Bukan Hanya Tentara, Petugas PBB Pun Jadi Korban

Serangan roket di provinsi Konar, Afghanistan timur menewaskan sedikitnya seorang tentara Amerika Serikat (AS) dan melukai dua lainnya. Press TV melaporkan, kantor media pasukan NATO di timur Afghanistan menyatakan bahwa serangan itu terjadi Kamis (8/7) pagi di kota Asmar, menewaskan seorang tentara AS dan melukai dua lainnya.

Juru bicara Hezb Islami Afghanistan menyatakan bertanggung jawab atas serangan roket di Konar dan mengklaim bahwa serangan itu menewaskan sejumlah tentara asing. Sebagian besar tentara asing di Konar berasal dari AS.

Sementara itu, kepala polisi wilayah Parvan melaporkan, tiga petugas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tewas dalam insiden ledakan bom di pinggiran kota Shinwari. Sampai saat ini belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas terjadinya ledakan di Parvan yang juga melukai seorang petugas PBB itu.

Parvan sebelum ini termasuk wilayah Afghanistan yang jauh dari aksi kekerasan dan teror.

Jubir Taliban: Molla Omar Tidak Tertangkap

Jurubicara Taliban menepis berita penangkapan Molla Omar. Press TV melaporkan, Jurubicara Taliban, Qori Yusuf Ahmadi menyatakan, “Pemimpin Taliban, Molla Omar tidak tertangkap, bahkan ia saat ini tengah memimpin perang di Afghanistan.”

Jurubicara Taliban menuturkan, “Berita penangkapan Molla Umar itu adalah konspirasi media-media kafir semata untuk menentang perlawanan Taliban.”

Pernyataan itu disampaikan saat media-media Afghanistan memberitakan penangkapan Molla Omar di Karachi, Pakistan.

Afghanistan, Perdebatan Sengit di Washington

Senator Amerika Serikat, Joe Lieberman menilai keliru keputusan Presiden Barack Obama terkait penetapan jadwal penarikan pasukan negara itu dari Afghanistan.

“Motivasi Obama dalam menetapkan jadwal penarikan pasukan bertujuan memberitahukan bahwa pasukan Amerika Serikat tidak tinggal selamanya di Afghanistan, namun ini jelas keliru. Sebab pesan ini akan diketahui oleh orang-orang Afghan, Taliban dan negara-negara tetangga Afghanistan bahwa kita bermaksud keluar dari negara itu, padahal ini tidak benar,” tandas Lieberman dalam wawancara dengan televisi Fox News.

“Panglima militer AS dan NATO di Afghanistan, Jenderal David Petraeus secara jelas telah mengumumkan bahwa keputusan penarikan pasukan dari Afghanistan akan diambil pada Juli 2011 dengan memperhatikan kondisi dan realita di lapangan,” tambahnya menyinggung pernyataan Petraeus.

Lieberman menandaskan, jika pada Juli tahun depan tidak tercipta kondisi kondusif untuk penarikan pasukan dari Afghanistan, maka keputusan itu tidak akan terlaksana. (IRIB/RM/SL)

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: