Orang Serakah Justru Tidak Mendapat Sesuatu

Seorang lelaki pemburu dengan memegang busur dan panah sedang berjalan lunglai. Ia letih dan air keringat mengucur deras dari wajah dan tubuhnya. Lelaki itu berhenti sejenak, ia meletakkan busur dan panahnya, dan membersihkan mukanya. Ia memandang sekitar. Tidak ada hewan yang dapat diburu, bahkan tidak satu burung pun yang terbang.

Lelaki itu bergumam sendiri dan berkata: “Hari ini tidak baik, kemana larinya hewan-hewan buruan itu?”

Lelaki pemburu itu pun memutuskan untuk pulang ke rumah. Tiba-tiba dia mendengar sesuatu di sela-sela semak-semak. Dia segera menyiapkan busur dan panahnya serta bersembunyi di balik pohon. Lelaki itu mendengar dengan seksama. Ia mendengar langkah kaki hewan yang semakin dekat. Tidak lama kemudian seekor rusa besar dan indah muncul dari balik semak tidak jauh dari tempat persembunyian lelaki itu.

Rusa tersebut tampak senang di dunianya sendiri dan tidak menyadari kehadiran lelaki itu. Rusa itu tersenyum dan berjalan melenggang dengan tenang tanpa menyadari bahaya yang mengancamnya.

Lelaki pemburu itu dalam hati berkata: “Wah… hewan yang bagus sekali, aku tidak boleh membiarkannya lari dari tanganku.”

Dengan sangat berhati-hati lelaki pemburu itu mengambil busur dan meletakkan panah untuk ditembakkan. Suara sekecil apapun akan membuat rusa itu lari. Dia membidik mangsanya dan melepaskan anak panah itu dengan kekuatan penuh. Panah langsung menusuk ke jantung rusa tersebut dan rusa itu jatuh seketika. Kemudian lelaki itu mendekati mangsanya dan memanggulnya menuju rumah.

Dengan raut wajah berseri-seri, pemburu itu berjalan dengan cepat dan tidak lagi merasa letih. Dalam perjalanan, ia kembali mendengar suara jejak kaki di balik semak-semak. Ia berhenti dan dalam hati berkata: “Mungkin ada rusa lain dan lebih baik aku tidak berisik.”

Pada awalnya lelaki itu berpikiran bahwa dirinya tidak membutuhkan mangsa baru. Akan tetapi dia segera berubah pikiran dan dalam hati ia berkata, “Aku kan sudah mendapat mangsa ini dan yang satunya lagi aku akan menjualnya untuk membeli barang-barang keperluanku.”

Setelah itu pemburu itu meletakkan buruannya dan kembali menyiapkan busur dan anak panahnya. Namun tiba-tiba yang muncul dari balik semak-semak itu bukan rusa melainkan banteng besar. Banteng itu melihat sang pemburu yang sudah siap untuk melepaskan anak panahnya, berlari kea rah sang pemburu. Di sisi lain, si pemburu itu juga kaget bukan main dan dengan tergesa-gesa melepaskan anak panahnya. Panah itu menancap di leher banteng namun tidak merobohkannya.

Banteng itu tetap berlari kencang dan sang pemburu pun menghindar. Dengan panah yang tertancap di lehernya, banteng itu membalikkan badannya mengincar sang pemburu. Bedanya kali ini, banteng tersebut nampak sangat marah. Pemburu itu memasang anak panah berikutnya dengan harapan kali ini dia dapat merobohkan banteng ganas itu. Tapi dia tidak menyadari bahwa banteng itu berlari lebih cepat dari sebelumnya dan menabrak dirinya. Setelah beberapa saat, baik banteng maupun sang pemburu, jatuh lemas, keduanya kehilangan banyak darah. Sedemikian parah luka keduanya sampai-sampai keduanya mati di samping jasad rusa.

Orang bijak berkata, “Orang yang serakah justru tidak akan mendapatkan apa-apa.” (IRIB Indonesia)

Categories: Kisah-Cerita | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: