Khadijah: Kehidupan Masa Lalu Saya dengan Masa Kini Amat Berbeda

Saya berusia 21 tahun, berasal dari Birmingham UK, saya memeluk Islam pada tanggal 14 Mei 2010 di sebuah masjid lokal.

Saya mula jatuh hati dengan Islam ketika duduk di bangku sekolah menengah. Ketika itu saya ikut kelas pendidikan agama (walaupun ayah saya melarang untuk mengikuti kelas tersebut). Ayah saya seorang atheis. Sementara pada saat yang sama, guru kami beragama Kristen yang berusaha keras mengkristenkan kami.

Saya masih ingat, beberapa kali saya berdebat dengan guru itu karena ada beberapa hal dalam Kristen yang tidak masuk akal dan seolah-olah dalam beberapa surah di Injil tidak punya tujuan. Saya merasakan bahwa ia bukanlah agama Tuhan yang benar. Saya menyakini bahwa wujud Tuhan yang Esa. Timbul persoalan dibenak hati bagaimana, dimana dan kenapa, sebegitu banyak pertanyaan yang tidak terjawab.

Islam dengan segera memberikan pengaruh dalam diri saya. Segala-galanya, agama indah ini punya alasannya sendiri. Islam tidak seperti apa yang digambarkan oleh surat kabar. Islam adalah berkaitan dengan kedamaian, tentang cinta, tentang kehidupan yang diuji, sebuah ujian untuk mencapai surga. Selepas menyadari hal ini barulah saya tahu bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar. Saya telah menemui jalan dalam kehidupan.

Saya mulai mencari buku-buku Islam di perpustakaan. Selama berjam-jam saya duduk di hadapan komputer melayari internet, mencari apa saja yang bisa saya pelajari berkaitan Islam. Mula-mula saya mencari dasar Islam, kemudian saya berpindah pada kedudukan wanita dalam Islam. Saya mulai memahami bahwa wanita dalam Islam menutup tubuh dan rambut mereka bukan karena ‘penindasan’ tetapi hal itu dilakukan demi memelihara kesucian mereka. Mereka tidak sekadar dipandang sebagai alat/sarana sex semata. Mereka dihormati, dan kecantikkan mereka adalah khusus untuk mereka saja. Ini merupakan suatu yang indah, dalam pandangan saya.

Saya tahu bahwa tak mungkin saya pulang ke rumah dan menyuarakan bahwa saya ingin masuk Islam. Lebih dari itu saya merasa takut dan tidak siap. Saya melanjutkan penelitian saya dan menyimpan segala pandangan tersebut sendiri.

Sayangnya, saya mulai keluar dari landasan jalan yang benar. Saya mula ke klub-klub malam, minum arak dan memakai nartkotika selama seminggu. Saya malah sempat menjadi model dan penari. Saya percaya bahawa dunia materi inilah yang membuat saya gembira. Saya melanjutkan jalan menyimpang ini sehingga saya berusia 19 tahun, sehingga akhirnya saya bertemu suami saya. Ia seorang muslim, warga Pakistan.

Ia yang membantu saya. Ia memberi jawaban segala pertanyaan saya tentang Islam. Mencari buku yang benar untuk dibaca dan mewujudkan kembali rasa kerinduan saya pada Tuhan. Saya meninggalkan dunia permodelan dan tarian, dan tidak lagi ke kelab malam. Saya sadar apa yang saya inginkan ialah kedamaian. Setiap hari saya merasakan sesuatu yang mengusik fikiran saya, untuk mengubah diri, memeluk Islam dan menyerah kepada Allah Swt. Saya tidak dapat menahan lagi, saya tidak bisa menolaknya lagi. Lantas saya menelepon masjid terdekat. Pada tanggal 14 Mei 2010 saya memeluk agama Islam …Alhamdulillah.

Tidak pernah saya merasa segembira ini dalam hidup. Saya menoleh ke belakang ketika memakai narkotika, minum arak, kononnya di situlah terletaknya kegembiraan/kebahagiaan. Cara hidup itu jauh sekali dari kebenaran. Kebahagiaan sebenarnya bermula pada hari saya menjadi seorang muslim. Shalat, belajar mengenai Islam, memakai kerudung dan melakukan apa saja yang diridhai Tuhan adalah perkara-perkara yang membuat saya gembira.

Saya memilih nama Khadijah sebagai seorang muslimah. Nama Khadijah diambil dari nama isteri Nabi Muhammad Saw dan merupakan wanita pertama yang memeluk agama Islam. Khadijah adalah seorang muslimah yang bertakwa dan saya merasa bangga karena memilih nama istimewa tersebut.

Saya mempelajari shalat selepas sebulan menjadi muslimah. Setelah dua bulan, saya memakai kerudung. Ia merupakan ujian terbesar ketika ada saja orang-orang yang melemparkan kata-kata menghina di jalan, atau memandang hina pada saya. Sekalipun demikian, saya lebih rela mereka memandang saya berhijab dari memandang pada kecantikan tubuh saya. Selepas enam bulan saya menggunakan hijab, saya merasakan hidup saya sudah sempurna. Saya merasa lebih dekat pada Allah. Saya benar-benar mencintai jilbab saya. Ketika orang melihat saya, mereka tahu bahwa saya seorang muslim dan Insya Allah saya akan menyebarkan risalah Islam.

Ibu saya adalah orang pertama yang mengetahui tentang keislaman saya. Ia bertanya kepada saya apakah sudah bersedia meninggalkan banyak hal demi menjadi seorang muslimah? Saya mengatakan bahwa segala benda tersebut tidak lagi bernilai bagi saya. Menjadi seorang muslimah merupakan pilihan utama saya. Adik perempuan saya juga mempunyai reaksi dan menanyakan hal yang sama.

Pada akhirnya saya memberitahu keadaan saya ini kepada ayah saya. Ia seorang atheis, maka berhadapan dengan ayah membuat saya merasa masalah tidak akan selesai. Ayah meminta waktu agak lama sebelum menerima pilihan saya ini. Walaupun saya tidak tahu sejauh mana dia menerimanya, tetapi karena saya anaknya maka dia bertoleransi dengan pilihan saya. Saya kini seorang muslimah dan keluarga saya menerima saya.

Pada mulanya, keluarga saya enggan berjalan dengan saya di publik saat saya memakai kerudung tetapi kemudian mereka menyadari bahwa jika ini berlanjut mereka sudah tentu tidak akan dapat keluar dengan saya. Setiap kali ayah saya menegur bahwa ada orang yang memandang saya, saya katakan kepadanya, “Tidak mengapa mereka memandang saya dengan hijab saya dari pada mereka memberi pandangan kotor.”

Ibu dan adik saya memasak makanan saya terpisah dari mereka, demi menjaga makanan saya. Malah mereka turut membelikan makanan halal untuk saya jika saya makan malam diluar.

Anggota keluarga yang lain tidak bercakap banyak mengenai diri saya. Mungkin ada yang tidak senang tetapi saya tidak akan menghukum mereka atas pilihan yang saya sendiri buat. Saya hanya berharap mereka dapat melihat betapa bahagianya saya dan tidak menghukumi saya. Hanya Allah lah yang bisa menghukumi kita.

Sebagian dari sahabat saya tidak lagi mau bercakap dengan saya. Saya bersyukur kepada Allah karena telah mengungkapkan siapa kawan sebenarnya dan siapa yang tidak. Saya kini memiliki saudara seagama yang membimbing dan membantu saya.

Saya mengikuti kelas setiap hari Ahad yang disebut sebagai ‘Jalan Keselamatan’. Saya akan duduk dan belajar tentang Islam.

Kehidupan saya telah berubah. Namun saya masih orang yang sama, suka ketawa, menyayangi dan lain-lain.

Jika anda ingin memeluk agama Islam, anda harus yakin bahwa Islam adalah agama yang sebenarnya. Keluarga anda akan mendukung anda Insya Allah Saat mereka melihat bahwa anda masih orang yang sama, hanya anda lebih baik, dengan pandangan yang berbeda.

Memang ada masa-masa ujian saat anda ingin melakukan perubahan pada diri anda. Ujian ini merupakan ujian dari Allah dan ujian inilah yang akan membawa anda ke surga. Di perjalanan yang akan datang anda merasakan makanan yang tidak pernah anda jamah selama ini. Kita akan merasakan kebahagiaan yang tidak pernah kita rasakan dan ditempat yang tak pernah kita bayangkan. Inilah yang harus kita usahakan.

Tidak dapat saya bayangkan kehidupan saya lalu, saya merasa malu dengan perilaku saya sendiri; menari dan menjadi model. Kini saya berhijab dan memeluk cara hidup Islami. Kehidupan masa lalu saya dengan masa kini amat berbeda. Alangkah indahnya jika saya memeluk agama Islam lebih awal. Tetapi itulah kehendak Allah Swt.(IRIB Indonesia/revertmuslims.com)

Categories: Kisah-Cerita | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: