Lintas Sejarah 26 Juni

Ali bin Abi Thalib as Lahir
Tanggal 13 Rajab 23 tahun sebelum Hijrah, Ali bin Abi Thalib, kemenakan Rasulullah, menantu, dan pemimpin kaum muslimin sepeninggal nabi, terlahir ke dunia. Beliau dilahirkan di dalam Ka’bah oleh ibundanya yang bernama Fathimah binti Asad. Ayah beliau adalah Abu Thalib, paman Rasulullah. Sejak kecil, Ali a.s. telah berada dalam asuhan dan didikan Rasulullah dan dia menjadi laki-laki pertama yang menerima ajaran Islam.
Pada akhir tahun ke-2 Hijriah, Ali a.s. menikahi purti Rasulullah, Fathimah Az-Zahra . Beliau selalu mendampingi Rasulullah dalam segala duka dan kesulitan dalam menyebarkan Islam dan ikut dalam semua peperangan yang dihadiri Rasululllah, kecuali dalam Perang Tabuk. Imam Ali a.s. selain dikenal karena keberaniannya, juga amat terkenal kedermawanan dan kelembutan hatinya.
Beliau selalu membantu dan melindungi fakir miskin, kaum tertindas, dan anak yatim. Ketika menjadi khalifah kaum muslimin, beliau menjalankan pemerintahan dengan sangat adil. Dalam beribadah kepada Allah, beliau dikenal sangat tekun dan khusyuk, sampai-sampai, beliau tidak merasakan ada anak panah menancap di tubuhnya pada saat sedang shalat. Imam Ali a.s. gugur syahid akibat dibunuh oleh musuhnya ketika beliau sedang shalat pada usia ke 63 tahun.
Salah satu hadis dari Imam Ali adalah, “Berperilakulah dengan baik kepada masyarakat, sehingga ketika engkau mati, mereka akan menangisimu dan ketika engkau hidup mereka akan baik kepadamu.”

Marcopolo Lahir
Tanggal 26 Juni 1254, Marcopolo, pelaut dan petualang terkenal Italia, terlahir ke dunia. Pada usia 17 tahun, Marcopolo mengikuti ayah dan pamannya untuk melakukan perjalanan ke Cina dan tinggal di negeri tersebut selama belasan tahun. Berbagai pengalamannya selama perjalanan itu dituangkan Marcopolo ke dalam buku berjudul The Travel of Marcopolo yang menjadi buku catatan perjalanan yang paling laris di dunia. Marcopolo meninggal dunia tahun 1324. dan sebelum meninggal, ia mengatakan, “Saya tidak menceritakan setengah dari pengalaman saya karena tidak ada yang akan mempercayai saya.”

Film Sinema Bersuara Pertama Diproduksi
Tanggal 26 Juni tahun 1927, dimulailah era baru dalam perfilman dengan diproduksinya film bersuara pertama. Era sinematografi diawali dengan produksi film-film bisu yang diiringi dengan suara musik. Selama bertahun-tahun, para ilmuwan khususnya dari Perancis, Jerman, dan Amerika Serikat melakukan penelitian untuk pembuatan film bersuara. Akhirnya, pada tahun 1927, film bersuara pertama berhasil diproduksi dengan judul Jazz Singer. Film ini pertama kali diputar untuk umum pada tanggal 6 Oktober 1927 di New York.

Konferensi San Francisco Berakhir
Tanggal 26 Juni tahun 1945, konferensi internasional yang berlangsung di San Fransisco berakhir dengan ditandatanganinya Piagam PBB oleh delegasi dari 50 negara. Dalam Piagam PBB itu, disebutkan bahwa tujuan PBB antara lain adalah untuk mempertahankan kedamaian dan kemanan internasional serta meningkatan penghargaan terhadap hak asasi manusia. Namun, anehnya meskipun dalam piagam PBB tercantum kalimat bahwa aktivitas PBB didasarkan pada “prinsip kesetaraan” namun Dewan Keamanan PBB, salah satu organ terpenting dalam PBB yang bertugas untuk mempertahankan keamanan dan perdamaian global terdapat diskriminasi besar di antara anggota-anggotanya. Anggota tetap Dewan Keamanan, yaitu Cina, Perancis, Rusia, Inggris, dan AS memiliki hak veto sedangkan 10 anggota lainnya yang merupakan anggota tidak tetap, tidak memiliki hak tersebut. Akibatnya, dalam penetapan resolusi Dewan Keamanan, meskipun mayoritas suara menyetujuinya, namun resolusi itu tidak bisa disahkan jika ditentang oleh salah satu dari anggota tetap Dewan tersebut.

Madagaskar Merdeka

Tanggal 26 Juni tahun 1960, rakyat penghuni pulau Madagaskar memproklamasikan kemerdekaannya dari penjajahan Perancis. Para pelaut Portugis adalah orang Eropa pertama yang datang ke Madagaskar. Sejak tahun 1820-an, pengaruh Inggris mulai kuat di pulau tersebut, namun sejak tahun 1883, British mundur dari Madagaskar dan kekuatan Perancis menguat di sana. Orang-orang Perancis melakukan berbagai tindak represif, di antaranya membubarkan kerajaan Madagaskar dan membuang ratu Ranavalona III ke pengasingan di Aljazair, menghapuskan bahasa pribumi dan menggantinya dengan bahasa Perancis, serta memberlakukan pajak tinggi dan warga pribumi yang tidak mampu membayar pajak dijadikan pekerja paksa. Setelah Perang Dunia II, rasa nasionalisme rakyat Madagaskar semakin meningkat dan pada tahun 1947, meletuslah revolusi yang menewaskan sekitar 80.000 rakyat Madagaskar. Meskipun revolusi itu gagal, namun menjadi gerakan kemerdekaan terus berlanjut. Pada tahun 1950-an, partai-partai politik mulai bermunculan dan tahun 1958, dalam sebuah referendum, mayoritas rakyat Madagaskar menghendaki diberikannya hak otonomi. Akhirnya, tahun 1960, negara ini mencapai kemerdekaannya.

Categories: SEJARAH | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: