Tongkat Dipukulkan, Wortel Pun Diumpan

Juru runding Jerman dan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang tergabung dalam Kelompok 5+1 menyatakan kesiapannya untuk menggelar perundingan nuklir dengan Iran. Wakil AS, Cina, Inggris, Jerman, Perancis dan Rusia, kemarin (Jumat, 2/7) dalam pertemuannya di Brussel menekankan bahwa pihaknya tetap menginginkan dilanjutkannya kembali perundingan nuklir dengan Tehran kendati DK PBB telah menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Iran.

Pertemuan itu berlangsung di saat Christophe de Margerie, direktur eksekutif perusahaan minyak Total menilai penerapan sanksi baru terhadap Iran sebagai kekeliruan serius. Dia menyatakan, “Kami tidak berpikir embargo atas penyerahan produk bensin ke Iran adalah cara yang baik untuk menyelesaikan perbedaan yang bersifat politik”. Pimpinan perusahaan raksasa energi Perancis itu juga mengkritik atas penjatuhan sanksi terhadap perusahaan yang memasok kebutuhan bensin ke Iran dan menegaskan, segera setelah kesempatan pertama terbuka, Total akan langsung menjual bensinya ke Iran.

Resolusi anti-Iran 1929 DK PBB yang telah disahkan sekitar 3 minggu lalu itu hingga kini terus menyulut banyak kritikan. Ironisnya, AS sepertinya tak menggubris semua kritikan itu bahkan Kamis (1/7) lalu, Presiden Barack Obama nekad menandatangani draft undang-undang sanksi sepihak terhadap Iran yang disahkan Kongres beberapa waktu sebelumnya. Tentu saja, langkah kontroversial Washington itu memantik banyak keraguan dan tanda tanya besar.

Terlepas dari alasan ekonomi, para analis politik menilai, pemberlakuan sanksi sepihak AS terhadap Iran ini menunjukkan bahwa hingga kini masih terdapat silang sengketa yang tajam di tubuh Kelompok 5+1. Pasalnya, sebagian negara-negara anggota kelompok 5+1 masih sangat kesal dengan sikap unilateralisme AS di kancah internasional. Pernyataan direktur eksekutif perusahaan energi Total yang menyebut sanksi anti-Iran sarat dengan muatan politik sejatinya merupakan bukti penguat atas pandangan tersebut.

Di sisi lain, pengumuman atas kesediaan Kelompok 5+1 untuk melanjutkan kembali perundingan nuklir dengan Iran dilontarkan tak lama setelah pekan lalu Presiden Ahmadinejad mengajukan syarat baru perundingan. Dalam syarat yang diajukannya itu, Tehran menghendaki negara-negara kelomok 5+1 untuk terlebih dahulu menyatakan kepatuhannya terhadap Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan menyebutkan tujuan dilanjutkannya perundingan. Iran juga menginginkan perubahan komposisi negosiator.

Sejatinya, syarat yang baru yang diajukan Iran ini merupakan peringatan tegas bagi kelompok 5+1. Di mata Tehran, jika Barat memang menginginkan hubungan yang rasional di bidang nuklir, maka mereka pun harus menghormati hak-hak dan keinginan Iran sesuai dengan apa yang digariskan dalam NPT. Yang jelas bagi Tehran, pemberlakuan sanksi tambahan tidak akan mengubah kenyataan dan justru memperteguh tekad Iran untuk meraih kemajuan di bidang nuklir sipil. (IRIB/LV/NA)

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: