Derita Berkepanjangan di Balik Jeruji Besi

Para keluarga tawanan Palestina menggelar aksi protes di depan kantor Komite Palang Merah Internasional di Jalur Gaza dan mengutuk tindakan keji rezim Zionis Israel terhadap para tawanan termasuk pelecehan dan penyiksaan.

Menteri Kehakiman Hamas, Muhammad Faraj Al Ghoul di sela-sela aksi itu, mengatakan, pemindahan tahanan Palestina yang sakit oleh Israel dari satu penjara ke penjara lain bertujuan membunuh mereka. Wakil Gerakan Fatah di Komite Tawanan Palestina, Rafiq Hamdunah juga menegaskan bahwa Zionis melakukan penyiksaan terburuk terhadap fisik dan mental para tawanan Palestina.

Kelanjutan penyiksaan terhadap tawanan Palestina dan penangkapan luas warga Palestina oleh Israel telah menyingkap klaim-klaim palsu Zionis tentang perdamaian.

Perundingan kompromi antara pemerintah Otorita Ramallah dan Israel yang akan berlangsung di AS mulai Kamis (2/9) akan bernasib sama dengan perundingan-perundingan sebelumnya. Sebab perundingan itu tidak menyentuh masalah utama bangsa Palestina seperti nasib para pengungsi, tawanan, dan pembentukan negara merdeka Palestina dengan ibukota Quds. AS sebagai mediator perundingan dan Israel menolak membahasa masalah-masalah tersebut.

Demi menjalankan kebijakan menumpas bangsa Palestina, Israel senantiasa menangkap dan menahan mereka di penjara-penjaranya. Kebijakan menangkap warga Palestina hanya dalam empat dekade lalu saja telah berhasil menciduk 850 ribu rakyat Palestina. Tak heran jika kebanyakan warga Palestina untuk beberapa saat atau selamanya mendekam di penjara Israel.

Saat ini 11 ribu warga Palestina ditahan dengan kondisi mengenaskan di penjara-penjara

Israel. Sebagian dari tawanan itu adalah wanita dan anak-anak. Mereka mengalami berbagai bentuk penyiksaan dan pelecehan. Aksi penyiksaan terhadap para tahanan Palestina menjadi legal di mata Israel karena pengadilan rezim ini membolehkan aksi kejam itu. Hal ini membuat para tahanan kian hari mengalami siksaan yang sadis.

Para sipir penjara Israel kerap melakukan penyiksaan terhadap para tahanan Palestina, padahal kondisi mereka di penjara saat ini sangat buruk. Tercatat 198 tawanan Palestina gugur syahid selama beberapa tahun terakhir akibat siksaan kejam Israel. Selain itu tercatat pula sejumlah tahanan Palestina menderita penyakit yang tak mungkin disembuhkan atau cacad seumur hidup akibat kekejaman para sipir penjara Zionis.

Dalam kondisi seperti ini, negara-negara Barat yang mengaku sebagai pembela hak asasi manusia ternyata malah mendukung pelanggaran HAM. Lembaga-lembaga internasional juga memilih bungkam dan dalam beberapa kasus hanya sebatas mengeluarkan keprihatinan. Sikap seperti itu mendorong Israel bertindak semakin brutal dan tidak pernah mengindahkan undang-undang internasional. (IRIB/RM)

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: