Lintas Sejarah 25 Augustus

Perang Salib Dimulai
915 tahun yang lalu, tanggal 25 Agustus tahun 1095, dimulailah rangkaian Perang Salib antara kaum Muslimin dan kaum Kristiani. Tujuan jangka pendek orang-orang Kristen adalah menguasai Baitul maqdis, namun tujuan mereka sesungguhnya adalah bergerak ke arah Timur untuk menguasai wilayah Islam yang luas dan menjajah kaum muslimin. Para pengikut gereja dalam perang ini menggunakan tanda salib di pundak dan baju mereka. Oleh karena itulah perang ini dikenal dengan nama Perang Salib.
Tentara Salib setelah beberapa kali berperang dengan kaum muslimin sepanjang perjalanan menuju Baitul Maqdis, akhirnya berhasil mencapai kota ini dan menjajahnya pada tahun 1099. Rakyat kota ini dibunuh massal dan harta benda mereka dijarah. Pada akhir abad ke-12, pasukan muslim di bawah pimpinan Salahuddin Al-Ayubi berhasil mengalahkan Tentara Salib dan pada tahun 1187, kota Baitul Maqdis berhasil direbut kembali oleh kaum muslimin. Perang antara kedua pihak masih terus berlangsung hingga tahun 1270, tetapi Tentara Salib tetap tidak mampu merebut kembali kota Baitul Maqdis. Namun demikian, perang ini telah memperkenalkan peradaban Islam kepada Barat dan memberikan pengaruh kebudayaan, ilmu, dan sosial yang besar terhadap Eropa abad pertengahan.

Uruguay Merdeka
185 tahun yang lalu, tanggal 25 Agustus tahun 1825, Uruguay berhasil meraih kemerdekaaannya dari Brazil dan hari ini dijadikan sebagai Hari Kemerdekaan bangsa Uruguay. Uruguay sejak tahun 1516 dijajah oleh Portugis dan Spanyol. Antara tahun 1810 hingga 1814, setelah terjadi pertempuran berdarah, negara ini meraih kemerdekaannya. Namun, pada tahun 1820, Brazil menjajah negeri ini dan menjadikannya sebagai salah satu provinsi bagian dari Brazil. Lima tahun kemudian, pada kebangkitan gerakan kemerdekaan Amerika Latin, Uruguay juga berhasil meraih kemerdekaannya kembali. Uruguay memiliki luas wilayah 176.215 kilometer persegi, terletak di bagian timur Amerika Selatan dan di tepi Samudera Atlantik, serta berbatasan dengan Brazil dan Argentina.

Pasukan Sekutu Menduduki Iran

69 tahun yang lalu, tanggal 25 Agustus tahun 1941, dalam Perang Dunia Kedua, pasukan Sekutu menduduki Iran. Pada tahun itu, kemajuan tentara Nazi yang cepat ke arah Soviet menyebabkan kekhawatiran yang besar dari AS, Perancis, dan Inggris. Karena, jika Nazi berhasil menguasai Soviet, kepentingan Barat di Timur Tengah dan Timur Jauh berada dalam bahaya dan peluang kemenangan Jerman akan semakin besar. Oleh karena itu, Sekutu memutuskan untuk mengirimkan senjata dan biaya kepada Soviet melalui Iran. Pada pagi hari tanggal 25 Agustus 1941, Iran diserang lewat darat, laut, dan udara oleh tentara Soviet dan Inggris. Rezim despotik Syah Reza Khan yang berkuasa saat itu tidak berhasil melakukan perlawanan berarti, sehingga dua puluh hari kemudian, Teheran berhasil dikuasai oleh Inggris dan Soviet. Berdasarkan kesepakatan London dan Moskow, Syah Reza Khan digulingkan dari kekuasaannya dan dibuang ke luar negeri. Anak Reza Khan kemudian diangkat sebagai penggantinya.

Belaruss Keluar Dari Uni Soviet
19 tahun yang lalu, tanggal 25 Agustus tahun 1991, Belaruss melepaskan diri dari Uni Soviet dan menjadi negara independen. Belaruss sejak abad ke-14 berada di bawah kontrol Lituania dan sejak tahun 1569 dikuasai oleh Polandia. Pada akhir abad ke-18, Belaruss dijajah oleh Rusia. Setelah Perang Dunia Pertama, wilayah Belaruss dibagi antara Rusia dan Polandia. Namun, setelah Rusia menang perang, keseluruhan wilayah Belaruss diduduki Rusia. Menyusul keruntuhan Uni Soviet dan gerakan kemerdekan bangsa-bangsa yang tergabung di dalamnya, Belaruss pun tak ketinggalan memperjuangkan kemerdekaannya. Belaruss memiliki luas wilayah 208 ribu kilometer persegi dan berbatsan dengan Rusia, Ukraina, Polandia, dan Lithuania.

Ibnu Maghazali Meninggal Dunia
14 Ramadhan tahun 542 Hijriah, Ibnu Maghazali, seorang ulama fiqih dan hadis meninggal dunia. Dia dilahirkan pada tahun 457 Hijriah dan pada masa mudanya, ia menuntut ilmu dari para ulama terkemuka di Irak. Satu-satunya karya Ibnu Maghazali adalah sebuah risalah hadis yang hingga kini masih tersimpan di perpustakaan Zahirian, kota Damaskus, Suriah.

Syamsuddin Behbahani Wafat
14 Ramadhan 1248 Hijriah, Syamduddin Behbahani, seorang ahli filsafat dan ulama terkenal Iran abad ke-13 Hijriah meninggal dunia. Behbahani pada usia muda telah menuntut ilmu kepada para ulama besar pada zamannya, di antaranya Muhaqqiq Behbahani. Syamsuddin Behbahani adalah seorang ulama berilmu tinggi yang menjalani hidup zuhud. Ia menghabiskanusianya dengan melakukan penelitian dan penulisan. Syamsuddin Behbahani menulis penjelasan yang mendetail atas kitab “Ma’alimul Ushul”, dan menulis beberapa risalah di bidang filsafat dan ushuluddin.

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: