Israel Kian Brutal Hadapi Insan Pers

Aksi brutal Rezim Zionis Israel terhadap para wartawan terus berlanjut. Kantor berita Palestina dalam laporannya melansir, dalam sebulan terakhir tentara Zionis 22 kali melakukan aksi penganiayaan dan serangan terhadap para wartawan. Aksi itu mencederai sedikitnya 17 wartawan, sementara lima wartawan ditahan pasukan keamanan Zionis. Berlanjutnya aksi serangan terhadap kalangan insan pers adalah bagian dari kebijakan Israel membatasi publikasi dan pemberitaan peristiwa yang terjadi di Palestina.

Akal Bulus Baru Zionis

Rezim Zionis Israel dalam beberapa bulan terakhir senantiasa mengembar-gemborkan propaganda bohong mengenai penangguhan pembangunan distrik Zionis di Tepi Barat Sungai Jordan.

Strategi ini hanya diterapkan di sejumlah wilayah Palestina. Terkait hal ini, Menteri Luar Negeri Rezim Zionis, Avigdor Lieberman menyatakan bahwa Israel memutuskan untuk memulai kembali pembangunan permukiman Zionis di Tepi Barat Sungai Jordan pada akhir September.

Sementara itu, berbagai laporan menunjukan bahwa kebijakan pembangunan permukiman Zionis di Tepi Barat Sungai Jordan bukan hanya tidak berhenti, bahkan terus berlanjut dan semakin meningkat. Realitas ini berbeda dengan klaim para pejabat rezim Zionis.

Mengenai hal ini, NGO Israel, Peace Now, mengungkapkan bahwa Tepi Barat Sungai Jordan seperti wilayah Palestina lainnya menjadi sasaran eskalasi brutalitas Israel di berbagai distrik Zionis.

Peace Now menjelaskan bahwa rezim Zionis selama beberapa bulan terakhir membangun 462 unit permukiman baru Zionis di Tepi Barat Sungai Jordan, di saat Tel Aviv mengklaim akan menangguhkan pembangunan distrik Zionis. Masalah tersebut menunjukkan bahwa Israel bukan hanya tidak mematuhi ketentuan internasional dan resolusi PBB serta berbagai prakarsa damai internasional. Lebih dari itu, Tel Aviv tidak pernah menjalankan komitmennya.

Motif rezim Zionis menggulirkan propaganda bohong mengenai penangguhan sementara pembangunan permukiman Zionis sejatinya untuk menyelewengkan opini publik dari eskalasi kebijakan brutalitas rezim Zionis di wilayah Palestina.

Tujuan lain rezim Zionis menggulirkan penangguhan sementara pembangunan permukiman Zionis di Tepi Barat Sungai Jordan sebenarnya untuk melegitimasi kebijakan ekspansif sekaligus menjinakkan resolusi PBB serta konvensi internasional. Hal ini dilakukan guna memasuki wilayah Palestina dan mengubah demografi Palestina. Berdasarkan resolusi PBB dan konvensi Jenewa seluruh distrik Zionis di wilayah Palestina harus ditutup.

Sepak terjang rezim agresor Israel meningkatkan pembangunan permukiman Zionis di Tepi Barat Sungai Jordan berlangsung di saat rezim Zionis mengklaim menangguhkan pembangunan permukiman Zionis. Melebihi sebelumnya, realitas ini menunjukkan bahwa rezim Zionis berdiri di atas prinsip kebohongan dan imperialisme.(IRIB/PH/SL)

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: