Geliat Hotel Syariat di Jakarta

Dulu, Jika menyebut Hotel Sofyan, pikiran akan mengawang-awang ke tahun 1980-an. Saat itu ada sebuah klub malam Santai Music Club di hotel yang berada di Jl Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan itu. Tamu-tamu akan dimanjakan dengan perempuan-perempuan cantik yang siap menemani tamu sampai ke dalam kamar hotel.

Selain memiliki klub malam dan karaoke, hotel yang terletak di depan Universitas Sahid itu, juga memiliki diskotek dan panti pijat. Karena memiliki akomodasi hiburan yang lumayan lengkap, banyak para penikmat hiburan malam yang berkunjung ke kawasan hotel tersebut. Apalagi tarif menginap di hotel tersebut relatif murah, yakni Rp 180 ribuan per malam. Karena tarifnya yang murah, banyak tamu yang memanfaatkan hotel tersebut hanya untuk tempat berkencan saja.

Kondisi tersebut diakui Riyanto Sofyan, pemilik grup Hotel Sofyan. Saat ditemui detikcom, Riyanto tidak menampik kalau hotel miliknya yang ada di wilayah Tebet tersebut, dahulu kerap dijadikan sasaran bagi pria hidung belang atau para penikmat hiburan malam. Namun, kondisi Hotel Sofyan Tebet kini jauh berbeda. Semua itu dimulai dengan penutupan Santai Music Club pada 1998. Setahun kemudian, giliran diskotek Terminal dan panti pijat yang ada di hotel tersebut ditiadakan. Lenyapnya tempat-tempat hiburan tersebut terang saja berpengaruh terhadap tingkat hunian hotel saat itu. Bayangkan, dari 140 persen tingkat hunian di hotel tersebut melorot tinggal 40 persen saja. Kondisi ini bertahan hingga 2 tahun lamanya.

Perubahan drastis yang dilakukan pemilik terhadap Hotel Sofyan Tebet sengaja
dilakukan. Orang tua dari artis Marshanda tersebut, ingin merubah konsep hotel yang sarat hiburan malam menjadi hotel berkonsep syariat atau sesuai dengan norma keislaman. Dijelaskan Riyanto, dirinya mulai merubah konsep hotel setelah mendapat supervisi dari Salim Segaf Al Jufri, yang saat ini menjadi Menteri Sosial.

Selama 4 tahun mengaji ke Salim Segaf, membuat pandangan Riyanto tentang pengelolaan hotel berubah drastis. Sejak saat itu ia menyadari bahwa untuk memajukan bisnis perhotelan tidak selalu dekat dengan alkohol atau seks.

Memang diakui Riyanto, awal perubahan yang dilakukan terhadap Hotel Sofyan Tebet berpengaruh terhadap penghasilan hotel tersebut. Banyak tamu langganan yang bertanya, “Ini hotel atau masjid”. Sebab jangankan tempat hiburan, minuman beralkohol pun tidak lagi bisa dijumpai. Akhirnya para pelanggan pun angkat kaki selamanya. Tapi hal itu bukan berarti bisnis Hotel Sofyan tamat. Hotel Sofyan Cikini dan Cut Meutia, juga menerapkan sistem pengelolaan dengan konsep syariat.

Selanjutnya, untuk menormalisasi penghasilan hotel miliknya yang ada di Tebet, Riyanto kemudian merogoh kocek sebesar Rp 2 miliar pada 2001, untuk melakukan renovasi ruangan-ruangan di hotel tersebut. Selain membenahi kamar hotel, pengelola juga menyulap ruangan yang sebelumnya jadi klub malam dan diskotek sekarang menjadi ruang meeting. Dengan renovasi yang dilakukan, penghasilan dari Hotel Sofyan Tebet saat ini kembali seperti dahulu. Konsep hotel untuk hiburan malam kini berganti dengan konsep hotel untuk pertemuan bisnis.

Hotel Sofyan Grup kini makin yakin kalau hotel berbasis syariat, yang tidak dianggap menarik oleh hotel lain, justru bukan ancaman omset akan menurun. Hotel syariat ternyata punya pasar yang cukup menjanjikan. Tentu saja tanpa esek-esek, alkohol dan narkoba. Ia menjelaskan, “Justru dengan konsep syariat ini, tamu atau keluarga merasa nyaman dan aman menginap. Tidak ada alkohol atau tempat hiburan yang berbau maksiat, maka kenyamanan mereka jadi terjaga”. (Detiknews)

Categories: Dalam Negeri, Sosial - Budaya | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: