Ahmadinejad vs Obama

Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad, menyatakan bahwa para presiden AS tidak pernah siap berdebat. Ahmadinejad dalam pidatonya di hadapan warga Provinsi Hamedan, mengatakan, “Para penasehat presiden AS mengimbau supaya tidak berdebat. Menurut mereka, jika tidak menerima tantangan, presiden AS akan kalah 3-0. Akan tetapi jika menerima tantangan itu, presiden AS akan kalah 6-0.”

Ahmadinejad dalam pidatonya mengatakan, “Barat meminta kami untuk berunding. Mereka kembali menyatakan ingin berunding di tingkat pemimpin negara. Kami menyatakan bahwa bangsa Iran mempunyai logika dan argumentasi yang kuat . Untuk itu, tidak ada alasan untuk takut berunding.”

Lebih lanjut Ahmadinejad mengatakan, “Tiga tahun lalu saat George W. Bush menjabat sebagai Presiden AS, saya menyatakan siap berdebat di depan media dengan Bush yang mengklaim diri sebagai pengatur dunia. Hari ini, saya kembali menyampaikan tantangan debat dengan Obama pada bulan September di Mejelis Umum PBB.” Ahmadinejad menambahkan, “Kami ingin menjelaskan akar kejahatan-kejahatan di dunia, sehingga penghuni planet ini menyadari akan sumber kejahatan itu. Setelah itu, kami akan jelaskan jalan keluarnya.”

Masih mengenai tantangan debat terbuka, Ahmadinejad menjelaskan, “Saat itu, kami tawarkan kepada Bush untuk membawa para penasehatnya dalam debat. Namun Washinton tetap menolak tawaran itu.”

Menyusul tantangan Ahmadinejad yang juga disampaikan dalam pertemuan dengan warga Iran yang berdomisili di luar negeri, Juru Bicara Gedung Putih, Robert Gibbs, hari Selasa (3/8) mengatakan, “Kami selalu menyatakan bersedia untuk duduk bersama membahas program nuklir Iran. Jika Iran serius dalam masalah ini, kami bersedia untuk berunding. Akan tetapi kami tidak menyaksikan keseriusan Tehran.” Menurut Tehran, pernyataan Gibbs hanya alasan untuk menghindari tantangan debat terbuka dengan Ahmadinejad.

Obama Menerima Tantangan Ahmadinejad

Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad, akhir-akhir ini menantang Presiden AS, Barack Obama untuk berdebat di depan media di Majelis Umum PBB yang akan digelar pada bulan September. Tantangan itu mendapat reaksi luas media-media massa dunia. Washington sendiri kewalahan menanggapi tantangan Ahmadinejad yang dikenal lugas dalam berbicara dan berdebat. Ahmadinejad dalam berbagai acara dialog dengan televisi-televisi Barat seringkali dijebak dan dipojokkan, tapi Presiden Iran ini selalu menemukan jawaban yang seringkali mengejutkan lawan-lawan bicara. Kali ini, Ahmadinejad menantang Obama yang juga dikenal orator di AS.

Presiden Iran dan AS sama-sama dikenal orator dalam menyampaikan pidato-pidatonya. Pidato Obama dalam kampanye-kampanyenya membuat masyarakat AS terkesima dan tersihir. Obama yang berkulit hitam menjadi pemenang dalam pemilu presiden AS karena kepiawaiannya dalam berpidato dan berbicara.

Ahmadinejad dalam pemilu presiden Iran, juga berhasil menyingkirkan rival-rivalnya dalam acara debat terbuka yang disiarkan langsung televisi lokal Iran. Kepiawaian Ahmadinejad membuat para pesaingnya diam seribu bahasa. Ahmadinejad sangat pandai mengangkat isu-isu menarik yang dibungkus dengan logika dan argumentasi gamblang tanpa bertele-tele. Hal inilah yang membuat isu-isu Ahmadinejad dapat ditangkap khalayak masyarakat dari berbagai kalangan.

Kini, Ahmadinejad menantang Obama untuk berdebat secara terbuka di depan kamera yang dihadiri para wartawan. Di depan masyarakat Provinsi Hamedan, Iran barat, hari Rabu (4/8), Ahmadinejad menyatakan, “Di akhir bulan September mendatang saya akan berkunjung ke AS untuk menghadiri sidang Majlis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan saya barharap Obama bersedia berdialog dengan saya secara langsung untuk membuktikan kinerja siapa yang layak dan unggul untuk mengatur dunia.”

Menyusul tantangan tersebut, Presiden Barack Obama sebagaimana dilaporkan Koran Washington Post, dalam konferensi pers di Gedung Putih menyatakan siap berunding dengan Iran. Koran itu menyebutkan, pesan baru Obama itu disampaikan saat mendapat tekanan internasional dan sanksi PBB.

Akan tetapi pernyataan Obama itu bukan berarti menerima tantangan Ahmadinejad untuk debat di depan umum. Obama hanya menyatakan siap berunding, bukan berdebat.

Sebelum ini, Obama juga pernah menyatakan ingin berunding dengan Iran, tapi memberikan syarat kepada Iran supaya membangun kepercayaan. Obama dalam pesannya kepada Presiden Brazil menjelang Deklarasi Tehran, mengatakan, “Jika ada kesepakatan tentang pertukaran bahan bakar nuklir, Iran berarti melakukan langkah tersebut untuk membangun kepercayaan.” Akan tetapi setelah ada kesepakatan Iran, Turki dan Brazil terkait pertukaran bahan bakar, Obama inkonsisten dengan pernyataanya, bahkan mengeluarkan sanksi baru terhadap Iran yang didukung DK PBB dan Uni Eropa.

Ahmadinejad bukanlah presiden yang bodoh untuk menghadapi pernyataan Presiden AS yang tidak dapat dipegang. Menurut Ahmadinejad, satu-satunya jalan menghadapi Obama adalah debat terbuka di depan media, sehingga akan diketahui siapakah yang mempunyai solusi tepat dalam menyelesaikan berbagai masalah dunia

(IRIB/AR/MF)

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: