Lintas Sejarah 7 Juli

Giovani Bottesini-komposer Italia

Giovani Bottesini

Tanggal 7 Juli 1889, Giovani Bottesini, seorang komposer Italia terkenal, meninggal dunia. Bottesini dilahirkan tahun 1823 di Lombardy, Italia dan kemudian menuntut ilmu di Konservatorium Milan dengan mengkhususkan diri pada penggunaan instrumen double-bass. Setelah lulus dari sekolah musik, Bottesini sempat menjadi pemusik di teater di Havana, dan disanalah ia memproduksi opera pertamanya yang berjudul Cristoforo Colombo. Selanjutnya, Bottesini menjadi semakin terkenal atas permainan double-bass-nya sehingga di dunia musik, nama Bottesini kerap diasosiasikan dengan alat musik ini.

Edward Brown Meninggal

Tanggal 7 Juli 1926, Edward Brown, seorang sastrawan dan orientalis asal Inggris, meninggal dunia. Brown dilahirkan pada tahun 1862. Brown sangat meminaati masalah ketimuran dan ia menjadi dosen bahasa-bahasa Timur di Universitas Cambrige. Brown dikenal menguasai bahasa Turki, Arab, dan Persia. Selama beberapa waktu, edward Brown juga pernah tinggal di Iran untuk melakukan penelitian terhadap sejarah, sastra, dan sosiologi Iran. Hasil penelitian Brown ditulis pada buku-buku berjudul “Sejarah Sastra Iran” dan “Revolusi Bangsa Iran”.

Gustav Walter Heinemann Meninggal

Tanggal 7 Juli 1976, Gustav Walter Heinemann, mantan presiden federal Jerman Barat tahun 1969 hingga tahun 1974, meninggal dunia. Heinemann lahir pada tahun 1899 dan sejak muda telah aktif dalam berbagai partai politik. Antara tahun 1945 hingga 1949, Heinemann diangkat sebagai walikota Essen dan pada tahun 1949, ia diangkat menjadi menteri dalam negeri pada pemerintahan federal. Karir politik Heinemann terus meningkat sampai akhirnya ia diangkat sebagai presiden pada tahun 1969. Selama masa jabatannya, Heinemann mendukung Kebijakan Timur yang dijalankan Kanselir Jerman barat saat itu, Willy Brant, yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan antara Jerman Barat dengan Jerman Timur serta negara-negara komunis lainnya di Eropa dan Soviet.

Kepulauan Solomon Merdeka

Tanggal 7 Juli 1978, kepulauan Solomon yang terletak di timur Papua Nugini, meraih kemerdekaannya. Kepulauan ini telah berpenghuni sejak 1000 tahun sebelum Masehi dan bangsa Eropa pertama kali menginjakkan kaki di sana pada tahun 1567. Pada tahun 1885, Jerman mengklaim kepulauan Solomon sebagai wilayah jajahannya. Namun satu dekade kemudian, Inggris menduduki kepulauan itu dan menjadikannya sebagai protektorat. Setelah Perang Dunia Kedua, rakyat Solomon bangkit memperjuangkan kemerdekaannya sampai akhirnya merdeka tahun 1978. Penduduk Solomon mayoritasnya berasal dari etnis Melanesia.

Ledakan di kota London

Tanggal 7 juli 2005 masehi, terjadi ledakan di sebuah bus dan tiga stasiun metro di pusat kota London menyebabkan 50 orang tewas dan 700 cidera. Serangan itu terjadi saat berlangsungnya sidang pemimpin 8 negara industri di Skotlandia, utara Inggris. Para pakar politik percaya bahwa ledakan bom London merupakan protes terhadap kerjasama pemerintah Inggris dengan Amerika Serikat yang menduduki Afghanistan dan Irak serta pembunuhan warga kedua negara ini. Di pihak lain, ledakan ini menunjukkan kelemahan sistem intelegen Inggris dalam menegakkan keamanan negara ini. Pemerintah London mengklaim bahwa ledakan didalangi oleh orang-orang Islam, akibatnya tekanan terhadap warga muslim Inggris yang sudah ada sejak 11 September 2001 semakin keras.

Benteng Khaibar Ditaklukkan Imam Ali a.s.

Tanggal 24 Rajab tahun 7 Hijriah, benteng Khaibar milik Yahudi berhasil ditaklukkan oleh Imam Ali a.s. Kaum Yahudi yang terus-menerus memusuhi Islam, membangun tujuh benteng kuat di Khaibar yang terletak di utara kota Madinah dan dari benteng itu, mereka melancarkan gangguan dan serangan terhadap kaum muslimin. Pada tahun ke-7 Hijriah, Rasulullah menyampaikan berita gembira tentang akan runtuhnya benteng Khaibar. Tak lama kemudian, pasukan muslimin mengepung Khaibar, namun ada dua benteng yang tak kunjung bisa ditaklukkan. Rasulullah kemudian bersabda, “Besok bendera perang akan aku serahkan kepada seseorang yang mencintai Allah dan rasul-Nya dan diapun dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya.” Keesokan harinya, Rasul menyerahkan bendera perang kepada Imam Ali a.s. dan setelah melalui pertempuran hebat, Imam Ali berhasil menaklukkan benteng Yahudi itu.

Categories: SEJARAH | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: