Salah Jika DK PBB Kecam Israel

Beberapa hari lalu, dunia dikejutkan aksi nekad Rezim Zionis Israel menyerang Lebanon. Militer Lebanon tak tinggal diam, dan dengan sengit membalas agresi tersebut. Sempat terjadi bentrokan selama beberapa jam yang menjatuhkan korban tewas dari kedua belah pihak. Perlawanan sengit militer Lebanon dan peringatan keras Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrullah yang mengancam akan menyerang Israel jika agresi berkelanjutan, membuat rezim Zionis menghentikan aksinya. Ketegangan relatif mereda.

Semua mata lantas tertuju ke New York untuk mencari tahu apa yang akan dilakukan lembaga dunia penjaga perdamaian, Dewan Keamanan (DK) PBB. Akankan dewan ini menindak tegas pelaku agresi dan pelanggar kedaulatan negara lain? Dan mungkinkah Dewan Keamanan mengeluarkan setidaknya kecaman atas agresi yang menjatuhkan korban jiwa ini?

Selasa 3 Agustus malam, DK PBB menggelar sidang untuk membahas agresi tentara Zionis ke Lebanon. Hasilnya, DK hanya menyerukan kepada pihak agresor dan korban agresi untuk sama-sama menahan diri. Sidang itu sendiri digelar karena adanya permintaan dari Presiden Lebanon Michel Sleman. Vitaly Churkin, Duta Besar Rusia untuk PBB yang kini menjabat sebagai ketua periodik Dewan Keamanan mengajak kedua belah pihak untuk menahan diri dan mematuhi resolusi 1701.

Hari Selasa lalu, tentara Zionis yang didukung sejumlah tank dan perlengkapan militer lainnya menyerang desa al-Adisah di selatan Lebanon. Serangan itu memicu terjadinya bentrokan sengit dengan tentara Lebanon. Tentara Zionis meninggalkan desa al-Adisah setelah seorang perwiranya tewas dan beberapa tentara Israel terluka. Di pihak Lebanon, tiga tentara Lebanon dan seorang wartawan koran al-Akhbar gugur.

Agresi Zionis dikecam oleh berbagai pihak. Dalam reaksinya terhadap aksi nekad Israel, Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrullah menegaskan bahwa Muqawamah tak akan tinggal diam menyaksikan agresi Zionis terhadap Lebanon. “Jika aksi ini berlanjut, Muqawamah akan memotong tangan Israel,” tegasnya. Pernyataan itu disampaikan Nasrullah Selasa malam dalam acara peringatan kemenangan perang 33 hari di lapangan al-Rayah.

Sekjen Hizbullah mengatakan, “Dalam perang 33 hari, rezim Zionis menjatuhkan bom-bom cluster di Lebanon. Dalam empat tahun terakhir, pejuang Hizbullah berhasil menjinakkan 52 ribu bom cluster sementara bom yang dijinakkan tentara Lebanon mencapai 200 ribu buah.”

Seraya menyinggung penangkapan 100 mata-mata Israel di Lebanon dalam dua tahun terakhir, Sayyid Hassan Nasrullah mengungkapkan, “Pembongkaran jaringan spionase Israel ini merupakan prestasi besar dan sekaligus peringatan akan kemungkinan terjadinya agresi Israel terhadap Lebanon. Karena itu, para pemimpin Lebanon harus waspada.” (IRIB/AHF/AR)

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: