Polri Punya Identitas Pelaku

Media Indonesia hari ini melaporkan, sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) menemui Kapolri, Senin (12/7). Mereka meminta penjelasan dan penyelesaian secara cepat kasus penganiayaan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), Tama Satya Langkun. Pada saat itu, Kapolri berjanji akan menyelesaikan kasus Tama pada pekan ini.

Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Hendardi, usai menemui Kapolri, didampingi Ketua Umum Demisioner Kontras, Usman Hamid, dan Koordinator ICW, Danang Widoyoko, di Mabes Polri hari ini mengatakan, “Jadi Kapolri minta waktu sampai minggu ini untuk tuntaskan investigasi. Seperti dikatakan, mereka masih sulit identifikasi, bukti-bukti masih perlu dilengkapi. Saksi sedikit dan kondisi gelap. Diperkirakan minggu ini tuntas.”

Namun, lanjutnya, Polri mengaku telah mengantongi identitas pelaku. Namun, identitasnya belum dapat diungkapkan ke publik.

Sementra itu, Usman Hamid mengatakan kasus Tama, bukan kasus biasa. Hal tersebut, kata dia, juga diakui oleh Kapolri. Dikatakannya, “Saya sudah tegaskan kasus ini bukan kasus biasa, yang saya tangkap Kapolri tegaskan kasus ini bukan kriminal biasa”.

Adapun mengenai kondisi Tama, Kompas.com melaporkan, semua luka yang dialami oleh Tama akibat tindakan kekerasan oleh oknum tidak dikenal sudah mulai pulih dan akan segera membaik dalam waktu paling lama sepekan.

Kepala RS Asri, dokter Hadiarto Mangunnegoro, dalam jumpa pers di RS Asri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Senin (12/7) menyatakan, “Semua luka-lukanya sudah mengering. Pada dasarnya, sekarang ini sudah bisa dikatakan sembuh, tapi akan semakin membaik lagi dan sembuh total paling lama seminggu.”

Dengan kondisi yang semakin membaik, menurut Hadiarto, mulai hari ini Tama sudah bisa pulang ke rumah dan cukup melakukan rawat jalan saja.

Menurutnya, tidak ada hal yang mencemaskan dari kondisi Tama saat ini. Dia menjelaskan, tidak ada fraktur di kepala maupun leher yang mengalami kerusakan permanen ataupun cacat fisik.

Dikatakannya pula bahwa “Dari aspek psikis, dia juga merasa tidak terganggu. Kondisi emosionalnya pun stabil, tidak ada trauma.”

Sementara itu, Koordinator ICW Febri Diansyah mengatakan, Tama kemungkinan akan meninggalkan rumah sakit pada besok Selasa (13/7/2010).

Saat ini pihak ICW dan keluarga Tama masih membicarakan rencana kepulangan Tama apakah akan kembali ke kediamannya atau ke Kantor ICW.

Kasus-Kasus Serupa Juga Ditangani

Masih terkait kasus penganiayaan aktivis ICW, REPUBLIKA melaporkan, Ketua PB HMI bidang Media dan Infokom, Bambang M Fajar, atas nama organisasinya mendesak aparat penegak hukum segera menuntaskan berbagai kasus kekerasan atas aktivis anti korupsi, juga aktivis kampus di berbagai daerah.

“Selain kasus kekerasan yang dialami seorang aktivis ICW, salah satu Sekretariat Cabang HMI di Labuhan Batu juga diduga disabotase oknum tak dikenal, sehingga mengakibatkan gedungnya terbakar,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Minggu malam.

PB HMI, menurutnya menilai, jika aksi-aksi kekerasan tersebut lamban atau tak serius dituntaskan, akan menjadi preseden buruk bagi upaya pemberantasan korupsi serta berbagai penyakit masyarakat lainnya, seperti judi, manipulasi jabatan, suap, maupun mafia hukum.

Dua kasus di tempat berbeda ini, menurutnya, memang belum jelas motifnya. Tetapi yang pasti, baik aktivis ICW maupun teman-teman HMI di Cabang Labuhan Batu kini tengah melakukan investigasi serta pembongkaran sejumlah kasus korupsi”.

Kapolri Dipanggil Kejagung

TEMPO Interaktif melaporkan Anggota Komisi Hukum dari Fraksi Partai Demokrat Didi Irawadi mengatakan pihaknya segera melakukan rapat internal untuk membahas pemanggilan Kapolri terkait rekening mencurigakan beberapa perwira Polri.

Menurut Didi, rencana pemanggilan Kapolri sudah dikomunikasikan dengan beberapa anggota komisi Hukum khususnya anggota Partai Demokrat. Mereka sepakat Kapolri harus diundang untuk menjelaskan kasus yang sudah sebulan ini menjadi pembicaraan publik. Didi berpendapat bahwa Kapolri harus menjelaskan soal rekening itu.

Selain soal rekening gendut, kata Didi, pihaknya juga akan menyikapi pelemparan bom molotov terhadap Majalah Tempo dan penyerangan terhadap aktivis ICW Tama Satrya Langkun. Menurut Ketua Bidang Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum DPP Partai Demokrat ini, itu akan menjadi fokus utama.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Edward Aritonang berjanji akan mengumumkan perkembangan penyelidikan terkait rekening mencurigakan itu dalam pekan ini.

Adapun mengenai pemanggilan Kapolri tersebut, KOMPAS.com melaporkan, Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri menemui Jaksa Agung Hendarman Supandji di Kejaksaan Agung, Senin (12/7/2010). Kapolri datang bersama dengan Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Ito Sumardi.

Seusai pertemuan, Kapolri menolak berkomentar kepada wartawan. Dia bergegas meninggalkan wartawan hingga masuk mobil dinas.

Terkait pertemuan itu, Ito secara singkat mengatakan, “Koordinasi masalah yang ditangani yang di sana (Mabes Polri).”

Ketika ditanya, apakah koordinasi terkait perkara Cirus Sinaga dan Poltak Manulang, Kabareskrim menjawab, “Belum.”

Categories: Dalam Negeri | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Polri Punya Identitas Pelaku

  1. mantap…makasih banyak infonya…salam hangat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: