Lintas Sejarah 28 Juli

Peru Meraih Kemerdekaan
Tanggal 28 Juli tahun 1821, Peru memerdekakan diri dari penjajahan Spanyol. Peru adalah tempat kediaman asli Suku Indian bernama Inka. Suku ini menguasai kawasan barat laut Amerika latin sejak abad 12 hingga abad 16. Awal abad ke-16, masuklah tentara Spanyol ke kawasan itu dan melakukan pembunuhan massal atas warga kulit merah yang mendiami kawasan Peru itu. Kawasan Peru kemudian dimasukkan ke dalam koloni Spanyol. Cara-cara penjajah Spanyol dalam mengekspolitasi kekayaan Peru membuat rakyat setempat tidak penah berhenti melakukan perlawanan. Akhirnya, saat berlangsung kebangkitan rakyat Amerika latin melawan kaum penjajah di bawah pimpinan Jose San Martin dan Simon Bolivar, rakyat Peru juga ikut bangkit dan negara itu meraih kemerdekaannya.
Peru terletak di kawasan barat daya Amerika latin. Negara ini memiliki luas wilayah 1.285.216 kilometer persegi. Peru berbatasan dengan Lautan Teduh, Ekuador, Kolombia, Chili, Brazil, dan Bolivia.

Perjanjian Berlin Ditandatangani
Tanggal 28 Juli tahun 1878, “Perjanjian Berlin” ditandatangani oleh lima negara besar Eropa saat itu, yaitu Rusia, Inggris, Perancis, Austria, dan Jerman. Perjanjian itu adalah kesepakatan yang diambil oleh negara-negara tersebut yang sebelumnya telah melakukan perundingan alot beberapa hari di Berlin. Kongres Berlin sendiri diselenggarakan atas permintaan orang kuat jerman bernama Kanselir Bismark. Perjanjian Berlin dicatat oleh para sejarawan sebagai awal mula kebangkitan kekuatan Jerman di kancah Eropa, bahkan dunia. Bagi sebagian ahli sejarah, Perjanjian Berlin diyakini sebagai cikal bakal meletusnya Perang Dunia Pertama.

Pernyataan Perang Austria terhadap Serbia
Tanggal 28 Juli tahun 1914, menjelang berkobarnya Perang Dunia Pertama, Austria menyatakan perang kepada Serbia. Austria menyatakan bahwa pernyataan perang ini sebagai akibat dari terbunuhnya putra mahkota kerajaan ini. Akan tetapi, berbagai peristiwa yang terjadi sesudah itu menunjukkan bahwa pernyataan perang itu dimotivasi oleh keberangan Austria karena rakyat Serbia tidak menerima aksi intervensi Austria dalam urusan internal Serbia. Ketika Perang Dunia Pertama meletus, Austria dan Serbia salingberhadapan. Jerman, Austria, dan Imperium Ottoman membentuk kekuatan bersama, sedangkan di pihak lain, Perancis, Inggris, Serbia, dan Rusia beraliansi melawan kekuatan Jerman dan sekutunya.

Ibnu Syahr Asyub Wafat
Tanggal 16 Sya’ban 588 Hijriah, Ibnu Syahr Asyub, seorang ahli fiqih, tafsir, dan ahli hadis muslim, meninggal dunia. Dia sejak kanak-kanak telah memulai pendidikannya dan pada usia delapan tahun, dia sudah menghafal Al-Quranul Karim. Dia menimba ilmu pada ulama-ulama besar saat itu, seperti Zamakhsyari, Muhammad Ghazali, dan Khatib Kharazmi. Selain menguasai bidang agama, Ibnu Syahr Asyub juga dikenal sebagai penyair. Dia banyak menciptakan syair-syair yang memuji keutamaan Ahlul Bait rasulullah SAWW. Syair-syair tersebut dibukukan dalam kitab “Manaqib Ali Abi Thalib”. Ibnu Syahr Asyub juga menulis buku-buku agama, di antaranya berjudul “Mutasyabihul Quran wa Mukhtalifuhu” dan “Ma’alimul Ulama”.

Ibnu Dahan Meninggal Dunia
Tanggal 16 Sya’ban 612 Hijriah, Ibnu Dahan, seorang sastrawan dan penyair buta Arab, meninggal dunia di Bagdad. Selain bidang sastra, Ibnu Dahan juga menguasai ilmu-ilmu yang berkembang di zamannya, seperti fiqih, tafsir, kedokteran, dan perbintangan. Selain itu, Ibnu Dahan menguasai banyak bahasa selain Arab, seperti Persia, Turki, Romawi, India, dan Armenia.

Amir Ahmad Mina’iy Lahir
Tanggal 16 Sya’ban 1244 Hijriah, Amir Ahmad Mina’iy, penyair dan penulis India, terlahir ke dunia. Dia mulai mulai menulis syair sejak usia 15 tahun. Syair-syairnya dikenal memiliki gaya yang menyentuh hati, kuat, dan lancar. Selain itu, Amir Ahmad Mina’iy juga menulis karya-karya prosa. Dia banyak menulis qasidah yang memuji-muji keutamaan Rasululah dan Ahlul Baitnya. Karya-karya Amir Ahmad Mina’iy terdiri dari 22 jilid buku, di antaranya berjudul “Matsnawi Nur Tajalli” yang isinya mengenai kelahiran Rasulullah SAWW dan “Syam Abad” yang isinya mengenai wafatnya Rasul.

Categories: SEJARAH | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: