Kronologi Perundingan Langsung Palestina-Israel

Perundingan langsung antara Palestina dan Zionis Israel rencananya akan dimulai 2 September mendatang di Washington. Boleh dikata ini merupakan akhir periode perundingan perdamaian langsung yang telah dimulai lewat perundingan Oslo pada 1993.

Keberhasilan terbesar dari proyek perundingan langsung Palestina-Israel ini dapat disaksikan dalam perundingan perdamaian “Peta Jalan” yang dimotori oleh Komite Segi Empat yang terdiri Amerika, Rusia, Uni Eropa dan PBB. Sesuai dengan kesepatakan Peta Jalan, pemerintah independen Palestina sudah harus terbentuk paling lambat tahun 2005. Namun ternyata lima tahun setelahnya proyek ini tidak juga terealisasikan.

Di seluruh periode sebelumnya, perundingan damai tidak menunjukkan kemajuan berarti. Kesepakatan yang dihasilkan juga tidak umum, tapi bersifat parsial. Dengan demikian, biasanya perundingan ini hanya sampai pada satu titik dan terhenti beberapa bulan atau tahun setelahnya.

Kronologi perundingan langsung Palestina-Israel dapat ditelusuri sebagai berikut:

13 September 1993
Setelah lewat enam bulan dari perundingan rahasia dan langsung di Oslo, Norwegia, rezim Zionis Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Washington yang isinya berupa penandatanganan kesepakatan membentuk pemerintahan independen peralihan Palestina untuk lima tahun mendatang. Perjanjian ini ditutup dengan jabat tangan bersejarah antara Yitzhak Rabin, Perdana Menteri Zionis Israel waktu itu dan Yasser Arafat, Pemimpin PLO.

4 Mei 1994
Ratifikasi Nota kesepakatan pemberian otonomi kepada Jalur Gaza dan Jericho di Tepi Barat Sungai Jordan yang diselenggarakan di Kairo. Sesuai dengan nota kesepakatan itu, militer Zionis Israel harus keluar dari 70 persen Jalur Gaza dan sebagian dari Jericho.

28 September 1995
Penandatanganan nota kesepakatan peralihan Oslo II yang isinya perluasan kekuasaan otonomi di Tepi Barat Sungai Jordan. Nota kesepakatan ini menegaskan penarikan mundur militer Zionis Israel dari daerah-daerah Palestina.

23 Oktober 1998
Perjanjian Wye River di Amerika yang isinya menyepakati soal eksekusi penarikan mundur militer Zionis Israel dari 13 persen kawasan Tepi Barat Sungai Jordan.

11-25 Juli 2000
Perundingan Camp David yang diselenggarakan di Amerika. Perundingan antara Palestina dan Zionis Israel menjadi bermasalah dengan dikedepankannya dua masalah; al-Quds dan para pengungsi Palestina. Dua bulan setelah perundingan ini, muncul Intifada kedua Palestina.

Desember 2000
Dimulainya perundingan damai Palestina-Israel di Mesir lewat mediasi Bill Clinton, Presiden Amerika waktu itu. Perundingan ini menunjukkan kemajuan, tapi tidak menghasilkan kesepakatan. Hal ini menyebabkan Ehud Barak, Perdana Menteri Zionis Israel kalah melawan Ariel Sharon dalam pemilu bulan Februari 2001.

30 April 2003
Diumumkannya proyek perdamaian Komite Segi Empat Timur Tengah yang dikenal dengan “Peta Jalan”. Berdasarkan proyek ini, pemerintah Palestina harus sudah terbentuk tahun 2005 pasca penghentian aksi-aksi anti Zionis Israel oleh para pejuang Palestina dan penghentian mutlak pembangunan distrik Zionis.

Proyek ini diratifikasi tanggal 4 Juni 2003 dalam perjanjian Aqabah di Yordania yang dihadiri oleh Ariel Sharon, Perdana Menteri Zionis Israel dan Mahmoud Abbas, Perdana Menteri Palestina serta George W. Bush, Presiden Amerika waktu itu.

27 November 2008
Pada tanggal 27 November 2008 terjadi kesepakatan antara Palestina dan Israel di Annapolis, Maryland Amerika. Keduanya berusaha mencapai nota kesepakatan perdamaian sebelum akhir tahun 2008.

Selama itu, telah dilakukan sejumlah pertemuan yang pada akhirnya kedua pihak berhasil mencapai kemajuan di bidang pertukaran tanah di Tepi Barat Sungai Jordan dan pembagian kota-kota sudi di al-Quds.

Namun perundingan damai ini terhenti ketika militer Zionis Israel menyerang secara membabi-buta Jalur Gaza selama 22 hari. Banyak analis politik menilai perundingan Annapolis sejatinya menjadi lampau hijau bagi Zionis Israel menyerang Jalur Gaza.

2 September 2010
Perundingan tanggal 2 September 2010 ini akan diselenggarakan di Washington atas prakarsa Barack Obama, Presiden Amerika. Tampaknya, perundingan ini akan bernasib sama dengan perundingan-perundingan dahulu. Karena tidak pernah memberikan jaminan atas hak-hak bangsa Palestina. Sebaliknya, selalu saja menjadi alasan bagi rezim Zionis Israel untuk menyerang dan menindas warga Palestina.(IRIB/SL/MZ)

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: