Ahmadinejad: Era Imperialis Dunia Telah Berakhir

Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad menyatakan bahwa era kejayaan sejumlah negara telah berakhir.

Ahmadinejad Sabtu (7/8) saat bertemu dengan sejawatnya dari Guinea-Bissau, Malam Bacai Sanha di Tehran mengatakan bahwa era sulit dan diskriminasi telah usai.

Ia menambahkan, era kekuasaan sejumlah negara yang mengizinkan dirinya menginjak-injak bangsa lain telah berakhir karena sunnah Ilahi menentapkan bahwa kezaliman tidak akan langgeng.

Ahmadinejad menjelaskan bahwa imperialis dunia tidak menghendaki adanya negara yang bebas dan independen. Menurutnya, negara imperialis menjarah kekayaan negara lain, namun kini mereka harus melupakan kebiasaan buruk tersebut.

Presiden Iran menandaskan, dalam kondisi saat ini, Iran dan Guinea Bissau bersama negara lain dunia yang independen dan menyerukan kebebasan bersama-sama berusaha menciptakan dunia yang penuh keadilan.

Ahmadinejad menilai penting peningkatan hubungan antara Iran dan Guinea Bissau. Presiden Iran juga mengharapkan kerjasama ini lebih ditingkatkan lagi khususnya di bidang kesehatan, pertanian dan pertambangan.

Sementara itu, Presiden Guinea Bissau dalam kesempatan tersebut menyebut kemajuan Iran di bidang sains dan teknologi serta ekonomi sangat pesat. Dikatakannya, saat ini seluruh bangsa dunia di bawah pengaruh revolusi Islam Iran dan seruan kekebasan yang didengungkan Tehran.

Ia menandaskan, kemajuan Iran sangat membanggakan bangsa-bangsa independen dunia khususnya Guinea Bissau. Bacai Sanha seraya menekankan hak Iran untuk mempertahankan haknya menandaskan, Guinea Bissau dalam hal ini secara penuh mendukung sikap Iran dan hak bangsa ini di tingkat internasional.

Miqani: Jika Berani Serang Iran, AS Pasti Hancur

Komandan markas anti udara Khatamul Ambiya Republik Islam Iran, Ahmad Miqani menekankan jika Amerika Serikat (AS) berani menyerang Iran maka Tehran akan menghancurkan Washington.

Press TV Sabtu (7/8) melaporkan, Ahmad Miqani seraya menekankan bahwa AS tidak memiliki keberanian untuk menyerang Iran menandaskan, jika AS menyerang Iran maka mereka akan mendapat perlawanan sengit dari militer Iran.

“Pasca kemenangan revolusi Islam Iran, AS senantiasa mengancam Tehran dan berupaya menjatuhkan pemerintahan Islam,” ungkap Miqani. Menurutnya, ancaman seperti ini adalah perang urat syarat dan propaganda.

Ia mengingatkan, AS telah menduduki Irak dan Afghanistan dan telah membantai ratusan ribu orang namun pada akhirnya tetap sebagai pihak yang kalah.

Baru-baru ini Kapala staf gabungan angkatan bersenjata AS, Jend, Michael Mullen menyatakan AS siap menyerang Iran. Pernyataan Mullen ini dirilis karena menurutnya Iran tengah berupaya memproduksi senjata nuklir.

Di sisi lain, AS sebagai negara pemilik senjata nuklir dan satu-satunya negara yang menggunakan senjata pemusnah massal di dunia berulangkali menuding Tehran memiliki senjata atom. (IRIB/Press TV/MF)

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: