Lintas Sejarah 1 Agustus

Columbus Menginjakkan Kaki di AS

Tanggal 1 Agustus 1498, petualang Italia, Christopher Columbus menginjakkan kakinya untuk pertama kali di daratan benua Amerika, di kawasan yang sekarang menjadi bagian dari Venezuela. Columbus mengira wilayah yang didatanginya itu sebagai sebuah pulau dan memberinya nama Isla Santa serta mengklaimnya sebagai wilayah jajahan Spanyol. Columbus dilahirkan di Genoa, Italia pada tahun 1451. Ia sangat terobsesi oleh kemungkinan menemukan jalur pelayaran langsung dari Eropa ke Asia. Saat itu, masyarakat Eropa mengira tidak ada jalur langsung ke Asia timur, dan satu-satunya jalur yang ada, yaitu melalui Mesir dan Laut Merah telah ditutup oleh kerajaan Ottoman.

Dengan mengira bahwa Eropa dan India Timur hanya dibatasi oleh Lautan Atlantik, Columbus menemui Raja Portugis untuk mensponsori pelayarannya mencari rute baru ke Asia. Proposal ini ditolak dan kemudian Columbus menemui Raja Ferdinand dari Spanyol yang akhirnya bersedia menjadi sponsor misi tersebut. Pada tanggal 3 Agustus 1492, Columbus memulai ekspedisinya dengan menggunakan tiga kapal bernama Santa Maria, Pinta, dan Niya. Dalam ekspedisi pertama ini, Columbus mencapai Cuba, yang dikiranya bagian dari Cina dan Hispaniola yang disangka sebagai wilayah Jepang. Mereka kembali ke Spanyol dengan membawa emas dan rempah-rempah. Atas kesuksesannya ini, Columbus diberi penghargaan oleh Raja Spanyol dan diberi kesempatan untuk menjalankan ekspedisi yang kedua.

Pada tahun 1493, Columbus memulai ekspedisi keduanya namun hanya berhasil mencapai wilayah Karibia dan pasukannya banyak terbunuh dalam pertempuran dengan kaum pribumi. Selanjutnya pada bulan Mei 1498, Columbus memulai eskpedisi dengan tujuan utama mencari jalur langsung ke India. Tiga bulan kemudian, pada tanggal 1 Agustus 1498, ia menginjakkan kakinya untuk pertama kali di benua AS.

Swiss Merdeka

Tanggal 1 Agustus 1648 Masehi, Swiss memperoleh pengakuan atas kemerdekaannya. Karenanya tanggal 1 Agustus di Negara itu diperingati sebagai hari nasional. Swiss memilih sikap netral dalam perang panjang di benua Eropa yang terjadi antara tahun 1618 hingga 1648. Di bawah perjanjian Westfalen, Negara Eropa mengakui kemerdekaan Swiss dari Kekaisaran Romawi Suci dan kenetralannya (ancient Regime). Swiss dengan ibukotanya Bern, memiliki luas wilayah 41,293 kilometer persegi dan terletak di jantung benua Eropa. Negara ini bertetangga dengan Jerman, Prancis, Italia, Austria dan Liechtenstein.

Jean Baptiste Lamark Lahir

Tanggal 1 Augustus 1744, Jean Baptiste Lamark, pakar lingkungan hidup dan ilmuan biologi asal Prancis lahir ke dunia di Bazentin, Picardie. Ia dikenal setelah menulis buku berjudul Flore Francoise atau Tumbuh-tumbuhan Prancis yang terbit pada tahun 1779. Pada masa revolusi Prancis ia diangkat menjadi pejabat di Museum Nasional Paris untuk Sejarah Alam. Kajian dan penelitian ilmiahnya menghasilkan teori tentang evolusi kehidupan.
Karya besarnya berjudul Filsafat Zoologi yang terbit tahun 1809 mengulas pendapatnya tentang teori hubungan antara makhluk hidup dan lingkungannya(ekologi). Ia memberi dasar klasifikasi baru bagi hewan, dengan pertama-tama memisahkan dalam dua kelompok besar: hewan bertulang belakang (Vertebrata) dan tak bertulang belakang (Avertebrata). Lamark meninggal dunia pada tanggal 18 Desember 1829 saat berusia 85 tahun.
Perang Dunia 1 Pecah

Tanggal 1 Agustus tahun 1914, pecah Perang Dunia 1 setelah Jerman secara resmi mengumumkan perang melawan Rusia. Tiga hari setelah itu, Austria memaklumkan perang terhadap Serbia dengan alasan tewasnya Putra Mahkota negara itu di Sarajevo. Perang semakin meluas dengan masuknya Prancis dalam konflik melawan Jerman. Perang Dunia 1 melibatkan Jerman, Austria, dan Kesultanan Ottoman di satu pihak melawan pasukan sekutu yang terdiri atas Prancis, Inggris, Rusia dan Serbia.

Benih perang besar ini sudah sejak lama tumbuh. Beberapa dasawarsa sebelum perang meletus, negara-negara kuat di Eropa terlibat dalam perlombaan senjata dan bersaing dalam melebarkan wilayah kolonial. Di sisi lain, sentimen rasisme merebak dengan cepat di Eropa. Munculnya sejumlah perjanjian militer di kawasan semakin memanaskan suasana. Jerman yang saat itu muncul sebagai kekuatan militer yang ditakuti menjadi pihak pertama yang menyulut perang paling besar sampai saat itu. Perang besar itu berakhir setelah Amerika Serikat bergabung dengan pasukan sekutu dan barisan pasukan ini semakin rapi dan teratur. Tanggal 11 November 1918 Perang Dunia 1 berakhri dengan meninggalkan korban dalam jumlah fantastis, sembila juta tewas, 29 juta orang cacat dan lima juta lainnya hilang. Setelah perang, ditandatangani perjanjian damai Warsawa pada bulan Januari tahun 1919. Perjanjian Warsawa memuat banyak poin yang memberatkan Jerman sebagai pihak kalah perang dan memicu perang. Perjanjian ini dikemudian hari menjadi biang meletusnya Perang Dunia ll.

Fahd Abdul Aziz Meninggal Dunia

Tanggal 1 Augustus tahun 2005, Fahd bin Abdul Aziz, raja Arab Saudi meninggal dunia setelah beberapa tahun menderita penyakit akut. Fahd lahir di Riyadh, pada tahun 1921. Tahun 1967, ia menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri dan delapan tahun kemudian dinobatkan sebagai Putra Mahkota. Dengan meninggalnya Raja Khalid bin Abdul Aziz tahun 1982, Fahd naik takhta sebagai raja kelima dari dinasti keluarga Saud. Masa kepemimpinan Raja Fahd diwarnai dengan hubungan yang kian mesra antara Arab Saudi dan Amerika Serikat.
Ketika perang Irak terhadap Iran meletus dekade 1980-an, Fahd menjadi salah satu pendukung utama dan donatur bagi Saddam. Hubungan Irak dan Arab Saudi merenggang setelah Saddam mengerahkan pasukannya untuk menginvasi Kuwait tahun 1990. Sejak tahun 1995, setelah mengalami serangan jantung, secara praktis Raja Fahd menyerahkan kendali pemerintahan kepada saudaranya, Emir Abdullah yang saat itu duduk sebagai Putra Mahkota. Dengan kematian Fahd, kekuasaan di negara itu jatuh ke tangan Abdullah.


Ibnu Nadim Wafat

Tanggal 20 Sya’ban tahun 385 Hijriah, Ibnu Nadim, seorang sejarawan Muslim terkemuka, meninggal dunia. Keterkenalan Ibnu Nadim lebih banyak disebabkan oleh buku karyanya yang berjudul “Al-Fihrist” Dalam buku ini, dia menginventarisasi semua ilmu yang berkembang dalam peradaban Islam pada zaman itu dan menerangkan kehidupan para ilmuwan terkemuka saat itu.
Selain itu, dalam Al-Fihrist juga dituliskan tentang buku-buku dan makalah dari berbagai bidang ilmu dan catatan lengkap mengenai kehidupan para pengarangnya. Ibnu Nadim juga menulis penjelasan mengenai buku-buku kuno dari berbagai bangsa di dalam Al-Fihrist. Ibnu Nadim juga melakukan penelitian dan penulisan mengenai agama-agama dan mazhab-mazhab yang terkenal di zamannya dan melahirkan banyak buku di bidang ini. Karya ibnu Nadim lainnya berjudul “Al-Ausaf wa Tasybihaat”.

Categories: SEJARAH | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: