Gebuk Zionis Israel!!!

Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran merilis statemen berisi kecaman keras atas serangan rezim Zionis Israel ke wilayah perbatasan Lebanon.

IRNA Selasa (3/8) melaporkan, statemen Kantor Urusan Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran sebagai berikut:

Republik Islam Iran mengecam keras agresi rezim Zionis Israel ke wilayah selatan Lebanon yang mengakibatkan gugurnya putra-putra mulia militer Lebanon serta mengikuti perkembangan peristiwa ini dari berbagai dimensinya secara sensitif.

Rapor historis serangan rezim Zionis dan pemaksaan berbagai perang di kawasan serta aksi mencari gara-gara terbarunya, kian meningkatkan kekhawatiran yang ada soal dimulainya petualangan baru oleh rezim Zionis Israel terhadap rakyat Lebanon.

Aksi rezim Zionis Israel menyangkut fenomena dalam negeri Lebanon yang bertujuan untuk menyulut fitnah internal membuktikan kedengkian dan dendam orang-orang Zionis terhadap Lebanon dan stabilitas serta perwujudannya. Menyusul serangan rezim Zionis tersebut, persatuan dan solidaritas nasional Lebanon khususnya muqawama, tidak dapat dihindari lagi.

Serangan Israel ke Gaza dan Lebanon terjadi di saat rezim Zionis menghadapi tekanan internasional atas kejahatannya terhadap warga Gaza dan para penumpang konvoi kapal bantuan kemanusiaan Freedom Flotilla. Dengan cara menyulut krisis dan mencari gara-gara, rezim Zionis berupaya memaksakan krisis yang dihadapinya kepada pihak lain.

Oleh karena itu, diharapkan masyarakat internasional selain segera mengecam serangan tersebut, juga bertindak menghentikan kejahatan repetitif rezim Zionis Israel, serta mendukung kedaulatan penuh Lebanon.

Jalur Gaza kembali menjadi sasaran serangan Rezim Zionis Israel. Korban syahid akibat serangan tersebut kembali bergelimpangan. Serangan artileri militer Israel ke Khan Yunis di Jalur Gaza dilakukan sehari setelah rezim ini melancarkan serangannya ke Lebanon selatan.

Brutalitas Zionis Israel terhadap bangsa Palestina dan Lebanon dapat dikatakan sebagai agresi babak baru rezim ini di kawasan. Pada saat yang sama, Tel Aviv mengklaim pendukung perdamaian. Upaya proses perdamaian di Timur Tengah hanyalah basa-basi arogansi dunia guna mendukung Israel. Brutalitas Israel yang kesekian kali, sudah sepatutnya menjadi peringatan bagi Otorita Ramallah pimpinan Mahmoud Abbas dan sejumlah negara Arab yang mencoba berdamai dan bertoleransi dengan Israel.

Hampir empat tahun Jalur Gaza diblokade oleh Zionis Israel. Kebutuhan-kebutuhan pokok seperti bahan-bahan makanan dan obat-obatan tidak boleh masuk ke Jalur Gaza. Di hadapan Israel, dosa masyarakat Jalur Gaza adalah menjalankan sistem demokrasi. Sejak Gerakan Perjuangan Islam Palestina (Hamas) menang dalam pemilu parlemen secara domokratis, Zionis Israel kebakaran jenggot dengan cara menekan gerakan ini. Meski demikian, masyarakat Gaza tetap mempertahankan hak pilih mereka walaupun harus menghadapi blokade dan kelaparan selama bertahun-tahun. Bagi masyarakat Gaza, taat kepada Israel itu sama halnya kematian sesungguhnya. Untuk itu, mereka lebih baik hidup di bawah kelaparan dan blokade daripada harus menghinakan diri di hadapan musuh. Prinsip inilah yang membuat Israel geram. Untuk kesekian kalinya, Israel kembali menyerang Palestina dan Lebanon setelah terbentur pada jalan buntu.

Menyusul serangan terbaru Israel, Sekjen OKI, Ekmeleddin İhsanoğlu, mengecamnya dan menilai agresi rezim ini sebagai tindakan yang melanggar undang-undang internasional. Ia juga meminta negara-negara di dunia dan lembaga-lembaga internasional menyikapi agresi terbaru Israel dan menekan Tel Aviv supaya mengakhiri aksi blokade terhadap Jalur Gaza.

Pada tahun 2005, Rezim Zionis Israel gagal menghadapi perjuangan masyarakat Gaza. Militer rezim ini pada saat itu, terpaksa mundur. Akan tetapi pada faktanya, rezim ini terus melakukan serangan-serangan mematikan ke Jalur Gaza yang kemudian diperluas ke wilayah-wilayah lainnya. Zionis Israel tidak akan puas selama bangsa Palestina bertahan di tanah air mereka. Itu terbukti dengan penyerangan Israel yang tidak hanya menarget Gaza, tapi juga Tepi Barat Sungai Jordan. Di tengah kondisi seperti ini, perdamaian dengan Zionis Israel sudah harus tutup buku.

Sementara itu, Sekjen Gerakan Muqawama Lebanon (Hizbullah), Sayid Hasan Nasrullah, menyatakan bahwa muqawama tidak akan tinggal diam jika rezim Zionis menyerang Lebanon. Dilkatakannya, “Di titik manapun musuh Zionis menyerang militer Lebanon, muqawama ada di titik tersebut yang akan mematahkan seluruh agresi Israel.”

Pada hari Selasa (3/8), Sayid Hasan Nasrullah mengatakan, “Dalam serangan hari ini (Selasa) Israel ke Lebanon selatan, kita menyaksikan perlawanan herois militer Lebanon. Sejak detik pertama serangan tersebut, muqawama siaga penuh serta bersabar. Kami kepada Presiden, Perdana Menteri, dan Ketua Parlemen Lebanon menyatakan bahwa muqawama siap di bawah kendali militer Lebanon serta selalu menyertainya.”

Pernyataan Sayid Hasan Nasrollah itu juga mencakup instruksi muqawama di Palestina untuk melakukan hal yang sama. Kekalahan Israel dalam perang 22 hari dan 33 hari akan terulang kembali. Kali ini, kekalahan Israel akan berlanjut dengan hancurnya rezim ini. (IRIB/AR/MF)

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: