AS: Pemerintahan yang Plin-Plan

Pernyataan simpang siur petinggi Amerika Serikat (AS) khususnya Presiden Barack Obama terkait penarikan militer negara ini dari Afghanistan membuat berbagai kalangan politik dalam dan luar negeri AS kebingungan.

Situs Foreignpolicy menulis, tugas utama Jend. David Petraeus komandan baru militer AS di Afghanistan menggantikan Jend. Stanley McChrystal adalah menentukan jadwal pasti penarikan pasukan negara ini dari Kabul. Tugas ini membuat pihak-pihak yang memiliki kepentingan di Washington dan kawasan.

Berdasarkan laporan Foreignpolicy, Petraeus di depan komite angkatan bersenjata AS di Senat menyatakan, seperti yang dikatakan Obama, Juni 2011 adalah awal penarikan pasukan AS dari Afghanistan. Artinya pasukan keamanan Afghanistan selanjutnya akan bertanggung jawab menjaga keamanan negaranya. Namun perlu diingat bahwa hanya bersandar pada pernyataan Obama tidak dapat memaksa pasukan AS untuk ditarik dari Afghanistan dan melupakan kondisi yang ada di Kabul.

“Menurut saya penentuan jadwal penarikan pasukan AS dari Afghanistan pada Juni 2011 adalah langkah yang terpuji, namun yang lebih penting adalah penentuan jadwal tersebut bukan berarti secara pasti pasukan AS akan meninggalkan Kabul. Tapi hal itu hanya bermakna pengurangan operasi militer berdasarkan kondisi yang ada,” ungkap Petraeus.

Petraeus menambahkan, baik Taliban maupun milisi bersejata lainnya di Afghanistan menunggu penarikan pasukan AS dari negara ini. Salah satu faktor penting yang membantu penarikan militer AS adalah pulihnya kemampuan pasukan keamanan Afghanistan, namun hal ini tidak terjadi seperti yang diharapkan pasukan koalisi internasional.

Menurut Petraeus, rencana dan program yang disusun sejumlah pihak dan milisi Taliban serta mendapat restu Presiden Hamid Karzai telah memasuki tahap final. Program ini disinyalir dapat mengurangi aksi kekerasan dan membuka kesempatan bagi Taliban untuk kembali ke tengah-tengah masyarakat.

Foreignpolicy menambahkan, Presiden Barack Obama bersikeras melaksanakan penarikan pasukan AS dari Afgahnistan sesuai jadwal yang ia umumkan sebelumnya. Sikap Obama ini jelas membuat pihak-pihak yang memiliki kepentingan dan pengaruh di Washington dan di luar AS kelabakan.

Namun yang paling kelabakan adalah para pemimpin negara-negara asing khususnya Afghanistan dan Pakistan. Mereka dari satu sisi mendapatkan janji AS untuk menarik pasukannya dari negara mereka dan dari sisi lain jaminan kontradiksi pejabat Washington terhadap segelintir elit politik di kedua negara tersebut.

Salah seorang diplomat AS yang tidak bersedia disebutkan identitasnya mengatkan, Jim Jones, Penasehat Dewan Keamanan Nasional AS kepada pejabat Pakistan dan Afghanistan menyatakan bahwa penarikan pasukan AS tidak dilakukan secara besar-besaran dan pemerintah Obama tidak berjanji menarik militer AS pada Juni 2011.

Tanpa memperhatikan pesan kontradiktif pemerintah AS, berbagai pihak yang mulai mengemukakan starteginya berdasarkan harapan mereka terkait penarikan pasukan AS dari Afghanistan melupakan perbedaan kecil kebijakan yang mereka harapkan. (IRIB/IRNA/MF/SL)

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: