Lintas Sejarah 16 Juli

Uji Coba Bom Atom Pertama

Tanggal 16 Juli 1945, dilakukanlah ujicoba terhadap bom atom pertama yang diproduksi oleh AS dengan peledakan bom tersebut di kawasan New Mexico. Rencana untuk membuat bom uranium oleh negara-negara Sekutu dimulai sejak tahun 1939 ketika Albert Einstein menulis surat kepada Presiden AS saat itu, Franklin Roosevelt, menyampaikan teori bahwa reaksi rantai nuklir yang tidak terkontrol memiliki potensi besar untuk dijadikan senjata pembunuh massal. Akhirnya tahun 1940 pemerintah AS menyetujui dana sebesar 6000 dolar untuk membiayai pembuatan bom atom itu. Proyek yang disebut sebagai Proyek Manhattan itu akhirnya mencapai hasil lima tahun kemudian dengan dana yang membengkak hingga 2 juta dollar. Pertanyaan selanjutnya adalah kepada siapa bom itu akan dijatuhkan? Target semula adalah Jerman, namun karena Jerman telah menyerah dalam Perang Dunia II, akhirnya pada bulan Agustus 1945, Jepang menjadi korban dari serangan bom atom generasi pertama tersebut.

Penyakit Parkinson Dikenali

Tanggal 16 Juli tahun 1890, gejala-gejala penyakit Parkinson dikenali oleh seorang dokter bernama James Parkinson. Penyakit ini ditandai dengan munculnya gejala-gejala tremor atau bergetarnya tangan atau kaki pada saat diam, gerakan yang lebih lamban dari kondisi normal, tubuh kaku, dan hilangnya kestabilan postur. Parkinson disebabkan oleh rusaknya sel-sel otak, tepatnya di substansi nigra, yaitu suatu kelompok sel yang mengatur gerakan-gerakan yang tidak dikehendaki. Akibatnya, penderita tidak bisa menahan gerakan-gerakan yang tidak disadarinya. Hingga kini, mekanisme penyakit ini masih belum diketahui secara sempurna. Hal-hal yang diduga bisa menyebabkan Parkinson adalah genetika atau keturunan, kontaminasi pestisida dan sampah, trauma yang terus-menerus seperti pada petinju, serta kekurangan oksigen pada otak akibat penyakit seperti stroke, tumor otak, atau TBC.

Saddam Menggulingkan Presiden Bakr

Tanggal 16 Juli 1979, Saddam menggulingkan Presiden Irak saat itu, Hassan Al- Bakr dan mengangkat dirinya sebagai presiden baru Irak sekaligus sebagai Sekjen Partai Ba’ath. Aktivitas politik Saddam dimulai sejak masa remaja dengan bergabung ke dalam Partai Sosialis Ba’ath. Ia kemudian dipenjarakan karena terlibat dalam usaha pembunuhan atas PM Abdul-Karim Qassim. Pada tahun 1960, Saddam melarikan diri ke Syria, kemudian ke Mesir dan di sana ia menyelesaikan pendidikan SMA-nya. Pada tahun itu pula, pengadilan Irak menjatuhinya hukuman mati in absentia. Sambil mneruskan pendidikan di fakultas hukum, Saddam meneruskan aktivitas militernya. Pada tahun 1968, Saddam telah menjadai salah satu pimpinan di Partai Ba’ath dan terlibat dalam penggulingan Presiden Abdul Rahman Arif. Jabatan Presiden Irak kemudian dipegang Hassan Al-Bakr dan Saddam ditunjuk sebagai wakil presiden. Akhirnya, pada tahun 1979, Saddam menggulingkan Hasan Al-Bakr dan ia menjalankan kekuasaan tangan besinya di Irak hingga tahun 2003, ketika ia digulingkan oleh AS.

Ayatullah Shustari Jazairy Meninggal

Tanggal 16 Juli 1994, Ayatullah Shustari Jazairy, seorang ulama, ahli astronomi, dan penyair Iran, meninggal dunia. Ayatullah Shustari Jazairy belajar ilmu Al-Quran, matematika, dan astronomi dari ayah beliau. Beliau kemudian menuntut ilmu dari ulama-ulama besar lainnya di hauzah ilmiah Qom, Iran, di antaranya Ayatullah Hairi Yazdi, sampai akhirnya mencapai derajat mujtahid. Selain mengabdikan hidupnya untuk menimba ilmu, melakukan penelitian, dan mengajar, Ayatullah Shustari Jazairy juga aktif dalam perjuangan menentang rezim Syah Pahlevi yang despotik.

Abul Fadhl al-Abbas Lahir

Tanggal 4 Sya’ban tahun 27 Hijriah, Abbas bin Ali yang lebih dikenal dengan nama Abul Fadhl, lahir ke dunia. Ia adalah putera Imam Ali a.s. dari istri beliau, Ummul Banin. Abul Fadhl dibesarkan bersama saudara-saudaranya, yaitu Imam Hasan a.s. dan Imam Husein a.s. dalam didikan spiritual Imam Ali a.s.
Ketika Imam Hasan memegang tampuk imamah atau kepemimpinan atas ummat Islam, Abul Fadhl termasuk pendamping Imam yang sangat setia. Kesetiaan kepada jalan suci Ahlul Bait dia tunjukkan pada peristiwa heroik pembantaian keluarga Rasulullah di Padang Karbala, yang berakhir dengan gugurnya Imam Husein a.s.

Dalam peristiwa itu, Abul Fadl Al-Abbas termasuk di antara para syuhada Karbala dengan kondisi kaki dan tangan terpotong-potong
Hari kelahiran beliau oleh bangsa Iran dijadikan sebagai Hari Cacat Perang Nasional, dan rakyat Iran serta seluruh pengikut Ahlul Bait sedunia selalu mengenang pengorbanan Al-Abbas untuk kemudian dijadikan teladan dalam pengorbanan demi kepentingan Islam dan kaum muslimin.

Categories: SEJARAH | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: