Kita dan Hari Quds Sedunia

Imam Khomeini ra, Bapak Pendiri Republik Islam Iran adalah penyeru dan pendakwah untuk membela orang-orang yang terzalimi dan bangsa-bangsa yang tertindas. Jauh sebelum kemenangan revolusi Islam Iran, Imam Khomeini ra menyeru umat Islam dunia untuk membela bangsa tertindas Palestina. Pasca kemenangan revolusi Islam Iran dan dengan penegasan Imam Khomeini ra, membela bangsa Palestina termasuk prioritas kebijakan strategis Republik Islam Iran.

Di antara langkah efektif dan perspektif Imam Khomeini ra adalah menetapkan hari Jumat terakhir setiap bulan Ramadhan sebagai Hari Quds Sedunia. Beliau meminta umat Islam dunia untuk bangkit membela bangsa Palestina pada hari itu dan meneriakkan pekikan kebencian terhadap rezim Zionis Israel dan para pendukung rezim ilegal itu. Dalam sebuah pesannya terkait Hari Quds Sedunia, Imam Khomeini ra menulis, “Saya meminta seluruh umat Islam dunia untuk menjadikan hari Jumat terakhir bulan Ramadhan – yang termasuk malam-malam Lailatul Qadar dan juga dapat menjadi penentu nasib bangsa Palestina – sebagai Hari Quds dan mengumumkan solidaritas internasional umat Islam dalam mendukung hak-hak legal bangsa Palestina.”

Agama Islam memandang penting masalah membela kaum tertindas dan memerangi penindas. Islam sama sekali tidak menerima penindasan dan bersikap arogan terhadap orang lain. Umat Islam punya kewajiban untuk melawan orang-orang zalim dengan berbagai cara yang mungkin. Kitab suci al-Quran dalam berbagai ayatnya juga menegaskan perang terhadap orang-orang arogan dan musuh-musuh Islam. Dalam surat An Nisaa’ ayat 75, Allah Swt berfirman: “Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekkah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”. Imam Ali as berkata, “Jadilah kalian sebagai sahabat bagi orang yang tertindas dan musuh bagi penindas.”

Saat ini salah satu contoh nyata kandungan ayat tersebut adalah bangsa tertindas Palestina. Zionis telah merampas dan menduduki tanah air mereka sejak puluhan tahun lalu. Hingga kini puluhan ribu rakyat Palestina gugur syahid atau terluka dan jutaan dari mereka terusir dari rumahnya serta ribuan rakyat Palestina mendekam di balik jeruji besi rezim Zionis Israel. Meski demikian, proses penumpasan dan pembantaian terhadap bangsa Palestina belum berakhir dan Zionis masih terus melakukan kejahatan terhadap bangsa Palestina.

Kondisi mengenaskan bangsa Palestina di Jalur Gaza adalah simbol ketertindasan mereka. Sekitar empat tahun lalu, 1,5 juta warga Palestina di Gaza berada di bawah blokade ketat Israel. Mereka kekurangan bahan pangan, obat-obatan dan kebutuhan pokok lainnya. Serangan brutal militer Israel ke Jalur Gaza pada hari-hari pertama tahun 2009, menggugurkan hampir 1.500 warga Palestina dan menciderai 5.500 lainnya. Keadaan ini membuat warga Gaza semakin terpuruk dan hancur. Serangan ganas itu menghancurkan seluruh infrastruktur Gaza dan kerugian materi ditaksirkan mencapai tiga miliar dolar.

Pada dasarnya rakyat Gaza berada di bawah blokade ketat dan tidak manusiawi hanya karena berupaya memperoleh hak-haknya dan bersikeras mendukung pemerintah demokratis Hamas. Kementerian Kesehatan Hamas beberapa waktu lalu menyatakan bahwa cadangan 104 jenis obat dan 101 jenis alat-alat medis di Gaza telah habis.

Masalah lain yang menghimpit warga Gaza adalah kekurangan air bersih dan listrik di musim panas. Kondisi ini berpotensi lahirnya berbagai jenis penyakit di kawasan itu. Meski demikian, pemerintah Mesir tetap menutup jalur penyeberangan Rafah dan hanya membuka sesekali untuk waktu terbatas. Mesir juga tengah membangun tembok baja di garis perbatasan negara itu dengan Gaza yang memiliki kedalaman 20 hingga 30 meter ke bawah tanah. Tembok baja ini akan menghalangi setiap galian terowongan yang dapat menghubungkan kedua wilayah perbatasan.

Pemerintah Mesir bekerjasama dengan rezim Zionis Israel untuk menyempurnakan blokade Gaza. Sementara di kebanyakan negara dunia, protes terhadap arogansi Israel terus menggema dan mereka mendesak Zionis untuk mengakhiri blokadenya.

Salah satu gebrakan besar dan patut dipuji dalam mematahkan blokade Gaza adalah pengiriman konvoi kapal bantuan kemanusiaan yang disebut Armada Kebebasan (Freedom Flotilla) ke Jalur Gaza. Pada tanggal 31 Mei 2010, Armada Kebebasan diserang oleh pasukan komando Israel di perairan internasional. Peristiwa tragis itu menggugurkan sembilan aktivis kemanusiaan dan menciderai sejumlah lainnya. Kejahatan Israel ini membangkitkan kemarahan publik dunia lebih dari sebelumnya dan upaya global untuk menyalurkan bantuan ke Gaza terus meningkat.

Tekanan terhadap bangsa Palestina tidak hanya terjadi di Jalur Gaza, tapi di Tepi Barat Sungai Jordan, mereka juga menghadapi serangan brutal dan arogansi Zionis. Salah satu masalah penting di kawasan ini adalah pembangunan distrik Zionis. Melalui program pembangunan permukiman Zionis, Israel berupaya mengubah perimbangan demografi di tanah pendudukan untuk kepentingannya.

Melalui tekanan internasional, Israel bersedia membekukan pembangunan distrik Zionis hingga 26 September, namun menurut keterangan koran Haaretz, “Israel akan memulai pembangunan 2.700 unit rumah di Tepi Barat begitu berakhirnya jeda tersebut.” Oleh karena itu, Israel akan terus mencaplok tanah Palestina dan mengusir penduduknya dengan berbagai alasan.

Salah satu fenomena tragis Palestina adalah kondisi Masjid al-Aqsha, kiblat pertama umat Islam dan tempat Rasul Saw melakukan mi’raj. Sejak tahun 1967, Zionis menguasai tempat suci itu dan memulai perusakan bertahap. Zionis mengklaim bahwa Masjid al-Aqsha dibangun di atas reruntuhan Kuil Nabi Sulaiman as dan tujuan perusakan masjid adalah membangun kembali kuil itu. Sejak tahun 1967 hingga sekarang, Masjid al-Aqsha berkali-kali menjadi sasaran serangan Zionis dan yang paling tragis terjadi pada 1969 ketika Yahudi ekstrim membakar bangunan suci itu.

Hingga kini Israel telah melakukan sejumlah galian di bawah dan sekitar Masjid al-Aqsha. Bangunan bersejarah ini terancam roboh. Aksi perusakan ini meningkat sejak Benyamin Netanyahu memimpin Israel. Pelecehan Zionis tidak hanya terbatas pada Masjid al-Aqsha, tapi mereka juga berupaya mengusir umat Islam dari Baitul Maqdis dan menggantikannya dengan orang-orang Zionis. Sejumlah besar rumah rakyat Palestina telah dihancurkan dan permukiman Zionis semakin diperluas. Proyek Israel adalah mengubah struktur kota Quds dan demografi serta melenyapkan semua hal yang berbau Islam.

Semua kejahatan Israel mulai dari pendudukan Palestina, pembantaian, pengusiran dan perusakan mendapat dukungan penuh Barat khususnya Amerika Serikat. Pada prinsipnya rezim ilegal ini dicetuskan berkat dukungan Inggris dan AS. Oleh karena itu, Barat khususnya AS terlibat dalam setiap kejahatan Israel. Tragisnya negara-negara Arab juga menunjukkan ketertarikannya untuk berunding dan menjalin hubungan dengan Zionis. Perundingan resmi Arab dan Israel dimulai sejak 1991.

Perundingan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dengan Zionis telah menancapkan benih-benih keputusasaan dan pesimisme di tengah bangsa Palestina sampai-sampai mereka memulai Intifadhah. Meski demikian, PLO kembali menyatakan kesiapannya untuk memulai perundingan dengan Israel.

Seluruh umat Islam dunia memikul tanggung jawab atas derita berkepanjangan yang menimpa saudara-saudaranya di Palestina. Perhatian Islam terhadap permasalahan umat sangat besar. Islam sampai menggolongkan orang yang tidak peduli dengan permasalahan umat sebagai orang yang tidak berguna, dan tidak tergolong ke dalam kelompok umat Muhammad. Rasul Saw menegaskan bahwa siapa saja yang tidak memperhatikan urusan kaum Muslim, maka ia tidaklah termasuk golongan mereka.

Setiap bentuk bantuan umat Islam kepada saudaranya di Palestina sejatinya bentuk menunaikan sebuah kewajiban agama. Hari Quds Sedunia merupakan sebuah kesempatan emas bagi umat Islam dan bahkan para penuntut kemerdekaan untuk meneriakkan protes terhadap Zionis dan para pendukungnya. Kita harus mengumumkan kebencian kita kepada Zionis.

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatollah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengatakan, “Demonstrasi pada hari Quds merupakan pekikan umat Islam terhadap kanker yang bernama Israel. Ia ibarat kusta yang merasuki ruh dunia Islam.” Kini masyarakat dunia lebih mengetahui kejahatan Israel dan opini publik lebih sensitif terhadap arogansi dan brutalitas Zionis. Karena itu, Hari Quds Sedunia di satu sisi untuk mendukung bangsa Palestina dan cita-cita mereka. Dan di sisi lain, kanvas untuk menorehkan kebencian dunia Islam terhadap Zionis dan para pendukungnya. (IRIB/RM)

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: