Menyorot Seminar Internasional Doktrin Mahdawiyat ‎

Hari kelahiran Sang Juruselamat, Imam Mahdi as adalah peristiwa yang penuh ‎kebahagiaan dan suka cita bagi umat Islam. Setiap 15 Syaban tiba, masyarakat ‎muslim Syiah di seluruh dunia merayakan hari penuh berkah itu dengan ‎memanjatkan doa, meminta kepada Allah Swt untuk menyegerakan kedatangan ‎Sang Juruselamat yang selalu dinanti-nantikan kehadirannya itu. ‎

Peringatan hari kelahiran Imam Mahdi as juga menjadi momentum emas untuk ‎menelaah kembali dimensi keadilan yang diperjuangkan Imam Mahdi di masa ‎kehadirannya kelak. Karena itu, baru-baru ini di Tehran digelar sebuah seminar ‎internasional yang membedah secara khusus doktrin mahdiwiyat atau mesianisme ‎dalam pandangan Islam. Seminar dua hari ini diselenggarakan oleh Forum Dunia ‎Ahlul Bait pada tanggal 24-25 Juli lalu di Tehran dan dihadiri para ulama dan ‎cendikiawan muslim dari mancanegara. ‎

Keyakinan terhadap kedatangan Sang Juruselamat di akhir zaman merupakan ‎kepercayaan yang juga diyakini oleh sebagian besar agama dan aliran ‎kepercayaan. Kerangka keyakinan ini tergambar lebih jelas dan sempurna dalam ‎doktrin mesianisme yang diajarkan Islam. Banyak hadis dan riwayat yang ‎mengungkapkan bagaimana sebenarnya ciri-ciri Imam Mahdi dan beragam tanda-‎tanda peristiwa yang bakal terjadi menjelang kedatangan Sang Juruselamat itu. ‎Selain itu banyak pula hadis yang menceritakan bagaimana kondisi umat di masa ‎Imam Mahdi nanti dan masa-masa sesudahnya. ‎

Tema tersebut juga turut dibahas dalam Seminar Internasional Doktrin Mahdiwiyat ‎di Tehran. Sebagaimana diketahui, seluruh mazhab-mazhab di dalam Islam, baik ‎Sunni maupun Syiah meyakini kemunculan Imam Mahdi di akhir zaman. Karena itu ‎dalam simpulan akhir seminar dinyatakan, “Kini di tengah beragam macam ‎perbedaan aktifitas keagamaan di tengah masyarakat, tak ada satupun keraguan ‎bahwa seluruh ahli agama meyakini prinsip kedatangan Sang Juruselamat Samawi ‎dan kehadiran seorang manusia sempurna dalam memajukan kehidupan umat dan ‎meleraikan pelbagai perbedaan yang ada”. ‎

Hanya saja, kendati mesianisme merupakan doktrin yang diyakini oleh hampir ‎seluruh agama di dunia, namun doktrin tersebut rentan terhadap penyimpangan ‎dan penyesatan. Bahkan kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk ‎meraih kepentingan tertentu. ‎

Hujjatol Islam Akhtari, Sekjen Forum Dunia Ahlul Bait dalam keterangan persnya di ‎sela-sela penyelenggaraan Seminar Doktrin Mahdawiyat menyatakan, “Mentari ‎mahdawiyat dan penantian terhadap Sang Juruselamat, terus bersinar meliputi ‎seluruh alam semesta. Karena itu banyak bermunculan para pendusta yang ‎memanfaatkan pemikiran luhur ini untuk memenuhi ambisi durjananya”. Guna ‎menghadapi kosnpirasi dan upaya penyesatan semacam itu, ia mengajak seluruh ‎masyarakat untuk selalu waspada dan meminta para ulama dan cendikiawan ‎menyebarkan doktrin mahdawiyat yang sebenarnya. ‎

Selama ini penyimpangan terhadap isu mesianisme banyak terjadi di kalangan ‎masyarakat Barat. Penyimpangan itu menjadi lebih berbahaya lagi dampaknya ‎ketika dimanfaatkan oleh media-media Barat melalui pembuatan film, permainan ‎komputer, internet, dan perangkat media lainnya. Menteri Kebudayaan dan ‎Bimbingan Islam Iran, Mohammad Hosseini dalam sambutannya di Seminar ‎Doktrin Mahdawiyat menuturkan, “Semenjak tahun 1995 hingga 2005, dari 32 film ‎terlaris di dunia, 19 di antaranya berkaitan dengan isu akhir zaman”. ‎

Lebih jauh ia menguraikan, “Bila disimpulkan, aktifitas seni Barat meyakini bahwa ‎masa depan penuh dengan ketakutan dan sangat mengerikan. Sementara umat ‎manusia pun terancam musnah. Namun pada akhirnya mereka lantas ‎menggambarkan kemunculan Sang Juruselamat dari Barat. Lewat film-film ‎semacam itu mereka berusaha meyakinkan bahwa Barat adalah satu-satunya ‎rujukan akhir dan tempat berlindung bagi seluruh penghuni dunia. Harapan yang ‎semestinya mereka berikan, justru menjadi keputusasaan dan pesimisme”.‎

Gambaran akhir zaman yang tergambar dalam film-film Hollywood selama ini ‎sebenarnya berakar dari doktrin eskatologi kalangan ekstrimis Kristen yang ‎menggambarkan masa depan manusia yang penuh dengan kegelapan. Terjadinya ‎perang akhir zaman atau armageddon di Palestina dan musnahnya seluruh umat ‎manusia kecuali hanya sebagian kecil dari kelompok nasrani merupakan bagian ‎dari doktrin eskatologi ekstrimis Kristen. Dalam pemikiran tersebut, Nabi Isa as ‎dipandang sebagai sang juruselamat sementara Imam Mahdi as dianggap sebagai ‎pemimpin anti-kristus. Sementara dalam pandangan Islam, Imam Mahdi adalah ‎Sang Juruselamat seluruh umat manusia dari ketidakadilan dan kezaliman. ‎Sedangkan Nabi Isa as adalah mitra dan pembantu Imam Mahdi as dalam ‎menjalankan misinya. ‎

Menyangkut masalah ini, Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran, ‎Muhammad Hosseini menuturkan, “Dalam hadis dinyatakan bahwa Imam Mahdi as ‎membawa bendera Nabi Muhammad saw dan tongkat Nabi Musa as. Sementara di ‎jarinya tersemat cincin Nabi Sulaiman as. Semua itu menunjukkan kesepahaman ‎dan persatuan dalam Islam.” Dengan kata lain, perjuangan Imam Mahdi ialah ‎merealisasikan seluruh cita-cita para nabi dalam membentuk pemerintahan Ilahi ‎dan penegak kebenaran.‎

Di sisi lain, pemikiran Mahdawiyat di Islam memberikan gambaran masa depan ‎yang cerah dan gemilang. Ketua Parlemen Islam Iran, Dr. Ali Larijani dalam ‎sambutannya di seminar mahdawiyat menandaskan, “Pemikiran mahdawiyat ‎merupakan suatu titik puncak. Berdasarkan pemikiran itu, tak seorang pun manusia ‎mukmin ataupun masyarakat diperbolehkan untuk putus asa dan pesimis. Karena ‎itu, gerakan alam semesta bersifat progresif dan menuju kemajuan. Pemikiran ‎mendalam yang terkandung dalam batin mahdawiyat merupakan pelita pedoman ‎bagi umat manusia”. ‎

Sementara itu, Ayatollah Mohyeddin Haeri Shirazi, salah seorang guru besar ‎Hauzah Ilmiah dalam sambutannya menuturkan, “Penantian terhadap Imam Mahdi ‎as memerlukan kesabaran dan optimisme.” Tentu saja kendati para penanti ‎kehadiran Imam Mahdi as meyakini akan adanya masa depan yang cerah, namun ‎mereka juga tidak mengingkari bahwa untuk mencapai masa depan yang penuh ‎dengan kegemilangan itu, mereka harus melewati beragama tantangan dan kondisi ‎sulit. Meningkatnya ketidakadilan, kezaliman, kebodohan, dan kesesatan serta ‎permusuhan terhadap para penanti Imam Mahdi as merupakan sebagian dari ‎tanda-tanda menjelang munculnya Imam Mahdi as. ‎

Hojjatul Islam Faramarze Sohrabi, anggota dewan ilmiah Pusat Studi Mahdiwayat ‎mendedahkan tiga faktor yang bisa menyelamatkan umat manusia dari beragam ‎tantangan yang muncul menjelang kedatangan Imam Mahdi as. Ketiga faktor itu ‎adalah makrifat, budaya doa bagi kemunculan Imam Mahdi as, dan budaya ‎penantian mahdawiyat. Dalam urainnya mengenai tiga faktor tadi, Faramarze ‎Sohrabi mengutip sebuah riwayat dari Imam Hasan Askari as yang berbunyi, “Demi ‎Allah, ketika masa ghaibnya Imam Mahdi as berlangsung, semua orang akan ‎terancam bahaya, kecuali mereka yang memiliki pengetahuan dan makrifat akan ‎kehadiran Imam Mahdi as dan mereka yang dianugerahi Allah Swt kesempatan ‎untuk berdoa supaya disegerakannya kehadiran Imam Mahdi as”. ‎

Sembari menyebutkan riwayat lainnya Faramarze Sohrabi menjelaskan bahwa ‎barang siapa yang menyerahkan masa hidupnya untuk menanti kedatangan Imam ‎Mahdi as sama halnya dengan seseorang yang hidup di dalam tenda Imam Mahdi ‎as di sepanjang umurnya. Tentu saja penantian yang dimaksud adalah kesiapan ‎purna untuk menerima kedatangan Imam Mahdi as dan berjuang bersama beliau. ‎

Sejatinya, doktrin mesianisme yang diajarkan Islam merupakan penafian terhadap ‎pemikiran Barat yang meyakini bahwa kebahagiaan manusia hanya terjadi jika ‎agama disingkirkan. Padahal, munculnya beragam peperangan dan kehancuran ‎pada dasarnya berakar dari pemikiran materialisme Barat yang mengingkari nilai-‎nilai spiritual dan moral. Namun doktrin mahdawiyat kembali menyadarkan kepada ‎umat manusia bahwa kebahagiaan sejati hanya bisa diwujudkan lewat keadilan. ‎Dan hal itu hanya bisa terealisasi ketika nilai-nilai spiritual dan moral dijunjung ‎tinggi. (IRIB/LV/SL)‎

Categories: AGAMA, Kisah-Cerita, Sosial - Budaya | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: