Lintas Sejarah 23 Juni

Imam Muhammad Taqi a.s Lahir

Tanggal 10 Rajab 195 Hijriah, Imam Muhammad Taqi a.s., keturunan Rasulullah generasi ke-8 terlahir ke dunia di kota Madinah. Setelah ayah beliau, yaitu Imam Ridha a.s. wafat, beliau mengemban tanggung jawab sebagai pemimpin kaum muslimin dan menjadi Imam ke-9.

Beliau sangat dicintai oleh kaum muslimin dan terkenal karena kedermawanannya, sampai-sampai beliau dijuluki “Jawad” yang bermakna dermawan. Rumah Imam Jawad adalah tempat tujuan orang-orang yang sengsara dan butuh pertolongan.

Dalam periode keimamahan Imam Jawad, lslam menyebar ke berbagai kawasan secara luas. Kondisi ini telah menyebabkan terbukanya peluang perpindahan pemikiran dari luar ke dalam kalangan umat Islam. Pada zaman itu juga terjadi berkali-kali dialog antara pemikir Islam dan non-Islam.

Imam Jawad memainkan peranan yang sangat penting pada saat itu. Ia berhasil membimbing umat sekaligus mencegah terjadinya infiltrasi pemikiran-pemikiran luar yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Salah satu hadis dari beliau adalah, “Berpegang teguh kepada Tuhan adalah sebuah tangga untuk menuju derajat yang tinggi. Siapapun yang berpegang teguh kepada Tuhan, Tuhan pasti akan membebaskannya dari segala keburukan sekaligus menjaganya dari ancaman-ancaman musuh.”

Perang Plassey Meletus

Tanggal 23 Juni tahun 1757, meletuslah perang antara tentara Inggris melawan pasukan Raja Bengal, Sirajud-Daulah. Perang ini terjadi di kawasan bernama Plassey yang terletak di antara Kalkuta dan Murshidabad sehingga diberi nama Perang Plassey.

Tentara Inggris yang dipimpin oleh Robert Clive terdiri dari 800 orang Eropa dan 2200 pribumi sementara Sirajud-Daulah memiliki 50.000 pasukan yang dibantu oleh Perancis.

Perang ini dimenangkan oleh Inggris, dan saingan imperialisnya, Perancis, terpaksa angkat kaki dari India. Perang Plassey berakhir setelah berlangsung tujuh tahun dan sejak saat itu, hingga dua abad kemudian, India resmi menjadi daerah jajahan Inggris.

Samuel Taylor Colerigde

Tanggal 23 Juni 1834, Samuel Taylor Coleridge, seorang filsuf dan penyair aliran romantis Inggris, meninggal dunia. Karya-karya filsafat Colerigde banyak mempengaruhi munculnya aliran transendentalisme di AS. Ia mengembangkan pemikiran transendentalismenya dengan mendapat banyak pengaruh dari filsuf-filsuf Jerman, di antaranya Friedrich Scheling.

Karya Colerigde berjudul Aids to Reflection yang terbit tahun 1829 dianggap sebagai pemicu gerakan transendentalis, melawan aliran John Locke dan meleburkan antara material dan spiritual, serta meningkatkan perbedaan krusial antara alasan dan pemahaman.

Parlemen Iran Periode Revolusi Konstitusional Dibubarkan

Tanggal 23 Juni tahun 1908, Parlemen Iran periode Revolusi Konstitusional yang baru saja berdiri, dibubarkan oleh raja Iran saat itu, Shah Muhammad Ali Qajar.

Segera setelah Shah Muhammad Ali mengumumkan penentangannya terhadap parlemen itu, tentara Kazakstan di bawah panglima Rusia mereka, mengepung gedung parlemen dan terjadilah bentrokan antara mereka dengan para pejuang revolusi konstitusional yang menyebabkan sejumlah pejuang gugur syahid dan sebagian lainnya dipenjarakan, diasingkan, atau dihukum gantung.

Revolusi Konstitusional adalah gerakan perjuangan rakyat Iran di bawah pimpinan para ulama yang berusaha menerapkan kehidupan bernegara yang adil dan demokratis di Iran serta menentang infiltrasi asing di Iran.

Perancis Menyerahkan Iskandariah Kepada Turki

Tanggal 23 Juni tahun 1939, Perancis menyerahkan pelabuhan penting Iskandariah yang saat itu menjadi bagian dari wilayah Syria, kepada Turki.

Pelabuhan Iskandariah yang terletak di tepi laut Mediterania itu bertahun-tahun sebelumnya diklaim oleh Turki sebagai bagian dari wilayahnya, namun setelah Perang Dunia Pertama, dalam perjanjian yang ditandatangani oleh Inggris dan Perancis, pelabuhan ini diserahkan kepada Syria. Namun, menyusul tumbangnya kekuasaan pemerintahan Ottoman dan Mustafa Kamal Attaturk yang pro-Barat terpilih sebagai presiden Turki, Perancis yang saat itu menjadi penguasa kolonial di Syria, menyerahkan pelabuhan Iskandariah kepada Turki.

Peristiwa ini semakin meningkatan perlawanan rakyat Syria terhadap Perancis sampai akhirya mencapai kemerdekaan penuh tahun 1949.

Categories: SEJARAH | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: