Dunia Harus Menanggapinya!

Dalam beberapa hari terakhir, bara di Palestina dan Lebanon semakin menyala. Rezim Zionis Israel menggempur Gaza dengan mesin-mesin perangnya. Korbanpun jatuh dan sejumlah bangunan hancur. Tak hanya Gaza, Lebanon Selatan juga menjadi sasaran serangan tentara Zionis. Di Lebanon, tepatnya di desa al-Adisah, serangan rezim Zionis mendapat perlawanan sengit dari militer Lebanon. Tiga tentara Lebanon gugur syahid, tapi Israel pun kehilangan seorang perwiranya yang tewas dalam bentrokan sengit itu.

Di tengah kegeraman masyarakat dunia atas tingkah polah Israel, Perdana Menteri Rezim Zionis Benyamin Netanyahu mengumbar ancaman lewat sebuah statemen tertulisnya. Dalam statamen itu PM Zionis mengancam akan kembali menyerang Gaza dan Lebanon. Seiring dengan tersiarnya ancaman itu, pesawat-pesawat tempur Israel melanggar wilayah udara Lebanon dengan terbang rendah di atas kota Nabatiyah, al-Tuffah dan Marjaiyyun.

Wiam Wahhab, pimpinan jaringan Persatuan Lebanon atau yang disebut dengan kelompok Tauhid dalam wawancaranya dengan televisi al-Alam mengatakan, tindakan tentara Lebanon dalam membalas agresi militer rezim Zionis Israel adalah sebagian dari strategi pertahanan Lebanon yang sudah dijelaskan dalam rekomendasi kabinet negara ini.

Wahhab menyinggung pula perang tahun 2006 dan menegaskan, “Sejak berakhirnya perang 33 hari tahun 2006, Israel sudah melakukan 7000 pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701. Semua fakta yang tercatat di PBB tersebut menunjukkan bahwa Israel selalu mencari kesempatan untuk menyerang Lebanon.”

Menjelang keluarnya vonis pengadilan kasus teror Mantan PM Lebanon Rafik Hariri, dugaan akan terjadinya kembali perang di negara ini semakin menguat. Para pejabat Lebanon sudah berulang kali menyatakan bahwa berita acara pemeriksaan kasus teror ini adalah pembuka jalan bagi serangan Israel atas Lebanon. Dalam berkas perkara tersebut, nama sejumlah anggota Hizbullah masuk dalam daftar pelaku teror Hariri. Sebelum ini, Suriah menjadi pihak yang tertuduh dalam teror Hariri. Namun kini tuduhan itu dialihkan kepada Hizbullah.

Mantan PM Lebanon Rafik Hariri tewas dalam sebuah indisen ledakan bom di pinggiran kota Beirut. Insiden itu adalah bagian dari rangkaian teror yang membuat situasi Lebanon panas. AS dan negara-negara Barat memanfaatkan insiden teror Hariri untuk melakukan intervensi dalam urusan negara ini. Kasus inipun akhirnya menjadi kasus internasional. (IRIB/AHF/AR)

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: