Peringatan Ayatollah Sistani: Awas Intervensi Asing!!!

Berlanjutnya perselisihan antarpartai dan aliansi Irak terkait pembentukan pemerintah baru negara ini malah memperumit suasana politik negara ini. Sejumlah analis politik menyebut kondisi yang terjadi saat ini di negara ini sebagai krisis politik.

Terkait hal ini, Ayatollah Sistani, marji terkemuka Syiah di Irak mengkhawatirkan akan krisis Iran yang berlarut-larut dan memohon partai-partai negara ini supaya segera membentuk pemerintah baru. Lebih dari itu, beliau juga memohon partai-partai politik negara ini lebih mengutamakan kepentingan nasional dibanding kepentingan internal partai.

Sebelumnya, Koalisi Nasional Irak menolak penundaan aktivitas parlemen hingga dua pekan mendatang dan menuntut supaya digelar sidang darurat parlemen guna menyelesaikan berbagai masalah politik. Koalisi Nasional Irak yang dipimpin Sayid Ammar Al-Hakim, hari Selasa (13/7) mengeluarkan pernyataan resmi yang isinya menegaskan bahwa penundaan aktivitas parlemen itu bertentangan dengan undang-undang dasar.

Dalam statemen itu disebutkan bahwa partai-partai politik harus menjunjung tinggi undang-undang dasar dan mendahulukan kepentingan nasional dari pada kepentingan partai. Jika tidak ada penundaan, aktivitas parlemen semestinya dimulai Rabu (14/7).

Empat bulan telah berlalu dari pemilihan Parlemen Iran, namun perselisihan terkait pos-pos penting masih menjadi pembahasan panjang di negara ini. Perselisihan semakin berkembang terkait sosok yang layak menempati jabatan perdana menteri. Aliansi Negara Hukum menghendaki Nouri Maliki tetap menjadi perdana menteri untuk pemerintah mendatang, sementara List Al-Iraqiya merasa mempunyai hak untuk menentukan perdana menteri mendatang berdasarkan suara terbanyak yang diraihnya, yakni 91 kursi dari jumlah keseluruhan 325 kursi.

Pada sisi lain, Aliansi Nasional Irak yang dipimpin Sayid Ammar al-Hakim mengusulkan Adel Abdul Mahdi untuk menjabat perdana menteri mendatang sebagai solusi tengah untuk menyelesaikan perselisihan antara kubu Aliansi Negara Hukum dan List Al-Iraqiah.
Menurut rencana, sidang parlemen akan digelar sepuluh hari lagi. Padahal menurut rencana sebelumnya, sidang kedua semestinya digelar pada tanggal 13 Juli, empat hari lalu. Akan tetapi karena perselisihan yang ada, para politisi mengundurkan sidang itu hingga dua pekan dari hari yang sudah ditentukan.

Tak diragukan lagi, kevakuman politik semacam ini malah memperunyam kondisi politik di Negeri Kisah 1001 Malam ini, bahkan bisa dinilai sebagai pukulan berat bagi proses politik di negara ini. Dengan kondisi seperti ini, pihak-pihak asing menemukan peluang intervensi terhadap negara kaya minyak ini. Kondisi seperti ini sangat ditunggu-tunggu pihak-pihak asing.

Melihat fenomena yang ada, Ayatollah Sistani yang selalu menjadi penengah kemelut poltik di Irak, kembali memperingatkan semua pihak supaya mendahulukan kepentingan nasional dan membuang jauh kepentingan internal partai. Dengan mendahulukan kepentingan nasional, pihak-pihak asing tidak berpeluang mengintervensi Irak. (IRIB/AR/SL)

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: