Di Balik Kesiapan Barat Berdialog Dengan Iran

Ayatullah Sayyid Ali Khamenei (Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran-Rahbar)

Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei hari Rabu (18/8) dalam pertemuannya dengan Presiden Mahmoud Ahmadinejad beserta kabinetnya menyebutkan akar permusuhan kekuatan arogan dunia selama lebih dari tiga dekade terhadap Republik Islam Iran. Menyinggung kegeraman Rezim Zionis Israel terhadap Iran, beliau menandaskan bahwa hal ini lebih didasari oleh penentangan Tel Aviv terhadap pemerintahan dan sistem Islam.

Menyikapi pernyataan petinggi Amerika Serikat (AS) untuk berdialog dengan Iran, Rahbar mengatakan, pengalaman membuktikan bahwa ketika mereka kalah dalam berargumen dalam sebuah perundingan maka kekerasan adalah pilihan utama mereka selanjutnya. Tak hanya itu, sikap arogan mereka pun sangat nyata dengan langsung memutus perundingan. Dalam hal ini beliau memberikan dua contoh nyata pengalaman Iran saat berunding dengan AS. Pertama terkait masalah Irak dan kedua menyangkut masalah keamanan yang mereka sebut sangat penting.

Petinggi AS dan Lobi Zionis berusaha mengesankan Iran sebagai ancaman bagi keamanan dunia karena memiliki instalasi nuklir. Upaya ini ditempuh AS dan Israel dengan menebarkan propaganda anti Iran di tingkat internasional. Hal ini termasuk bagian dari program Iranphobia dan perang urat syaraf yang didasari penentangan terhadap sistem Islam. Menurut Rahbar, tekanan ekonomi, ancaman militer, perang syaraf dan menebar fitnah di dalam negeri serta ancaman sanksi adalah metode kuno yang terus diulang dalam menghadapi Iran selama tiga dekade terakhir.

Menurut Rahbar, AS dan Israel selama ini tak kenal lelah berusaha memburukkan citra Iran dengan menghalalkan berbagai cara termasuk sanksi ekonomi dan menculik ilmuwan nuklir Iran. Hal ini mereka tempuh untuk menjustifikasi ratifikasi resolusi Dewan Keamanan PBB anti Iran. Padahal seluruh tudingan Barat terhadap Iran tak lebih hanyalah sebuah isu bohong belaka. Dari sinilah seluruh pejabat Iran tidak percaya lagi terhadap AS dan perundingan yang disertai ancaman dan tekanan bukan lagi sebuah perundingan namanya.

Dalam menyikapi program nuklir sipil Iran, petinggi AS bersikap kontradiktif. Di satu sisi mereka mengakui bahwa pemanfaatan energi nuklir sipil adalah hak bangsa Iran, namun di sisi lain di saat Iran dalam koridor Traktat Non Proliferasi Nuklir (NPT) dan di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mereka berusaha melarayng Iran memproduksi sendiri uranium untuk bahan bakar reaktor risetnya di Tehran. Yang membikin geram Barat adalah sikap Iran yang tidak bersedia bekerjasama dengan mereka. Padahal kesalahan sebenarnya ada pada Barat. Barat tidak pernah komitmen dan berbagai kontrak yang mereka tandatangani. Mereka secara sepihak membatalkan kontrak di tengah jalan setelah mengeruk keuntungan.

Perilaku petinggi AS menunjukkan bahwa pernyataan mereka yang bersedia berdialog adalah strategi untuk mencapai ambisi arogannya. Strategi ini mereka tempuh dengan dibarengi ancaman, sanksi dan pemaksaan agar bangsa Iran melepas hak legal mereka dalam memanfaatkan energi damai nuklir. Namun ternyata bangsa Iran tidak mundur dalam mempertahankan hak ini meski ancaman dan sanksi terus diterapkan oleh AS dan antek-anteknya.

Menyinggung ancaman AS untuk menyerang Iran, Rahbar menandaskan, kecil kemungkinan AS akan melakukan kebodohan ini, karena ketahuilah bahwa jika perang sampai meletus maka tidak akan terbatas di wilayah Iran namun akan meluas ke seluruh kawasan Timur Tengah. (IRIB/MF/SL)

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: