Alumni Iran, Meretas Ijtihad yang Mencerahkan

Umat Islam Indonesia secara geografis jauh dari tempat turunnya Quran, dan secara sosio kultural berbeda dengan kaum muslimin di jazirah Arab. Berada pada situasi dan kondisi demikian, tentu saja komunitas muslim terbesar di dunia ini menghadapi tantangan lebih besar dari umat Islam di berbagai belahan dunia lainnya. Oleh karena itu, Ijtihad di Indonesia menjadi sebuah keniscayaan.

Tanpa ijtihad, ajaran Islam akan mengalami stagnasi dan kejumudan. Meski demikian, ijtihad tetap harus dilakukan dengan niat dan tekad yang tulus serta sesuai aturan yang benar, supaya menghasilkan penyegaran pemikiran Islam yang mencerahkan dan konstruktif. Jika tidak, ijtihad justru menjadi jalan untuk menyelewengkan maupun menghancurkan ajaran Islam sendiri.

Berpijak dari pemikiran tersebut, Ikatan Alumni Jamiatul Musthafa (IKMAL) Qom, Iran akan menggelar seminar dengan tema “Ijtihad: Sebuah Dinamika Intelektual dalam Jurisprudensi Islam.”

Seminar yang akan digelar pada 17 Juli di Hotel Sahid Jaya Jakarta ini mendatangkan pembicara kunci Prof. Dr. Quraisy Shihab. Seminar perdana ikatan alumni sebuah perguruan tinggi terkemuka di Iran yang berdiri tahun lalu itu, juga menghadirkan empat pembicara kondang dari ormas dan pemikir Islam Indonesia.

Dari PB NU, KH Arwani Faisal, MA akan mengupas Bahtsul Masail sebagai sebuah ijtihad alternatif. Tidak ketinggalan, pemikir Muhammadiyah, Dr. Abdul Fatah Wibisono akan menjelaskan peran Majlis Tarjih sebagai sebuah model Ijtihad Kolektif.

Selain menampilkan tokoh dari dua ormas Islam terbesar di Indonesia itu, seminar penyegaran ijtihad di Indonesia ini semakin menarik, karena mendatangkan intelektual prolifik syiah, Dr. H. Muhsin Labib yang sehari-harinya mengajar di ICAS Jakarta. Seminar tersebut juga semakin lengkap dengan kehadiran tokoh salafi, Ustadz Zainal Arifin, LC.

Terkait penyelenggaraan seminar Ijtihad ini, Ketua Pelaksana Seminar, Abdullah Beik menyatakan, seminar ini diharapkan bisa memperkenalkan berbagai varian metodologi ijtihad dari beragam mazhab Islam, sekaligus merealiasasikan persaudaraan dan persatuan di kalangan kaum muslim.

Penyelenggaraan seminar perdana yang digelar ikatan alumni pelajar Indonesia di Iran ini bertujuan membangun spirit keilmuan Islam, sekaligus menghidupkan kembali semangat ijtihad sebagai sebuah ikhtiar menyegarkan ajaran Islam dalam konteks keindonesiaan.(IRIB/PH)

Categories: AGAMA, Dalam Negeri, Sosial - Budaya | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: