Ketika Bantuan Kemanusiaan Dipolitisasi

Menteri Dalam Negeri Pakistan, Rehman Malik menilai tidak beralasan kekhawatiran Amerika Serikat terkait serangan kelompok Taliban lokal terhadap para relawan bantuan kemanusiaan di kawasan terkena banjir Pakistan. Ditegaskannya bahwa Taliban sama sekali tidak bisa menjadi ancaman bagi lembaga bantuan kemanusiaan, sebab pemerintah dan militer Pakistan sepenuhnya mengendalikan keamanan negara.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri AS, Philip Crowley baru-baru ini mengklaim Washington akan menanggapi serius ancaman Taliban Pakistan yang berencana menyerang tim bantuan kemanusiaan di negara itu.

Oleh karena itu, Mendagri Pakistan kembali menegaskan bahwa dinas intelijen negara sama sekali belum menerima laporan tentang ancaman kelompok Taliban terhadap relawan. Ia menilai berita ancaman itu hanya sebatas rumor.

Jawaban Mendagri Pakistan atas klaim pejabat AS mengandung pesan bahwa Washington jangan mempolitisasi masalah bantuan kemanusiaan kepada korban banjir. Washington harus memberi kesempatan kepada Islamabad untuk memfokuskan diri pada penyaluran bantuan kemanusiaan tanpa menebarkan isu-isu yang menakutkan.

Para pengamat di kawasan dan dunia menilai klaim AS sebagai upaya negara adidaya itu untuk memanfaatkan masalah banjir Pakistan demi kepentingannya. Pejabat Gedung Putih baru-baru ini mengklaim bahwa bantuan internasional untuk korban banjir Pakistan mungkin saja jatuh ke tangan Taliban dan akan digunakan untuk kepentingan mereka. Namun pemerintah Pakistan menyatakan pengawasan penuh terhadap penyaluran bantuan dan tidak perlu mengkhawatirkan masalah tersebut.

Isu produk Washington itu bertujuan menekan pemerintah Islamabad agar menerima tuntutan-tuntutan AS. Tuntutan itu mungkin saja untuk menambah jumlah pasukan AS dalam menyalurkan bantuan kepada korban banjir dan atau memperkuat kerjasama keamanan dan intelijen kedua negara.

Memperhatikan luasnya lokasi yang terkena banjir dan besarnya kerugian akibat peristiwa itu sepanjang 80 tahun terakhir, rakyat Pakistan dari berbagai suku dan etnis menggalang kekuatan untuk menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara mereka. Mobilisasi massa ini akan mempersempit ruang pengaruh AS di Pakistan.

Lewat program penyaluran bantuan kemanusiaan, AS berupaya memperbaiki citranya di tengah rakyat Pakistan. Masalah ini telah meningkatkan kekhawatiran Islamabad soal politisasi bantuan kemanusiaan oleh Washington, karena isu ancaman yang digulirkan AS tentu saja berdampak negatif terhadap upaya masyarakat internasional dalam menyalurkan bantuan. Sebaliknya, AS dapat memanfaatkan peluang ini untuk menambah jumlah pasukannya di bawah payung bantuan kemanusiaan. (IRIB/RM/MF)

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: