Teheran, Tuan Rumah Pertemuan ACD

 

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast mengatakan, Tehran akan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat menteri ke-9 Dialog Kerjasama Asia (ACD) pada 8 hingga 9 November ini.

Mehmanparast kemarin (Sabtu,6/11) kepada Press TV, menyatakan bahwa menteri luar negeri dari 31 negara Asia diperkirakan akan menghadiri konferensi tersebut. Ditambahkannya, pertemuan ini adalah kesempatan yang baik bagi para wakil negara-negara anggota untuk mengekspresikan pandangan mereka dan bertukar pikiran mengenai isu-isu regional saat ini.

Pertemuan tahun ini mengusung tema “Menuju Konvergensi dan Unifikasi Asia:. Promosi Kemajuan, Perdamaian dan Keadilan.” Selain itu, pertemuan para pakar akan diadakan sehari sebelum pertemuan resmi.

Dialog Kerjasama Asia (ACD) adalah sebuah badan yang dibentuk pada tahun 2002 untuk mempromosikan kerjasama Asia pada tingkat antarbenua dan membantu mengintegrasikan organisasi-organisasi politik atau ekonomi yang terpisah secara regional seperti ASEAN, SAARC atau Dewan Kerjasama Teluk Persia.

Inggris kembali Berbuat “Nakal” terhadap Iran

Setelah beredarnya rumor bahwa parlemen Iran telah mengundang mantan Menteri Luar Negeri Inggris Jack Straw untuk berkunjung ke negara itu, seorang anggota senior parlemen Iran menyatakan klaim itu adalah “tindakan nakal” yang didalangi Inggris.

“Ini adalah kenakalan Inggris. Bangsa kami sepenuhnya mengenal Inggris. Sikap yang diadopsi parlemen terhadap negara itu adalah tegas dan serius,” kata Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri di Parlemen Iran, Alaeddin Boroujerdi kemarin (Sabtu,6/11) ketika menanggapi rumor tentang undangan Ketua Parlemen Ali Larijani kepada Jack Straw.

Sebelumnya Kantor Hubungan Luar Negeri Parlemen Iran juga membantah desas-desus itu. “Ketua Parlemen Iran Ali Larijani sama sekali tidak mengirimkan undangan kepada Jack Straw untuk melakukan perjalanan ke Iran,” rilis kantor tersebut.

“Meski ada hubungan resmi antara kedua negara, namun Inggris selalu yang terdepan dalam menentang Republik Islam Iran dengan meminta sanksi tambahan atas Tehran dan membesar-besarkan isu nuklir negara ini,” tegas Boroujerdi.

Mengacu pada proposal anggota parlemen untuk mengurangi level hubungan dengan Inggris, Boroujerdi mengatakan, “Jika kebijakan Inggris tetap seperti ini, maka pemerintah dan parlemen akan mengadopsi sikap menentang negara itu.”

“Kerjasama perdagangan dan ekonomi kami dengan negeri itu juga telah menurun sejak dua tahun lalu,” tambahnya.

(IRIB/RM/AR)

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: