremard: bale. Inja dar tabestan kheyli qashang ast. Amma dar zemestan kheyli sard ast)
Kakek: Iya. Musim panas di sini sangat indah. Tapi di musim dingin, sangat dingin.

محمد: پدر! در مورد کوه دماوند چه می دانی؟
(Mohammad: pedar! Dar mored-e kuh-e Damavand che midani)
Mohammad: Kek, Apa yang Anda ketahui tentang Gunung Damavand?

پیرمرد: دماوند زیباترین کوه دنیا است. دماوند، کوه داستان ها است.
(Piremard: Damavand zibatarin kuh-e donya ast. Damavand, kuh-e dastan-ha ast)
Kakek: Damavand adalah gunung yang terindah di dunia. Damavand adalah
gunung pelbagai dongeng.

محمد: چه جالب!
(Mohammad: che jaleb)
Mohammad: Menarik sekali!

پیرمرد: بله. مادرها برای بچه ها در مورد دماوند داستان می گویند.
(Piremard: bale. Madar-ha baraye bache-ha dar mored-e Damavand dastan miguyand)
Kakek: Iya. Ibu-ibu menceritakan anak-anaknya tentang Damavand.

محمد: چه داستانی؟
(Mohammad: che dastani)
Mohammad: Cerita apa?

پیرمرد: داستان های زیادی در مورد دماوند هست.
(Piremard: dastan-haye ziyadi dar mored-e Damavand hast)
Kakek: Ada banyak cerita tentang Damavand

محمد: کتاب هم در مورد دماوند هست؟
(Mohammad: ketab ham dar mored-e Damavand hast)
Mohammad: Apakah ada buku juga tentang Damavand?

پیرمرد: بله. البته. همه نوع کتاب، شعر و داستان هم هست.
(Piremard: bale. Albate. Hame no’ ketab, she’r va dastan ham hast)
Kakek: Iya. Tentu saja ada banyak jenis buku, puisi, dan cerita.

محمد: چای شما خوشمزه است . متشکرم.
(Mohammad: chay-e shoma khoshmaze ast. Motshakkeram)
Mohammad: Teh Anda, nikmat sekali. Terima kasih.

پیرمرد: خواهش می کنم.
(Piremard: khahesh mikonam)
Kakek: Sama-sama

Sang kakek menuangkan kembali secangkir teh untuk Mohammad sambil bercerita tentang Damavand. Ia bercerita kepada Mohammad, sejak ribuan tahun lalu puncak Gunung Damavand sangat berarti di mata bangsa Iran. Ada banyak pujangga besar Iran seperti Ferdausi ataupun penulis cerita yang mengisahkan tentang Damavand. Kisah pertarungan Rostam dan Siluman Putih di Gunung Damavand merupakan salah satu kisah Shahnameh yang terkenal. Mendengar cerita sang kakek, Mohammad pun makin tertarik. Ia juga memutuskan untuk segera membaca epik Shahnameh karya Ferdausi.

Di sana, tampak pula beberapa pendaki gunung yang tengah lewat. Mereka pun menyapa Mohammad dan kakek. Tak lama kemudian, Mohammad pergi beranjak untuk menemui Nasir yang tengah menunggu.

Hari ini, kita kembali menemani Mohammad dan Nasir yang sedang berada di lereng gunung Damavand, sebuah gunung tertinggi Iran yang terletak di utara kota Tehran. Keindahan dan kebesaran gunung Damavand begitu memikat siapa saja yang melihatnya. Mohammad dan Nasir kini tengah menyantap sarapan di sebuah warung kecil. Di sana juga tampak beberapa pendaki gunung. Mohammad pun pergi menemui mereka sambil berbincang-bincang. Ia mendengar, jika di musim panas seperti sekarang, banyak kelompok pendaki gunung yang pergi ke puncak Damavand. Mereka yang datang, bukan hanya dari Iran tapi juga dari berbagai negera lain.

Kita simak bersama percakapan Mohammad dengan salah seorang pendaki gunung. Seperti biasanya, kita pelajari dahulu beberapa kosa kata penting dalam pelajaran kali ini.

آقا
(Agha)
Tuan, bapak

شما می روید
(Shoma miravid)
Anda pergi

بالا
(Bala)
di atas

بالای کوه
(Bala-ye kuh)
di atas gunung

فردا
(Farda)
besok

صبح
(Sobh)
pagi

دوست
(Dust)
teman

دوستان
(Dust-an)
teman-teman

دوستانم
(Dust-anam)
teman-temanku

ما می رویم
(Ma miravim)
kami pergi

من فکر می کنم
(Man fekr mikonam)
saya kira, saya pikir

شما نیستید
(Shoma nistid)
Anda tidak ada

ایرانی
(Irani)
orang Iran

درست است؟
(Dorost ast)
Benarkah?

هندی
(Hendi)
Orang India

ما هستیم
(Ma hastim)
kami

ده
(Dah)
sepuluh

ده نفر
(Dah nafar)
sepuluh orang

چهار
(Chahar)
empat

دو
(Do)
dua

آلمانی
(Almani)
orang Jerman

بلند
(Boland)
tinggi

کی؟
(Key)
Kapan?

شما برمی گردید
(Shoma barmigardid)
Anda kembali

هفته
(Hafteh)
pekan, minggu

بعد
(Ba’d)
setelah

یک شنبه
(Yek-shanbeh)
Ahad

موافق
(Movafaq bashid)
Moga sukses

متشکرم
(Motshakeram)
terima kasih

زیبا
(Ziba)
indah

من دوست دارم
(Man dust daram)
saya suka

شبیه
(Shabih)
seperti, mirip

شبیه این کوه
(Shabih-e in kuh)
seperti gunung ini

تنها
(Tanha)
sendiri, hanya

دنیا
(Donya)
dunia

هست
(Hast)
ada

هستند
(Hastand)
ada (jamak)

او صدا می زند
(Uo seda mizanad)
Ia memanggil

خداحافظ
(Khoda khafez)
selamat jalan, selamat tinggal

Selanjutnya, kita simak seksama percakapan Mohammad dan seorang pendaki gunung.

محمد: سلام آقا.
(Mohammad: Salam agha)
Mohammad: Salam, pak

کوهنورد: سلام.
(Kuhnavard: Salam)
Pendaki: Salam

محمد: شما به بالای کوه می روید؟
(Mohammad: shoma be balaye kuh miravid)
Mohammad: Anda akan pergi ke atas gunung?

کوهنورد: بله. فردا صبح. من و دوستانم به بالای کوه می رویم.
(Kuhnavard: bale. farda sobh. Man va dustanam be balaye kuh miravim)
Pendaki: Iya. Besok pagi. Saya dan teman-teman saya akan pergi ke atas gunung.

محمد: فکر می کنم شما ایرانی نیستید. درست است؟
(Mohammad: fekr mikonam shoma Irani nistid. Dorost ast)
Mohammad: Saya kira, Anda bukan orang Iran. Benarkah?

کوهنورد: بله. من ایرانی نیستم. من هندی هستم.
(Kuhnavard: bale. man Irani nistam. Man Hendi hastam)
Pendaki: Iya. Saya bukan orang Iran. Saya orang India.

محمد: دوستان شما هم هندی هستند؟
(Mohammad: dustan-e shoma ham Hendi hastand)
Mohammad: Teman-teman Anda juga orang India?

کوهنورد: ما ده نفر هستیم. چهار ایرانی، دو هندی و چهار آلمانی.
(Kuhnavard: ma dah nafar hastim. Chahar Irani, do Hendi va chahar Almani)
Pendaki: Kami terdiri dari sepuluh orang. Empat orang Iran, dua orang India, dan empat orang Jerman.

محمد: کوه دماوند خیلی بلند است. کی برمی گردید؟
(Mohammad: kuh-e Damavand kheyli boland ast. Key barmigardid)
Mohammad: Gunung Damavand sangat tinggi. Kapan kalian akan kembali?

کوهنورد: هفته ی بعد. یکشنبه.
(Kuhnavard: hafteye ba’d. yek-shanbe)
Pendaki: Pekan lalu. Hari Ahad.

محمد: موفق باشید.
(Mohammad: movafaq bashid)
Mohammad: Moga sukses

کوهنورد: متشکرم. شما هم بالای کوه می روید؟
(Kuhnavard: motshakeram. Shoma ham balaye kuh miravid)
Pendaki: Terima kasih. Anda juga pergi ke atas gunung?

محمد: نه نه. من کوه دماوند را دوست دارم. خیلی زیباست.
(Mohammad: na na. man kuh-e Damavand ra dust daram. Kheyli zibast)
Mohammad: Tidak, tidak. Saya suka gunung Damavand. Sangat indah.

کوهنورد: بله. خیلی زیباست. تنها دو کوه در دنیا شبیه این کوه هستند.
(Kuhnavard: bale. kheyli zibast. Tanha do kuh dar donya shabih-e in kuh hastand)
Pendaki: Iya. Sangat indah. Di dunia hanya ada dunia gunung yang serupa dengan gunung ini.

محمد: آن آقا شما را صدا می زند.
(Mohammad: an agha shoma ra seda mizanad)
Mohammad: Bapak itu memanggil Anda.

کوهنورد: خداحافظ.
(Kuhnavard: khodahafez)
Pendaki: Selamat tinggal

محمد: خداحافظ. موفق باشید.
(Mohammad: khodahafez. Movafaq bashid)
Mohammad: Selamat jalan. Moga sukses!

Setelah menikmati sarapan, para pendaki gunung segera meninggalkan warung. Sementara Nasir dan Mohammad bertahan di sana hingga sore hari. Di sana, banyak terdapat padang bunga dan ladang perkebunan. Tak jauh dari sana, terlihat beberapa pemukiman penduduk. Mohammad dan Nasir pun pergi berjalan-jalan di sekelilingnya. Ladang perkebunan di sana banyak ditanami buah-buahan. Tampak juga para petani yang tengah sibuk memetik apel dan cheri. Mohammad sangat tertarik dengan moment tersebut dan sibuk mengambil film. Ia berencana mengirim rekaman video itu kepada keluarganya.

Hari ini kita akan membicarakan tradisi unik dan mulia khas Iran, yaitu tradisi penghormatan kepada keluarga yang lebih tua dan mengunjungi mereka. Masyarakat Iran sangat menghormati kalangan keluarga yang lebih tua, khususnya kakek dan nenek. Keluarga yang lebih muda senantiasa rajin mengunjungi mereka. Di sebagian besar keluarga Iran, kakek dan nenek yang sudah uzur hidup bersama dengan anak dan cucu mereka.

Dalam pelajaran bahasa Persia kali ini, kami mengajak Anda untuk mengenal lebih jauh tradisi mulia masyarakat Iran ini lewat percakapan Mohammad dan temannya, Hamid. Kebetulan, mereka berdua tengah berada di perpustakaan. Sebelum kita simak percakapan mereka berdua, terlebih dahulu kita pelajar beberapa kosakata penting berikut ini.

فردا
(Farda)
besok

جمعه
(Jum’eh)
Jumat

چه برنامه ای؟
(Che barnameh-i?)
acara apa?

توچه برنامه ای داری؟
(To che barnameh-i dari?)
Kamu ada acara apa?

خانه
(Khaneh)
rumah

پدر بزرگ
(Pedar bozorg)
kakek

مادر بزرگ
(Madar bozorg)
nenek

دایی
(Dai)
paman

خاله
(Khaleh)
bibi

مادر
(Madar)
ibu

پدر
(Pedar)

ayah

خواهر
(Khahar)
saudara perempuan

من می روم
(Man miravam)

saya pergi

آنها زندگی می کنند
(Anha zendegi mikonand)
mereka hidup, tinggal

قزوین
(Qazvin)
Qazvin (nama kota di Iran)

تهران
(Tehran)
Tehran

دور
(Dur)

jauh

ماشین
(Mashin)
mobil

دو ساعت
(Do sa’at)
dua jam

هر هفته
(Har hafteh)
tiap pekan

تو می روی
(To miravi)

kamu pergi

دیدن
(Didan)
mengungjungi, melihat

او گفت
(u goft)

dia berkata

او بیمار است
(u bimar ast)
dia sakit

بیمار
(Bimar)
sakit

کمی
(Kami)
agak, sedikit

آنها می آیند
(Anha miayand)
mereka datang

ایرانیها
(Irani-ha)
orang-orang Iran

ما می رویم
(Ma miravim)
kami pergi

بزرگترها
(Bozorgtar-ha)
keluarga yang lebih tua

تلفن
(Telefon)

telepon

تلفن بزن
(Telefon bezan)

teleponlah

مرسوم
(Marsum)
menjadi tradisi

او تلفن می زند
(u telefon mizanad)
dia menelpon

هر روز
(Har ruz)
tiap hari

کافی نیست
(Kafi nist)
tidak cukup

همیشه
(Hamisheh)
selalu

او می رود
(u miravad)
dia pergi

او زندگی می کند
(u zendegi mikonad)
dia hidup, tinggal

دیدن
(Didan)
mengunjungi, melihat

فرهنگ
(Farhang)
budaya

احترام
(Ehteram)
budaya

سفارش
(Sefaresh)
pesan

احترام به آنها
(Ehteram be anha)
menghormati mereka

Kini kita pergi ke perpustakaan, menemui Mohammad dan Hamid.

محمد: حمید برای فردا جمعه چه برنامه ای داری؟
(Mohammad: Hamid farda jom’eh che barname-I dari?)
Mohammad: Besok, kamu ada acara apa?

حمید: به خانه ی پدر بزرگ می روم.
(Hamid: be khane-ye pedar bozorg miravam)
Hamid: Aku pergi ke rumah kakek

محمد: خانه ی پدر بزرگت در تهران است؟
(Mohammad: khane-ye pedar bozorgat dar Tehran ast)
Mohammad: Rumah kakekmu di Tehran?

حمید: نه. آنها در قزوین زندگی می کنند.
(Hamid: na. anha dar Qazvin zendegi mikonand)

Hamid: Tidak. Mereka tinggal di Qezvin

محمد: قزوین نزدیک تهران است؟
(Mohammad: Qazvin nazdik-e Tehran ast?)
Mohammad: Qezvin dekat Tehran?

حمید: خیلی دور نیست. با ماشین دو ساعت.
(Hamid: kheili dur nist. Ba mashin do saat)
Hamid: Tidak begitu jauh. Dua jam dengan mobil.

محمد: هر هفته به خانه ی پدر بزرگت می روی؟
(Mohammad: har hafte be khane-ye pedar bozorgat miravi)

Mohammad: Kamu tiap pekan pergi ke rumah kakekmu?

حمید: بله. برای دیدن پدر بزرگ و مادر بزرگم به آنجا می روم. مادر گفت مادر بزرگ کمی بیمار است.
(Hamid: bale. baraye didan-e pedar bozorg va madar bozorg be anja miravam. madar goft madar bozorg kami bimar ast)
Hamid: Iya. Aku pergi ke sana untuk mengunjungi kakek dan nenekku. Ibuku
berkata, nenek agak sakit.

محمد: تنها به آنجا می روی؟
(Mohammad: tanha be anja miravi?)
Mohammad: Kamu pergi ke sana sendiri?

حمید: نه. پدر و مادر و خواهرم هم می آیند. ما ایرانیها همیشه به دیدن بزرگترها می رویم.
(Hamid: na. pedar va madar va khaharam ham miayand. Ma Irani-ha hamishe be didan bozorgtar-ha miravim)
Hamid: Tidak. Ayah, ibu, dan saudara perempuan juga akan datang. Kami, orang-orang Iran selalu mengunjungi keluarga yang lebih tua.

محمد: کار خوبی است. اما قزوین دور است. تلفن بزن!
(Mohammad: kar-e khubi ast. Ama Qazvin dur ast. Telefon bezan!)

Mohammad: Tindakan yang bagus. Tapi Qezvin jauh. Telepon saja!

حمید: تلفن!؟ مادرم هر روز به مادر بزرگ تلفن می زند. اما تلفن کافی نیست.
(Hamid: telefon!? Madaram har ruz be madar bozorg telefon mizanad. Ama telefon kafi nist)

Hamid: Telpon? Ibuku tiap hari menelpon nenek. Tapi menelpon saja tidak cukup.

محمد: دایی ات هم همیشه به دیدن پدر بزرگ و مادر بزرگ می رود؟
(Mohammad: dait ham hamishe be didan-e pedar bozorg va madar bozorg miravad)

Mohammad: Pamanmu apakah juga selalu mengunjungi kakek dan nenekmu?

حمید: بله. در فرهنگ ما احترام به بزرگترها سفارش شده است.
(Hamid: dar farhang-e ma ehteram be bozorgtar-ha sefaresh shode ast)
Hamid: Iya. Menghormati keluarga yang lebih tua merupakan pesan budaya kami.

محمد: خیلی خوب است که دیدن بزرگترها و احترام به آنها در ایران مرسوم است.
(Mohammad: kheili khub ast ke didan-e bozorgtar-ha ba ehteram be anha dar Iran marsum ast)
Mohammad: Bagus sekali. Mengunjungi keluarga yang lebih tua dan menghormati mereka sudah menjadi tradisi di Iran.

Masyarakat Iran sangat menghormati kalangan keluarga yang lebih tua. Dalam berbagai hari-hari dan kegiatan penting, seperti hari raya, keluarga yang lebih mudah terlebih dahulu mengunjungi keluarga yang lebih tua. Setelah beberapa hari kemudian, barulah keluarga yang tua mendatangi keluarga yang muda. Barangkali, di negara Anda pun terdapat juga tradisi mulia semacam itu.

Hari ini kita pergi menemui sahabat kita, Mohammad. Sekarang dia bersama temannya, Ramin tengah berdiri di depan sebuah kios koran. Mereka membaca judul utama koran-koran yang terbit hari ini di Tehran. Mohammad sangat tertarik dengan salah satu judul koran yang berbunyi, “Bunga Iran Masuki Eropa”. Karena itulah, Mohammad lantas membincangkan topik tersebut dengan Ramin. Anda tertarik bukan dengan topik percakapan Mohammad dan Ramin kali ini? Selengkapnya kita simak setelah mempelajari kosakata penting berikut ini.

گل
(Gol)
bunga

گلها
(Gol-ha)
bunga-bunga

کشورهای نزدیک
(Keshvarha-ye nazdik)
negara-negara tetangga

اروپا
(Orupa)
Eropa

آفریقا
(Afriqa)
Afrika

ایران صادر می کند
(Iran sader mikonad)
Iran mengekspor


پایانه
(Payaneh)
terminal

جالب است
(Jaleb ast)

menarik


من فکر می کنم
(Man fekr mikardam)
saya pikir

فقط
(Faqat)

hanya

نفت
(Naft)
minyak

این طور نیست
(In tour nist)
tidak hanya itu saja, bukan begitu

کشور
(Keshvar)

negara

بزرگ
(Bozorg)
besar

ثروتمند
(Servatmand)
kaya

کدام
(Kodam)
yang mana

مرکز
(Markaz)

pusat

مرکز گل
(Markaz-e gol)

pusat bunga

تهران
(Tehran)

Tehran

اصفهان
(Esfahan)
Isfahan (nama kota)

شیراز
(Shiraz)
Shiraz (nama kota)

کاشان
(Kashan)
Kashan (nama kota)

محلات
(Mahallat)

Mahallat (nama kota)

چند
(Chand)
beberapa

چند شهر دیگر
(Chand shahr-e digar)
beberapa kota lain

هست
(Hast)
ada

دوست
(Dust)
suka

جنوب
(Jonoub)
selatan

مزرعه
(Mazrae)
ladang

مزرعه ی گل
(Mazrae-e gol)
ladang bunga

چه گلهایی؟
(Che golha-i?)
Bunga apa?

بسیار زیاد
(Bes’yar ziyad)
sangat banyak

مثل
(Mesl)
seperti

رز
(Roz)
mawar

لاله
(Laleh)
tulip

داوودی
(Davoudi)
bunga krisan

مریم
(Maryam)
bunga sedap malam

نرگس
(Narges)
bunga narcissus

گلایل
(Gelayol)
bunga gladious

عالی است
(Ali ast)
bagus sekali

من می روم
(Man miravam)
saya pergi

چه خوب
(Cheh khub)
Bagus!

دیدن
(Didan)
melihat

دیدن گلها
(Didan-e golha)

melihat bunga-bunga

لذت بخش
(Lezzat bakhsh)
mengasyikkan

Selanjutnya kita simak bersama percakapan Mohammad dan Ramin

محمد: گلهای ایران در اروپا؟
(Mohammad: golha-ye Iran dar Orupa?)
Mohammad: Bunga-bunga Iran di Eropa?

رامین: بله. ایران یک پایانه ی بزرگ گل دارد.
(Ramin: bale. Iran yek payane-e bozorg-e gol darad)

Ramin: Iya. Iran memiliki terminal bunga yang besar.

محمد: یعنی ایران به کشورهای دیگر گل صادر می کند؟
(Mohammad: ya’ni Iran be keshvarha-ye digar gol sader mikonad?)

Mohammad: Maksud kamu Iran mengekspor bunga ke negara-negara lain?

رامین: بله. ایران به کشورهای نزدیک و همچنین اروپا و افریقا گل صادر می کند.
(Ramin: bale. Iran be keshvarha-ye nazdik va hamchenin Orupa va Afriqa gol sader mikonad)
Ramin: Iya. Iran mengekspor bunga ke negara-negara tetangga dan juga ke Eropa dan Afrika.

محمد: جالب است. من فکر می کردم ایران فقط نفت صادر می کند.
(Mohammad: jaleb ast. Man fekr mikardam Iran faqat naft sader mikonad)
Mohammad: Menarik. Saya pikir Iran hanya mengekspor minyak

رامین: نه نه. این طور نیست. ایران کشور بزرگ و ثروتمندی است.
(Ramin: na na. in tuor nist. Iran keshvar-e bozorg va servatmandi ast)

Ramin: Tidak. Tidak. Tidak hanya itu saja. Iran adalah negara yang besar dan kaya

محمد: کدام کشورهای ایران مرکز گل هستند؟
(Mohammad: kodam keshvarha-ye Iran markaz-e gol hastand)
Mohammad: Kota-kota Iran mana saja yang menjadi pusat bunga?

رامین: تهران، اصفهان، شیراز، کاشان، محلات و چند شهر دیگر.
(Ramin: Tehran, Esfahan, Shiraz, Kashan, Mahallat va chand shahr-e digar)

Ramin: Tehran, Isfahan, Shiraz, Kashan, Mahalat, dan beberapa kota lain

محمد: پس در تهران هم مزرعه گل هست؟
(Mohammad: pas dar Tehran ham mazrae gol hast?)
Mohammad: Kalau begitu di Tehran juga ada ladang bunga?

رامین: بله. دوست پدرم در جنوب تهران یک مزرعه بزرگ گل دارد.
(Ramin: bale. dust-e pedaram dar jonuob yek mazrae-e bozorg-e gol darad)

Ramin: Iya. Teman ayahku mempunyai sebuah ladang bunga yang besar di
selatan Tehran.

محمد: چه گلهایی در آنجا هست؟
(Mohammad: che golha-I dar anja hast?)
Mohammad: Bunga apa saja yang ada di sana?

رامین: گلهای بسیار زیادی در آنجا هست. مثل رز، لاله، داوودی، مریم، نرگس، گلایل.
(Ramin: golha-ye bes’yar ziyadi dar anja hast. Mesl-e roz, laleh, davuodi, maryam, narges, gelayol)
Ramin: Ada banyak bunga di sana. Seperti mawar, tulip, bunga krisan, bunga
sedap malam, bunga narcissus, dan bunga gladious

محمد: عالی است.
(Mohammad: ali ast)
Mohammad: Bagus sekali

رامین: من یک روز به آنجا می روم.
(Ramin: man yek ruz be anja miravam)

Ramin: Suatu hari, aku akan pergi ke sana

محمد: چه خوب. دیدن گلها لذت بخش است.
(Mohammad: che khub didan-e gol-ha lezat-bakhsh ast)
Mohammad: Bagus. Melihat bunga memang mengasyikkan.

Mohammad dan Ramin pun akhirnya membeli sebuah koran lantas berjalan kembali ke rumah. Sambil berjalan, mereka berdua masih asyik membicarakan budidaya bunga di Iran. Ramin menceritakan kepada Mohammad, di Iran terdapat empat musim; musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim gugur. Dan di sebagian daerah, khususnya di selatan Iran, hawa udara di sana sangat panas. Sementara di daerah pegunungan sangat dingin. Lantaran iklimnya yang sangat beragam itulah, sehingga banyak jenis bunga yang tumbuh dan bisa dibudidayakan di Iran. Karena itu, Iran juga termasuk negara pengekspor bunga dan tanaman.

Setelah banyak berbicara mengenai bunga, Mohammad dan Ramin memutuskan untuk pergi ke salah satu ladang bunga milik bapak Khorami. Bapak Khorami adalah teman ayah Ramin dan memiliki ladang bunga di selatan Tehran. Sebagian hasil budidaya bunganya, ia ekspor ke luar negeri, dan sebagian lagi untuk keperluan dalam negeri.

Barangkali Anda juga masih ingat bukan, jika dalam pelajaran sebelumnya Mohammad dan Ramin membahas soal ekspor bunga Iran ke negara-negara lain. Minggu lalu, mereka berdua juga berencana untuk mengunjungi ladang bunga milik bapak Khorami. Bapak Khorami adalah sahabat ayah Ramin. Ia memiliki ladang bunga di selatan Tehran. Nah kebetulan, hari ini Mohammad dan Ramin sedang berkunjung ke sana. Ladang bunga itu memiliki banyak rumah kaca. Mohammad sungguh terpesona melihat beragam jenis bunga yang ada di sana. Jika Anda berkenan, mari kita sama-sama menemani Mohammad dan Ramin berjalan-jalan mengelilingi ladang bunga bapak Khorami. Namun sebelum itu, kita pelajari lebih dulu beberapa kosa kata penting.

اینجا
(Inja)

di sini

آنجا
(Anja)
di sana

آن طرف
(An taraf)
sebelah sana

بزرگ
(Bozorg)

besar

قشنگ
(Qashang)
indah

زیاد
(Ziyad)
banyak

گل
(Gol)

bunga

گل ها
(Gol-ha)
bunga-bunga

درخت
(Derakht)
pohon

درخت ها
(Derakht-ha)
pepohonan

نوشته
(Neveshteh)
ditulis, tulisan

گل چی؟
(Gol-e chi?)
Bunga apa?

گل داوودی
(Gol-e davoudi)
bunga krisan

گل لاله
(Gol-e laleh)
bunga tulip

گل رز
(Gol-e roz)
bunga mawar

رنگ
(Rang)
warna

رنگ ها
(Rang-ha)
warna-warni

مختلف
(Mokhtalef)
beragam

واقعا
(Vaqean)
sungguh

زیبا
(Ziba)
indah, cantik

سفید
(Sefid)
putih

صورتی
(Surati)
merah muda

زرد
(Zard)

kuning

قرمز
(Qermez)
merah

نارنجی
(Narenji)
oranye

بنفش
(Banafsh)
ungu

آبی
(Abi)
biru

کوچک
(Kuchak)
kecil

بزرگ
(Bozorg)
besar

بعضی
(Ba’zi)
sebagian

ببین
(Bebin)
lihatlah

هست
(Hast)

ada

درخت میوه
(Derakht-e miveh)
tanaman buah

میوه
(Miveh)
buah

سیب
(Sib)
apel

گیلاس
(Gilas)
chery

گلابی
(Golabi)
peer

گردو
(Gerdu)
kacang walnut

ثروتمند
(Servatmand)
kaya

مثل
(Mesl)
seperti

Kini, kita bersama-sama Mohammad dan Ramin mengeliling ladang bunga.

محمد: اینجا خیلی بزرگ و قشنگ است.
(Mohammad: Inja kheili bozorg va qashang ast)
Mohammad: Di sini sangat besar dan indah

رامین: بله. در اینجا گل ها و درخت های زیادی هست.
(Ramin: bale. dar inja gol-ha va derakht-haye ziyadi hast)
Ramin: Iya. Di sini banyak bunga dan pepohonan

محمد: اینجا نوشته گل چی؟ داو…
(Mohammad: Inja neveshte gol-e chi? Dav…)
Mohammad: Di sini ditulis bunga apa?

رامین: گل داوودی، ببین گل داوودی رنگ های مختلفی دارد.
(Ramin: Gol-e davoudi, bebin gol-e davoudi rang-haye mokhtalefi darad)
Ramin: bunga krisan. Lihatlah bunga krisan punya beragam warna

محمد: واقعا زیباست. سفید ، صورتی ، زرد ، قرمز ، نارنجی …
(Mohammad: Vaqean zibast. Sefid, surati, zard, qermez, narenji…)
Mohammad: Sungguh indah. Putih, merah muda, kuning, merah, oranye

رامین: گل داوودی یک گل ایرانی است.
(Ramin: Gol-e davoudi yek gol-e Irani ast)

Ramin: bunga krisan merupakan bunga asli Iran

محمد: اسم این گل های کوچک چیست؟
(Mohammad: esm-e in gol-haye kuchak chist?)
Mohammad: bunga kecil ini apa namanya?

رامین: اینها هم گل داوودی است. بعضی گل های داوودی بزرگ هستند ، بعضی کوچک.
(Ramin: Inha ham gol-e davoudi ast. Ba’zi gol-haye davoudi bozorg hastand, ba’zi kuchak)
Ramin: Ini juga bunga krisan. Sebagian bunga krisan memang besar. Sebagian lagi kecil.

محمد: آنجا را ببین. گل های لاله آنجاست. آنها گل لاله هستند؟ درست است؟
(Mohammad: Anja ra bebin. Gol-haye laleh anjast. Anha gol-haye laleh hastand? Dorost ast?)

Mohammad: Lihatlah di sana. Ada bunga tulip di sana. Itu bunga tulip ‘kan? Benarkah?

رامین: بله. آن طرف گل های لاله است. سفید ، قرمز ، صورتی ، نارنجی ، بنفش ، آبی.
(Ramin: bale. an taraf gol-haye laleh ast. Sefid, qermez, surati, narenji, banafsh, abi)
Ramin: Iya. Di sebelah sana itu bunga tulip. Putih, merah, merah muda, oranye, ungu, biru.

محمد: اینجا درخت هم هست.
(Mohammad: Inja derakht ham hast)
Mohammad: Di sini juga ada pohon.

رامین: بله درخت های میوه هم اینجا هست. سیب ، گیلاس ، گلابی ، گردو.
(Ramin: bale derakht-haye miveh ham inja hast. Sib, gilas, golabi, gerdu)
Ramin: Iya, di sini juga ada tanaman buah. Apel, chery, peer, dan walnut.

محمد: ایران واقعا بزرگ و ثروتمند است و مثل این گل ها زیباست.
(Mohammad: Iran vaqean bozorg va servatmand ast va mesl-e in gol-ha zibast)
Mohammad: Iran sungguh besar dan kaya. Indah seperti bunga-bunga ini.

Mohammad dan Ramin mengunjungi beberapa rumah kaca yang ada di ladang bunga. Mereka berdua juga didampingi oleh Pak Khorami. Beliau menjelaskan kepada Mohammad dan Ramin beragam tanaman bunga dan buah-buahan yang dibudidayakan di ladang tersebut. Menurut Pak Khorami di ladangnya ini, ada beragam jenis bunga dan tanaman dari pelbagai negara yang dibudidayakan. Selain membudidayakan bunga, Pak Khorami juga menanam beragam jenis buah-buahan dan tanaman hias. Selain dipasarkan di dalam negeri, Pak Khorami juga mengekspornya ke luar negeri.

Mohammad sungguh bahagia bisa melihat beragam jenis bunga yang sangat indah itu dan sangat menikmati keharumannya. Ia juga menceritakan kepada pak Khorami mengenai beragam tanaman dan bunga yang terdapat di negaranya. Pak Khorami pun menunjukkan pada mereka beberapa buku dan brosur mengenai bunga-bunga indah di Iran. Menjelang pergi, Pak Khoram memberi Mohammad dan Ramin dua pot tanaman hias dan serangkai bunga.

Hari ini kita akan bersama-sama pergi bertamu. Ali, salah seorang teman Mohammad, mengundangnya makan siang. Kebetulan sekarang ini hari Jumat, dan istri Ali tengah pergi ke luar kota. Dia pergi ke Mashad, ke rumah ibunya. Karena itu, Ali mesti memasak sendiri. Untungnya, ia memiliki hobi memasak dan sangat mahir dalam membuat masakan.
حالت چه طور است؟
(Halat chetor ast)
kamu apa kabar?

تو چه طوری؟
(To chetori)
bagaimana kabarmu?

بفرمایید
(Befarmaeed)
silakan

خوش آمدی
(Khosh amadi)
selamat datang

بو
(Bu)
bau, aroma

غذا
(Ghaza)
makanan

غذاها
(Ghaza-ha)
makanan-makanan

بو می آید
(Bu miayad)
tercium bau…

همسرت
(Hamsarat)
istrimu

نرگس
(Narges)
nama orang, bunga narcissus

الان
(Al’an)
sekarang

مشهد
(Mashad)
nama kota di timur laut Iran

مادرش
(Madaresh)
ibunya

تو خودت
(Tu khudet)
diri kamu sendiri

تو پختی
(Tu pokhti)
kamu memasak

بوی خوب
(Buye khub)
bau enak

بو دارد
(Bu darad)
beraroma

آره
(Are)
iya

آشپز
(Ashpaz)
masakan, masak-memasak

پلو
(Polo)
nasi

جوجه
(Jujeh)
anak ayam

کباب
(Kabab)
kebab, jenis masakan yang dipanggang.

من پختم
(Man pokhtam)
saya memasak

کباب ها
(Kabab-ha)
kebab-kebab

خوشمزه
(Khoshmazeh)
sedap, lezat

واقعا
(Vaqean)
Benarkah?

مردم
(Mardom)
orang-orang, masyarakat

دنیا
(Donya)
dunia

همه ی مردم دنیا
(Hame-ye mardome donya)
seluruh masyarakat dunia

آنها می دانند
(Anha midanand)
mereka mengetahui

چای
(Chay)
teh

آمده
(Amadeh)
siap

باشد
(Bashad)
baiklah

خودم
(Khodam)
saya sendiri

من چای می ریزم
(Man chay mirizam)
saya menuangkan teh

کمک
(Komak)
bantuan, membantu

تو می خواهی
(Tu mikhahi)
kamu ingin

بخور
(Bokhor)
makanlah

من می پزم
(Man mipazam)
saya memasak

نوش جان
(Nushe-jan)
selamat menikmati

چگونه؟
(Cheguneh)
bagaimana?

درست
(Dorost)
membuat

درست کردی
(Dorost kardi)
kamu membuat

جوجه
(Jujeh)
anak ayam

نمک
(Namak)
garam

فلفل
(Felfel)
cabai

زعفران
(Za’feran)
seffron

آبلیمو
(Ablimu)
air jeruk limon

پیاز
(Piyaz)
bawang bombay

من مخلوط کردم
(Man makhlut kardam)
saya mencampur

بعد از
(Ba’daz)
setelah

او آماده است
(Uo amadeh ast)
dia sudah siap

اسان است
(Asan ast)
mudah

Mohammad kini tiba di depan rumah Ali. Sebelumnya ia juga pernah ke rumahnya. Ia pun mengetuk pintu dan memasuki rumah.
علی: سلام حالت چه طور است؟ بفرمایید.
(Ali: salam halet chetor ast? Befarmaeed)
Ali: Salam, kamu apa kabar? Silakan

محمد: سلام. خیلی ممنون. تو چه طوری؟
(Mohammad: salam. Kheili mamnun. To che tori)
Mohammad: Salam, terima kasih. Kamu bagaimana?

علی: خوبم. خوش آمدی.
(Ali: khubam. Khosh amadi)
Ali: Aku baik-baik saja. Selamat datang!

محمد: بوی غذا می آید. همسرت در خانه است؟
(Mohammad: bu-ye ghaza miayad. Hamsaret dar khane ast)
Mohammad: Ada bau makanan nih. Istrimu di rumah?

علی: نه. نرگس الان در مشهد است. خانه ی مادرش.
(Ali: na. Nages al’an dar Mashhad ast. Khane-ye madaresh)
Ali: Tidak, Nargis sedang di Mashad sekarang. Ke rumah ibunya.

محمد: تو خودت غذا پختی؟ بوی خوبی دارد.
(Mohammad: to khodet ghaza pokhti? Bu-ye khubi darad)
Mohammad: Kamu masak makanan sendiri? Aromanya enak.

علی: آره. من آشپز خوبی هستم. پلو با جوجه کباب پختم.
(Ali: are. Man ashpaze khubi hastam. Polo ba juje kabab pokhtam)
Ali: Iya. Aku memang pemasak yang handal. Aku memasak nasi dengan Jujeh Kabab.

محمد: به به. جوجه کباب. کبابهای ایرانی خیلی خوشمزه است.
(Mohammad: bah bah. Juju kabab. Kabab-haye. Kabab-haye Irani kheili khoshmaze ast)
Mohammad: Hm…Jujeh kabab. Kebab-kebab Iran memang sangat lezat.

علی: واقعا؟ همه ی مردم دنیا می دانند غذاهای ایرانی خوشمزه است. چای آماده است.
(Ali: vaqean? Hameye mardom-e donya midanand ghaza-haye Irani khoshmaze ast. Chai amade ast)
Ali: Benarkah? Semua orang di dunia tahu, masakan Iran lezat. Tehnya sudah siap.

محمد: باشد. خودم چای می ریزم. کمک می خواهی؟
(Mohammad: bashad. Khodam chai mirizam. Komak mikhahi)
Mohammad: Baiklah. Aku sendiri yang menuang tehnya. Mau dibantu?

علی: نه. تو چای بخور. من خودم غذا می پزم.
(Ali: na. to chai bokhor. Man khodam ghaza mirizam)
Ali: Tidak. Minumlah tehnya. Saya sendiri yang memasak makanannya.
Setelah minum teh, Mohammad pergi ke dapur, membantu Ali. Ia pun menggelar sofreh atau taplak makan. Sofreh adalah selembar kain atau plastik lebar yang digunakan sebagai alas tempat makan secara lesehan. Mohammad dan Ali pun meletakkan makanan di atas sofreh. Mereka pun lantas makin sambil duduk lesehan di dekat sofreh. Tentu saja, selain cara makan lesehan dengan sofreh. Sebagian masyarakat Iran juga menggunakan meja dan kursi untuk menyantap makanan. Namun, cara makan lesehan dengan seluruh anggota keluarga dirasa jauh lebih nikmat bagi masyarakat Iran. Selanjutnya mari kita ikuti kembali percakapan Ali dan Mohammad berikut ini:
محمد: واقعا خوشمزه است. تو آشپز خوبی هستی.
(Mohammad: vaqean khoshmaze ast. To ashpaz-e khubi hasti)
Mohammad: Benar-benar enak. Kamu memang pemasak yang hebat.

علی: نوش جان.
(Ali: nush-e jan)
Ali: Silakan menikmati.

محمد: چگونه جوجه کباب را درست کردی؟
(Mohammad: chegune juje kabab ra dorost kardi)
Mohammad: Bagaimana cara kamu membuat jujeh kabab?

علی: جوجه و نمک و فلفل و آبلیمو و پیاز و زعفران را مخلوط می کنم. بعد از سه چهار ساعت جوجه برای کباب آماده است.
(Ali: jujeh va namak va felfel va ablimu va piyaz va za’feran ra makhlut mikonam. Ba’daz se chahar saat jujeh baraye kabab amade ast)
Ali: Ayam, garam, cabai, air limon, bawang bombay, dan seffron semuanya dicampur. Setelah tiga sampai empat jam, ayam siap dipanggang.

محمد: آسان است. من هم جمعه جوجه کباب می پزم.
(Mohammad: asan ast. Man ham jome jujeh kabab mipazam)
Mohammad: mudah. Jumat ini aku juga akan memasak jujeh kabab.

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: