Miris, Tidak Disekolahkan, Bunuh Diri

Di tengah silang sengkarut sengketa para elit politik dan hingar-bingar media massa yang menjual kemewahan dan gaya hidup hedonis kaum selebritis, terlalu banyak kasus kemiskinan yang mengiris hati dan menyesakan dada.

Belum lama ini, kita dikejutkan dengan berita tewasnya seorang anak yang nekad bunuh diri, karena keinginannya untuk bersekolah tidak dipenuhi orang tuanya yang miskin itu.

Metrotv baru-baru ini melaporkan nasib tragis yang menimpa Muhammad Basir. Anak berusia 11 tahun itu nekad mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri di sebuah gerobak rokok kosong yang ada di kawasan pasar.

Putra pasangan Gilik dan Ade itu menghabisi hidupnya diduga karena keinginannya untuk melanjutkan sekolah tidak dapat dipenuhi oleh kedua orang tuanya.

Menurut warga, sebelum Basir tewas, ia kerap meminta kepada kedua orangtuanya agar mendaftarkan dirinya ke salah satu sekolah dasar. Namun karena terbentur biaya, kedua orangtua Basir hanya bisa pasrah dan membiarkan putranya tak bersekolah.

Tewasnya Basir menampar kita semua. Sangat tragis.Tapi apakah tragedi macam ini dapat membuat yang berkuasa bertindak untuk memperbaiki keadaan?

Padahal dalam UUD RI 1945 dan Perubahannya tertulis pada Bab XIII, Pasal 31,
ayat (2): “Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah
wajib membiayainya.”

Sejatinya harus ada upaya sistemik untuk mengatasi masalah ini. Kita harus bertindak untuk menghindari terulangnya tragedi serupa. Selamatkan anak bangsa! (IRIB/PH)

Categories: Dalam Negeri | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: