Kriminalitas Israel (Lagi)

Israel Serang Gaza Selatan

Satuan-satuan tempur rezim Zionis Israel menyerang kawasan selatan Gaza. Seperti dilaporkan wartawan IRIB, rezim zionis Israel hari ini (8/7) menyerbu dan menempatkan mesin-mesin perangnya di wilayah selatan Jalur Gaza di Rafah khususnya di pintu perlintasan Karam Abu Salim.

Tentara Zionis menembaki rumah-rumah warga Palestina tanpa sebab. Sejauh ini belum ada keterangan tentang kemungkinan jatuhnya korban atau kerugian akibat aksi brutal itu.

Rabu kemarin, tentara Zionis yang didukung oleh sejumlah tank dan buldozer menyusup ke kamp pengungsi al-Bureij dan al-Maghazi di Gaza tengah dan melakukan aksi pengrusakan tanah milik warga Palestina. Di daerah timur Gaza, tentara Zionis secara membabibuta menembaki daerah permukiman warga sipil.

Israel Inginkan Perundingan Langsung

Perdana Menteri Rezim Zionis Benyamin Netanyahu menyatakan siap berunding secara langsung jika pihak Palestina tidak lagi menuntut penghentian penuh proyek pembangunan pemukiman. Seperti dilaporkan Press TV, hal itu disampaikan Netanyahu, Rabu (7/7) di Amerika Serikat. Ditambahkannya, “Pihak Palestina harus mencabut prasyarat bagi perundingan langsung.”

Netanyahu mengatakan, “Saya mengusulkan untuk memulai perundingan langsung dan membicarakan masalah proyek permukiman sebagai salah satu agenda utama perundingan.”

Yang menarik, pernyataan itu disampaikan Netanyahu di saat pihak Palestina menyebut PM Israel itu sebagai biang terhambatnya proses perundingan karena kebijakannya yang tidak mau menghentikan proyek pembangunan pemukiman Zionis.

Perunding senior Palestina Saeb Erekat Rabu kemarin dalam wawancara dengan radio Palestina menyebut Netanyahu sebagai orang yang menutup pintu perundingan. Perundingan damai antara Israel dan Otorita Ramallah terhenti sejak Desember 2008 setelah rezim Zionis menggelar serangan ke Gaza.

Israel Siapkan Kriminalitasnya di Palestina

New York, IRIB News–Sekjen PBB, Ban Ki-moon bertemu dengan Perdana Menteri rezim Zionis Israel Benyamin Netanyahu dan mengungkapkan dukungannya terhadap upaya untuk melakukan perundingan langsung dengan Palestina. Ban Ki-moon Rabu (7/7) bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan menilai perundingan langsung dengan Palestina sebagai langkah progresif dalam mewujudkan perdamaian di kawasan.

Sekjen PBB juga berterima kasih kepada Netanyahu soal  pelonggaran blokade atas Jalur Gaza. Adapun Netanyahu menyatakan bahwa Israel siap mengambil resiko demi “perdamaian”. Netanyahu menekankan bahwa segala kesepakatan mendatang harus menjamin penghentian serangan roket ke Israel.

Ban dan Netanyahu juga mendiskusikan kasus serangan militer Israel terhadap konvoi kapal bantuan untuk Gaza Freedom Flotilla dan juga implementasi resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701 yang mengakhiri di Lebanon selatan.

Israel tidak pernah mematuhi ketentuan dan keputusan internasional. Resolusi 1701 dan keputusan Mahkamah Internasional Den Haag, termasuk di antara pelanggaran Israel atas ketentuan internasional. Resolusi DK nomor 1701 mewajibkan Israel dan Lebanon untuk tidak melakukan aksi-aksi provokatif. Namun setiap harinya, militer Israel melanggar zona udara Lebanon. Adapun Mahkamah Internasional Den Haag menyebut pembangunan tembok pemisah Zionis di wilayah Palestina ilegal dan Tel Aviv harus menghentikan serta menghancurkannya. Namun rezim Zionis Israel terus melanjutkan pembangunan tembok pemisah tersebut.

Di lain pihak, Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), menyambut dingin upaya Israel untuk memulai perundingan dengan Palestina. Jurubicara Hamas, Sami Abu Zuhri, menilai pertemuan Obama-Netanyahu sebagai bukti bahwa tidak ada perubahan dalam kebijakan Amerika yang terus mendukung Israel.

Pejabat Hamas itu juga mengimbau pihak Otorita Ramallah di Tepi Barat untuk tidak memulai perundingan dengan Israsel. Menurutnya, kembali ke meja perundingan dengan pihak penjajah merupakan kejahatan nasional dan memberikan peluang bagi musuh untuk menutupi kejahatannya sambil terus melanjutkan kriminalitasnya terhadap Palestina.

Israel tampak berupaya keras membujuk kelompok Palestina untuk berunding sementara di saat yang sama Tel Aviv menyatakan akan melanjutkan pembangunan permukiman Zionis di Tepi Barat pada September mendatang.

Khawatirkan Iran

Sebelum bertemu Ban, Netanyahu terlebih dahulu bertemu dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Robert Gates. Dalam pertemuan itu, Netanyahu 0mengungkapkan kekhawatiran Tel Aviv atas kebangkitan front anti-Israel di kawasan setelah Amerika menarik mundur pasukannya dari Irak.

Menurut Netanyahu, penarikan mundur pasukan Amerika Serikat dari Irak akan menggandakan kekuatan Iran yang akan membentuk front anti-Israel baru di kawasan.

(IRIB/AHF/SL)

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: