Kazakhstan, Transit Baru AS di Asia Tengah

Kazakhstan tengah melakukan kerjasama dengan Amerika Serikat (AS) di bidang transit peralatan logistik Washington ke Kabul. Menurut keterangan para pejabat Kazakhstan, kerjasama ini hanya meliputi pemindahan peralatan logistik melalui jalur darat. Diberitakan, Astana menyetujui kerjasama dengan Washington soal pemindahan peralatan logistik militer AS ke Afghanistan termasuk kendaraan lapis baja tanpa disertai senjata menggunakan jalur kereta api negara ini.

Dokumen final kesepakan ini ditandatangani Presiden Kazakhstan, Nursultan Nazarbayev pekan ini. Kesepakatan ini dicapai AS saat pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Afghanistan mengalami kesulitan suplai peralatan logistiknya yang sebelumnya dikirim melalui Pakistan.

Jum’at (16/7) media Pakistan menyebutkan aksi milisi bersenjata membakar empat kontiner yang berisi peralatan logistik pasukan NATO di wilayah Quetta di negara bagian Balochistan. Ini merupakan aksi ketiga terhadap kontiner NATO dalam tiga hari terakhir. Sebelumnya pada hari Rabu dan Kamis milisi bersenjata juga menyerang kontiner NATO di sejumlah wilayah Pakistan. Sebuah kontiner berisi bahan bakar dan peralatan logistik NATO juga diserang milisi bersenjata di wilayah perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan.

Hal inilah yang mendorong AS dan NATO untuk menggalang kerjasama dengan negara Asia Tengah dalam proses pengiriman peralatan logistik baik militer maupun sipil bagi tentara mereka di Afghanistan. Lobi Barat untuk bekerjasama dengan negara-negara Asia Tengah kian kuat setelah keputusan presiden terguling Kyrgyzstan Kurmanbek Bakiyev yang memutuskan penutupan pangkalan militer AS di Manas.

Dengan demikian Kazakhstan menjadi pelopor negara kawasan Asia Tengah yang menandatangani kerjasama dengan AS di bidang penyaluran peralatan logistik militer NATO di Afghanistan. Selanjutnya disusul oleh Uzbekistan dan Tajikistan yang menandatangani kerjasama serupa. Kazakhstan mendapat poin lebih dengan kerjasama ini dan tanpa kesulitan berhasil menduduki kursi ketua Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE).

Meski saat ini tidak disinggung transit peralatan militer dari Kazakhstan ke Afghanistan, namun tujuan dari transit peralatan khusus adalah peralatan perang dan bukan sipil. Kesiapan Astana untuk menjadi transit peralatan logistik NATO di Afghanistan bisa membuat para petinggi Kazakhstan kian optimis atas kerjasama mereka dengan Barat. Namun di satu sisi terdapat kemungkinan jika Kazakhstan yang saat ini menjadi ketua OSCE terpaksa membayar mahal kerjasama dengan AS ini.

Apalagi aktivitas kelompok radikal di Asia Tengah dan keterkaitan mereka dengan milisi Taliban dan al-Qaeda di Afghanistan sangat transparan dan tidak ada pihak yang meragukannya. Maka kerjasama Astana dan Washington ini dapat memicu eskalasi pergerakan kelompok radikal di Kazakhstan. (IRIB/MF/SL)

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: