Eropa Krisis, Kantong NATO Makin Tipis

Sekjen Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Anders Fogh Rasmussen dalam wawancara dengan harian The Times terbitan Inggris mengemukakan kekhawatirannya atas dampak krisis ekonomi Eropa terhadap nasib NATO. Ia memperingatkan, instabilitas dan ketidakamanan bisa mengancam pertumbuhan ekonomi. Karena itu, jika anggaran militer negara-negara anggota NATO semakin dipangkas, maka dalam jangka panjang hal itu akan berpengaruh terhadap kondisi perekonomian negara-negara bersangkutan.

Sebagian besar anggota NATO berasal dari Eropa. Padahal saat ini, negara-negara Eropa tengah terbelit oleh ancaman krisis ekonomi putaran kedua. Tidak seimbangnya lagi penerimaan negara dengan anggaran yang mesti dibelanjakan, membuat banyak negara Eropa tersungkur dalam jurang utang dan defisit. Sampai-sampai negara semacam Yunani pun nyaris bangkrut. Bahkan sebagian negara zona euro terpaksa mengucurkan dana talangan bagi Yunani untuk menghambat penularan krisis.

Menghadapi lonjakan defisit dan beban utang yang kian menggunung itu, sebagian negara Eropa menerapkan efesiensi dalam belanja negara termasuk memangkas anggaran di bidang pertahanan dan militer. Dengan begitu-seperti yang dikhawatirkan sekjen NATO-ketika negara-negara Eropa berusaha menekan anggaran umumya di bidang kesejahteraan sosial, pendidikan, dan bahkan gaji pegawai, maka anggaran militer pun terancam disunat. Naga-naganya budjet NATO juga turut ditebas.

Kendati Rasmussen menilai pemangkasan anggaran militer dalam kondisi ekonomi seperti sekarang ini merupakan langkah yang tidak bisa dihindari, namun begitu ia tetap memperingatkan dampak dari pengurangan besar-besaran anggaran NATO. Sebab, jika kekuatan finansial NATO semakin melemah, maka misi mereka di Afghanistan pun bakal terancam gagal.

Meskipun misi yang diemban NATO saat ini bukan hanya di Afghanistan, namun keberhasilan di negara itu bisa menjadi tolak ukur penting. Rasmussen menilai, kesuksesan di Afghanistan, merupakan bekal bagi NATO untuk menunjukkan kemampuannya dalam menghadapi tantangan global di abad ke-21. Itu berarti, kegagalan NATO di Afghanistan bisa mencoreng reputasi internasional pakta keamanan terbesar ini. Apalagi NATO selama ini sering dimanfaatkan Barat sebagai ujung tombak kebijakan ekspansifnya dalam menghadapi rival-rival utama di kancah global.

Sejatinya langkah negara-negara Eropa dalam memangkas anggaran umum bukan hanya bisa mengganggu posisi partai-partai politik dan aliansi penguasa di dalam negeri, tapi bahkan bisa memperlemah kekuatan militer mereka dalam menghadapi pelbagai tantangan global.

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: