Farsi (2)

Hari ini, Ramin dan Mohammad pergi berbelanja ke sebuah supermarket di dekat asrama. Said tidak bisa ikut serta karena sibuk, namun dia meminta tolong kepada Ramin agar membelikan beberapa barang kebutuhannya.

امروز
(emruz)
hari ini

بعد از ظهر
(ba’daz-zohr)
setelah zuhur atau sore hari

به کجا
(Be koja)
kemana

شما می رید
(Shoma mirid)
Anda/kalian pergi

ما می ریم
(Ma mirim)
kami/kita pergi

فروشگاه
(furushgah)
toko

به
(be)
ke

کدوم؟
(kodum)
yang mana?

فروشگاه کتاب
(Furushgah-e kitab)
toko buku

کتاب فروشی
(Ketab furushi)
toko buku

ما نمی ریم
(Ma nemirim)
kami/kita tidak pergi

سوپرمارکت
(supermarket)
supermarket

چیزی؟
(chizi?)
sesuatu

تو می خوای
(tu mikhai)
kamu ingin

فکر می کنم
(fekr mikonam)
saya pikir

چند
(chand)
berapa

تخم مرغ
(tokhme-morg)
telur ayam

بسته
(baste)
bungkus

پنیر
(panir)
keju

یک بسته پنیر
(yek baste panir)
satu bungkus keju

من لازم دارم
(man lazem daram)
saya membutuhkan

لازم داری
(lazem dari)
kamu membutuhkan

باشه
(bashe)
baiklah

برای تو
(baraye tu)
buatmu

من می خرم
(man mikharam)
saya membeli

زحمت می کشی
(zahmat mikeshi)
engkau bersusah payah

خیلی ممنون
(kheili mamnun)
terimakasih

پدرت
(pedaret)
ayahmu

او تلفن کرد
(u telefon kard)
dia tadi menelpon

او سلام رسوند
(u salam resund)
dia menyampaikan salam

ساعت چند؟
(saat-e chand?)
jam berapa?

تقریبا
(taqriban)
kira-kira

ساعت
(saat)
jam

هشت
(hasht)
delapan

بیست دقیقه
(bist daqiqe)
dua puluh menit

ساعت هشت بیست دقیقه
(saat-e hasht-o bist daqiqe)
jam delapan lebih dua puluh menit.

الان
(Al’an)
sekarang

در
(Dar)
di

در مصر
(Dar mesr)
di mesir

اونا هستند
(Una hastand)
mereka

اونا نیستند
(Una nistand)
bukan mereka

تعطیلات
(Ta’tilat)
liburan

برای تعطیلات
(Baraye ta’tilat)
untuk liburan

سال
(Sal)
tahun

هر سال
(Har sal)
setiap tahun

Saya harap, Anda telah mengikuti dengan baik kata-kata tadi.

سعید: محمد، شما امروز بعد از ظهر کجا می رید؟
(Saaed: Mohammad, shoma emruz baed az zohr koja mirid?)
Said: Mohammad, kamu sore nanti akan pergi kemana?

محمد: به فروشگاه می ریم.
(Mohammad: be furushgah mirim)
Mohammad: Kami akan pergi ke toko.

سعید: به کدوم فروشگاه می رید؟ به فروشگاه کتاب می رید؟
(Saaed: be kodum furushgah mirid? Be furushgah ketab mirid?)
Said: Ke toko mana kamu akan pergi? Kamu akan pergi ke toko buku?

محمد: نه . ما به کتابفروشی نمی ریم. ما به سوپر مارکت می ریم. تو چیزی لازم داری؟
(Mohammad: ma be ketab-furushi nemirim. Ma be super-market mirim. To chizi lazem dari?)
Mohammad: tidak, kami tidak akan pergi ke toko buku. Kami akan pergi ke
supermarket. Kamu memerlukan sesuatu?

سعید: آره فکر می کنم چند تخم مرغ و یک بسته پنیر لازم دارم.
(Saaed: Are fekr mikonam chand tokhme-morgh wa yek baste panir lazem darim)
Said: Ya, saya pikir, saya memerlukan beberapa butir telur dan satu bungkus keju.

محمد: باشه من برایت می خرم.
(Mohammad: bashe man barayat mikharam)
Mohammad: Baiklah, saya akan membelikannya untukmu.

سعید: خیلی ممنون. زحمت می کشی.
(Saaed: kheili mamnun. Zahmat mikeshi)
Said: Terimakasih banyak, engkau (mau) bersusah-payah.

Setelah bercakap-cakap mengenai rencana belanja ke toko, Said teringat bahwa tadi siang ketika Mohammad sedang pergi ke tukang cukur, ayahnya menelpon dari Emirat. Said menceritakan hal ini kepada Mohammad.

سعید: راستی. پدرت امروز تلفن کرد. سلام رسوند.
(Saaed: rasti. Pedaret emruz telefon kard. Salam resund)
Said: Oya, ayahmu tadi siang menelpon. Dia menyampaikan salam.

محمد: اه؟ ساعت چند؟
(Mohammad: e? saat-e chand?)
Mohammad: Oya? Jam berapa?

سعید: فکر می کنم تقریبا ساعت هشت و بیست دقیقه بود.
(Saaed: fekr mikonam taqriban saat-e hahst-o bist daqiqe bud)
Said: Saya pikir, kira-kira jam 8 lebih 20 menit.

محمد: او از مصر زنگ می زد.
(Mohammad: ue az mesr zang mizad)
Mohammad: Dia menelpon dari Mesir?

سعید: نه پدرت گفت: اونا الان در امارات هستند.
(Saaed: na pedaret goft uena alan dar Emarat hastand)
Said: Tidak. Ayahmu mengatakan, mereka sekarang ada di Emirat.

محمد: بله، اونا هر سال برای تعطیلات به امارات می رن.
(Mohammad: bale, uena har sal baraye taetilat be Emarat miran)
Mohammad: Ya, mereka setiap tahun pergi ke Emirat untuk liburan.

Kini, kita akan ikuti percakapan yang terjadi di supermarket, antara Mohammad, Ramin, dan pelayan toko.

بفرمایید
(befarmaeed)
silakan

چی؟
(chi?)
apa?

شما می خواید
(Shoma mikhaid)
Anda/kalian ingin

پاکت
(pakat)
amplop

ماست
(mast)
yoghurt

کره
(kare)
mentega

نوشابه
(nushabeh)
minuman soda

ما می خوایم
(ma mikhaim)
kami/kita ingin

لازم داریم
(lazem darim)
Anda/kalian membutuhkan

دو
(do)
dua

سه
(se)
tiga

صابون
(sabun)
sabun

شامپو
(shampou)
shampo

کنسرو
(konserv)
kalengan

ماهی
(mahi)
ikan

کنسرو ماهی
(konserv-e mahi)
ikan kalengan

دیگه چی؟
(dige chi?)
apa lagi?

نون
(nun)
roti

اونجا
(unja)
di sana

ما داریم
(ma darim)
kami/kita punya

شیشه
(shishe)
botol

آبلیمو
(ab limu)
air jeruk nipis

شیر
(shir)
susu

شما بدید
(shoma bedid)
Anda berikan

راستی
(rasti)
oh ya, sebenarnya

تخم مرغ
(tokhme-morg)
telur ayam

پنیر
(panir)
keju

او
(u)
kamu

می خواد
(mikhad)
ingin

برنج
(berenj)
beras

روغن
(roughan)
minyak

کمی
(kami)
sedikit

ما داریم
(ma nadarim)
kami tidak punya

لطفا
(lotfan)
tolong

ما هستیم
(ma hastim)
kami

ما نیستیم
(ma nistim)
bukan kami

کدام
(kodam)
yang mana

ساختمان
(sakhteman)
gedung

احنمالا
(ehtemalan)
kemungkinan

همکلاسی
(hamkelasi)
seorang teman sekelas

دوست
(dust)
kawan

متشکرم
(mutsyakeram)
terimakasih

Saya harap, Anda telah mengikuti dengan baik kata-kata tadi.

فروشنده: بفرمایید، چی می خواید؟
(Forushande: Befarmaeed, chi mikhaid?)
Pelayan toko: Silakan, apa yang Anda inginkan?

محمد: ما یک ظرف ماست، دو بسته کره و یک نوشابه می خوایم.
(Mohammad: ma yek zarf mast, do baste kare wa yek nushabeh mikhaim)
Muhammad: Kami menginginkan satu bungkus yoghurt, dua bungkus mentega, dan satu minuman soda.

رامین: سه عدد صابون، یک شامپو و دو کنسرو ماهی هم لازم داریم.
(Ramin: se adad sabun, yek shampou wa do konserv-e mahi ham lazem darim)
Ramin: Tiga buah sabun, satu sampo, dan dua kaleng ikan juga kami butuhkan.

فروشنده: دیگه چی؟ نون هم اونجاست. نون می خواید؟
(Forushande: dige chi? Nun ham unjast. Nun mikhaid?)
Pelayan toko: Apa lainnya? Roti juga ada di sana. Kamu ingin roti?

رامین: خیر، ممنون. یک شیشه آبلیمو ودو بطری شیر هم بدید.
(Ramin: kheir, mamnun. Yek shishe ab-limu wa do botree shir ham bedid)
Ramin: Tidak, terimakasih. Tolong beri satu botol air jeruk nipis dan dua kotak susu

محمد: راستی، سعید هم چند تا تخم مرغ و یک بسته پنیر می خواد. رامین، ما برنج و روغن داریم؟
(Mohammad: rasti, Saaed ham chand ta tokhm-e morgh wa yek bastepanir mikhad. Ramin, ma berenj wa roughan darim?
)
Mohammad: Oh ya, Said juga menginginkan beberapa butir telur dan sekotak keju.
Ramin, apakah kita mempunyai beras dan minyak?

رامین: بله، کمی برنج داریم، اما روغن نداریم.
(Ramin: bale, kami berenj darim, ama roughan nadarim)
Ramin: Ya, kita punya sedikit beras, tapi kita tidak punya minyak.

محمد: پس آقا لطفا تخم مرغ، پنیر و روغن هم به ما بدهید.
(Mohammad: pas agha lotfan tokhm-e morgh, panir wa roughan ham be ma bedahid)

Mohammad: Kalau begitu, Tuan, tolong beri kami telur, keju, dan minyak.

Anda sekalian sudah menyimak percakapan di antara Mohammad, Ramin, dan pelayan toko, bukan?

Pelayan toko lalu memasukkan barang-barang belanjaan Mohammad dan Ramin ke dalam beberapa kantong plastik, sambil menghitung harga-harga barang itu dengan mesin penghitung. Sambil menghitung, si pelayan toko berbicara kepada Ramin.

فروشنده: شما دانشجو هستید؟
(Forushande: shoma daneshju hastid?)
Pelayan toko: Kalian ini mahasiswa?

رامین: بله ما دانشجو هستیم.
(Ramin: bale ma daneshju hastim)
Ramin: Ya, kami mahasiswa.

فروشنده: شما در کدام ساختمان ساکن هستید؟ ساختمان سه؟
(Forushande: shoma dar kodam sakhteman saken hastid? Sakhteman se?)
Pelayan toko: Kalian tinggal di gedung yang mana? Gedung nomor tiga?

رامین: خیر، ما در ساختمان دو هستیم.
(Ramin: kheir, ma dar sakhteman do hastim)
Ramin: Tidak, kami di gedung nomor dua.

فروشنده: پس احتمالا همکلاسی هستید؟
(Forushande: pas ehtemalan hamkelasi hastid)
Pelayan toko: Kalau begitu, kemungkinan kalian ini sekelas?

رامین: خیر، ما با هم دوست هستیم.
(Ramin: kheir, ma ba ham dust hastim)
Ramin: Tidak, kami saling berteman.

Kini, kita akan mengikuti kegiatan Mohammad hari ini. Dia ingin membeli beberapa buku. Dia pun berjalan kaki ke Bundaran Enqelab yang merupakan pusat petokoan buku di Tehran. Di jalan, dia berjumpa dengan seseorang yang menanyakan lokasi sebuah hotel.

هتل لاله
(hotel Laleh)
hotel Laleh

کجاست؟
(kojast?)
dimana?

کمی
(kami)
sedikit, agak

جلوتر
(jolotar)
lebih ke depan

روبروی
(ru-be-rue)
berhadapan, di depan

بانک
(bank)
bank

ملی
(melli)
nasional

کنار
(kenar)
samping

کنار هتل
(kenar-e hotel)
samping hotel

پارک
(park)
taman

بزرگ
(bozorg)
besar

متشکرم
(mutesyakeram)
terimakasih

خواهش می کنم
(
khakhes mikonam)
sama-sama/jawaban untuk kata ‘terima kasih” atau ‘minta maaf’

چند
(chand)
beberapa/berapa

کتاب
(ketab)
buku

تاریخی
(tarikhi)
sejarah

من می خوام
(man mikham)
saya ingin

سمت راست
(samt-e rast)
sebelah kanan

اونجا
(unja)
di sana

کتابها
(ketabha)
buku-buku

ادبیات
(adabiyat)
sastra

چی
(chi)
apa, bagaimana

اون
(un)
itu

گوشه
(gusheh)
sudut

من دیدم
(man didam)
saya melihat

در مورد
(dar mourede)
tentang (sesuatu hal)

تاریخ ایران
(tarikh-e Iran)
sejarah Iran

سعدی
(Sa’di)
Sa’di, nama penyair klasik Iran

زیادی
(ziyadi)
banyak

کتابهای زیادی
(ketabhaye ziyadi)
banyak buku

اونجاست
(unjast)
(itu) di sana

ببینید
(bebinid)
lihatlah

بفرمایید
(befarmaeed)
silakan

متشکرم
(mutesyakeram)
Terimakasih

Saya harap, Anda telah mengikuti dengan baik kata-kata tadi. Kini, marilah kita ikuti percakapan antara Mohammad dan seorang lelaki yang sedang mencari lokasi sebuah hotel.

مرد: سلام آقا. ببخشید هتل لاله کجاست؟
(Mard: Salam agha. Bebakhshid Hotel Laleh kojast?)
Laki-laki: Salam Tuan, maaf, dimanakah Hotel Laleh?

محمد: هتل لاله؟
(Mohammad: Hotel Laleh?)
Mohammad: Hotel Laleh?

مرد: بله، هتل لاله.
(Mard: bale, Hotel Laleh)
Laki-laki: Ya, Hotel Laleh.

محمد: هتل کمی جلوتر، روبروی بانک ملی است.
(Mohammad: Hotel kami jolotar, ru-be-rue Bank-e Melli ast)
Mohammad: Hotel Laleh agak ke depan sana, di depan Bank Nasional.

مرد: روبروی بانک ملی؟
(Mard: ru-be-rue Bank-e Melli)
Laki-laki: di depan Bank Nasional?

محمد: بله، کنار یک پارک بزرگ هم هست.
(Mohammad: bale, kenar-e yek park-e bozorg ham hast)
Mohammad: Ya, di samping hotel juga ada sebuah taman yang besar.

مرد: متشکرم.
(Mard: moteshakeram)
Laki-laki: Terimakasih

محمد: خواهش می کنم.
(Mohammad: khahesh mikonam)
Mohammad: sama-sama.

Mohammad lalu melanjutkan perjalanannya ke Bundaran Engelab.Di sana banyak ditemui toko-toko buku. Mohammad menatap etalase toko-toko itu, mengamati buku-buku yang dipajang di sana. Tak lama kemudian dia memasuki salah satu toko. Buku-buku di toko itu disusun dalam rak-rak sesuai dengan subjek masing-masing. Mari kira ikuti percakapan antara Mohammad dan penjual buku.

محمد: سلام آقا، من چند کتاب تاریخی می خوام.
(Mohammad: Salam agha, man chand ketab tarikhi mikham)
Mohammad: Salam Tuan, saya menginginkan beberapa buku sejarah.

فروشنده: سلام. سمت راست. اونجا
(Forushande: Salam, samte rast. Unja)
Penjual buku: Salam, sebelah kanan, di sana.

محمد: کتابهای ادبیات چی؟
(Mohammad: ketabhae adabiyat chi?)
Muhammad: Buku-buku sastra di mana?

فروشنده: کتابهای ادبیات هم کنار کتابهای تاریخی هستند. اون گوشه
(Forushande: ketabhae adabiyat ham kenar-e ketabhaye tarikhi hastand. Un gusheh.)
Pelayan toko: Buku-buku sastra juga di sebelah buku-buku sejarah, di sudut sana.

محمد: بله. دیدم.
(Mohammad: bale didam)
Mohammad: Ya, saya melihatnya.

فروشنده: چه کتابی می خواید؟
(Forushande: che ketabi mikhaid?)
Pelayan toko: Buku apa yang kamu inginkan?

محمد: دو کتاب در مورد تاریخ ایران و یک کتاب ادبی درباره زندگی سعدی.
(Mohammad: do ketab dar mored-e tarikh-e Iran wa ketab-e adabi darbareye zendegie Saaedi.)
Mohammad: Dua buku tentang sejarah Iran dan sebuah buku tentang kehidupan Sa’di.

فروشنده: کتابهای زیادی در مورد این دو موضوع داریم. بفرمایید، ببینید.
(Forushande: ketabhaye ziyadi dar moured-e in do mouzue darim. Befarmaeed, bebinid)
Pelayan toko: Kami punya banyak buku tentang kedua topik ini. Silakan dilihat.

محمد: متشکرم.
(Mohammad: moteshakeram)
Mohammad: Terimakasih

Kini, kita akan mengikuti Mohammad dan seorang teman sekelasnya, Hamid, ke Pasar Besar Tehran. Pasar ini sangat kuno dan terletak di kawasan selatan Teheran. Tujuan Mohammad untuk mengunjungi pasar ini bukanlah untuk berbelanja, melainkan untuk melihat-lihat pasar yang kuno dan bersejarah panjang ini. Kini marilah kita ikuti percakapan Mohammad dan Hamid selama di Pasar Besar Tehran.

بازار
(bazar)
pasar

این
(in)
ini

قدیمی
(qadimi)
tua, kuno

سیصد
(si-sad)
tiga ratus

سال
(sal)
tahun

قبل
(qabl)
sebelum, yang lalu

اینجا
(inja)
di sini

بازار تهران
(bazar-e tehran)
pasar tehran

چه جالب!
(che jaleb)
alangkah menariknya

اسمش
(esmesh)
namanya

مردم
(mardom)
masyarakat

می گن
(mi gan)
mereka mengatakan

بازار بزرگ
(bazar bozorg)
pasar besar

خیلی
(kheili)
sangat

هست
(hast)
ada

فروشگاه
(furushgah)
toko

همه چی
(hame chi)
semuanya

خوب
(khub)
baik

ارزون
(arzun)
murah

راهرو
(rahro)
koridor

باریک
(barik)
sempit

سقف
(saqf)
atap

بلند
(boland)
tinggi

برام
(baram)
untuk saya

جالبه
(jalebe)
menarik

من فکر می کنم
(man fekr mi konam)
saya pikir

همیشه
(hamishe)
selalu

شلوغ
(sholugh)
ramai

شهر ها
(shahr-ha)
kota-kota

شهر
(shahr)
kota

دیگه
(dige)
lagi

بازار قدیمی
(bazar-e qadimi)
pasar tua

اونا دارن
(una daran)
mereka memiliki

همه
(hame)
semua

همه شهر ها
(hame shahr-ha)
semua kota

Saya harap, Anda telah mengikuti dengan baik kata-kata tadi dan mencatatnya. Kini, marilah kita simak percakapan antara Mohammad dan Hamid di Pasar Besar Tehran.

محمد: حمید، فکر می کنم این بازار خیلی قدیمیه.
(Mohammad: Hamid, fekr mikonam in bazar kheili qadimie)
Mohammad: Hamid, saya pikir pasar ini sangat tua

حمید: بله، این محل قدیمیه ـ از سیصد سال قبل، اینجا بازار اصلی تهران بوده است.
(Hamid: bale, in mahal qadimie – az si sad sal qabl, inja bazar asli Tehran bude ast)
Hamid: Ya, tempat ini sangat tua, sejak 300 tahun yang lalu, ini pasar asli Tehran.

محمد: چه جالب! اسمش چیه؟
(Mohammad: che jaleb! Esmesh chie?)
Mohammad: Alangkah menariknya! Namanya apa?

حمید: مردم به اینجا بازار بزرگ می گن.
(Hamid: mardom be inja Bazar Bozorg mi gan)
Hamid: Warga menyebutnya Pasar Besar.

محمد: خیلی فروشگاه در این بازار هست.
(Mohammad: kheili furushgah dar in bazar hast)
Mohammad: Banyak sekali toko di pasar ini.

حمید: بله. اینجا همه چی هست. خوب و ارزون.
(Hamid: bale. Inja hame chi hast. Khub wa arzun.)
Hamid: Ya, di sini semua jenis ada, bagus dan murah.

محمد: اما راهروی بازار باریکه.
(Mohammad: ama rahroye bazar barike)
Mohammad: Tapi, koridor pasar ini sempit.

حمید: بله، راهروی باریک و سقف خیلی بلنده.
(Hamid: bale, rahroye barik wa saqf kheili bolande)
Hamid: Ya, koridornya sempit dan atapnya sangat tinggi.

محمد: آره. اینجا همه چی برام جالبه.
(Mohammad; are. Inja hame chi baram jalebe)
Mohammad: Ya, di sini semuanya menarik bagi saya.

Saudara  sekalian, tentu Anda sekalian sudah menyimak percakapan antara Mohammad dan Hamid di Pasar Besar Tehran, bukan?

Mohammad memandang keramaian orang di pasar itu. Dilihatnya sebuah koridor pasar yang diapit toko-toko baju di kiri-kanannya. Koridor lain diapit oleh toko-toko emas, karpet, dan masih banyak jenis barang lainnya. Kini, mari kita simak percakapan antara Mohammad dan Hamid selanjutnya.

محمد: اینجا همیشه شلوغه؟
(Mohammad: inja hamishe shulughe?)
Mohammad: Di sini selalu ramai?

حمید: بله، اینجا همیشه شلوغه.
(Hamid: bale, inja hamishe shulughe)
Hamid: Ya.

محمد: شهر های دیگه هم بازار قدیمی دارند؟
(Mohammad: shahr-hae dige ham bazar qadimi darand)
Mohammad: Kota-kota lain juga memiliki pasar tua?

حمید: بله، همه شهر های ایران بازار قدیمی دارند.
(Hamid: bale, hame shahr-hae Iran bazar qadimi darand)
Hamid: Ya, semua kota di Iran memiliki pasar tua.

Barangkali anda masih ingat, beberapa waktu lalu Mohammad dan temannya, Hamid pergi ke Pasar Besar Tehran. Pasar yang sangat tua dan bersejarah ini begitu menarik bagi Mohammad. Saat menelusuri lorong-lorong pasar, ia memperhatikan dengan serius toko-toko yang ada serta lalu-lalang para pembeli. Kini ia tengah berada di toko jam dan tengah berbincang-bincang dengan si penjual. Namun sebelum kita simak perbincangan mereka, kita pelajari dulu beberapa kosa kata baru berikut ini!

این
(In)
ini

ساعت
(Saat)
jam

چنده
(Chande)
berapa?

کدوم
(Kodum)
yang mana

طلایی
(Talayee)
keemasan

چهل هزار
(Chehel hezar)
40 ribu

تومن
(Toman)
tuman (1 tuman=10 riyal)

گرون
(Gerun)
mahal

ارزون
(Arzun)
murah

من دارم
(Man daram)
saya punya

بفرمایید
(Befarmaeed)
silakan

اینجا
(Inja)
di sini

خیلی
(Kheyli)
sangat

قشنگ
(Qashang)
bagus

زیبا
(Ziba)
indah

قیمتش چنده؟
(Qeymatesh chande)
Berapa harganya?

بیست هزار
(Bist hezar)
20 ribu
تابلو
(Tablou)
lukisan

طبیعی
(Tabi’i )
natural, alami

طبیعت
(Tabiaat)
alam

بهار
(Bahar)
musim semi

ایران
(Iran)
iran

چرا؟
(Chera)
kenapa?

چیزی
(Chizi)
sesuatu

تو نمی خری
(Tu nemikhari)
kamu tidak membeli

فرصت
(Forsat)
kesempatan

دیگر
(Digar)
lain

Kini mari kita simak bersama percakapan Mohammad dan penjual jam!

محمد: ببخشید آقا، این ساعت چنده؟
(Mohammad: Bebakhshid agha, in saat chande)
Mohammad: Maaf Pak, jam ini berapa harganya?

فروشنده: کدوم ساعت؟
(Forushande: kodum saat)
Penjual: jam yang mana?

محمد: این ساعت طلایی.
(Mohammad: in saat talaee)
Mohammad: Jam keemasan yang ini

فروشنده: قیمت این ساعت 40 هزار تومنه.
(Forushande: qeymat-e in saat chehel hezar tomane)
Penjual: harga jam yang ini 40 ribu tuman

محمد: اوه…. گرونه.
(Mohammad: uh…. Gerune)
Mohammad: uh…mahal.

فروشنده: البته ساعت ارزون هم دارم. بفرمایید اینجا. این ساعت، هم جنس خوبی داره و هم قیمت اون مناسبه.
(Forushande: albate saat-e arzun ham darim. Befamaeed inja. In saat, ham jens-e khubi dare wa ham qeymat un monasebe)
Penjual: Tentu saja, saya juga punya jam yang murah. Silakan di sini. Jam ini,
selain barangnya bagus, harganya juga sesuai.

محمد: قیمتش چنده؟
(Mohammad: qeymatesh chande)
Mohammad: berapa harganya?

فروشنده: 20 هزار تومن.
(Forushande: 20 hezar toman)
Penjual: 20 ribu tuman

محمد: نه، متشکرم.
(Mohammad: na, moteshakeram)
Mohammad: tidak, terima kasih.

Sebagaimana kita ketahui bersama, Mohammad tidak jadi membeli jam. Mari kita simak ulang percakapan tadi. Kali ini tanpa terjemah.

Saat berjalan di pasar, Hamid melihat sebuah lukisan yang terpasang di sebuah toko. Ia begitu tertarik dengan lukisan itu. Ia pun membeli lukisan itu dan membicarakannya dengan Mohammad.

حمید: محمد این تابلو قشنگه؟
(Hamid: Mohammad in tablo qashangge)
Hamid: Mohammad, lukisan ini bagus tidak?

محمد: بله، خیلی زیباست. اون خیلی طبیعی است.
(Mohammad: bale, kheili zibast. Un kheili tabiee ast)
Mohammad: Iya, sangat indah. Terlihat sangat natural.

حمید: این طبیعت بهار در ایرانه. محمد، تو چیزی نمی خری؟
(Hamid: in tabiaat bahar dar Irane. Mohammad, to chizi nemikhari)
Hamid: Ini adalah pemandangan alam musim semi di Iran. Muhammad, kami
tidak membeli sesuatu?

محمد: الان نه، در فرصت دیگر من هم یک تابلو نقاشی می خرم.
(Mohammad: al-an na, forsat-e digar man ham yek tablo-e naqashi mikharam)
Mohammad: Sekarang, tidak. Mungkin di lain kesempatan aku akan membeli juga sebuah lukisan.

Mohammad dan Hamid berjalan-jalan ke Pasar Besar Tehran hingga beberapa jam. Di beberapa bagian Pasar Besar merupakan bagunan tua dan memiliki gaya arsitektur yang sangat menarik. Beberapa toko memiliki dekorasi dari kayu dengan ukiran dan ragam hias yang begitu indah. Setelah berbelanja dari pasar, mereka kembali ke asrama dengan menggunakan kereta subway. Sesampainya di asrama, dengan penuh semangat Mohammad menceritakan pengalamannya hari ini di Pasar Besar Tehran pada teman-temannya.

Mohammad dan Ramin mendapatkan kesempatan berlibur selama sepekan. Keluarga Ramin tinggal di Shiraz dan karena itu, Ramin ingin memanfaatkan liburan untuk pulang ke Shiraz. Sementara itu, apa yang akan dilakukan Mohammad selama liburan? Untuk mengetahuinya, marilah kita mengikuti percakapan antara Mohammad dan Ramin. Namun seperti biasa, sebelumnya marilah kita simak kata-kata berikut ini.

تعطیلات
(ta’tilat)
liburan

چه کار می کنی؟
(che kar mikoni?)
apa yang akan kaulakukan?

من می مونم
(Man mimunam)
saya akan tinggal

من نمی مونم
(Man nemimunam)
saya akan tidak akan tinggal

در تهران
(Dar Tehran)
di Teheran

از… تهران
(Az… Tehran)
dari Teheran

به… شیراز
(Be… Shiraz)
dari Shiraz
من می رم
(Man miram)
saya pergi

کی؟
(key?)
kapan?

جمعه
(Jum’e)
jumat

تو می آی؟
(Tu miyai?)
kamu akan datang?

از شیراز به تهران می آی
(Az Shiraz be Tehran miyai)
kamu akan datang dari Shiraz ke Teheran

فکر می کنم
(Fekr mi konam)
saya pikir

جمعه ی بعد
(Jum’e-ye ba’d)
Jumat depan

تقریبا
(taqriban)
kira-kira

یک هفته
(yek hafte)
satu minggu

تو می مونی؟
(to mimuni?)
kamu akan tinggal?

کشورت
(keshvaret)
negaramu

تو نمی ری
(tu nemiri)
kamu tidak akan pergi?

من نمی تونم
(Man nemitunam)
saya tidak bisa

من کار دارم
(Man kar daram)
saya punya pekerjaan

از فردا
(Az farda)
mulai besok

من به سر کار می رم
(Man be sar-e kar miram)
saya akan pergi ke tempat kerja

جدی؟
(Jeddi?)
benarkah?

چه کاری؟
(Che kari?)
pekerjaan apa?

دفتر روزنامه
(Daftar-e ruzname)
kantor suratkabar

من ترجمه می کنم
(Man tarjome mikonam)
saya menerjemahkan

من از عربی به فارسی ترجمه می کنم
(Man az Arabi be Farsi tarjome mikonam)
saya menerjemahkan dari bahasa Arab ke Bahasa Persia

مقاله
(maqale)
makalah

مصاحبه
(mosahebe)
wawancara

خبر
(khabar)
Berita

عالیه
(aliye)
bagus

موفق باشی
(movaffaq bashi)
Semoga sukses

Saya harap, Anda telah mengikuti dengan baik kata-kata tadi. Kini, marilah kita ikuti percakapan antara Mohammad dan Ramin.

محمد: رامین تو در تعطیلات چه کار می کنی؟
(Mohammad: Ramin to dar taetilat che kar mikoni?)
Mohammad: Ramin, pada hari libur kamu akan melakukan apa?

رامین: من در تهران نمی مونم. به شیراز می رم.
(Ramin: man dar Tehran nemimunam. Be Shiraz miram.)
Ramin: saya tidak akan tinggal di Teheran, saya akan pergi ke Shiraz.

محمد: کی به شیراز می ری؟
(Mohammad: kei be Shiraz miri?)
Mohammad: kapan kamu akan pergi ke Shiraz?

رامین: من جمعه به شیراز می رم.
(Ramin: man Jom’e be shiraz miram)
Ramin: saya akan pergi ke Shiraz hari Jumat.

محمد: کی از شیراز به تهران بر می گردی؟
(Mohammad: kei az Shiraz be Tehran barmigardi?)
Mohammad: kapan kamu akan datang dari Shiraz ke Teheran?

رامین: فکر می کنم جمعه آینده به تهران می آم.
(Ramin: fekr mikonam Jomea ayandeh be Tehran miam)
Ramin: Saya pikir, Jumat depan saya akan datang ke Teheran?

محمد: پس تقریبا یک هفته در شیراز می مونی؟
(Mohammad: pas taqriban yek hafte dar Shiraz mimuni?)
Mohammad: kalau begitu, kira-kira seminggu kamu akan tinggal di Shiraz.

رامین: بله. تو چه کار می کنی؟ به کشورت که نمی ری؟
(Ramin: bale. To che kar mikoni? Be keshvaret ke nemiri?)
Ramin: Ya. Kamu akan melakukan apa? Kamu tidak akan pergi ke negaramu?

محمد: نه. نمی تونم. کار پیدا کردم. از فردا به سر کار می رم.
(Mohammad: na nemitunam. Kar peida kardam. Az farda sar kar miram)
Mohammad: tidak, saya tidak bisa. Saya mendapatkan pekerjaan. Mulai besok saya akan pergi ke tempat kerja.

رامین: جدی؟ چه کاری؟
(Ramin: jeddi? Che kari?)
Ramin: Benarkah? Pekerjaan apa?

محمد: من از در دفتر روزنامه ترجمه می کنم.
(Mohammad: man az daftar ruzname tarjome mikonam)
Mohammad: Saya mulai besok akan menerjemahkan di kantor surat kabar.

رامین: چی ترجمه می کنی؟
(Ramin: chi tarjome mikonam)
Ramin: Apa yang akan kauterjemahkan?

محمد: مقاله، مصاحبه، خبر… از عربی به فارسی ترجمه می کنم.
(Mohammad: maqale, mosahebe, khabar… az Arabi be Farsi tarjome mikonam)
Mohammad: makalah, wawancara, berita.. Saya menerjemahkan dari bahasa Arab ke Bahasa Persia.

رامین: عالیه. موفق باشی.
(Ramin: aliye. Movaffaq bashi)
Ramin: Bagus sekali, semoga kamu berhasil.

محمد: متشکرم.
(Mohammad: moteshakeram)
Mohammad: Terimakasih.

Saudara sekalian, Anda tadi telah mengikuti percakapan antara Mohammad dan Ramin, bukan?

Saudara, dalam percakapan tadi, Anda telah mengikuti kata-kata kerja seperti miram, nimiram, (saya akan pergi, saya tidak akan pergi), miyai, miyam (kamu datang, saya datang), mimunam, nimimunam (saya tinggal, saya tidak akan tinggal), tarjume mi kunam (saya akan menerjemahkan). Dalam pelajaran mendatang kita akan mengenal lebih jauh mengenai kata kerja ini.

Kita telah mengikuti percakapan Mohammad dan Ramin mengenai rencana mereka dalam mengisi liburan. Kali ini kita akan mengikuti percakapan Mohammad dan Hamid yang sedang berencana pergi ke sebuah restoran tradisional Iran.

Chai-khane atau warung teh adalah sebuah restoran tradisional khas Iran. Di restoran itu, kita bisa meminum teh sambil memakan makanan yang disebut dizi, yaitu makanan semacam gulai daging yang dimasak di dalam kuali khusus terbuat dari tembaga atau batu, dan dimakan dengan roti. Kini marilah kita mengikuti percakapan antara Mohammad dan Hamid mengenai rencana mereka pergi ke chai-khane itu.

فردا
(farda)
besok

با من
(ba man)
dengan saya

چای خانه
(chai khane)
warung teh atau restoran tradisional Iran

به چای خانه
(be chai khane)
ke warung teh

تو می آی؟
(tu miyai?)
kamu datang atau kamu ikut

من می شناسم
(man mi shenasam)
saya mengenal/ saya tahu

کجاست؟
(kojast?)
dimana?

نزدیک خیابون
(Nazdik-e khiyabun)
dekat jalan

خیابون بهار
(Khiyabun-e Bahar)
jalan Bahar

فقط
(Faqat)
hanya

چای
(chai)
teh

ما می خوریم
(ma mikhorim)
kita minum

اون… داره
(un… dare)
itu punya

غذا
(ghaza)
makanan

دیزی چیه؟
(dizi chiye?)
dizi itu apa?

غذای ایرانی
(Ghaza-ye Irani)
makanan Iran

گوشت
(Gusht)
daging

گوسفند
(gusfand)
kambing

نخود
(nokhod)
kacang berwarna kuning

لوبیا
(lubiya)
kacang berwarna merah

پیاز
(piyaz)
bawang

اونا می پزند
(una mi pazand)
mereka memasak

آبگوشت
(ab gusht)
air/kuah daging

خوشمزه
(khosmaze)
enak, lezat

ساعت چنده؟
(saat chand-e?)
jam berapa?

ما می ریم
(Ma mirim)
kita pergi

ساعت دوازده
(Saat davazdah)
jam duabelas

میدون
(Meidun)
lapangan

میدون انقلاب
(Meidun-e Enqelab)
lapangan Enqelab

منتظر
(montazer)
menunggu

منتظرت
(montazeret)
menunggumu

من منتظرت هستم
(man montazeret hastam)
saya menunggumu

خوبه
(khube)
baiklah

من می یام
(man miyam)
saya akan datang

Saya harap, Anda telah menyimak dengan baik kata-kata tersebut.

حمید: محمد، فردا با من چایخانه می آی؟
(Hamid: Mohammad, farda ba man chaikhane miyai?)
Hamid: Mohammad, besok kamu pergi bersama saya ke warung teh?

محمد: چایخانه؟
(Mohammad: chaikhane?)
Mohammad: warung teh?

حمید: بله. من یک چایخانه خوب می شناسم.
(Hamid: bale. Man yek chaikhane khub mishenasam)
Hamid: ya, saya tahu sebuah warung teh yang bagus.

محمد: کجاست؟
(Mohammmad: kojast?)
Mohammad: di mana?

حمید: نزدیکه. خیابون بهار.
(Hamid: nazdike. Khiyabun-e Bahar)
Hamid: dekat, di jalan Bahar.

محمد: اونجا فقط چای می خوریم!
(Mohammad: unja faqat chai mikhurim)
Mohammad: apa di sana kita hanya minum teh?

حمید: نه. غذا هم داره. دیزی
(Hamid: na. ghaza ham dare. Dizi)
Hamid : tidak, di sana juga ada makanan, dizi.

محمد: دیزی چیه؟
(Mohammad: dizi chie?)
Mohammad: dizi itu apa?

حمید: دیزی یک غذای ایرانیه. گوشت گوسفند رو با لوبیا و نخود و پیاز می پزند. به اون آبگوشت هم می گن.
(Hamid: dizi yek ghazaye iraniye. Gushte gusfand ro bo lubiya wa nokhod wa piyaz mipazand. Be un ab-guhst ham migan)
Hamid: dizi adalah makanan khas Iran, dimasak dari daging kambing, kacang merah, kacang kuning, dan bawang. Makanan ini disebut juga daging kuah.

محمد: غذاهای ایرانی خوشمزه است.
(Mohammad: ghazahaye irani khoshmaze ast)
Mohammad: makanan Iran rasanya lezat.

حمید: بله. دیزی هم خوشمزه است.
(Hamid: bale. Dizi ham khoshmaze ast)
Hamid: ya, dizi juga lezat.

Mohammad mendatangi Hamid untuk memastikan kapan mereka akan pergi ke chai-khane atau warung teh tradisional Iran. Marilah kita simak percakapan mereka.

محمد: ساعت چند به چایخانه می ریم؟
(Mohammad: saat chand be chaikhane mirim)
Mohammad: jam berapa kita akan pergi ke warung teh?

حمید: من ساعت دوازده در میدون انقلاب منتظرت هستم.
(Hamid: man saat dawazdah dar meidun Enqelab montazeret hastam)
Hamid: jam 12 saya akan menunggumu di lapangan Enqelab.

محمد: خوبه. من هم ساعت دوازده به میدون انقلاب می آم.
(Mohammad: khube. Man saat be meidun-e Enqelab miyam)
Mohammad: baiklah, saya akan datang jam 12 ke lapangan Enqelab.

Kini, Mohammad dan Hamid telah duduk di Chai-khane. Mohammad menatap ke sekelilingnya dengan penuh rasa ingin tahu. Di ruangan itu tersedia beberapa meja dan kursi kayu, serta beberapa dipan dan bantal khas Persia. Sebagian pengunjung duduk di kursi, dan sebagian lainnya duduk di dipan dengan bersandar pada bantal khas Persia, seperti yang sedang dilakukan Mohammad dan Hamid. Di salah satu sudut restoran itu ada seorang lelaki menyanyikan lagu tradisional Iran sambil memetik sitar. Kini marilah kita mengikuti percakapan antara Mohammad dan Hamid.

چه جالب
(che jaleb)
alangkah menariknya

اینجا
(inja)
di sini

موسیقی
(musiqi)
musik

زنده
(zendeh)
Hidup

موسیقی زنده
(musiqi-e zendeh)

musik live

داره
(dare)
punya

اون
(un)
itu, dia

آقا
(agha)
Tuan, pria

دوست من
(dust-e man)
teman saya

آواز
(awaz)
lagu

آوازها
(awaz-ha)
lagu-lagu

آوازهای ایرانی
(awaz-hae Irani)
lagu-lagu Iran

اون آواز می خونه
(un awaz mikhune)
dia menyanyikan lagu

ساز
(saz)
alat musik

اسم
(esm)
nama

چیه؟
(chiye?)
apa?

سه تار
(Se tar)
sitar

ساز ایرانی
(Saz-e Irani)
alat musik Irani

صدا
(seda)
suara

خیلی
(kheili)
sangat

دلنشین
(delneshin)
menyentuh hati

دارچین
(dar chin)
kayu manis

چای
(chai)
teh

چای دارچینی
(chai dar chini)
teh beraroma kayu manis

تو می خوری
(to mikhuri)
kamu meminum

من نمی دونم
(man nemidunam)
saya tidak tahu

من فکر می کنم
(man fekr mikonam)
saya pikir

خوشمزه
(khoshmaze)
lezat

قوری
(quri)
teko

من می گیرم
(man migiram)
saya akan mengambil

دو تا
(do ta)
dua

دیزی
(dizi)
gulai daging khas Iran

پلو
(polo)
nasi

ما می خوریم
(ma mikhorim)
kami/kita akan makan

ما نمی خوریم
(ma nemikhorim)
kami/kita tidak akan makan

سبزی
(sabzi)
sayur

پیاز
(piyaz)
bawang

ترشی
(torshi)
asinan

نون
(nun)
roti

جالب
(jaleb)
menarik

جالبه
(jalebe)
menarik

Saya harap, Anda telah menyimak dengan baik kata-kata tadi.

محمد: چه جالب. اینجا موسیقی زنده اجرا می شه.
(Mohammad: che jaleb. Inja musiqi-e zendeh ejra mishe)
Mohammad: Alangkah menariknya. Di sini juga dimainkan musik secara langsung.

حمید: بله. اون آقا دوست منه. آوازهای ایرانی می خونه.
(Hamid: bale. Un agha duste mane. Awazhae irani mikhune)
Hamid: Pria itu teman saya. Dia menyanyikan lagu-lagu Iran.

محمد: اسم اون ساز چیه؟
(Mohammad: esm-e un saz chie?)
Mohammad: Nama alat musik itu apa?

حمید: اسم اون ساز سه تاره. سه تار، یک ساز قدیمی ایرانیه.
(Hamid: esm-e un saz se tare. Se tar, yek saz qadimi iranie)
Hamid: Nama alat musik itu sitar. Sitar adalah alat musik kuno Iran.

محمد: صدای این تار خیلی دلنشینه.
(Mohammad: sedaye in tar kheili delneshine)
Mohammad: suara alat ini sangat menyentuh hati.

Saudara, kini marilah kita ikuti percakapan Mohammad dan Hamid selanjutnya.

حمید: چای دارچینی می خوری؟
(Hamid: chai-e darchini mikhori?)
Hamid: kamu mau minum teh beraroma kayu manis?

محمد: نمی دونم. آیا خوشمزه است؟
(Mohammad: nemidunam. Aya khushmaze ast?)
Mohammad: saya tidak tahu, apakah rasanya enak?

حمید: بله، من یک قوری چای دارچینی سفارش می دهم با دو تا دیزی.
(Hamid: bale, man yek quri chai-e darchini sefaresh midaham ba do ta dizi)
Hamid: ya, saya akan memesan satu teko beraroma kayu manis dan dua porsi dizi.

محمد: دیزی رو با پلو می خوریم؟
(Mohammad: di ro ba polo mikhorim?)
Mohammad: apakah kita memakan dizi dengan nasi?

حمید: نه دیزی رو با پلو نمی خوریم. ما دیزی رو با سبزی و پیاز و ترشی و نون می خوریم.
(Hamid: na dizi ro ba polo nemikhorim. Ma dizi ro ba sabzi wa torshi wa nun mikhorim)
Hamid: (tertawa), tidak, kita tidak memakan dizi dengan nasi. Kita memakan dizi dengan sayuran, bawang, asinan, dan roti.

محمد: جالبه.
(Mohammad: jalebe)
Mohammad: menarik sekali.

Hari ini, kami akan memperkenalkan Anda kepada seorang penyair kontemporer Iran bernama Parvin E’teshami. Syair-syairnya sederhana namun sangat menyentuh hati pembacanya. Sebagian dari syair-syair Parvin E’teshami dijadikan bahan pelajaran di sekolah-sekolah. Penyair ini meninggal pada usia muda, sekitar 60 tahun yang lalu. Mohammad dan temannya Hamid hari ini sedang berada di sebuah toko buku dan mereka membicarakan sebuah buku kumpulan syair Parvin E’teshami yang dijual di toko itu. Kini marilah kita mengikuti percakapan antara Mohammad dan Hamid.

تو علاقه داری؟
(tu alaqe dari)
apa kamu punya ketertarikan?

شعر
(Sye’r)
syair

شعر فارسی
(Sye’r-e Farsi)
syair Persia

من دوست دارم
(Man dust daram)
saya suka

چرا
(chera)
mengapa

تو نمی خونی
(tu nemi khuni)
Kamu tidak membaca

تو نمی دونی
(tu nemiduni)
kamu tidak mengetahui

فارسی
(farsi)
Persia

سخت
(Sakht)
sulit

پروین اعتصامی
(Parvin-e E’tesami)
Parvin E’teshami

تو می شناسی
(Tu mi syenasi)
kamu mengenal

اون کیه؟
(Un kiye)
dia siapa?

استاد
(ustad)
dosen

ادبیات
(adabiyat)
sastra

شاعر
(sya-er)
penyair

شعر
(sye’r)
syair

شعرش
(sye’resh)
syairnya

چه طوره؟
(che tore)
bagaimana?

ساده
(sadeh)
sederhana
زیبا
(ziba)
indah

مردم
(mardom)
masyarakat

زبان مردم
(zaban-e mardom)
bahasa masyarakat

نزدیک
(nazdik)
dekat

به نظرت
(be nazaret)
dalam pandanganmu

به نظرم
(be nazaram)
dalam pandanganku

تو می فهمی
(tu mifahmi)
kamu memahami

من می فهمم
(man mi fahmam)
saya memahami

چه خوب!
(che khub)
alangkah bagusnya!

پس
(pas)
kalau begitu

من می خرم
(man mikharam)
saya membeli

کتاب شعر
(ketab-e sye’r)
buku syair

من کمک می کنم
(man komak mi konam)
saya akan membantu

البته
(albatte)
tentu saja

Saya harap, Anda telah mengikuti dengan baik kata-kata tadi.

حمید: محمد، تو به شعر فارسی علاقه داری؟
(Hamid: Mohammad, to be she’r-e farsi alaqe dari?)
Hamid: Mohammad, apakah kamu tertarik pada syair Persia?

محمد: بله، من اشعار فارسی رو خیلی دوست دارم.
(Mohammad: bale, man ashar-e farsi ro kheili dust daram)
Mohammad: ya,saya sangat menyukai syair-syair Persia.

حمید: پس چرا شعر فارسی نمی خو نی؟
(Hamid: pas chera shear-e farsi nemikhuni?)
Hamid: kalau begitu, mengapa kamu tidak membaca syair Persia?.

محمد: می دونی فارسی من خوب نیست و شعر فارسی خیلی سخته.
(Mohammad: miduni farsi man khub nist wa shear-r farsi kheili sakhte)
Mohammad: kamu tahu, bahasa Persia saya tidak bagus, dan syair Persia sangat sulit.

حمید: تو پروین اعتصامی را می شناسی؟
(Hamid: to Parvin-e E’tesami ra mishenasi?)
Hamid: kamu mengenal Parvin E’teshami?

محمد: نه. اون کیه؟ استاد ادبیاته؟ یا…
(Mohammad: na. un kiye? Ostad-e adabiyate? Ya…)
Mohammad: tidak, dia siapa? Dosen sastra? Atau..?

حمید: نه. پروین اعتصامی شاعره.
(Hamid: na. Parvin-e Eatesami shaere)
Hamid :bukan, Parvin E’teshami adalah penyair.

محمد: شعرش چه طوره؟
(Mohammad: she’resh che tore?)
Mohammad: syairnya bagaimana?

حمید: شعرهای پروین ساده و زیباست. به زبان مردم نزدیکه.
(Hamid: she’r-hae Parvin sade wa zibast. Be zaban-e mardom kheili nazdike)
Hamid: syair-syair Parvin sederhana dan indah, dekat dengan bahasa masyarakat.

محمد: به نظرت من هم شعر پروین رو می فهمم؟
(Mohammad: be nazaret man ham she’r-e Parvin ro mifahmam?)
Mohammad: menurut pandanganmu, apa saya juga bisa memahami syair Parvin?

حمید: آره. شعر او ساده است.
(Hamid: are. She’r-e ue sade ast)
Hamid: ya, syairnya sederhana.

محمد: چه خوب! پس من دیوان اشعار پروین رو می خرم.
(Mohammad: che khub! Pas man divan-e she’r-e Parvin ro mikharam)
Mohammad: alangkah bagusnya! Kalau begitu, saya akan membeli buku syair Parvin.

حمید: البته من هم به تو کمک می کنم.
(Hamid: albatte man ham be to komak mikonam)
Hamid: tentu saja saya akan membantumu.

Mohammad pun kemudian membuka-buka beberapa buku kumpulan syair Parvin E’teshami. Dia mencoba membaca beberapa bait di antaranya. Setelah memilih salah satunya, Mohammad pun membeli buku itu dan mereka berdua kembali ke asrama.

Anda tentu ingat pada teman Mohammad yang bernama Ramin. Orangtua Ramin tinggal di Shiraz, sebuah kota di sebelah barat daya Iran. Hari ini, ayah, ibu, dan saudara perempuan Ramin akan datang ke Tehran.

Kedatangan orangtua dan saudara perempuan Ramin ke Tehran adalah dalam rangka pengobatan terhadap ayah Ramin yang sedang menderita sakit. Mereka datang dengan mengendarai mobil. Untuk mengetahui di mana posisi mereka, Ramin pun menelpon ke telepon seluler ibunya. Marilah kita mengikuti percakapan antara Ramin dan ayahnya.

الو
(alo)
halo

جان
(jan)
sayang

رامین جان
(Ramin jan)
Ramin sayang

ما خوبیم
(Ma khubim)
kami baik-baik saja

بد نیستم
(Bad nistam)
saya baik-baik saja

تو چه طوری؟
(tu che tori)
kamu bagaimana?

الان
(Al an)
sekarang

نزدیک
(nazdik)
dekat

کی
(key)
kapan

شما می رسید
(shoma mi resid)
Anda sampai

برسیم
(Beresim)
kami sampai

نیم
(nim)
setengah

ساعت
(saat)
jam

دیگر
(digar)
lagi

نیم ساعت
(nim saat)
setengah jam

برای
(baraye)
untuk

شما
(shoma)
Kamu

هتل
(hotel)
hotel

من
(man)
saya

جا رزرو کردم
(ja rezerv kardam)
saya sudah memesan tempat

هتل آزادی
(hotel Azadi)
hotel Azadi

آدرس
(Addres)
alamat

شما
(Shoma)
Anda

می دونید
(midunid)
Anda tahu

من می دونم
(man midunam)
saya mengetahui

ما می آییم
(ma mi ayeem)
kami datang

مستقیم
(mostaqim)
lurus

من می روم
(man mirawam)
saya pergi

من می بینم
(man mi binam)
saya melihat, saya menjumpai

شما رو
(shoma ro)
Anda

باشه
(bashe)
baiklah

پسرم
(pesaram)
putraku

خدا حافظ
(khoda hafez)
semoga Tuhan melindungi atau selamat berpisah

خدافظ
(khudafez)
semoga Tuhan melindungi atau selamat berpisah (dalam bahasa percakapan)

رامین: الو؟
(Ramin: Alo?)
Ramin: Halo?

مادر: الو، سلام رامین جان.
(Madar: Alo, salam Ramin jan)
Ibu Ramin: Halo, salam Ramin sayang.

رامین: سلام مادر. حالتون چه طوره؟
(Ramin: salam madar. Haletun chetore?)
Ramin: salam ibu, bagaimana kabar Anda?

مادر: ما خوبیم. تو چه طوری؟
(Madar: ma khubim. To chetori?)
Ibu Ramin: Kami baik-baik saja. Kamu bagaimana?

رامین: بد نیستم. الان شما کجایید؟
(Ramin: bad nistam. Al an shoma kojaeed?)
Ramin: kami baik-baik saja. Sekarang Anda ada di mana?

مادر: ما نزدیک تهران هستیم.
(Madar: ma nazdik-e Tehran hastim)
Ibu Ramin: Kami di dekat Teheran.

رامین: کی به تهران می رسید؟
(Ramin: key be Tehran miresid?)
Ramin: kapan Anda sampai di Teheran?

مادر: فکر می کنم، نیم ساعت دیگه به تهران برسیم.
(Madar: fekr mikonam, nim saat-e dige be Tehran miresim)
Ibu Ramin: Saya pikir, setengah jam lagi kami sampai di Teheran.

رامین: من برای شما در هتل جا رزرو کردم. هتل آزادی. آدرس هتل رو می دونید؟
(Ramin: man baraye shoma dar Hotel ja rezerv kardam. Hotel-e Azadi. Adres-e hotel ro midunid?)
Ramin: Saya sudah memesankan tempat buat Anda di hotel, hotel Azadi, Anda tahu alamat hotel itu?

مادر: بله. می دونیم. ما مستقیم به هتل آزادی می آییم.
(Madar: bale. Midunim. Ma mostaqim be Hotel Azadi mi ayeem)
Ibu Ramin: Ya, kami tahu, kami akan langsung datang ke hotel itu.

رامین: خوبه. من هم به هتل می آیم. شما رو اونجا می بینم.
(Ramin: khube. Man ham be hotel miayam. Shoma ro unja mibinam)
Ramin: baiklah, saya juga akan datang ke hotel, saya akan menjumpai kalian di sana.

مادر: باشه پسرم. خداحافظ.
(Madar: bashe pesaram. Khodahafez)
Ibu Ramin: Baiklah putraku. Semoga Tuhan melindungi.

رامین: خدافظ.
(Ramin: khodafez)
Ramin: Semoga Tuhan melindungi.

Ramin pun kemudian bersiap-siap pergi ke Hotel Azadi untuk menemui keluarganya

Anda tentu ingat pada teman Mohammad yang bernama Ramin. Orangtua Ramin tinggal di Shiraz, sebuah kota di sebelah barat daya Iran. Orang tua dan saudara perempuan Ramin telah datang ke Tehran demi pengobatan bagi ayah Ramin.

Ramin pergi ke hotel untuk menemui keluarganya. Ketika Mohammad pulang dari kampus, dia tidak menjumpai Ramin di kamar asrama. Mohammad pun menanyakan keberadaan Ramin kepada teman sekamarnya yang lain, Said.
Marilah kita mengikuti percakapan antara Mohammad dan Said.

تو می دونی
(tu miduni)
kamu tahu

هتل آزادی
(hotel Azadi)
hotel Azadi

پدر
(pedar)
ayah

مادر
(madar)
ibu

امروز
(emruz)
hari ini

اونا اومدند
(una umadand)
mereka datang

اون داره
(un dare)
dia punya

مریض
(mariz)
sakit

عمل جراحی
(amal jarahi)
operasi bedah

برای
(baraye)
untuk

رفت
(raft)
pergi

بیماری قلبی
(bimari-ye qalbi)
sakit jantung

کدوم
(kodum)
yang mana

بیمارستان
(bimarestan)
rumah sakit

متاسفم
(muteasefam)
saya prihatin

بیمارستان دی
(bimarestan dey)
rumahsakit Dey

اونجا
(unja)
di sana

اون عمل جراحی
(un amal jarahi)
dia/itu operasi bedah

می شه
(mi sye)
bisa

می کنه
(mi kone)
melakukan

کی
(key)
kapan

من نمی دونم
(man nemidunam)
saya tidak tahu

من فکر می کنم
(man fekr mikonam)
saya pikir

هفته
(hafte)
pekan

بعد
(ba’d)
depan

هفته ی بعد
(hafte-ye ba’d)
pekan nanti

حتما
(hatman)
tentu saja

پس
(pas)
kalau begitu

عیادت
(ayadat)
mengunjungi, menjenguk

به عیادت می رم
(be ayadat miram)
saya akan pergi menjenguk

پدرش
(pedaresh)
ayahnya

Kini, marilah kita ikuti percakapan antara Mohammad dan Said.

محمد: سعید، رامین کجاست؟ تو می دونی؟
(Mohammad: Saaed, Ramin kojast? To miduni?)
Mohammad: Said, Ramin di mana? Apa kamu tahu?

سعید: رامین به هتل آزادی رفت. پدر و مادر او به تهران اومدند.
(Saaed: Ramin be Hotel-e Azadi raft. Pedar wa madar-e ue be Tehran umadand)
Said: Ramin pergi ke Hotel Azadi. Ayah dan Ibunya datang ke Teheran.

محمد: ا، اونا کی اومدند؟
(Mohammad: E, una kei umadand?)
Mohammad: Eh, mereka kapan datang?

سعید: امروز اومدند. چون پدر رامین مریضه.
(Saaed: emruz umadand. Chon pedar Ramin marize)
Said: Mereka datang hari ini, karena ayah Ramin sakit.

محمد: پس برای معالجه به تهران اومدند؟
(Mohammad: pas baraye moalaje be Tehran umadand?)
Mohammad: kalau begitu, mereka datang ke Teheran untuk berobat?

سعید: بله. پدر رامین بیماری قلبی داره.
(Saaed: bale, pedar-e Ramin bimari-ye qalbi dare)
Said: Ayah Ramin punya penyakit jantung.

محمد: متاسفم. می دونی کدوم بیمارستان می ره؟
(Mohammad: moteasefam. Miduni kodum bimarestan mire?)
Mohammad: Saya ikut prihatin. Kamutahu dia pergi ke rumah sakit yang mana?

سعید: او به بیمارستان دی می ره. اونجا عمل جراحی می شه.
(Saaed: ue be bimarestan-e dey mire, unja amal jarahi mishe)
Said: Dia pergi ke rumahsakit Dey, dan disana dia akan dioperasi bedah.

محمد: کی عمل می کنه؟
(Mohammad: kei amal mikone?)
Mohammad: Kapan dia akan dioperasi?

سعید: نمی دونم. فکر می کنم هفته ی بعد.
(Saaed: nemidunam. Fekr mikonam hafte-ye baaed)
Said: Saya tidak tahu, saya pikir pekan depan.

محمد: من حتما به عیادت پدر رامین می رم.
(Mohammad: man hatman be ayadat-e pedar-e Ramin miram)
Mohammad: Saya pasti akan pergi menjenguk ayah Ramin

سعید: من هم به بیمارستان می آیم.
(Saaed:man ham be bimarestan miayam)
Said: Saya juga akan pergi ke rumahsakit.


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: