Tensi Hizbullah-Israel Memanas, Perang atau Tidak?

Beirut, IRIB News–Konflik antara Lebanon dan Israel masih jauh dari akhir. Koran al-Akhbar terbitan Beirut edisi kemarin (12/7) melaporkan empat tahun berlalu sejak bom pertama meledak pada perang antara Gerakan Perlawanan Islam Lebanon (Hizbullah) dan rezim Zionis Israel pada 2006 lalu.

“Empat tahun setelah perang berakhir… kedua pihak tampak tengah bersiap-siap beraksi. Persiapan tersebut dilakukan baik dalam kapasitas maupun semangat,” tulis koran itu.

Perang selama satu bulan itu terjadi setelah Hizbullah menawan dua tentara Israel yang bertugas di perbatasan pada 12 Juli 2006. Namun Hizbullah menyatakan bahwa sebelum penawanan dua serdadu Israel itu, rezim Zionis sudah merencanakan serangan masif terhadap Lebanon. Terbukti dari tingkat dan kapasitas serangan Israel hanya beberapa saat setelah penculikan tersebut dikonfimasikan.

Perang tersebut menghancurkan sebagian besar infrastruktur dan menelan nyawa 1.200 warga Lebanon yang sebagian besarnya adalah warga sipil. Alhasil, pertikaian tidak seimbang tersebut dihentikan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701, menyusul Israel telah terdesak.

Namun tensi antara kedua pihak kembali memanas setelah Israel menuding Suriah menyelundupkan rudal skud untuk Hizbullah. Damaskus segera menolak klaim tersebut.

Saat ini isu yang paling hangat dibicarakan adalah kekhawatiran terbaru Israel atas kemampuan Hizbullah. Berbagai asumsi dan pendapat bermunculan di Tel Aviv. Jerusalem Post hari ini (13/7) menulis, Israel mengetahui kemampuan Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) dalam menggali tunel bawah tanah. Namun saat ini Tel Aviv mengkhawatirkan Hizbullah juga menggali tunel-tunel menembus perbatasan hingga memasuki permukiman Zionis.

Mengingat Hizbullah memiliki pengalaman dalam menculik dua tentara Israel, kini para pejabat Tel Aviv khawatir kelompok muqawama Lebanon itu akan melancarkan aksi serupa dalam waktu dekat.

Yang mengganggu ketenangan para pejabat rezim Zionis saat ini adalah kemungkinan penyusupan para pejuang Hizbullah hingga permukiman di Shalomi, utara Israel. Di permukiman tersebut, para pejuang Hizbullah dapat dengan mudah membaur atau bersembunyi hingga serangan mereka dilancarkan.

“Atau siapa tahu Hizbullah telah menggali tunel hingga di bawah pangkalan militer Israel dan meletakkan bom di bawah pangkalan tersebut,” tambah Jerusalem Post.

Operasi seperti itu telah dibuktikan oleh Hamas pada tahun 2004 dengan meledakkan bom di bawah pos militer Israel di selatan Gaza. Empat tentara Israel tewas dalam operasi tersebut.

Benar jika friksi antara Lebanon khusus Hizbullah dan Israel belum berakhir. Apalagi, Sekjen Hizbullah Sayid Hasan Nasrullah sebelumnya pernah berjanji bahwa muqawama Lebanon akan membalas teror Israel terhadap Imad Mughniyah. Panglima Hizbullah itu diteror Israel di Damaskus, Suriah. (IRIB/MZ/SL)

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: