Lintas Sejarah 19 Juli

Herman Staudinger Lahir

Tanggal 19 Juli tahun 1881, Herman Staudinger, seorang kimiawan terkenal Jerman, terlahir ke dunia di kota Worms. Ayahnya adalah seorang dokter dan Herman memiliki kesempatan untuk menuntut ilmu sampai ke tingkat universitas.

Herman Staudinger lulus dari Universitas Halle pada tahun 1903 dan diangkat sebagai dosen pada Universitas Strasbourg pada tahun 1907.
Selanjutnya, Herman mengajar ilmu kimia di beberapa universitas lainnya dan akhirnya diangkat sebagai Kepala Institut Ppenelitian Nasional di Bidang Kimia Makromolekular.

Pada tahun 1953, Herman Staudinger dianugerahi Hadiah Nobel di bidang kimia atas penemuan-penemuannya di bidang kimia makromolekular. Staudinger menerbitkan buku dan makalah ilmiah dalam jumlah yang sangat banyak. Khusus di bidang makromolekular, Staudinger menulis lebih dari 500 makalah ilmiah, di samping beberapa buku. Staudinger meninggal dunia tahun 1965 pada usia 84 tahun.

Gerakan Sandinista Menang

Tanggal 19 Juli 1979, perlawanan rakyat Nikaragua yang dipimpin oleh gerakan Sandinista, berhasil mencapai kemenangan dengan tergulingnya pemerintahan Anastasio Somoza Debayle.

Sebelumnya, Presiden Nikaragua adalah Jenderal Anastasio Somoza yang tewas tertembak tahun 1956. Ia digantikan oleh anaknya, Luis Somoza. Pada tahun 1967, Luis Somoza digantikan oleh adiknya, Anastasio Somoza Debayle yang mendapat dukungan dari AS.

Ketidakpuasan yang timbul di tengah-tengah rakyat memicu gerakan perlawanan dan kelompok gerilyawan Sandinista yang berhaluan kiri merupakan kelompok yang berjuang di garis depan dalam usaha penggulingan kekuasaan Somoza.
Dalam gerakan perlawanan rakyat ini, 40.000 orang tewas dan lebih dari 200.000 lainnya kehilangan tempat tinggal.

Setelah kemenangan Sandinista, AS mengorganisasi gerakan anti-Sandinista atau gerakan Contra, yang dananya diambil dari penjualan senjata AS kepada Iran, sehingga memunculkan skandal besar dalam dunia politik AS yang disebut sebagai “Skandal Iran-Contra”.

Jalaluddin Humai Meninggal

Tanggal 19 Juli 1980, Jalaluddin Huma’i, cendikiawan dan sastrawan Iran terkenal, meninggal dunia. Huma’i dilahirkan pada tahun1899 di kota Isfahan, Iran. Sejak usia lima tahun, Huma’i mulai menuntut ilmu-ilmu agama dari ayahnya sendiri, sampai akhirnya mencapai derajat mujtahid. Selain itu, Huma’i menguasai ilmu sastra, filsafat, dan astronomi.

Selanjutnya, Jalaluddin Huma’i mengabdikan hidupnya untuk mengajar dan menulis buku. Karya-karya penulisan yang ditinggalkan Jalaluddin Huma’i antara lain berjudul “Sejarah Kesusastraan Iran”.

Categories: SEJARAH | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: