Kebusukan Baath dan AS di Irak

Upaya Partai Baath untuk memecah-belah persatuan Irak, kembali dihadapkan pada kegagalan total. Padahal Partai Baath yang pernah dipimpin oleh Mantan Presiden Irak, Saddam Husein itu, mendapat dukungan penuh dari sejumlah negara Barat dan Arab.

Media-media massa Irak melaporkan perilisan statemen oleh kelompok pecahan dari Partai Baath pimpinan Mohammad Yones Al-Ahmad. Dalam stetemen itu, kelompok Muhammad Yones Al-Ahmad ingin menggelar konferensi bersama dengan pecahan Baath lainnya, yaitu kelompok Ezzat Al-Douri dalam rangka menjelaskan strategi bersama untuk bekerjasama dan berinteraksi dengan AS. Upaya pendekatan itu dilakukan karena Ezzat Al- Douri selama ini, menentang pendekatan dengan AS.

Sumber-sumber pemberitaan mengabarkan pertemuan antara Al-Douri dan Yones Al-Ahmad untuk melakukan langkah bersama dengan Washington. Namun bagaimanakah hasil pertemuan tersebut, hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya.

Kelompok Al-Douri, sempalan Partai Baath, menilai kelompok Yones Al-Ahmad yang juga sempalan Al-Baath sebagai kelompok lain yang bekerjasama dengan AS. Kelompok Yones Al-Ahmad keluar dari kelompok Al-Douri setelah Saddam Hussein dieksekusi pada tahun 2007. Semenjak itu, kelompok ini bekerjasama dengan AS dan mencari perlindungan untuk menghindari aksi penangkapan atas eks Partai Baath.

Yones Al-Ahmad adalah salah satu gembong eks Partai Saddam yang namanya tercantum dalam daftar buron 55 orang Rezim Saddam. AS sendiri mengklaim akan menangkap mereka setelah pendudukan terhadap Irak. Namun klaim itu hanya sekedar isapan jempol. Setelah tujuh tahun berlalu dari aksi pendudukan di Irak, Yones Al-Ahmad dan gembong-gembong lainnya, hingga kini, belum berhasil ditangkap tentara AS.

Pada dasarnya, Yones Al-Ahmad dan gembong-gembong lainnya memang sengaja dibiarkan menghirup udara bebas. Hal ini juga membuktikan adanya hubungan kuat antara gembong-gembong eks Partai Baath dengan Washington. Yang menjadi pertanyaan besar adalah jika AS berhasil menangkap gembong utama Partai Baath, Saddam Hussein, tapi bagaimana mungkin bisa kewalahan menangkap gembong-gembong yang lebih kecil dari Saddam? Menanggapi pertanyaan ini, para pengamat berkeyakinan bahwa kroni-kroni Partai Baath dapat dijadikan sebagai alat AS pasca pendudukan Irak.

Dengan cara itu, ketika sejumlah kelompok Irak gagal mencapai ambisinya dengan jalan damai dan demokrasi, maka mereka pun akan tak segan-segan menggunakan cara-cara kotor seperti pembunuhan dan peledakan. Dengan begitu, keonaran pun dapat dengan mudah dilancarkan di Negeri Kisah 1001 Malam ini. Tak diragukan lagi, upaya perampokan bank-bank utama di Irak adalah tindakan jaringan antek-antek Saddam Hussein yang dikelola oleh AS. Serangan ini telah menewaskan dan menciderai ratusan orang yang sebagian besar dari mereka adalah warga sipil. Olah karena itu, menyaksikan kondisi seperti ini, rakyat Irak harus lebih waspada akan konspirasi AS dan antek-antek eks Partai Baath. (IRIB/AR/LV)

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: