Sayid Nasrullah Imbau Pembangunan Reaktor Nuklir di Lebanon

Beirut, IRIB News-Sekretaris Jenderal Gerakan Muqawama Hizbullah Lebanon, Sayid Hasan Nasrullah, menyarankan pemerintah untuk lebih memikirkan pembangunan sebuah reaktor nuklir seperti Iran daripada mengeluarkan dana besar-besaran untuk menyelesaikan problema energi.

Hal itu dikemukakan Sayid Hasan Nasrullah kemarin malam (24/8) seraya menegaskan, “Saya meminta pemerintah untuk menindaklanjuti secara serius pembangunan sebuah reaktor nuklir pembangkit listrik yang biayanya sangat lebih murah dari dana program yang telah disetujui oleh pemerintah.”

“Reaktor nuklir Bushehr yang akan memenuhi sebagian besar permintaan listrik di Iran itu memakan biaya lebih murah daripada program yang telah ditetapkan oleh pemerintah Lebanon di sektor energi ini.”

Menurut Sayid Hasan Nasrullah, “Kita dapat membangun sebuah reaktor nuklir yang dengan demikian kita dapat menjual listrik ke Suriah, Siprus, Turki, Jordania, dan negara-negara lain.”

Juni lalu, pemerintah Lebanon menetapkan program senilai enam juta dolar untuk melakukan pembenahan di sektor listrik yaitu dengan membangun insfrastruktur untuk penggunaan gas cair dan pembangunan jalur pipa gas.

Krisis listrik dan mahalnya listrik di Lebanon telah menjadi kendala besar yang dihadapi pemerintah sejak akhir berakhirnya perang saudara pada tahun 1975 hingga 1990.

Militer Lebanon Mau Dipersenjatai Iran, Sekjen Hizbullah Mendukung

Sekjen Gerakan Perlawanan Islam Lebanon, Sayid Hasan Nasrullah mengatakan, muqawama bersedia menindaklanjuti permintaan pemerintah Beirut kepada Republik Islam Iran untuk mempersenjatai militer Lebanon. Hal ini akan ditempuh Hizbullah mengingat kedekatan hubungannya dengan Iran.

Seperti dilaporkan IRNA, Sayid Hasan Nasrullah Selasa malam (24/8) di acara buka bersama wanita pendukung muqawama yang digelar di sekolah al-Kautsar menyatakan, “Iran selama 28 tahun lalu sejak penjajahan Israel atas Lebanon, senantiasa membantu Beirut, dan saat ini tanpa prasyarat bersedia membantu militer Lebanon.”

Ia mengingatkan, “Di saat pemilu legislatif Lebanon, kami telah mengungkapkan kesediaan Iran untuk membantu militer Lebanon, namun karena adanya perbedaan visi, hal ini tidak tepat untuk diungkap. Namun pasca aksi brutal Israel ke al-Adisah, berbagai pihak baru percaya bahwa kita harus meminta bantuan kepada Iran.”

Sayid Hasan mengingatkan, bentrokan antara pasukan Lebanon dan Israel di al-Adisah lebih berbahaya dari penculikan dua serdadu Israel, karena militer Lebanon dalam perang ini berhasil menewaskan seorang perwira rezim Tel Aviv.

(IRIB/IRNA/MF/AR/MZ/SL)

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: