Sidang Luar Biasa IIPU Bahas Blokade Gaza

Ali Larijani-Ketua Parlemen Republik Islam Iran

Dewasa ini blokade Gaza dan upaya mematahkannya menjadi fenomena baru di dunia. Melalui blokade tersebut, rezim Zionis dan sekutu Barat hendak mencegah masuknya bantuan bahan makanan dan obat-obatan ke Jalur Gaza untuk menekan pemerintahan demokratis Hamas. Alih-alih pasrah atas tekanan Tel Aviv, pemerintah Hamas semakin kuat dari sebelumnya. Untuk mewujudkan ambisinya, rezim Zionis menyulut perang selama 22 hari pada tahun 2009, dan membantai warga tak berdosa Gaza.

Kini, muqawama rakyat Palestina dan protes opini publik dunia terhadap rezim Zionis bukan hanya gagal mengucilkan warga Gaza, bahkan menjadikan Israel semakin dibenci di dunia dan terkucil di arena internasional. Menyusul aksi brutal rezim Zinis memblokade Gaza, publik dunia baik muslim maupun nonmuslim, berupaya menyalurkan berbagai bantuan ke Jalur Gaza.

Pengiriman bantuan kemanusiaan tidak berhenti hanya pada penghentian konvoi kapal bantuan kemanusiaan Gaza, Freedom Flotilla oleh pasukan komando Rezim Zionis yang menewaskan dan menciderai puluhan aktivitis kemanusiaan. Namun realitas sebenarnya dari kejahatan ini, justru semakin meningkatkan eskalasi gelombang kebencian dunia terhadap Zionis Israel, dan sarana menggalang solidaritas global membantu Gaza.

Termasuk upaya tersebut adalah penyelenggaraan berbagai pertemuan untuk menemukan solusi mengirimkan bantuan ke Jalur Gaza. Salah satunya adalah sidang luar biasa Uni Antarparlemen Islam (IIPU) yang berlangsung 30 Juni lalu di Damaskus, Suriah guna mengkaji masalah Palestina dan kejahatan terbaru rezim Zionis. Dari Iran, Ketua Parlemen Republik Islam Iran, Ali Larijani turut aktif memainkan peran penting dalam pertemuan tersebut.

Sidang luar biasa IIPU di Suriah menggulirkan sejumlah solusi yang memberikan harapan baru bagi masa depan hancurnya blokade Gaza. Hal ini dipicu oleh eskalasi dukungan dunia Islam terhadap Palestina dalam menghadapi rezim Zionis.
Mengenai pertemuan tersebut, Mahmoud al-Abrash, Ketua Parlemen Suriah mengatakan, “Pertemuan ini digelar untuk menggalang solidaritas bagi bangsa Palestina demi membebaskan Gaza dan memberi harapan baru bagi Palestina.”

Sementara itu, Ketua Parlemen Mesir, Fathi Surur menyinggung salah satu dampak pendudukan Palestina, seraya menegaskan bahwa tujuan utama pertemuan ini adalah membebaskan seluruh wilayah Palestina yang diduduki rezim Zionis. Surur menekankan, “Tujuan awal adalah menghancurkan rezim Zionis, tapi target saat ini adalah meredakan blokade Gaza.”

Ditengah gelombang kecaman terhadap rezim Zionis di tingkat dunia, amat disayangkan upaya pembebasan tanah Palestina selalu membentur dinding, akibat dukungan Barat terhadap Tel Aviv dan sikap pasif sejumlah negara Arab yang mengusung perdamaian dengan Israel.

Tampaknya, kelanjutan brutalitas rezim Zionis merupakan sarana satu-satunya bagi Tel Aviv menyambung nyawa Israel. Dengan alasan ini dan dukungan Barat, rezim Zionis menyerang Lebanon dan meletuslah perang 33 hari. Kemudian Israel menyerang Jalur Gaza dalam perang 22 hari yang menewaskan ratusan orang warga sipil Palestina. Tidak hanya itu, rezim Zionis baru-baru ini menyerbu konvoi kapal bantuan kemanusiaan Freedom Flotilla yang menewaskan sejumlah aktivis dan menciderai puluhan lainnya.

Terkait dampak serangan brutal rezim Zionis ke kapal kemanusiaan Mavi Marmara, Ali Larijani mengatakan, “Kini rezim Zionis berada dalam tekanan publik dunia, dan gelombang kebencian masyarakat dunia terhadap rezim zionis menjadi fenomena global.” Di luar itu, Larijani menyinggung faktor utama muqawama rakyat Palestina dalam menghadapi kejahatan dan tekanan rezim Zionis, seraya mengatakan, “Terbuktinya kebenaran bangsa Palestina merupakan buah manis Muqawama. Bagaimanapun, segala bentuk perundingan dengan Israel hanya menguntungkan rezim Zionis.”

Pengalaman sejarah bangsa Palestina juga membuktikan bahwa rezim Zionis terpaksa mundur setiap kali bangsa Palestina bersatu melawan musuh. Namun sebaliknya, ketika bangsa Palestina berunding dengan rezim agresor Israel, Tel Aviv semakin menginjak-injak hak bangsa Palestina dan tidak memperdulikan kesepakatan yang telah dicapai kedua pihak.

Pada pertemuan IIPU di Damaskus, para pemimpin dan anggota parlemen negara-negara Islam mengemukakan solusi mengenai masalah Palestina, terutama soal blokade Gaza. Terkait hal ini, Larijani menyampaikan solusi konstruktif yang sebagian besar masuk dalam statemen akhir sidang luar biasa IIPU. Ketua Parlemen Iran mendesak tindak lanjut laporan Richard Goldstone, Ketua Komisi Pencari Fakta kejahatan perang rezim Zionis dan mendesak pengadilan para pelaku kejahatan perang tersebut.

Laporan faktual tersebut mengungkap kejahatan perang yang dilakukan rezim Zionis di Jalur Gaza tiga tahun silam dan mendesak para pelakunya diseret ke meja hijau. Larijani juga mendesak penggunaan kekuatan LSM anti perang guna membantu bangsa Palestina keluar dari krisis.

Statemen akhir sidang luar biasa IIPU menilai blokade zona udara, darat dan laut Jalur Gaza oleh rezim Zionis bertentangan dengan ketentuan internasional. Statemen akhir pertemuan Damaskus ini menyebutnya sebagai bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan yang mengancam perdamaian serta keamanan regional dan internasional. Selain itu, statemen akhir tersebut juga mengecam serangan pasukan komando rezim Zionis terhadap konvoi kapal bantuan kemanusiaan untuk Gaza, Freedom Flotilla, dan pembantaian terhadap sejumlah aktivisnya.

Dengan alasan ini, para peserta pada konferensi Damaskus mengusulkan berbagai langkah untuk mencegah terulangnya kembali kejadian tersebut. Pembentukan komisi Pencari fakta, termasuk usulan beberapa ketua parlemen yang menghadiri pertemuan itu. Walaupun dimensi kejahatan rezim Zionis terhadap serangan atas kapal bantuan kemanusiaan Gaza sangat jelas, namun laporan sebuah komisi independen PBB bisa menjadi sarana untuk menerapkan hukuman internasional terhadap rezim Zionis.

Statemen akhir IIPU juga mendesak diseretnya para pelaku serangan terhadap kapal bantuan kemanusiaan Mavi Marmara. Tentu saja, komandan dan pemimpin rezim Zionis yang menginstruksikannya harus diseret ke meja hijau. Statemen akhir sidang luar biasa IIPU juga menegaskan komitmen Organisasi Konferensi Islam (OKI) mengenai blokade komoditas produksi rezim Zionis.

Ketua Parlemen Iran menegaskan sanksi lebih besar terhadap rezim Zionis dan meminta negara-negara anggota IIPU menghalangi masuknya kapal dan pesawat rezim Zionis di perairan wilayah mereka. Larijani juga berupaya membatalkan keanggotaan rezim Zionis di lembaga regional dan internasional.

Ketika wakil parlemen negara-negara Islam membahas kejahatan rezim Zionis dalam pertemuan di Damaskus, amat disayangkan sejumlah negara anggota IIPU menjalin hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Israel. Hubungan tersebut bermakna pengokohan rezim Zionis dan upaya mengeluarkan Israel dari pengucilan dunia. Untuk itu, statemen akhir IIPU juga mendesak negara-negara anggota supaya meninjau kembali hubungan diplomatik dan ekonomi dengan rezim Zionis. Di sisi lain, dalam statemen akhir IIPU juga meminta anggotanya membuka jalur penyeberangan ke Gaza secara permanen bagi masuknya barang-barang yang dibutuhkan ke Jalur Gaza.

Poin penting lain dalam statemen terbaru sidang luar biasa IIPU di Damaskus adalah mendesak kelanjutan pengiriman konvoi bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Kini berbagai negara dan lembaga internasional termasuk Iran menyatakan kesiapannya menindaklanjuti aksi kemanusiaan tersebut. Aksi ini jika terkoordinasi dan serius bisa menjadi pemicu hancurnya blokade Gaza. (IRIB/PH/SL)

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: