Kronologi Pelarian Mahdi Hashemi ke London Pasca Pemilu Iran

Sekitar setahun lalu dan di hari-hari seperti ini, tepat pasca pemilu presiden periode kesepuluh Iran 12 Juni 2009 dan setelah kekalahan Mir Hossein Mousavi timbul kerusuhan besar di Iran. Mayoritas analis politis Iran menilai Mahdi Hashemi termasuk seorang pemain penting di balik layar kerusuhan tersebut.

Siapa Mahdi Hashemi?
Mahdi Hashemi Rafsanjani Bahramani menyelesaikan pendidikannya di jurusan Komunikasi di Universitas Tehran. S2-nya dilanjutkan di Universitas Sanate Sharif di bidang manajemen energi dan setelah itu pendidikan doktoralnya diselesaikan di Universitas Azad di bidang manajemen sumber-sumber energi. Ia juga banyak mengisi pos-pos penting di Departemen Perminyakan Republik Islam Iran, termasuk Ketua Lembaga Optimalisasi Konsumsi Bahan Bakar.

Ibunya adalah Effat Marashi dan ayahnya Akbar Hashemi Rafsanjani, Ketua Dewan Penentu Kebijakan Negara. Faezeh dan Fatemeh adalah dua saudara perempuannya, sementara Mohsen dan Yaser dua saudara laki-lakinya. Mahdi Hashemi menikahi sepupunya, anak bibinya dari ayah dan hingga kini memiliki dua orang anak; Foad dan Yasin.

Mahdi Hashemi dalam pemilu periode kesembilan menjadi ketua tim sukses ayahnya Akbar Hashemi Rafsanjani dan dalam pemilu presiden periode ke-10 pada 2009 menjadi pendukung Mir Hossein Mousavi. Ia bahkan membentuk tim panitia di Universitas Azad untuk mengontrol adanya kecurangan dalam pemilu!

Namun pasca pemilu dan kalahnya Mousavi, beberapa orang yang dituduh melakukan aksi subversi menyebut-nyebut namanya ikut dalam aksi tersebut.

Mahdi Hashemi Lari ke Inggris?
Semuanya berubah ketika masyarakat mulai menuntut agar para pelaku kerusuhan pasca pemilu segera dihakimi. Nama Mahdi Hashemi mulai diucapkan masyarakat yang berujung pada kepergiannya ke Inggris.

Meski demikian, seorang dari kerabat dekat Hashemi Rafsanjani pada 31 Agustus 2009 kepada wartawan mengakui kepergian Mahdi Hashemi ke Inggris. Namun ia juga menekankan bahwa kepergiannya tidak ada hubungannya dengan masalah isu terkait penangkapannya dengan tuduhan sebagai orang di balik layar terjadinya kerusuhan.

Mayoritas masyarakat Iran dan para analis menilai kepergian Mahdi Hashemi ke London punya hubungan dengan kerusuhan pasca pemilu presiden. Oleh karenanya, tekanan dari masyarakat agar Mahdi Hashemi segera dimejahijaukan semakin bertambah.

Pengakuan Para Tertuduh Pelaku Kerusuhan
Isu larinya Mahdi Hashemi ke Inggris dan hubungannya dengan kerusuhan pasca pemilu semakin menguat. Dalam sidang keempat dokumen para pelaku kerusuhan pasca pemilu, Masoud Bastani, wartawan surat kabar 2 Khordad (milik kubu Reformasi) menyinggung kertelibatan Mahdi Hashemi dalam mengelola situs Jomhouriyat. Ia mengatakan, “Menyerang kinerja empat tahun pemerintah dan upaya melemahkan lembaga-lembaga negara seperti Sepah Pasdaran, Basij, Dewan Garda Konstitusi dan lain-lain, menciptakan isu kecurangan dan kekacauan dalam pemilu merupakan perintah Mahdi Hashemi kepada kami.”

Universitas Azad Malaikat Penyelamat Mahdi Hashemi
Menyusul pengakuan sebelumnya, Kantor Dewan Komisaris Utama Univeristas Azad turun tangan dan membela Mahdi Hashemi yang menjadi ketua kantor ini. Pernyataan yang keluar dari kantor ini menyebutkan bahwa kepergian Mahdi Hashemi ke luar negeri merupakan tugas kelembagaan.

Kantor Dewan Komisaris Utama Universitas Azad dalam pernyataan yang dikeluarkannya menjelaskan bahwa Mahdi Hashemi selaku Ketua Kantor Dewan Komisaris Utama Universitas Azad berangkat keluar negeri untuk meninjau dan melihat dari dekat kantor-kantor dan cabang Universitas Azad yang berada di luar negeri. Disebutkan juga bahwa Mahdi Hashemi keluar dari Iran beberapa hari sebelum pengadilan tanggal 26 Agustus 2009. Ketua dewan ini juga dipastikan akan kembali dari penugasannya untuk menjawab segala tuduhan bohong terhadapnya di pengadilan.

Rafsanjani: Mahdi Tidak Ada Masalah dengan Segala Tuduhan
Masih terkait dengan keluarnya Mahdi Hashemi dari Iran, ayahnya Akbar Hashemi Rafsanjani saat bertemu dengan para mahasiswa Mashad pada 6 Desember 2009 ditanya oleh para mahasiswa perihal kepergian Mahdi Hashemi.

Sebagaimana yang disebutkan oleh Kantor Ketua Dewan Penentu Kebijakan Negara terkait pertemuan ini, Rafsanjani saat menjawab pertanyaan ini mengatakan, “Mahdi tidak punya masalah dengan segala tuduhan yang dialamatkan kepadanya.”

Namun Rafsanjani tidak hanya menjawab masalah ini saja, tapi menyinggung juga soal peran Mahdi Hashemi di Komite Perlindungan Suara. Dikatakannya, “Saya percaya bahwa Mahdi Hashemi tidak ikut campur sama sekali dalam pemilu ini, kecuali dalam masalah Komite Perlindungan Suara. Mahdi tidak punya uang dan tidak memberikan uang kepada siapapun.” “Bagaimana mungkin ia memberi uang kepada orang-orang agar ikut dalam kerusuhan, padahal ia sendiri sangat membenci perbuatan ini,” tambah Rafsanjani.

Sekaitan dengan sebab kepergian anaknya ke London, Rafsanjani mengatakan, “Universitas Azad memiliki enam unit cabang di luar negeri yang bermasalah. Untuk itu harus ada yang pergi meninjau ke sana dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Kami memulainya dari London kemudian ke Lebanon. Cabang di Dubai juga bermasalah. Semua ini harus diselesaikan dan Mahdi ke sana untuk tugas ini. Ada yang memberikan tanah di Zanzibar, namun sampai saat ini kami belum memulai pembangunannya. Kami juga punya cabang di Tajikistan dan Armenistan. Semua ini harus ditinjau dan diselesaikan. Mahdi Hashemi ingin kembali ke Iran, tapi saya katakan bahwa selesaikan dulu pekerjaanmu, setelah itu kembalilah. Sementara di sisi lain banyak yang menuduhnya dan ia selalu menjawab segala tuduhan itu.”

Wakil Rektor: Saya Tidak Tahu Ihwal Penugasann Mahdi Hashemi
Masalah kepergian Mahdi Hashemi menjadi semakin menarik pasca pernyataan Kantor Dewan Komisaris Utama Universitas Azad yang dipimpin oleh Mahdi Hashemi sendiri dan begitu juga pernyataan yang disampaikan Akbar Hashemi Rafsanjani. Karena Karim Zare, Wakil Rektor Universitas Azad dalam wawancaranya dengan kantor berita Fars pada 17 Januari 2010 soal penugasan Mahdi Hashemi ke luar negeri oleh Universitas Azad menyatakan ketidaktahuannya terkait masalah ini. Karim Zare mengatakan, “Saya telah katakan agar mereka membeberkan kepada saya soal penugasan Mahdi Hashemi, tapi sampai saat ini mereka tidak mengatakannya kepada saya.”

Mahdi Hashemi: Saya ke Luar Negeri untuk Selesaikan S3 dan Tugas
Pada akhirnya setelah enam bulan di luar negeri, Mahdi Hashemi secara transparan menjelaskan soal keberadaannya di London. Semua ini terpaksa dilakukannya menyusul protes para mahasiswa yang semakin meluas terkait kehadirannya yang cukup lama di London.

Mahdi Hashemi pada 17 Februari menjawab sebuah laporan kantor berita Fars yang berjudul “Mahdi Hashemi dan 5 bulan di London” yang menyebut Wakil Rektor Universitas Azad tidak mengetahui apa sebenarnya penugasan Mahdi Hashemi di London. Mahdi Hashemi menulis, “Kantor berita Fars dengan alasan kepergian saya ke luar negeri untuk menuntut ilmu sering mengulangi pengakuan para tertuduh dalam peristiwa kerusuhan pasca pemilu di pengadilan. Tidak adanya protes atau pengaduan dari pribadi dan lembaga pengadilan terhadap situs ini yang mengulangi pengakuan para tertuduh yang merugikan saya membuat situs ini berhail menciptakan pagar besi untuk mengamankan dirinya. Padahal Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran secara resmi dalam khotbah Jumatnya mengatakan pengakuan seperti itu tidak bisa dijadikan bukti.

Sebagaimana telah saya nyatakan berulang-ulang dan kembali saya ulangi lagi, saya pergi ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikan S3 dan meninjau kantor dan cabang Universitas Azad di luar negeri. Selama lima bulan di luar negeri, sekitar sebulan saya lalui di London dan selebihnya di sejumlah negara lain dalam rangka tugas dari Universitas Azad. Saya hidup sama dengan warga biasa lainnya dan melanjutkan pendidikan, tanpa ada kasus-kasus kontroversi yang dibuat oleh kantor berita Fars dan situs-situs berita lainnya yang seide.”

Karim Zare: Saya Tetap Tidak Tahu!
Karim Zare, Wakil Rektor Universitas Azad urusan Parlemen pada bulan April saat ditanya apakah penugasan Mahdi Hashemi telah selesai atau belum menjawab, “Saya tidak punya informasi baru tentang masalah ini. Tapi bila saya mendapatkan informasi, dengan segera akan saya beberkan.”

Ketika ditanya apakah ia masih belum mendapatkan informasi soal penugasan ini, Zare mengatakan, “Hingga saat ini saya belum mendapatkan informasi baru.”

Namun saat ditanya apakah itu berarti penugasan Mahdi Hashemi masih berlangsung, Zare mengingatkan, “Saya tidak mengatakan bahwa penugasan ini belum selesai, tapi seperti yang telah saya sampaikan, saya tidak punya informasi detil terkait masalah ini.”

Pada akhirnya Zare saat ditanya apakah ada laporan dari pihak Mahdi Hashemi kepada Universitas Azad, ia menjawab, “Tidak ada. Ini adalah informasi yang paling bisa saya sampaikan.”

Jasbi juga Ikut-Ikutan Bungkam
Meskipun Dewan Komisaris Utama Universitas Azad telah mengumumkan sebelumnya soal penugasan Mahdi Hashemi, namun para penanggung jawab Universitas Azad tetap tidak menginformasikan soal tugas apa yang diemban Mahdi Hashemi, lama waktu dan lain-lain.

Abdollah Jafar-ali Jasbi, Rektor Universitas Azad pada bulan April saat menghadiri acara pembukaan perlombaan internasional Robocop ditanya soal kapan selesainya penugasan Mahdi Hashemi, ia mengatakan, “Saya tidak akan menjawab pertanyaan ini.”

Sekalipun para wartawan mendesaknya agar menjelaskan detil penugasan Mahdi Hashemi, Jasbi tetap enggan menjawab.”

Hukum Penahanan Mahdi Hashemi!
Bulan April hampir selesai dan tiba-tiba Iran dikejutkan dengan dikeluarkannya hukum penahanan Mahdi Hashemi yang membuat masyarakat semakin yakin akan kebenaran tuduhan yang diarahkan kepadanya.

Hukum penahanan Mahdi Hashemi diumumkan dalam pertemuan bersama Ayatullah Sadegh Larijani, Ketua Mahkamah Agung dan sejumlah anggota parlemen, termasuk anggota komisi hukum dan peradilan parlemen.

Berdasarkan laporan ini, dalam pertemuan itu telah dijelaskan bahwa Mahdi Hashemi akan ditangkap saat tiba di Iran. Dalam pertemuan itu juga telah dibahas soal ketidakpulangan Mahdi Hashemi ke Iran dan bagaimana hukum menangkapnya.”

Mahdi Hashemi Disambangi Keluarga
Pasca diumumkannya hukum penangkapan Mahdi Hashemi, sumber-sumber berita Iran menyebut Fereshteh Hashemi, isteri Mahdi Hashemi bersama dua anaknya pergi ke London pada bulan Mei. Isteri Mahdi Hashemi sebelum menemui suaminya menyatakan kepada keluarga terdekatnya bahwa ia tidak akan kembali ke Iran.

Terungkap; Kontrak Minyak dan Gas di Kantor Universitas Azad
Saat berita kepulangan Mahdi Hashemi masih belum jelas, tiba-tiba semua dikejutkan dengan informasi dari Pengadilan Umum dan Revolusi Iran terkait tuduhan terhadap Mahdi Hashemi serta hal-hal yang menyangkut Universitas Azad.

Pengadilan Umum dan Revolusi Tehran dalam informasi yang dikeluarkan bulan Juni menyebut ditemukannya sejumlah dokumen di tingkat enam bangunan tempat Dewan Komisaris Utama Universitas Azad. Dokumen ini terkait kontrak minyak dan gas, dokumen keuangan yang tidak ada hubungannya dengan Universitas Azad dan dokumen rahasia pemerintah serta sejumlah laporan terkait seorang dari para tertuduh peristiwa kerusuhan pasca pemilu.

Temuan ini semakin memperkuat kebenaran tuduhan terhadap Mahdi Hashemi dan dengan sendirinya, kemungkinan kembalinya ke Iran akan semakin sulit. Namun bukti-bukti yang ada dan hukum penahanannya sudah cukup untuk memaksa para pejabat keamanan dan kepolisian menahannya lewat interpol agar mengembalikannya ke Iran dan diadili di pengadilan. Tapi tidak semudah itu, mengingat pemerintah Inggris pasti tidak akan bekerjasama dengan interpol untuk mendeportasi Mahdi Hashemi ke Iran.(IRIB/SL/MZ)

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: