Hizbullah Revisi Sistem Pengamanan Sayid Hasan Nasrullah

Para penanggung jawab keamanan Hizbullah akan meninjau kembali secara keseluruhan sistem pengamanan terhadap Sayid Hasan Nasrullah. Perubahan yang akan segera dilakukan terkait cara pertemuan Sayid Hasan Nasrullah dengan para pejabat tinggi. Demikian diberitakan Qodsna dari Neda al-Quds, media yang berafiliasi pada Gerakan Jihad Islam Palestina.

Sekaitan dengan hal ini Neda al-Quds menulis, menyusul pengakuan Fayez Karam, asisten penting Michel Aoun, sekutu utama Hizbullah bahwa dirinya merupakan agen rezim Zionis Israel, para pejabat keamanan Hizbullah mengambil kesimpulan bahwa setidak-tidaknya Mossad telah sempat sekali mendekati Sayid Hasan Nasrullah.

Menurut sumber-sumber terpercaya di Hizbullah, Fayez Karam hadir sekali dalam pertemuan Michel Aoun dan Sayid Hasan Nasrullah dan itu berarti agen Mossad telah sampai pada lingkaran terdekat dengan Sayid Hasan Nasrullah. Tidak boleh dilupakan juga bahwa sekali kehadirannya itu berarti Karam telah menginformasikan cara pengamanan yang dilakukan Hizbullah saat melakukan pertemuan dengan para pejabat tinggi.

Menurut media-media Arab, Hizbullah adalah pihak pertama yang mencium dan menangkap mantan militer Lebanon ini.

Barhoum: Komite Penyidik Israel Hanya Sandiwara

Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menyebut komite penyidik Israel untuk menyelidiki serangan brutal pasukan komando rezim ini terhadap kapal bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza, Mavi Marmara hanya sebuah sandiwara.

Seperti dilaporkan IRNA, Jurubicara Hamas, Fauzi Barhoum Senin (9/8) menandaskan, Hamas komite Israel yang dibentuk untuk menyelidiki brutalitas serdadu rezim ini terhadap kapal Mavi Marmara tidak dapat dipercaya karena Tel Aviv dalam masalah ini tidak dapat netral. “Israel telah melakukan tindak kriminal dan mereka berupaya untuk menghapus jejak yang membuktikan kejahatan mereka tersebut,” ungkap Barhoum.

Barhoum menilai pembentukan komite ini ditujukan untuk menutupi kejahatan Israel sendiri dan upaya untuk menghadapi usaha masyarakat internasional guna menyelidiki pembantaian sadis terhadap para aktivis kemanusiaan.

Perdana Menteri Israel, Banjamin Netanyahu yang dipanggil komite ini membela aksi brutal tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang gagah berani. Komite yang terdiri dari lima orang ini seluruhnya berasal dari Israel dan ditambah dua pengamat asing yang tidak memiliki hak suara.

(IRIB/IRNA/MF/SL/PH)

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: