Perwira Israel Akui Kebenaran Bukti Sayid Hasan Nasrullah

 

Tel Aviv, IRIBNews–Panglima Angkatan Laut Rezim Zionis Israel mengakui kebenaran rekaman video yang diajukan Sekjen Gerakan Perlawanan Islam Lebanon (Hizbullah) Sayid Hasan Nasrullah. Rekaman tersebut membuktikan keterlibatan Israel dalam aksi teror Mantan Perdana Menteri Labanon, Rafik Hariri.

Hal ini dikemukakan panglima angkatan laut Israel dalam pengakuan resminya kepada keluarga pasukan komando rezim ini yang tewas di Ansariya. Ia mengatakan bahwa rekaman gambar pesawat mata-mata Israel yang dibawakan Sayid Hasan pada bulan Agustus lalu adalah benar. Demikian dilaporkan Televisi al-Alam Sabtu malam (6/11).

Masih menurut sumber ini, situs at-Tawafoq kemarin juga menulis, panglima angkatan laut Israel secara resmi membenarkan bahwa Hizbullah mampu mengambil data ini dengan memasuki frekwensi pesawat mata-mata Israel.

Amir Bar Shalom, pengamat militer Israel dalam wawancaranya dengan televisi rezim Tel Aviv mengatakan, pesawat pengintai Israel terbang beberapa kali di atas zona udara Ansariya dan seluruh data yang direkam juga berhasil disadap Hizbullah. Menurutnya, hal inilah yang membuat Hizbullah memiliki informasi terhadap kapal Israel yang mengangkut pasukan komando dan seluruh gambar yang dikirim pesawat pengintai ke komando wilayah utara dan Departemen Pertahanan Israel dalam waktu yang sama juga sampai ke ruang komando Hizbullah.

Perwira militer Israel berulangkali mengakui kebenaran data yang dibawakan Sayid Hasan Nasrullah. Oleh karena itu, hal ini sebenarnya bentuk lain dari pengakuan mereka atas keterlibatannya dalam teror Rafik Hariri.

Dinas Intelijen Iran Tangkap Empat Teroris Afiliasi Inggris

Kementerian Intelijen Iran menyatakan telah meringkus empat teroris berafiliasi dengan Inggris di kota Marivan. Keempat teroris tersebut melakukan lima pembunuhan dalam dua tahun terakhir.

Dalam proses penangkapan tersebut disita berbagai dokumen dan senjata dari tangan para teroris.

Para teroris itu mengaku dijanjikan imbalan 20.000 USD untuk setiap pembunuhan, namun mereka hanya menerima 8.000 USD setelah menyelesaikan misi teror.

Mereka juga mengaku mendapatkan perintah dari kota Sulaimaniya di Irak dari komandan mereka Jalil Fattahi yang sekarang tinggal di Inggris.

Fattahi adalah salah satu komandan kelompok teroris Komala yang telah melancarkan sejumlah teror di wilayah barat Iran sejak kemenangan Revolusi Islam pada tahun 1979.

Para teroris tersebut adalah Bakhtiar Majid, Hajeer Ebrahimi, Loqman Moradi dan Zanyar Moradi.

Menurut keempat teroris itu, Fattahi yang juga digugat melakukan sejumlah teror di Iran, menyampaikan instruksi dari Sulaimaniya dan menyuplai senjata beserta uang tunai melalui perbatasan Iran-Irak.

Berita penangkapan ini muncul setelah Kepala Dinas Intelijen Inggris (MI6), John Sawers, pada tanggal 28 Oktober mengumumkan bahwa pihaknya sedang melancarkan kegiatan spionase di Iran untuk menghentikan aktivitas nuklir Tehran.

Kementerian Intelijen Iran juga menegaskan bahwa Inggris tidak hanya melancarkan aksi spionase di Iran melainkan juga mendanai dan mendukung kelompok teroris anti Republik Islam.

 

(IRIB/MZ/SL/al-Alam/MF)

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: