Lintas Sejarah 25 Juni

Mozambik Merdeka

Tanggal 25 Juni tahun 1975, Mozambik, sebuah negara di Afrika tenggara, memproklamasikan kemerdekaannya. Pada akhir abad ke-15, sekelompok pelaut Portugis di bawah pimpinan Vasco da Gama tiba di Mozambik dan sejak saat itu dimulailah penjajahan Portugis atas Mozambik yang terus berlangsung hingga lima abad kemudian. Mozambik merupakan salah satu kawasan dengan hasil bumi terkaya di Afrika, namun kekayaan alam itu habis-habisan dikuras oleh bangsa Portugis.

Sejak tahun 1964, gerakan kemerdekaan rakyat Mozambik menjadi semakin terorganisasi sampai akhirnya pada tahun 1974, Front Pembebasan Mozambik atau “Frelimo” dan Portugis menandatangani kesepakatan untuk mempersiapkan kemerdekaan Mozambik. Setahun kemudian, barulah negara itu meraih kemerdekaannya.

Para Bekas Budak AS Tiba di Liberia

Tanggal 25 Juni tahun 1822, para budak kulit hitam di Amerika Serikat yang telah dibebaskan, kembali ke tanah air mereka, Afrika. AS membeli daerah di barat daya pantai Afrika untuk dijadikan tempat penyaluran para budak yang telah dibebaskan dan memberinya nama Monrovia sebagai penghormatan atas presiden AS, James Monroe.

Sejak tahun 1824, nama Liberia mulai digunakan dan Monrovia dijadikan pusat pemerintahan. Awalnya, Liberia berstatus sebagai salah satu negara bagian dari AS. Akhirnya pada tahun 1947, Joseph Roberts, Gubernur Liberia dan bekas budak dari Virginia, memproklamasikan kemerdekaan Liberia dan menjadi presiden pertama.

Serangan Bom Kimia Saddam di Kep. Majnun

Tanggal 25 Juni 1988, dalam agresi militernya ke Iran, tentara Irak mengerahkan pesawat tempurnya ke kepulauan Majnun dan menghujani pasukan Iran di pulau tersebut dengan bom kimia.

Dalam serangan yang sangat tidak manusiawi ini, ratusan tentara Iran gugur syahid atau luka-luka. Selama era perang Irak-Iran yang berlangsung delapan tahun, tentara Irak minimalnya melakukan 200 kali serangan dengan menggunakan senjata kimia dan menyebabkan 30.000 tentara dan warga sipil Iran gugur syahid atau luka-luka.

Dalam pengembangan senjata kimianya tersebut, rezim Saddam mendapat bantuan dana dan teknologi dari negara-negara Barat, khususnya AS dan Inggris. Kedua negara ini kemudian dengan alasan untuk memberantas senjata pembunuh massal, pada bulan Maret 2003 menyerang Irak dan menggulingkan rezim Saddam.

Kroasia Merdeka

Tanggal 25 Juni tahun 1991, Kroasia memproklamasikan kemerdekaannya dari Yugoslavia. Setelah runtuhnya imperium Austria dan Hongaria, pada tahun 1929, didirikanlah negara federasi Yugoslavia yang terdiri dari enam negara bagian, yaitu Serbia, Kroasia, Bosnia, Herzegovina, Macedonia dan Slovenia.

Dalam negara federasi Yugoslavia, etnis Serbia memiliki pengaruh dan kekuasaan yang paling besar sehingga menimbulkan kecemburuan dari etnis-etnis lainnya.
Setelah tumbangnya Uni Soviet, rasa nasionalisme negara-negara bagian di Yugoslavia semakin meningkat dan Kroasia pun mengadakan referendum.

Hasilnya, rakyat Kroasia menghendaki didirikannya negara independen yang terpisah dari Yugoslavia. Sebagai reaksi, tentara Yugoslavia menyerang Kroasia. Namun atas perlawanan kuat rakyat Kroasia yang didukung negara-negara Barat, akhirnya Yugoslavia menghentikan serangannya dan mengakui kemerdekaan Kroasia.

Slovenia Merdeka

Tanggal 25 Juni tahun 1991, pada hari yang bersamaan dengan diproklamasikannya kemerdekaan Kroasia, salah satu negara bagian lain dalam Yugoslavia, yaitu Slovenia, juga memproklamasikan kemerdekaannya.

Namun karena jauhnya wilayah Slovenia dari Beograd, ibu kota Yugoslavia dan adanya dukungan penuh negara-negara Barat atas kemerdekaan Slovenia, pemerintah pusat Yugoslavia tidak melakukan aksi militer apapun terhadap negara itu. Slovenia memiliki luas wilayah 20 ribu kilometer persegi dan berpenduduk sekitar 2 juta jiwa.

Abbas bin Abdul Muthallib Wafat

Tanggal 12 Rajab tahun 32 Hijriah, Abbas bin Abdul Muthallib, salah seorang paman Rasulullah, dan pemuka Quraisy meinggal dunia. Selama hidupnya, ia dikenal sebagai orang yang berakhlak mulia serta memiliki kecerdasan yang tinggi. Sebagian sejarawan meyakini bahwa Abbas telah memeluk Islam secara sembunyi-sembunyi sebelum peristiwa hijrahnya Nabi SAW ke Madinah.

Ialah diyakini para sejarawan tersebut sebagai orang yang menyampaikan berbagai informasi rahasia mengenai gerakan-gerakan kaum musyrikin Mekah yang memerangi kaum muslimin.

Abbas secara resmi memeluk Islam pada tahun kedelapan hijriah. Setelah Mekah ditaklukkan, Abbas diperintahkan Nabi untuk menjadi penanggung jawab penyediaan air bagi para peziarah Kabah.

Abu Hudzaifah Wafat

Tanggal 12 Rajab tahun 206 Hijriah, Abu Hudzaifah, seorang periwayat hadits dan sejarawan Islam meninggal dunia. Ia menjadi periwayat hadits setelah menimba ilmu dan mengumpulkan hadits-hadits di kota Mekah dan Madinah. Salah satu karyanya yang terkenal adalah kitab ‘Al-Mubtada’, berisikan kisah penciptaan manusia dan para nabi.

Categories: SEJARAH | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: