Seputar Mesir

Mesir Larang Mohammad Elbaradei Tampil di TV

Mohammad Elbaradei, salah satu kandidat presiden Mesir mengatakan bahwa dirinya dicekal untuk melakukan wawancara televisi.

Saat diwawancari Financial Times, Elbaradei menyatakan, berdasarkan perintah petinggi Mesir stasiun televisi dilarang mengundang dirinya untuk tampil dalam acara mereka. Ia menekankan dirinya kini tidak memiliki media untuk berbicara secara bebas dengan rakyat Mesir.

Elbaradei dalam pernyataan televisinya mengajak warga untuk mengadakan perubahan dalam sistem pemerintah Kairo dan menuntut undang-undang luar biasa keamanan serta perubahan dalam undang-undang dasar.

Menurut pengamat Mesir pemerintah berkuasa saat ini tengah berupaya menyerahkan tahta negara ini kepada putra Presiden Hosni Mubarak yaitu Jamal Mubarak. Hal ini mendapat penentang luas rakyat Mesir.

Mesir Berupaya Kucilkan Hamas

Pemerintah Mesir berupaya mengucilkan Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) dari sisi politik.

Koran al-Hakikah al-Duwaliyah cetakan Jordan mengutip sumber-sumber diplomatik menulis, Kairo bertekad mengucilkan Hamas setelah kelompok ini menolak menandatangani prakarsa perdamaian yang diusulkan Mesir.

Koran ini mengklaim, salah satu tujuan Mesir membuka jalur penyeberangan Rafah adalah Hamas jangan sampai memanfaatkan blokade Gaza untuk kepentingan politiknya.

Operasi Wajah, Mobarak Temui Sarkozy

Husni Mobarak, Presiden Mesir diterima Nicolas Sarkozy, Presiden Perancis hari Senin (05/7) di istana kepresidenan Elysee, Paris. Kedua tokoh politik ini membicarakan kerjasama bilateral dan sejumlah masalah regional dan internasional.

Mobarak dan Sarkozy diagendakan membicarakan mekanisme menghadapi krisis moneter internasional, cara mengaktifkan kembali Liga Mediterania di mana Mesir dan Perancis menjadi ketua kolektif organisasi ini dan dialog Arab-Israel yang menemui jalan buntu.

Sekaitan dengan hal ini, Ahmad Abulgheit, Menteri Luar Negeri Mesir menegaskan urgensi pembicaraan kepala negara Mesir dan Perancis terkait masalah friksi di tubuh Palestina. Sementara itu, posisi penting Mesir di dunia Arab dan hubungan khusus dengan dua pihak; Palestina dan Israel, kerap membuat negara ini memainkan peran mediasi kedua pihak.

Saat ini, perundingan “damai” antara Arab dan Israel benar-benar menembus titik terendah. Kali ini Mobarak ingin mengambil inisiatif mengajak Perancis ikut bermain dalam perundingan ini. Hal itu dikarenakan Perancis secara historis senantiasa menjadi pendukung Arab. Perancis diharapkan dapat membuka kembali kebuntuan perundingan Arab-Israel.

Sebenarnya, Perancis sejak awal punya keinginan untuk memainkan peran dalam proses perundingan “damai” ini. Lawatan dadakan Husni Mobarak ke Paris, itupun dalam situasi Timur Tengah yang semakin tumit menunjukkan upaya Kairo-Paris mengubah kondisi sensitif yang ada.

Namun di balik masalah Palestina, Mobarak juga berharap menyukseskan sebagian kepentingan negaranya, selain berupaya memperkuat hubungan dengan Perancis. Mesir berkeinginan keras untuk menguasai energi nuklir. Sementara di sisi lain, pernyataan kesetiaan Perancis membantu Mesir terkait produksi energi nuklir memaksa para pejabat kedua negara saling bertemu.

Selama beberapa bulan terakhir, terjadi beberapa kali pertemuan antara para pejabat senior Mesir dan Perancis. Sekalipun pembahasan kondisi rencana Liga Mediterania disebut-sebut sebagai motif utama pertemuan-pertemuan ini, namun tidak diragukan bahwa dalam kerangka pertemuan ini, kedua pihak juga membicarakan sejumlah tujuan-tujuan khususnya.

Sejatinya, Mesir ingin mengembalikan posisi klasiknya di tengah-tengah dunia Arab. Mesir berusaha memperkokoh hubungannya dengan negara-negara Eropa, khususnya Perancis. Mesir merangkul Perancis untuk memperbaiki citranya yang semakin buruk di mata masyarakat Timur Tengah. Perancis dipilih karena tidak terlalu dibenci oleh masyarakat kawasan.

Putra Husni Mobarak Dicalonkan Kandidat Presiden

Koran Al Qods Al Arabi, terbitan Mesir, melaporkan, putra Presiden Mesir, Husni Mobarak akan menjadi pengganti ayahnya yang saat ini menjadi ketua partai berkuasa di Mesir.

Koran tersebut menyebutkan, “Gamal Mobarak, putra Husni Mobarak, dipastikan akan menjadi pengganti ayahnya jika Husni Mobarak tidak bersedia menjadi kandidat presiden Mesir mendatang.”

Sebagaimana dikutip koran terbitan Mesir itu, Ebrahem Kamel, seorang pejabat senior partai berkuasa Mesir menyatakan, Presiden Husni Mobarak harus cepat mengambil keputusan.

“Jika Husni Mobarak tidak bersedia mencalonkan sebagai kandidat presiden mendatang, Gamal Mobarak dipastikan dapat menjadi kandidat presiden mendatang,” kata Kamel

IRIB

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: