Iran Bukan Target Gampang Bagi Amerika, Ekonomi Iran Tidak Goyah

Dosen Universitas Islam Indonesia, Ramzi Mustafa, menyinggung kapasitas dan kekuatan Republik Islam Iran di kancah politik seraya menyatakan, “Iran bukan target gampang sehingga Amerika Serikat dapat menjegalnya dengan resolusi sanksi.”

Dalam wawancaranya dengan IRNA (22/6), Ramzi Mustafa mengatakan resolusi tersebut sama seperti resolusi-resolusi sebelumnya yang tidak berarti. “Benar yang dikemukakan para pejabat Iran bahwa resolusi sanksi ini tidak berarti bagi Amerika Serikat dan tujuan ratifikasinya adalah untuk mengagalkan program nuklir sipil Iran,” katanya.

Menurutnya, perekonomian Iran tidak akan terpengaruh oleh sanksi tersebut, karena Iran cukup kokoh di sektor ekonomi, ditambah lagi kemampuannya yang besar di bidang militer dan pertahanan. “Dengan kekuatan ini, Iran mampu dengan mudah membela kepentingannya atau dengan kata lain, bagi Amerika Serikat Iran bukan target gampang sehingga dapat dengan mudah dikuasai,” tambahnya.

Selain itu, Iran juga mendapat dukungan dari 180 negara anggota Gerakan Non-Blok (GNB) terkait isu nuklir.

Terkait sektor pertahanan, Ramzi Mustafa menegaskan, posisi unggul Iran di kawasan dan global, tidak memberi peluang bagi Amerika Serikat dan Israel untuk benar-benar melaksanakan ancaman militernya terhadap Iran. Dituturkannya bahwa tidak diragukan lagi klaim para pejabat Zionis soal serangan terhadap instalasi nuklir Iran hanya omong kosong. Jika serangan itu benar-benar terjadi maka itu akan menjadi akhir bagi riwayat rezim Zionis.

Iran Mulai Laksanakan Ancamannya, Dua Inspektur Nakal IAEA Dicekal

Republik Islam Iran sepertinya mulai melaksanakan ancamannya menyusul perilisan resolusi 1929 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) yang menjatuhkan sanksi lebih berat terhadap Tehran. Sebelumnya Iran mengancam akan mengkaji ulang kerjasama nuklirnya dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Kini melalui Ketua Badan Energi Atomnya, Ali Akbar Salehi, Iran mencegah masuknya dua inspektur IAEA karena memberikan informasi keliru soal program nuklir Iran.

Salehi menyebutkan keputusan parlemen yang menolak permintaan penyidikan melebihi kesepakatan Traktat Non Proliferasi Nuklir (NPT). “Kami tidak akan pernah mengizinkan penyidikan yang melampaui kesepakatan yang tertuang dalam NPT,” tegas Salehi.

Ia mengatakan, hanya sekali kami melaksanakan protokol tambahan secara suka rela dan tim inspeksi melakukan tugasnya melebihi kesepakatan yang ada. Namun di saat Iran menghentikan pelaksanaan protokol tambahan maka proses penyidikan harus dalam koridor kesepakatan yang ada.

Salehi menegaskan bahwa Iran tetap komitmen dengan perjanjian tingkat internasional. Ditambahkannya, kami tidak akan melakukan sesuatu melebihi kesepakatan dan tidak akan mundur dari hak legal kami. Artinya, sejak kini Iran tidak akan menuntut sesuatu di luar haknya dan tidak akan melepas haknya. Oleh karena itu, Iran menekankan proses penyidikan IAEA harus dalam koridor kesepakatan yang ada.

Menurut Salehi, jika inspektur memberikan laporan palsu dan hal ini telah terbukti saat sidang terbaru Dewan Gubernur IAEA di Wina maka kami menolak tegas kehadiran kedua penyidik tersebut untuk memeriksa nuklir kami. Salehi menandaskan, kami telah menyampaikan protes ke dewan gubernur soal ulah kedua penyidik tersebut dan meminta IAEA untuk mengirim orang lain untuk melakukan tugas ini.

“Sikap kami ini dimaksudkan untuk menyadarkan anggota dewan gubernur bahwa rakyat Iran tidak akan melakukan sesuatu melebihi kesepakatan yang ada,” ungkap Salehi.

Menjawab pertanyaan soal Iran sebelumnya secara suka rela melakukan protokol tambahan NPT, Salehi menyatakan, saat itu memang kami menjalankan protokol tambahan tersebut secara sukarela dan inspektur IAEA dengan bebas serta kapan saja dapat melakukan pemeriksaan terhadap inslatasi nuklir Iran. Bahkan mereka pun dapat melakukan pemeriksaan dadakan.

Namun demikian Iran masih mengizinkan pemeriksaan dadakan dengan syarat yang disepakati kedua pihak, misalnya dalam satu bulan IAEA dapat melakukan pemeriksaan mendadak terhadap instalasi nuklir Tehran seperti di Natanz.

Menjawab pertanyaan soal statemen Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen, Alaudin Boroujerdi soal ulah sejumlah inspektur IAEA memberikan informasi palsu tentang nuklir Iran ke media dan apakah Iran akan melakukan tindakan terhadap para inspektur yang nakal ini, Salehi mengatakan, tentu saja Iran akan menindak oknum tersebut dan kedua nama inspektur itu pekan lalu telah kami serahkan ke IAEA serta keduanya dicekal untuk memasuki Iran.

Iranophobia yang Merugikan Israel, Bikin Bingung Tel Aviv

“Nyaris tiada hari tanpa pernyataan dari para pejabat, politisi, pengamat, dan publik di Israel tentang keberadaan Iran sebagai ancaman terhadap rezim Zionis.”

Demikian ungkap Scott Petersen, staff penulis di Christian Science Monitor. Hal itu mengemuka menyusul setiap problem yang dihadapi Israel, mulai dari persenjataan Hizbullah Lebanon hingga aktivis “teroris” penyalur bantuan kemanusiaan untuk Gaza di atas kapal Freedom Flotilla.

Sang penulis itu melontarkan pertanyaan seberapa kuat pola pikir anti-Iran di Israel?

“Kita membuat mereka lebih kuat,” kata David Menashri, Direktur Pusat Studi Iran di Universitas Tel Aviv. Menurutnya, Israel harus mengurangi berkomentar tentang Iran dan tidak membuat perbandingan historis yang berlebihan.

Di lain pihak, Dr. Haggai Ram dari Universitas Ben Gurion, dalam bukunya berjudul The Logic of an Israeli Obsession, menulis bahwa terdapat pemahaman yang sangat irasional dan sangat mengecewakan di Israel dalam memahami ancaman Iran.

Iranophobia yang dikemukakan Israel terkait program nuklir Iran justru lebih merugikan Tel Aviv. Ancaman program nuklir Iran yang ditegaskan oleh para pejabat Tehran sepenuhnya bertujuan damai, selalu direaksi Iran dengan menekankan tekadnya dalam memberantas senjata nuklir. Secara otomatis, perhatian dunia kembali tertuju pada gudang-gudang senjata nuklir yang dimiliki Israel.

Israel bersemangat sekali menebar Iranphobia, namun pada saat yang sama aksi tersebut justru membuat rezim Zionis makin tersudut

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: