Dua Dosa Besar Sayid Hasan Nasrullah!‎

Ismail Sukkariyah, anggota Parlemen Lebanon di kolom surat kabar as-Safir ‎menulis bahwa kemenangan besar Sayid Hasan Nasrullah selama satu dekade ‎terakhir seyogianya menjadi pelajaran bagi mereka yang selalu ingin berdamai. ‎Kemenangan itu menandakan mereka telah semakin jauh dari resistensi dan ‎kekesatriaan. Demikian dilaporkan Qodsna dari koran as-Safir hari ini (Senin, 16/8).‎

Sukkariyah menulis, kita hidup di periode kemurtadan dan kelesuan Arab, era ‎menyerah dan kebergantungan. Kita hidup dimana nilai-nilai telah mengalami ‎perubahan. Masa kemenangan kebatilan atas kebenaran. Periode dimana ‎kefasadan menjadi lebih mencolok.‎

Kita hidup di masa dimana para pencari kebenaran terisolasi dan para penentang ‎kezaliman termarjinalkan. Mereka dituding hendak merusak tatanan global yang ‎diinginkan Amerika dan rezim Zionis Israel.‎

Dalam kondisi yang demikian, dapat dipastikan bahwa Sayid Hasan Nasrullah ‎dituduh telah melakukan dua kejahatan. Dosa karena menuntut diterapkannya ‎keadilan internasional.‎

Pertama, Sayid Hasan Nasrullah berdosa karena membebaskan daerah Lebanon ‎Selatan tahun 2000 yang diduduki oleh Zionis Israel.‎

Kedua, kemenangan Hizbullah dalam perang 33 hari tahun 2006. Perang yang ‎meruntuhkan mitos kehebatan militer Zionis Israel. Sebuah rezim yang oleh Barat ‎tidak boleh terkena masalah sedikitpun. Sebaliknya, Zionis Israel merupakan ‎pangkalan strategis mereka di Timur Tengah dan pembela kepentingan mereka.‎

Anggota Parlemen Lebanon ini menulis, Wahai Sayid Hasan Nasrullah! Barang ‎siapa yang mencari kebenaran berarti ia bersamamu. Sebaliknya, barang siapa ‎yang menyerahkan diri dan kehendaknya kepada kebatilan, berarti ia ‎menentangmu!

Inilah Kamp Militer Hizbullah, 70 Meter Bawah Tanah

Hizbullah Lebanon menggelar open house salah satu kamp militernya untuk umum.

Sumber pemberitaan Lebanon melaporkan, setelah bertahun-tahun akhirnya Hizbullah membuka kamp militernya untuk umum yang terletak di kedalaman 70 meter bawah tanah.

Kamp militer tersebut digunakan untuk mengendalikan komando gerakan muqawama selama perang 33 hari meletus pada tahun 2006.

Pangkalan militer ini dibangun di Lebanon selatan yang berlokasi tepat di bawah sebuah pusat komando rahasia militer rezim Zionis, ketika Israel menduduki Lebanon selatan. Kamp militer ini hanya diketahui oleh segelintir pejabat tinggi Hizbullah, dan menggunakan pengamanan tertinggi untuk menyelamatkan tempat itu.

Selama sepekan lalu, lebih dari 550 ribu orang termasuk wisatawan asing mengunjungi pangkalan militer Hizbullah tersebut.

(IRIB/SL/LV/PH)‎

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: